Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 183


__ADS_3

selamat membaca


aura mencekam masih menyelimuti tubuh Xia'er, rambut panjang putih berkilau adalah tanda dari sang Dewi, sedangkan mata merah Semerah darah adalah tanda dari keturunan kerajaan kegelapan.


"sial.....!!!, siapa dia sebenarnya....???, perubahan itu sangat menggangu ku, apalagi mata merahnya....!!!, kenapa aku terlihat sangat sangat kecil di hadapannya." gumam raja Kai.


sedangkan para prajurit dan yang lainnya sudah jatuh tak sadarkan diri, itu di lakukan oleh Xia'er sendiri, ia tak ingin wujudnya terlihat oleh banyak orang selain orang-orang nya saja.


Xia'er mulai melayang dan mendekati raja Kai secara perlahan-lahan, tapi rasanya raja Kai seperti di dekati oleh kematian.


"ja..... jangan me.... mendekat.....!!!, ji....jika tidak...., a...aku akan mem..... membunuh mereka berdua.....!!!" ancam raja Kai, walaupun dengan tergagap-gagap saat berbicara.


"lepaskan......!!!" ucap Xia'er dan rantai yang mengikat Qiangfang dan jendral Yu yang terbuat dari salah satu jurus raja Kai langsung terlepas dengan sendirinya.

__ADS_1


perlahan-lahan tubuh Qiangfang, jendral Yu dan Yun Shang melayang dan mendekat ke arah Xia'er, Xia'er membawa ketiganya ke tempat para kontraktual nya berada.


dan untuk Yun Shang, Xia'er memeriksanya sejenak, untung saja masih ada detak jantungnya, walaupun sudah sangat lemah, terlambat beberapa menit saja, Yun Shang pasti sudah mati.


"aku juga menyayangimu Gege, beristirahatlah dengan tenang, saat Gege bangun, semuanya sudah kembali seperti semula, kita akan berkumpul bersama lagi." ucap Xia'er dan langsung mengalihkan aura kehidupan di seluruh tubuh Yun Shang.


secara perlahan-lahan, tubuh Yun Shang yang tadinya pucat pasi bagaikan mayat, kini kembali merona seperti ia hanya tertidur saja.


"kami di sini nona.....!!!" ucap keduanya yang langsung muncul di hadapan Xia'er sambil memberikan hormat.


"rawat mereka di ruang dimensi." ucap Xia'er dan langsung memasukkan mereka berlima kedalam ruang dimensi miliknya.


"kini giliran mu.....!!!, aku harus menyiksa mu seperti apa ....???, harus kah kau kuliti ....???, atau kau lebih suka aku memotong seluruh anggota tubuh mu....???." ucap Xia'er Tampa ekspresi di wajahnya.

__ADS_1


"kau wanita jalan* .....!!!, kau pikir aku sudah kalah....???, jangan bermimpi....!!!, daratan tengah ini hanyalah permulaan saja bagi junjungan ku, lihat saja nan.....!!!." ucapan raja Kai terhenti karena Xia'er tiba-tiba menarik keluar lidah raja Kai menggunakan kekuatannya.


darah segar mengalir deras dari dalam mulut raja Kai, matanya melotot tak percaya, karena Tampa pergerakan apapun dari Xia'er, ia sudah kehilangan lidahnya.


"mulut mu yang bau dan kotor itu terlalu banyak bicara." ucap Xia'er dan langsung membakar hangus lidah raja Kai di depan matanya.


"tangan mu ini terlalu lancang, tangan mu telah melukai orang-orang kesayangan ku." ucap Xia'er lagi dan kembali memutuskan kedua tangan raja Kai dengan paksa.


"hmmmmm.....hmmmmm....hmmmm..." raja Kai hanya bisa meronta meringis kesakitan Tampa bisa berbuat apa-apa."


"mata mu.....!!!, mata mu terlalu memuakkan, beraninya kau menatap ku dengan tatapan menjijikkan itu." ucap Xia'er lagi dan kembali mencungkil kedua bola mata raja Kai.


"bunuh.....bunuh....aku saja......!!!" ucap raja Kai dalam hatinya, ia mencoba berbicara memohon untuk di bunuh, tapi yang keluar dari mulutnya hanya au au saja karena lidahnya sudah tiada.

__ADS_1


__ADS_2