
Kemudian Chen Feng yang melihat reaksi aneh di wajah Qian Xu , dia bisa mengerti kebingungan yang dirasakan oleh Qian Xu, lalu Chen Feng pun berkata kepada Ling Ling.
"Lihatlah Qian Xu Ling Ling, dia tidak bisa tidur satu kamar dengan kita berdua."
Lantas Ling Ling pun bertanya kepada Qian Xu "Apakah benar Qian Xu kalau kau tidak mau tidur dengan kami berdua? "
Qian Xu yang merasa kebingunganpun dengan terbata bata dia menjawab "Iya.. Aku.. Aku bisa,"
Qian Xu yang tidak sadar mengucapkan kata itu di dalam hatinya merasa sangat malu dan langsung bergumam di dalam hatinya.
"Apa yang aku katakan? kenapa aku menyetujuinya begitu saja? bagaimana kalau Chen Feng menganggap aku sebagai gadis gampangan. "
Terjadilah pergejolakan di dalam hati Qian Xu, Chen Feng yang menyadari situasi yang rumit di dalam hati Qian Xu, mulai melangkah mendekati Qian Xu dan memegang kedua pipinya.
"Tenangkan hatimu,aku tahu kamu adalah wanita yang mempunyai harga diri, aku tidak akan melakukan hal hal yang akan menodaimu, kecuali kamu sendiri yang menginginkannya, jika kamu tidak setuju maka kita bisa mencari tempat penginapan yang lain. "
Ling Ling yang mendengar perkataan Chen Feng juga ikut mendekati Qian Xu dan memegang tangannya sambil berkata " Benar Qian Xu, apa yang dikatakan oleh Chen Feng, kalau kamu merasa kurang nyaman kita bisa mencari penginapan yang lain,"
Qian Xu yang mulai memenangkan hatinyapun menjawab.
"Tidak apa kak, aku setuju denganmu,"
kemudian Qian Xu mendekati pelayanan itu dan berkata dengan sopan.
"Paman tolong Siapkan kami kamar untuk menginap disini dan tolong siapkan juga meja untuk kami makan siang."
"Baik nona,mari ikut saya ke dalam" Ajak pelayan tersebut.
Setelah itu Qian Xu, Chen Feng dan Ling Ling mengikuti langkah kaki pelayan menaiki lantai dua penginapan tersebut. dan setelah menaiki lantai dua itu, terdapat banyak pengunjung yang berada di dalamnya, dan hampir semua pengunjung itu adalah praktisi praktisi yang berada di domain tengah.
Semua mata mereka tertuju kepada mereka bertiga, lalu pelayan itupun mempersilahkan duduk Chen Feng , Qian Xu dan juga Ling Ling di sebuah meja yang masih kosong.
"Tuan nona, silahkan duduk, apa yang ingin anda pesan untuk anda santap? " tanya pelayan itu.
__ADS_1
"Paman sediakan saja apa yang menjadi makanan terenak di sini"jawab Qian Xu kepada pelayan itu.
"Baik nona, sebentar lagi hidangan yang nona pesan akan kami sediakan. " jawab pelayan itu sambil melangkah pergi.
Tak lama berselang, pelayan itupun kembali membawa pesanan yang dipesan oleh Qian Xu.
"ini nona pesananan anda, dan kamar yang Anda bertiga pesan sedang disiapkan." ucap pelayan itu.
"Terimakasih paman,"kata Qian Xu tersenyum.
Lalu di tengah tengah mereka sedang menyantap hidangan, tiba tiba datanglah seorang pemuda dengan beberapa bawahanya mendekati meja mereka.
"Yo.. Nona nona muda ini berasal dari mana? saya tidak pernah melihat nona nona muda ini? " tanya pemuda itu.
Namun Ling Ling dan Qian Xu hanya diam saja tidak menanggapi pertanyaan pemuda itu, melihat pertanyaannya tidak ditanggapi, pemuda itu hendak meraih pundak Qian Xu.
namun sebelum tangannya menyentuh pundak Qian Xu, Chen Feng terlebih dahulu menangkis tangan pemuda tersebut sambil berkata
"Jika kau ingin nyawamu tetap melekat di tubuhmu, maka pergi dari sini. " ucap Chen Feng memberikan peringatan.
"Hey bocah, lepaskan tanganmu dari tuanku, jika tidak maka kau akan mati. "
Mendengar ancaman dari bawahan pemuda itu, Chen Feng yang sedang memegang sumpit langsung melesatkan sumpit yang ada di tangannya kearah leher dari bawahan pemuda itu. bawahan pemuda itu yang tidak menyadari serangan dari Chen Feng langsung mati seketika setelah terkena serangan dari sumpit yang dihempaskan oleh Chen Feng.
Melihat temannya mati terkena serangan sumpit, bawahan yang lain merasa marah mencabut pedang mereka dan hendak menyerang Chen Feng. Namun Chen Feng hanya santai sambil meremas tangan pemuda itu hingga terdengar suara retakan tulang dari tangan pemuda itu.
Mendapatkan remasan dari tangan Chen Feng, pemuda itu langsung menjerit kesakitan dan berkata.
"Hey bocah, apakah kau tidak tahu siapa aku? kau akan mati jika kau berani melukaiku,"
"Kau berani mengancamku? " ucap Chen Feng sambil terus meremas tangan dari pemuda itu.
Pria itupun seketika menjerit sekeras kerasnya, dan berkata kepada para bawahannya agar memanggil ayahnya untuk datang ketempat penginapan itu.lalu pemuda itu berkata kembali kepada Chen Feng.
__ADS_1
"Hey bocah, tamat riwayatmu jika ayahku sampai di sini maka kau akan mati, "
Lalu Chen Feng pun melepaskan remasan tangannya.
"Hey bocah! sudah terlambat bagimu untuk meminta ampun kepadaku, tapi tenang saja aku tidak akan membunuhmu, tapi aku hanya akan meminta ayahku untuk mematahkan kedua kakimu. "
Chen Feng yang lagi lagi mendapatkan ancaman dari pemuda itu, langsung mengambil sumpit yang dipegang oleh Ling Ling dan menancapkannya di kepala pemuda itu, dan menendang tubuh pria itu hingga terpental jauh dari meja Chen Feng, hingga akhirnya pemuda itupun mati.
Melihat tuan mudanya mati, bawahan dari pemuda itupun merasa marah, dan hendak menyerang Chen Feng. namun Chen Feng hanya menatap mereka dan mengalirkan sedikit dari kekuatan mentalnya, dan seketika beberapa orang itu langsung terdiam berdiri seperti patung.
Orang orang yang ada di penginapan itu semuanya terkejut melihat tindakan dari Chen Feng.
"Bocah itu terlalu gila, apakah dia tidak tahu kalau di Kerajaan Tuan Xu ini ada beberapa keluarga yang tidak dapat di sentuh, selain dari keluarga kerajaan Tian Xu, dia pasti mati kalau patriak dari keluarga Su sampai kemari dan mengetahui kalau putra kesayangan nya telah mati, " ucap riuh dari para pengunjung yang ada di dalam penginapan itu.
Chen Feng yang mendengar ucapan dari para orang orang yang ada di sekitarnya tidak terlalu memperdulikan ucapan dari mereka, dia malah memanggil pelayan untuk mengambil kan sumpit yang baru, lalu pelayan itu dengan rasa takut di dalam hatinya mendekati Chen Feng sambil membawa sumpit yang baru.
"Tuan muda, ini sumpit yang anda minta, " kata pelayan itu.
"Terimakasih paman, maaf telah membuat sedikit keributan. " kata Chen Feng sopan.
Pelayan itu terkejut mendengar kata kata yang diucapkan oleh Chen Feng, di dalam hatinya diapun bergumam.
"Apa! keributan kecil, tuan muda ini telah membunuh tuan muda dari keluarga Su, dia bilang hanya keributan kecil, ini adalah bencana yang besar jika patriak dari keluarga Su datang kemari." gumam sang pelayan.
Chen Feng yang melihat pelayan itu terpaku di hadapannya pun berkata
"Paman! ada apa denganmu? mengapa kau hanya berdiri diam di hadapanku? " tanya Chen Feng kepada pelayan itu.
Lalu pelayan itupun tersadar dari lamunannya sambil terbata bata menjawab pertanyaan Chen Feng.
"Tuan, tuan muda harus segera meninggal kan tempat ini, jika sampai patriak dari keluarga Su sampai tiba di sini itu akan sangat terlambat untuk melarikan diri, cepat tuan, cepat pergilah, "ujar pelayan itu memperingatkan Chen Feng.
"Paman! tenanglah tidak akan ada yang bisa menyakiti kami di dalam kerjaan Tian Xu ini, " kata Qian Xu sambil memperlihatkan token dari domain atas kepada pelayan itu.
__ADS_1
Pelayan dan para pengunjung di dalam penginapan itu menjadi sangat sangat terkejut melihat Qian Xu yang mengeluarkan token dari domain atas yang ada di tangan kanannya.