Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Pergi Menuju Benua Menengah


__ADS_3

Sementara itu yang mulia raja Chang Yan yang melihat kepergian dari Chen Feng beserta para kelompoknya, bergumam di dalam hati.


"Semoga kamu dapat kembali dengan selamat anak muda. Dan aku berharap semoga kamu dapat memenangkan satu tempat untuk kerajaan Chang An, agar bisa menaikkan levelnya menjadi kerajaan tingkat menengah." gumamnya penuh harap.


Sementara itu, Chen Feng yang sedang melesat di atas udara menatap kearah Chang Ma dan bertanya kepada pria yang berada di sampingnya.


"Saudara Ma. Apakah sebelumnya kamu pernah pergi ke benua menengah?" tanya Chen Feng penasaran.


"Tentu pernah Tuan Chen, tetapi itu sudah puluhan tahun yang lalu. Ada apa Tuan Chen menanyakan hal ini kepadaku?" jawab Chang Ma kembali bertanya.


"Tidak, tidak mengapa saudar Ma, aku hanya ingin mengetahui rute perjalanan yang aman yang tidak terlalu banyak rintangannya." jelas Chen Feng.


"Ternyata begitu kalau aku tidak salah ingat memang ada beberapa tempat yang tidak terlalu banyak rintangannya tuan, baik itu dari binatang monster darah atau kultivator-kutivator jahat yang mendiami tempat tersebut." ucap Chang Ma memberitahu.


"Apakah saudara Ma masih mengingat rute perjalanan itu?" tanya Chen Feng menatap lekat.


"Entahlah tuan Chen, kemungkinan samar-samar aku masih mengetahui jalan-jalan itu, tapi aku tidak berjanji."


"Tidak mengapa saudara Ma, jika nantinya kita tersesat dan menemukan rintangan yang cukup banyak, anggap saja itu sebagai pelatihan untuk menguji kekuatan kita." kata Chen Feng sambil tersenyum.


"Tuan Chen sangat pintar bercanda. Sebuah rintangan dianggap sebagai pelatihan diri, sungguh cara berlatih yang sangat mengerikan." puji Chang Ma ikut tersenyum.


"Untuk menjadi lebih kuat dengan cara cepat, maka harus mendapatkan pengalaman bertarung yang sebenar-benarnya saudara Ma. Bukan malah berlatih di tempat pelatihan. Jika kita berlatih di tempat pelatihan, kita tidak akan pernah mengalami perjuangan hidup dan mati, kalau sudah begitu, mana mungkin kita dapat mengembangkan diri kita menjadi yang terkuat, jika kita tidak mengalami keadaan hidup dan mati itu sendiri." ucap Chen Feng menjelaskan.


Chang Ma yang mendengarkan penjelasan dari Chen Feng, membuat Chang Ma mulai mengerti jalan pikiran dari Chen Feng.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh Tuan Chen. Jika kita berlatih di alam liar maka kita akan mengalami pertarungan sampai dengan titik darah penghabisan. Di mana keadaan kita harus bertahan untuk hidup dan mati, Setelah menjalani keadaan itu, barulah kita bisa menjadi lebih kuat dari diri yang sebelumnya." gumam Chang Ma di dalam hatinya.


"Saudara Ma, saudara Ma! Mengapa kamu terdiam? Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu di dalam hatimu?" tanya Chen Feng kepada orang di sampingnya yang seperti melamun.


"Tidak, tidak tuan Chen, aku tidak sedang memikirkan apapun. Aku hanya sedang memikirkan apa yang sebelumnya kamu katakan. Kelihatannya teknik pelatihan dari Tuan Chen sangat-sangat berguna untuk membuat basis kultivasi milik seseorang naik dengan cepat." jawab Chang Ma.

__ADS_1


"Oh ternyata saudara Ma sedang memikirkan hal itu. Nantinya saudara Ma pasti mengalaminya jika saudara Ma mengikuti diriku ini." jelas Chen Feng kembali.


"Terima kasih Tuan Chen, karena telah mengizinkanku untuk mengikuti Tuan Chen menuju ke benua menengah. Jujur saja aku sangat mengagumi Tuan Chen, ketika saat pertama kali melihat Tuan Chen yang masih begitu muda, tetapi sudah memiliki kekuatan yang sangat besar di tanah peninggalan kuno di kota kerajaan Chang An." ujar Chang Ma memuji Chen Feng.


"Saudara Ma terlalu memuji diriku ini. Aku memilih saudara Ma mengikuti diriku ini ke benua menengah, dikarenakan saudara Ma memiliki sifat yang aku sukai, jadi saudara Ma cocok dengan diriku dan saudara-saudaraku." jelas Chen Feng.


"Terima kasih, terima kasih Tuan Chen. Karena menganggap aku memiliki sifat yang baik. Aku berharap dengan adanya Tuan Chen di sampingku, maka dapat membantuku menaikkan level dari basis kultivasi milikku yang telah berhenti meningkat dan untuk memiliki kekuatan yang hebat demi melindungi seluruh kota kerajaan Chang An dan seluruh orang orang yang aku sayangi." ucap Chang Ma dengan tulus.


Chen Feng Centong yang mendengar perkataan dari Chang Ma sangat tersentuh hatinya. Visi dan misi yang dimiliki oleh Chang Ma tidak terlalu jauh berbeda dengan visi dan misi yang dimiliki oleh dirinya


Mereka sama-sama ingin menjadi lebih kuat untuk melindungi orang-orang yang mereka sayangi.


"Saudara Ma, yakinlah jika aku akan membantumu untuk menjadi lebih hebat pada akhirnya nanti, jadi tenanglah." jawab Chen Feng sambil tersenyum.


Chang Ma yang mendengar perkataan dari Chen Feng menjadi sangat sangat senang.


"Terima kasih! Terima kasih Tuan Chen! Kebaikan Tuan Chen akan selalu aku ingat sampai kapanpun."


"Tuan mengapa kita turun di tempat ini?" tanya Fan Mouji mendekati Chen Feng.


"Benar tuan, tempat ini masih terlalu jauh dari tempat pemukiman warga." timpal Fan Kiyoung.


"Mulai dari tempat ini kita harus berjalan kaki. Dan kamu saudara Hua Ling. Mulai dari tempat ini juga kamulah yang akan menjadi pemimpinnya." jawab Chen Feng menjelaskan.


"Oh ternyata begitu. Saudara Hua Ling sekarang giliran kamu yang akan memimpin perjalanan kita ini. Bersikaplah seperti seorang bangsawan ya." goda komandan iblis Fan Mo.


"Benar saudara Hua Ling, pimpinlah rombongan kita agar kita tidak perlu mendapatkan banyak masalah." timpal komandan iblis Dixin.


"Saudara Hua Ling, mulai dari tempat ini aku percayakan semuanya kepadamu." kata Chen Feng terdengar tegas.


"Baik tuan! Bawahan mengerti." jawab pangeran Hua Ling lalu melangkah berjalan di depan mereka semua.

__ADS_1


Setelah itu seluruh anggota kelompok Chen Feng pun mengikuti langkah kaki saudara Hua Ling.


Chang Ma yang melihat hal itu menjadi penasaran, bukan kah pemimpin dari mereka adalah Chen Feng! Lalu kenapa sekarang saudara Hua Ling yang menjadi pemimpin perjalanan mereka semua.


"Saudara saudara sekalian! Kalau boleh tahu, mengapa tuan Chen memberikan tampuk kepemimpinan kepada saudara Hua Ling itu" tanya Chang Ma kepada Fan Mouji dan Fan Kiyoung.


"Itu semua dikarenakan tuan kami yang memiliki sifat yang tidak bisa diprovokasi oleh siapapun, jadi tuan memberikan kepercayaan kepada saudara Hua Ling untuk memimpin rombongan dalam perjalanan menuju ke benua menengah." jawab Fan Mouji menjelaskan.


"Dan lagi, saudara Hua Ling memiliki penampilan dan sifat seperti seorang bangsawan. Jadi kami merasa ia cocok dengan tugas yang diberikan oleh tuan Chen." timpal Fans Kiyoung.


"Perlu kau ketahui juga saudara Chang Ma. Jika di antara kami semua, hanya saudara Hua Ling lah yang memiliki sifat tenang walaupun sedang dalam keadaan yang sangat berbahaya sekali pun. Karena sifatnya inilah yang membuat tuan merekrut dirinya." jelas komandan iblis Jiesa.


"Ya benar saudara Jiesa yang kamu katakan itu. Saudara Hua Ling juga sangat ahli dalam menyusun strategi pertempuran. Karena itulah kami semua percaya kepada dirinya." kata komandan iblis Mayoung.


"Kelihatannya para saudara saudara sekalian sudah cukup mengenal satu sama lainnya ya." puji Chang Ma merasa terpesona.


"Kami telah bersama baru beberapa tahun saja. Namun karena tuan Chen dapat menyatukan kami semuanya, maka jadilah kami yang saat ini. Ikatan persaudaraan diantara kami semua sangatlah erat. Walaupun kami tidak memiliki hubungan darah sedikit pu, tapi hubungan kami seperti saudara kandung." jelas komandan iblis Fan Mo tersenyum.


"Dan itu semua dikarenakan tuan selalu menganggap kami sebagai saudara kandungnya sendiri. Maka tidak ada alasan bagi kami yang hanya pengikutnya tidak saling menganggap saudara yang lain menjadi saudara kandung sendiri." kata komandan iblis Dixin.


Chang Ma yang mendengar penjelasan dari para anggota kelompok Chen Feng menangkap langsung dapat mengambil kesimpulan.


"Ternyata pemuda yang bernama Chen Feng ini adalah orang yang benar benar menghargai ikatan tali persaudaraan. Padahal mereka semua bukanlah berasal dari ras yang sama. Namun hubungan mereka ini seperti memiliki garis keturunan dari darah yang sama. Sungguh hubungan yang sangat mendalam." gumam Chang Ma di dalam hatinya.


Melihat saudara Ma hanya diam, membuat mereka semua menjadi heran.


"Saudara Ma! Apa yang terjadi kepada mu? Mengapa kau seperti sedang memikirkan sesuatu?" tanya Fan Kiyoung penasaran.


Chang Ma menjadi terkejut mendengar panggilan dari Fan Kiyoung.


"Tidak saudara Fan Kiyoung, aku tidak sedang memikirkan apapun." jawab Chang Ma terbata-bata.

__ADS_1


__ADS_2