Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati

Perjalanan Reynata Mencari Cinta Sejati
Part 120


__ADS_3

selamat membaca


kultivator pengguna api tersebut bersiap menyerang Xia'er dengan jurus terkuatnya.


"badai api." teriaknya dan seluruh tubuhnya di kelilingi api besar yang berbentuk pusaran.


"matilah kau jal*ng sialan" teriak nya lagi dan mengarahkan jurusnya ke arah Xia'er, tapi Xia'er masih tidak bergerak sedikitpun dan hanya terdiam di atas kudanya.


"bom....bom..." bunyi ledakan yang dahsyat terdengar lagi, kobaran api besar seakan melahap tubuh Xia'er, melihat hal itu, para kultivator tersebut tertawa terbahak-bahak.


"ha ha ha ha" andai saja kau tidak membuat ku marah, maka aku akan membuat mu mati dengan cara yang lebih indah, setidaknya jasad mu masih ada." ucap kultivator yang menyerang Xia'er dengan jurus badai api.


"ternyata dia mudah di atasi, aku pikir akan sedikit sulit, ternyata kultivator yang di kirim mereka sebelum nya saja yang lemah." sambung yang lainnya.


"ha ha ha...,itu betul tuan, aku juga sempat berfikir seperti itu tadinya." jawab yang lain lagi.

__ADS_1


tiba-tiba api yang membakar tubuh Xia'er berubah menjadi api berwarna biru, membuat para kultivator sedikit terkejut.


"apa yang terjadi...?" ucap yang lainnya.


"dari mana datangnya sesuatu yang berwarna biru tersebut...?" sambung yang lainnya lagi.


"ahahahahaha....." tawa Xia'er yang masih terkesan lembut.


"apa kau pikir api mu dapat membakar ku...?, kau sangat naif...!!!, sudah kubilang berulangkali, makhluk serangga seperti kalian, tak akan bisa membunuh semut, apalagi membunuh ku." ucap Xia'er sambil menghempaskan tangannya, api yang menyerangnya tadi langsung hilang di gantikan dengan api biru milik Xia'er.


"dulu aku menembak menggunakan pistol, tapi sekarang jauh lebih menyenangkan." ucap Xia'er dan ujung jarinya yang membidik sasarannya mengeluarkan semacam cahaya biru kecil yang melesat kearah kepala kultivator api dan....


"argrrrrr......." teriakan mulai terdengar, dan dalam beberapa detik, tubuhnya berubah menjadi abu.


"hmmmmm...., aku menikmatinya." ucap Xia'er dengan lembut.

__ADS_1


sedangkan kultivator yang melihat kejadian itu berubah menjadi diam, mereka berfikir, di antara mereka yang datang, pengguna api adalah yang terkuat di antara mereka.


"jadi...., bagaimana dengan kalian...?, apa yang harus aku lakukan untuk kalian...?" tanya Xia'er dan melayang turun dari kudanya.


"selama ini, tak ada yang kembali saat sedang memburunya, kita pasti akan ikut di bunuh juga." bisik salah satu dari mereka.


"itu betul, lebih baik kita mencoba dari pada menyerah, aku yakin kita bisa jika menyerang bersamaan." sambung yang lainnya dan mereka semua pun mengangguk tanda setuju.


"ah......, sepertinya kalian akan ikut bermain, baiklah...., aku akan menemani kalian." ucap Xia'er.


"hiya........" teriak para kultivator tersebut dan mengarahkan senjata mereka ke arah Xia'er.


satu tombak mengincar leher Xia'er, satu pedang mengincar leher Xia'er dan beberapa senjata yang lainnya mengincar tubuh Xia'er, tapi dengan kecepatan Xia'er, ia mampu menghindari semua serangan tersebut.


"kalian sepertinya sangat menginginkan nyawaku." ucap Xia'er dan langsung mengeluarkan belati yang di bentuknya dari cahaya.

__ADS_1


"kekuatan cahaya biasanya di pakai untuk menyembuhkan, tapi aku akan mencabut nyawa kalian dengan kekuatan ini." ucap Xia'er dan langsung melejit dengan cepat, ia mengiris leher mereka satu persatu dalam sekali gerakan.


__ADS_2