
selamat membaca
setiap tim melakukan tugasnya dengan baik, kelompok Jiangheeng dan Chyou bahkan akan segera selesai, tim pangeran dan tuan muda Yu sepertinya mulai memanas, dan yang paling menegangkan adalah di sisi selatan, pertarungan antara jendral besar Yu dan raja Kai.
"sring.....sring..... bom..... bom.....!!!" suara pedang beradu di selingi bentrokan antara serangan dahsyat antara jendral Yu dan raja Kai.
"uhuk.... uhuk....." jendral Yu memuntahkan seteguk darah akibat terkena serangan dari raja Kai.
"apa kau bisa melihat perbedaan di antara kita....?, sekuat apapun kau menyerang ku, lukanya akan segera menutup dan stamina ku tak akan habis, berbeda dengan diri mu yang manusia biasa." ucap raja Kai dan bangun dari tanah karena dia juga terkena serangan dari jendral Yu, luka di tubuhnya perlahan-lahan menutup kembali seperti tidak terjadi apa-apa terhadap tubuhnya.
"sial....., mana ku sudah mencapai batasnya, dan itu adalah serangan terakhir ku, kerusakan pada tubuhnya sangat besar, tapi itu percuma saja, karena akan kembali seperti semula." ucap jendral Yu dalam hatinya.
jendral Yu mencoba bangkit dan ingin melawan lagi, tapi kembali terjatuh karena ia memiliki luka yang cukup parah.
__ADS_1
"aku akan bertanya sekali lagi kepada mu, akan sangat di sayangkan jika kekuatan hebat seperti mu mati saat ini." ucap raja Kai dan mendekat ke arah jendral Yu.
"apa kau mau bergabung dengan ku jendral besar Yu.....?, jadilah bawahan ku, maka kau akan menikmati kedudukan yang tinggi dan kekuatan yang hebat seperti ku." tanya raja Kai untuk yang terakhir kali.
"lebih baik aku mati dari pada harus menjadi iblis seperti mu." jawab jendral Yu dengan tegas Tampa rasa takut sedikitpun.
"baiklah....., jika itu yang kau minta, maka matilah saja......!!!" teriak raja Kai dan melayangkan serangan ke arah jendral Yu.
"bom......" suara ledakan dahsyat bahkan mengguncang tanah, membuat yang lainnya jatuh dan harus mencari pegangan untuk mempertahankan posisi mereka.
asap tebal mengelilingi area tempat jendral Yu berada tadi, guncangan perlahan-lahan mulai mereda, begitu juga dengan asap tebal yang menutupi tempat jendral Yu terbaring tadi, tapi sebelum asap tebal itu menghilang sempurna.
perlahan-lahan jendral Yu membuka matanya, terlihat sosok cantik yang begitu familiar di matanya sedang membelakangi diri nya.
__ADS_1
"Shouling......" ucap jendral Yu Tampa sadar.
"apa Xia'er terlihat mirip dengan ibunda ayah....?" jawab Xia'er yang berbalik ke arah jendral Yu yang sedang memandangnya.
"um....., putri ku memang sangat mirip dengan ibunda mu." jawab jendral Yu tersenyum dan meneteskan air mata.
"ayah kembalilah....., Leng Meng akan merawat ayah dengan baik, biar Xia'er yang menuntaskan hama itu ayah." ucap Xia'er lagi dan membuka portal teleportasi langsung ke Leng Meng.
"salam nona....." ucap Leng Meng memberikan hormat dari seberang portal.
"rawat ayah ku dengan baik." perintah Xia'er dan langsung mengirim jendral Yu ke seberang dan menutup portal nya setelah Leng Meng memberikan hormatnya.
"apa dia sudah mati.....???, hah...... itu terlalu mudah....., ini tidak mengasikan sama sekali, aku pikir dia lebih baik dari dua raja lemah itu." ucap raja Kai dengan nada malasnya.
__ADS_1