Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 115


__ADS_3

selamat membaca


Xia'er kembali melanjutkan perjalanannya, banyak hewan beast yang melihat ke arahnya, tapi entah mengapa para beast tersebut tak berani mendekat ke arahnya.


"ada yang aneh di sini, para beast tak menyerang ku, mendekat pun mereka seakan takut." gumam Xia'er dalam hatinya.


"kau memiliki aura kedua naga legenda, para beast pasti bisa merasakan kehadiran dari kedua beast mu itu." jawab Bima dalam benak Xia'er.


"tapi aku sudah menutupi aura kedua beast ku, orang luar tak akan mungkin mengetahui itu." jawab Xia'er sedikit bingung.


"sesama beast pasti bisa merasakan aura sosok yang agung dan kuat, mungkin menutupi aura kedua beast mu hanya berlaku untuk manusia saja." jawab Bima lagi.


"paman ada benarnya juga, jika seperti itu, ini akan semakin mudah." ucap Xia'er merasa cukup senang karena tak perlu membuang tenaga untuk menghadapi para beast yang ada di hutan bagian dalam lapisan ke enam dan ke tujuh.


Xia'er berjalan dengan lancar menuju lapisan ke tujuh, saat ia sampai, Xia'er cukup terkejut dengan keindahan yang ada di dalam hutan lapisan ke tujuh.

__ADS_1


"wow...., ini jauh berbeda dari lapisan hutan pertama sampai ke enam." ucap Xia'er yang cukup takjub dengan keindahan alamnya.


"kau benar, dari awal sampai ke lapisan ke enam, semuanya terlihat suram dan mengerikan, yang ada hanyalah beast beracun dan juga tumbuhan beracun." balas Bima yang juga tak menyangka dengan pemandangan hutan kematian di lapisan ke tujuh.


pemandangan hutan kematian di lapisan ke tujuh terlihat seperti tempat para peri dan bidadari tinggal, terlihat seperti berada di negeri dongeng, itu menurut Xia'er.



"ilustrasi gambar"


"dimana aku harus mencari anggrek Ying dan Yang paman...?" tanya Xia'er yang malas berfikir dan hanya menikmati pemandangan hutan tersebut.


"baiklah...., aku mengerti paman." ucap Xia'er dan kembali berjalan menuju pegunungan.


"paman ..." panggil Xia'er kepada Bima.

__ADS_1


"ada apa ...?, tidak pada biasanya kau mengajakku berbicara terlebih dahulu." jawab Bima.


"dimensi milik ibunda mampu memasukkan sebuah kota, apa milik ku juga seperti itu...?" tanya Xia'er penuh harap.


"sepertinya bisa...!!!, dimensi milik mu hampir sama dengan ibumu, apa kau menginginkan hutan ini ...?" tanya Bima yang paham dengan niat Xia'er.


"ya..., aku menginginkannya." jawab Xia'er dengan cepat.


"kau tak membutuhkan hutan ini, dimensi milik mu akan jauh lebih indah jika kau mencapai kultivasi yang tinggi, dan sepertinya sebentar lagi itu akan terwujud." jawab Bima lagi.


"kau betul juga paman." ucap Xia'er lagi yang sadar dengan keinginannya yang tidak berguna.


Xia'er sampai di antara gunung es dan juga gunung berapi, di antara pegunungan tersebut terdapat sebuah lubang yang cukup besar, di tengah lubang besar tersebut terdapat bunga anggrek yang bersinar terang dan di kelilingi oleh setengah es dan setengahnya lagi magma yang meletup-letup.


"aku menemukanmu..." ucap Xia'er dengan senyum penuh kepuasan.

__ADS_1


"cepatlah ambil dan serap kekuatannya, tapi ingatlah...., kau akan merasakan kesakitan saat proses segel di tubuhmu di hilangkan." ucap Bima mengingatkan.


"aku paham paman, aku sudah siap untuk itu." jawab Xia'er dan melayang turun ke tempat bunga anggrek tersebut tumbuh, tempat tumbuhnya bunga anggrek Ying dan Yang hanya sebesar satu meter dan berjarak satu meter pula dari bawah magma dan es.


__ADS_2