Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 212


__ADS_3

Selamat Membaca ☺️☺️☺️


Suara kuda terdengar bergemuruh membelah hutan, saat ini pangeran akan menuju lokasi pertemuannya dengan mantan jenderal kakeknya, mereka akan bertemu di salah satu markas militer pangeran Wei yang ia sembunyikan jauh di dalam hutan.


"kita harus bergegas....!!!, aku sudah tidak di sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi...!!!" ucap pangeran Wei kepada jenderal muda Haucun yang berada di sebelahnya.


Tampa menunggu respon dari jendral muda Haucun, pangeran malah memacu kudanya lebih cepat lagi dan sang jenderal hanya bisa mengikuti pangeran Wei saja.


di sisi lain, pihak pangeran yang membawa mantan jenderal juga berusaha untuk menghindari mata-mata yang di sebarkan oleh pihak ratu Tiang Zhi, karena mata-mata sang ratu terlihat berada di berbagai tempat.


"kita harus segera bergerak, tapi jangan memancing kecurigaan...!!!" ucap salah satu prajurit yang memimpin pasukan kecil penyelamatan mantan jenderal, saat ini mereka menyamar sebagai salah satu pemasok bahan makanan sayur-sayuran dan juga bahan pangan lainnya.


"kalian harus bersikap senatural mungkin, jangan sampai memancing kecurigaan...!!!" ucap sang mantan jenderal, tuan Wenhua, saat ini mereka sedang melewati perbatasan untuk memasuki ibu kota.

__ADS_1


"berhenti.....!!!" perintah salah satu prajurit penjaga.


"apakah kalian memiliki izin masuk....???" tanya prajurit penjaga itu lagi kepada kusir kereta.


"ia tuan....!!!" jawab sang kusir sambil menyodorkan tanda izin dan pengenalannya.


di saat prajurit penjaga memeriksa surat izin dan tanda pengenal, prajurit yang lain juga melakukan tugasnya untuk memeriksa semua bahan makanan yang ada di dalam kereta kuda, untuk berjaga-jaga juga terdapat sesuatu yang mencurigakan.


setelah selesai memeriksa, para prajurit itu saling bertatapan dan mengangguk tanda mereka bisa lewat, karena akan di adakan festival, bahan makanan di butuhkan, jadi penyamaran mereka tidak akan di curigai.


mereka berdua menuju ujung ibukota, lebih tepatnya hutan yang berada di ujung ibukota untuk bertemu dengan pangeran Wei.


hanya menempuh waktu sekitar tiga puluh menit saja, mereka sudah sampai di gubuk kecil di tengah hutan.

__ADS_1


"apa kau yakin pangeran menunggu ku di sini...???" tanya tuan Wenhua yang merasa tak yakin dengan gubuk kecil yang ada di hadapannya.


"benar tuan...!!!, mari saya tunjukkan jalannya tuan...!!!" jawab sang prajurit pengawal sambil berjalan ke depan untuk menuntun arah.


saat memasuki gubuk kecil tersebut, sang prajurit pengawal membuka sesuatu di lantai, dan itu adalah sebuah lorong rahasia menuju ke ruang bawah tanah.


lama kelamaan mereka menyusuri lorong kecil, kini terlihatlah ruangan yang cukup luas, ada banyak lorong lagi yang menghubungkan ke berbagai tempat di kerajaan.


"selamat datang jenderal Wenhua....!!!, aku sudah lama menunggu kedatangan mu." ucap pangeran Wei yang menyambut kedatangan tuan Wenhua.


"salam hormat kepada matahari kecil kerajaan." ucap tuan Wenhua sambil memberi hormat.


"bangunlah paman.....!!!" ucap pangeran Wei sambil memegang pundak tuan Wenhua dan langsung memeluknya, pangeran teringat akan kedengarannya dengan tuan Wenhua, karena tuan Wenhua lah yang mengajarkan cara berpedang kepada pangeran.

__ADS_1


"pangeran....!!!, aku sangat merindukan saat-saat pertemuan ini, setiap waktu aku hanya bisa berdoa kepada dewa agar hari ini datang." ucap tuan Wenhua sambil menitikkan air mata.


"aku tau paman, silahkan duduk terlebih dahulu, ada banyak yang harus kita bicarakan." ucap pangeran Wei sambil menuntun tuan Wenhua ke kursi di samping mereka.


__ADS_2