Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 55


__ADS_3

selamat membaca


setelah mendengar penuturan dari sang paman tentang ayahnya, Xia'er hanya tersenyum saja, ia tak langsung segera keluar dari dimensinya, ia terlebih dahulu membuat beberapa pil untuk menekan racun Leng Sumi, ia akan membuat cukup banyak kali ini, karena Xia'er berencana akan mulai berkelana untuk memasuki hutan kematian untuk mencari bunga anggrek Ying dan Yang, ia harus segera membuka segel yang ada di dalam tubuhnya agar ia bisa lebih leluasa dalam menggunakan jurus nya.


"aku masih akan tinggal beberapa hari lagi, aku ingin membuat beberapa pil obat untuk Leng Meng sebelum aku memasuki hutan kematian." ucap Xia'er sambil menatap ke dua hewan kontaknya.


"baiklah...., kami akan berkultivasi juga, selama sepuluh ribu tahun terkurung, basis kultivasi kami menurun setengahnya." ucap sang dark dragon dan di angguki oleh sang white dragon.


"baiklah...., kuharap kalian berdua semakin kuat, karena aku mendapatkan firasat jika aku akan membutuhkan bantuan kalian berdua dalam waktu dekat ini." ucap Xia'er kepada keduanya.


"kami akan bertambah kuat sebelum waktu itu tiba nona" ucap keduanya dan langsung meninggalkan Xia'er untuk melakukan kultivasi tertutup mereka, dan Xia'er juga mencari tempat yang di rasa nyaman untuk menyuling pil-pil untuk Leng Meng dan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


setelah menghabiskan waktu selama seminggu di ruang dimensinya yang berarti tujuh jam di dunia luar, Xia'er akhirnya keluar juga, ia dengan cepat memanggil Ling'er untuk menyiapkan nya bak mandi untuk berendam dan juga makanan, karena Xia'er sudah sangat rindu makan bersama dengan Ling'er.


"Jiji....., apa kau ada di luar....?" ucap Xia'er sedikit membesarkan suaranya.


"hamba di sini nona...." jawab Ling'er sebelum membuka pintu kamar Xia'er.


"Jiji...., bisakah kau menyiapkan bak mandi dan sarapan ku...?" perintah Xia'er dengan sopan.


"oh... ya ...nona, ayah anda setiap hari selalu mengunjungi kamar nona, sebaiknya setelah nona mandi dan sarapan, kita harus mengunjungi kediaman ayah nona." sambung Ling'er lagi.


"baiklah...." jawab Xia'er setelah itu ia mengambil buku dan membacanya, sedangkan Ling'er keluar dari kamar Xia'er untuk memerintah beberapa pelayan menyiapkan bak mandi dan juga sarapan pagi untuk Xia'er.

__ADS_1


setelah beberapa saat, bak mandi telah siap, Xia'er dengan cepat menyelesaikan mandinya dan melanjutkan sarapan paginya, ia terlihat terburu-buru karena harus mengunjungi kediaman ayahnya.


,,,,,,,


saat ini Xia'er dan juga ayahnya sedang duduk bersama di ruang kerja Jendral Yu, terlihat Jendral Yu sedang memperhatikan anak gadisnya yang telah jauh berubah sejak kejadian kecelakaan yang lalu.


"kenapa ayah melihat ku seperti itu...?, apa ada sesuatu di wajah ku ayah...?" tanya Xia'er yang sudah merasa heran dengan tingkah ayahnya.


"yang seharusnya bertanya itu ayah, ada apa dengan perubahan ini...?." Jendral Yu bertanya balik.


"Xia'er hanya merasa jika berlatih akan sangat membantu ku, lagian aku juga sudah bosan di bilang sampah ayah..., tapi ayah..., aku belum bisa menggunakan kekuatan ku dengan baik, seolah-olah ada yang menghalanginya di dalam tubuh ku." ucap Xia'er, ia sengaja berkata seperti itu, siapa tau ayah nya akan mengatakan tentang segel yang ada di dalam tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2