Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Chen Feng Mengunjungi Kerajaan Xuan


__ADS_3

Setelah Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya pergi meninggalkan ruangan dari yang mulia raja Chang Yan, lalu mereka semua menuju ke sebuah ruangan untuk beristirahat.


Dan setibanya di dalam ruangan, Fan Mouji menyempatkan diri untuk bertanya kepada Chen Feng.


"Maaf tuan! Sebenarnya ada pembicaraan apa antara tuan dan yang mulia raja Chang Yan?" tanya Fan Mouji penasaran.


"Setelah ini kita akan berangkat ke benua menengah." jawab Chen Feng.


Mendengar jawaban dari tuannya, membuat seluruh anggota kelompok menjadi terkejut.


"Apa Tuan! Apa kami tidak salah mendengar? Jika kita akan pergi menuju ke benua menengah?" tanya Fan Kiyoung tidak percaya.


"Ya benar, memangnya ada yang salah dengan benua menengah?"


"Begini tuan. Benua barat ini adalah benua kecil, tidak banyak orang-orang yang memiliki kekuatan yang besar, sedangkan di benua menengah, hampir keseluruhan dari anggota-anggota kerajaan serta keluarga-keluarga besar menengah dan kecil memiliki banyak orang-orang kuat yang kemampuannya tidak dapat kita remehkan." jawab Fan Kiyoung menjelaskan.


"Memangnya kalau di sana banyak orang-orang kuat kenapa? Kita berangkat ke sana bukan untuk mencari gara-gara atau mencari masalah, akan tetapi jika kita direndahkan apa boleh buat." jawab Chen Feng.


"Itulah yang aku khawatirkan tuan. Aku khawatir jika tuan tidak dapat menahan diri. Benua menengah bukanlah benua kecil seperti benua barat ataupun alam bawah, sehingga kita dapat bertindak dengan kekuatan yang kita miliki Tuan. Benua menengah sudah jelas memiliki kekuatan-kekuatan yang cukup besar, dan mampu mengalahkan kita semua. Walaupun Tuan memiliki kekuatan yang amat sangat besar, tapi kami tidak sama seperti Tuan. Walaupun asal-usul ku dan Fan Mouji berasal dari klan iblis darah, namun kami hanyalah pengawal biasa yang tidak memiliki status tinggi di dalam klan kami tuan." ujar Fan Kiyoung sedikit panik.


"Tenanglah saudara Dan Kiyoung. Aku janji tidak akan bertindak gegabah di benua menengah nantinya. Aku juga terlalu lelah dan letih jika harus selalu bertarung. Di benua menengah nanti kita akan menyusun rencana yang hati-hati, agar tidak terjadi huru-hara akibat perbuatan kita, benar bukan perkataanku ini saudara Hua Ling?" tanya Chen Feng kepada pangeran Hua Ling.


"Apa maksud pertanyaan dari Tuan! Aku tidak mengerti?" tanya pangeran Hua Ling membuat Cheng Feng tersenyum.


"Begini saudara Hua Ling. Aku ingin di benua menengah nantinya kaulah yang harus memimpin rombongan kelompok kita, karena aku yakin dengan taktik siasat serta cara berbicaramu yang sopan dapat menangani situasi di benua menengah nantinya." jelas Chen Feng.


"Tapi Tuan. Mana boleh seperti itu, Tuan adalah Tuanku, lalu bagaimana mungkin aku menjadi pemimpin dari tuanku sendiri." tolak pangeran Hua Ling.


"Tenanglah saudara Hua Ling. Aku melakukan ini karena sudah dalam pertimbangan yang matang, semua tindakan kita di benua menengah nantinya, telah menjadi tanggung jawabmu. Dan kau berhak mengingatkan kami jika kami melakukan kesalahan." jelas Chen Feng.


"Tapi Tuan......,!"


Belum sempat pangeran Hua Ling menyelesaikan ucapannya, empat komandan iblis langsung memotong pembicaraan pangeran Hua Ling.


"Saudara Hua Ling. Apa yang dikatakan oleh Tuan itu adalah kebenaran. Saudara Hua Ling berasal dari keluarga bangsawan. Sudah pasti tutur dari bahasa saudara Hua Ling dapat diterima oleh orang-orang di benua tengah, dan lagi saudara Hua Ling memiliki pemikiran yang hebat, sabar dan lugas. Jadi kami menantikan kepemimpinan dari saudara Hua Ling saat di benua menengah nantinya." ucap komandan Dixin.


"Ya ya, benar apa yang dikatakan oleh saudara komandan Dixin. Kau memang pantas mendapatkan tugas seperti ini saudara Hua Ling." ucap Fan Mouji setuju.


Begitu juga dengan yang lainnya, seluruh anggota kelompok yang berada di ruangan tersebut langsung menggangguk setuju.


"Jadi sudah diputuskan ya! Baiklah, karena kalian semua setuju maka aku juga akan menyetujuinya." kata pangeran Hua Ling tersenyum.


Kemudian dia pun memberikan penghormatan kepada Chen Feng.


"Karena masalah ini sudah selesai, maka beristirahatlah kalian semua, karena esok hari kita akan berangkat ke benua menengah. Sedangkan aku, harus pergi ke suatu tempat terlebih dahulu." kata Chen Feng kepada para kelompoknya.


"Begitu cepat Tuan untuk kami beristirahat. Apakah kita tidak perlu melakukan persiapan terlebih dahulu?" tanya komandan iblis Fan Mo.


"Seluruh persiapan telah disiapkan oleh yang mulia raja Chang Yan. Jadi kita hanya perlu mempersiapkan diri kita saja. Sudah sudah, jangan kalian pikirkan yang lainnya. Sekarang juga beristirahatlah kalian." perintah Chen Feng kembali sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan tempat mereka beristirahat.


Melihat tuannya pergi, 4 komandan iblis berkata.


"Tuan hendak pergi ke mana? Apakah kami berempat tidak perlu mengawal Tuan?" tanya komandan iblis Jiesa.


Chen Feng tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh saudaranya itu, dia hanya melambaikan tangannya saja tanda bahwa dia tidak perlu pengawalan. Melihat hal itu seluruh anggota kelompoknya pun memandang tuannya hingga tidak tampak lagi.

__ADS_1


Sementara Chen Feng yang telah pergi meninggalkan seluruh anggota kelompoknya, kini sudah sampai di suatu tempat yang sunyi. Kemudian ia mengeluarkan 3 boneka iblis dari cakram spiritual miliknya. Lalu memerintahkan ketiga boneka iblis itu untuk membuka lubang hitam teleportasi.


"Kalian bertiga sembunyikanlah aura kehadiran kalian dari seluruh tempat di wilayah sekitar kalian, jagalah tempat ini sampai aku kembali lagi." titah Chen Feng lalu memasuki lubang hitam teleportasi itu.


Hingga tak butuh waktu lama, Chen Feng telah hadir di langit sambil memandang kearah kota kerajaan Xuan yang tepat berada di bawahnya.


Lalu dengan menggunakan m teknik pencariannya, ia pun mencari keberadaan dari yang mulia raja dari kerajaan Xuan.


"Akhirnya aku dapat menemukannya." gumam Chen Feng tersenyum, sambil melesat secepat kilat menuju ke arah target yang ia tuju.


Dan tak lama kemudian, sampailah Chen Feng di sebuah ruangan yang berisikan dua orang yang sedang berbincang-bincang tanpa menyadari kehadiran dari Chen Feng.


"Kalian berdua sedang membicarakan apa?" tanya Chen Feng tiba-tiba.


Mendengar ada suara yang berbicara kepada mereka, membuat kedua orang itu menjadi terkejut dan langsung bersikap waspada.


"Siapa! Siapa di situ?" tanya orang dengan pakaian yang mewah yang tidak lain ia adalah raja dari kerajaan Xuan.


"Maaf yang mulia raja telah membuatmu terkejut. Hamba mohon maaf!" ucap Chen Feng dan langsung menampakkan dirinya di hadapan yang mulia raja.


"Wah, ternyata itu kamu nak Che Feng." ucap sosok dari seseorang yang berada di samping yang mulia raja, yang tidak lain dia adalah tuan Mo.


"Chen Feng memberi hormat kepada tuan Mo." ucap Chen Feng menunduk hormat.


"bangkit, bangkitlah nak Chen Feng." titah tuan Mo.


"Kamu tidak mengalami kesulitankan nak Chen Feng?" tanya yang mulia raja dari kerajaan Xuan.


"Tentu tidak yang mulia. Aku baik-baik saja yang mulia." jawab Chen Feng tersenyum.


"Lalu apakah raja Chang Yan telah berbuat yang tidak tidak kepadamu?" tanya tuan Mo.


"Syukurilah kalau begitu. Lalu di mana seluruh saudara-saudaramu yang lainnya?" tanya yang mulia raja.


"Maaf yang mulia, itulah maksud dari tujuan hamba untuk datang kemari menemui yang mulia." jawab Chen Feng.


"Sebenarnya ada apa nak Chen Feng? Ayo cepat katakan? Apakah ada yang mengusikmu?" tanya tuan Mo khawatir karena melihat gelagat dari Chen Feng yang tidak seperti biasanya.


"Begini yang mulia dan tuan Mo. Aku akan pergi ke benua menengah dan kemungkinan tidak akan kembali lagi kerajaan Xuan ini. Karena setelah ke benua menengah, maka tujuanku akan langsung ke benua utama. Dan itulah sebenarnya tujuan intiku yang mulia." jelas Chen Feng berkata lirih.


Mendengar apa yang dikatakan oleh anak muda di hadapannya itu, membuat dua sosok pria kuat tersebut menjadi terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa orang yang sangat berbakat yang baru saja mereka rekrut menjadi anggota keluarga mereka, malah akan pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


"Jika itu sudah menjadi keputusanmu, maka kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi anak muda. Tapi yang perlu kamu tahu, jika pintu dari kerajaan Xuan ini akan selalu terbuka untuk dirimu dan untuk seluruh saudara-saudaramu." ucap yang mulia raja dari kerajaan Xuan itu.


Lalu tuan Mo sambil menembus dingin langsung memeluk tubuh dari anak muda yang berada di hadapannya itu.


"Anak muda. Terlalu cepat pertemuan kita ini, aku harap di kemudian hari kau masih ingin kembali ke dalam kerajaan Xuan ini." ucap tuan Mo.


"Baiklah baiklah, jika aku diberi keselamatan dan seluruh tujuanku sudah tercapai, maka aku akan kembali lagi untuk menemui kalian di kerajaan Xuan ini."


Setelah itu Chen Feng mengambil sesuatu dari dalam cincin penyimpanan ruang miliknya.


"Yang mulia dan anda tuan Mo. Kalian berdua adalah orang terbaik yang aku kenal, selama aku menginjakkan kakiku ke alam atas ini, kalian berdua lah yang pertama kali percaya akan diriku ini. jadi anggaplah pemberian ku adalah sebuah hadiah atas kebaikan kalian kepadaku." jelas Chen Feng sambil memberikan sebuah gulungan kitab kepada yang mulia raja dari kerajaan Xuan dan tuan Mo.


Dan alangkah terkejutnya kedua orang itu, ketika menerima gulungan kitab yang telah diberikan oleh Chen Feng.

__ADS_1


"Ini, ini adalah kitab kuno legendaris langkah petir dan teknik Dari sembilan naga surgawi yang amat sangat berharga di dunia kultivator. Apakah kamu yakin akan memberikan ini kepada kami nak Chen Feng?" tanya yang mulia raja dari tidak percaya.


"Itu hanyalah sebuah gulungan kitab, tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kebaikan kalian kepadaku. kalian berdua telah aku anggap sebagai saudaraku sendiri. Jadi terimalah gulungan kitab itu, lalu pelajarilah dengan seksama. Aku pastikan kalian berdua akan menjadi orang terkuat di daerah benua barat ini setelah raja Chang Yan dari kerajaan Chang An. Dan buatlah kerajaan Xuan menjadi kerajaan yang disegani di benua barat ini dan jangan lupa, agar tidak sombong tentunya. Dan satu hal lagi aku telah berbicara kepada raja Chang Yan untuk selalu berbuat baik kepada kerajaan Xuan. Aku juga berharap kalian akan bisa bekerja sama dengan kerajaan Chang An di masa depan nanti. Maafkan aku yang mulia. Kelihatannya sudah waktunya untuk aku pergi. Kalian harus menjaga diri kalian dan berlatih dengan kitab yang telah aku berikan itu, jangan sia-siakan apa yang telah aku berikan ini." ucap Chen Feng mengingatkaln, lalu menghilang dari hadapan yang mulia raja dari kerajaan Xuan dan Tuan Mo.


"Kau juga harus berhati-hati anak muda! Ingat jangan bertindak gegabah di benua menengah, jika kau ingin seluruh saudara-saudaramu dalam keadaan baik-baik saja!" teriak yang mulia raja dari kerajaan Xuan itu.


Sedangkan saat ini Chen Feng pun telah berada di atas atap dari sebuah bangunan istana kerajaan Xuan.


Lalu dia pun langsung mencari seseorang dengan kekuatan jiwanya, lalu di saat ia menemukannya ia langsung melesat pergi untuk mengarah ke tempat orang tersebut. Hingga tak lama kemudian tibalah ia di sebuah ruangan yang memiliki dekorasi yang amat sangat indah dan memiliki harum yang sangat semerbak. Lalu ia memandangi sosok wanita cantik yang sedang terbaring di tempat tidurnya yang tidak lain ia adalah tuan putri Xiao Xuan.


"Kamu adalah orang yang baik Xuan Er. Aku sangat senang akan hari-hari bersamamu. Aku harap di masa depan kau mendapatkan orang yang dapat melindungimu dengan segenap jiwa miliknya." gumam Chen Feng sambil membelai rambut indah dari Tuan Putri Xiao Xuan.


"Tidak banyak waktu ku untuk bersamamu." gumam Chen Feng kembali, lalu mengambil sebuah benda dari dalam cincin penyimpanan ruang miliknya.


"Ini adalah teknik yang dapat memungkinkanmu untuk bertarung melawan orang yang jauh berada di atas level milikmu. Dan ini juga adalah sebuah teknik untuk melarikan diri dari kejaran orang yang jauh levelnya dari milikmu, aku harap kau dapat berlatih sekeras mungkin agar di masa depan kamu menjadi seorang pendekar wanita yang disegani di alam atas ini." ucap Chen Feng membelai rambut dari Tuan Putri Xiao Xuan.


Setelah itu Chen Feng berkata kembali.


"Sudah waktunya aku untuk pergi, jagalah dirimu baik-baik Xuan Er." pamit Chen Feng menjauhkan tangannya dari rambut tuan putri Xiao Xuan yang sedang tertidur itu.


Namun ketika Chen Feng hendak bangkit dari duduknya, tiba-tiba tuan putri Xiao Xuan memegang tangan Chen Feng sambil berkata.


"Apakah aku terlalu lemah hingga kau tidak menginginkanku? Dan apakah aku tidak secantik wanita yang telah mengisi hatimu karena aku mengetahui pasti kamu telah memiliki seseorang wanita yang telah mengisi hatimu itu? Apakah aku tidak pantas untuk berada di sampingmu?" tanya tuan putri Xiao Xuan dengan mata yang berkaca-kaca.


Lalu Chen Feng dengan gugup menjawab pertanyaan putri Xiao Xuan.


"Ternyata kamu belum tertidur. Bagaimana mungkin aku tidak dapat merasakan bahwa dirimu pura-pura tertidur." ucap Chen Feng sedikit malu.


Sedangkan tuan putri Xiao Xuan hanya terdiam sambil menatap tajam ke arah Chen Feng yang sedang gugup melihat dirinya karena telah tertipu oleh tuan putri Xiao Xuan.


Lalu Chen Feng pun berkata kembali.


"Xuan Er, memang benar jika aku telah memiliki kedua istri yang sangat aku cintai, dan saat ini aku dan kedua istriku itu terpisah ketika kami berhasil naik ke alam atas ini. Istri Pertamaku menurut kabar yang aku dengar, iya ditransfer ke alam surga dan istri keduaku ditransfer ke alam atas tepatnya di benua utama. Jadi bagiku tidak mungkin untuk terbang ke alam surga dan menemui istri pertamaku. Namun yang dapat aku lakukan saat ini adalah menuju ke benua utama untuk menemui istri keduaku yang berada di dalam klan pedang Surgawi, itu adalah prioritas utama dari diriku. Sedangkan mengenai dirimu, kamu bukanlah wanita yang lemah. Dan kamu juga memiliki wajah yang cantik Siapa yang tidak tergoda dengan wanita sepertimu. Akan tetapi tujuanku ke alam atas ini bukanlah untuk bermain cinta-cintaan, aku memiliki tujuan utama saat aku naik ke alam atas ini, dan aku tidak bisa lari dari tujuanku, jadi aku harap kamu mengerti akan hal itu Xuan Er," ucap Chen Feng menjelaskan.


Tuan Putri Xiao Xuan yang mendengar penjelasan dari orang yang disukainya itu sedikit terdiam, lalu ia pun berkata.


"Walaupun begitu. Apakah tidak ada kesempatan bagiku untuk terus berada di dekatmu? Aku tidak ingin status, aku hanya ingin berada di dekatmu itu saja sudah cukup bagiku." pinta tuan putri Xiao Xuan.


"Tahukah kau Xuan Er. Perkataanmu barusan mengingatkanku kepada istri keduaku yang bernama Qian Xue, dahulu kala iya sering berkata seperti itu padaku, namun aku tidak berani untuk berdekatan dengan dirinya karena istri pertamaku sangatlah mengerikan. Namun karena kebaikan dari istri pertamaku itu maka barulah Qian Xue bisa menjadi istri keduaku. Dan perkataanmu barusan sangat membuatku terkenang akan wajah dari istri keduaku itu Xuan Er. Benar-benar sangat mirip dengan perkataan yang selalu dikatakan oleh Qian Xue, bahwa dia tidak ingin status sebagai istriku melainkan hanya ingin selalu berada disampingku setiap waktu." ujar Chen Feng tertawa lirih.


"Kamu menggodaku Chen Feng." ucap Xuan Er sambil memukul-mukul manja Chen Feng.


"Sudah, sudah. Aku sudah tidak banyak waktu lagi, aku harus segera pergi Xuan Er." pamit Chen Feng.


"Chen Feng! Apakah memang benar jika aku tidak memiliki kesempatan untuk berada disampingmu?" tanya Tuan putri Xiao Xuan kembali


"Maafkan aku Xuan Er, bukan itu maksudku hanya saja aku tidak ingin lari dari tujuan utamaku. Jadi lebih baik berlatihlah kamu dengan apa yang telah aku berikan sebelumnya, berlatihlah hingga menjadi sosok yang kuat, suatu saat nanti aku akan kembali ke kerajaan Xuan ini untuk menemuimu kembali." saran Chen Feng sambil memberikan sebuah batu giok kepada tuan putri Xiao Xuan.


"Apa ini?" tanya tuan putri Xiao Xuan.


"Itu adalah esensi dari kehadiranku, jika kau teringat kepadaku cukup kau pegang lalu masukkan lah aura spiritual dari kekuatan jiwamu, maka aku akan muncul di dalam mimpimu. Kelihatannya aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi, aku mohon pamit ingatlah apa yang aku ucapkan untuk berlatih dengan keras, suatu hari nanti aku akan datang untuk menemui mu." ucap Chen Feng lalu melangkah pergi dari ruangan Tuan Putri Xiao Xuan.


"Apakah yang kamu katakan ini dapat aku percaya?" tanya Tuan Putri Xiao Xuan.


"Tentu dapat kamu percayai." jawab Chen Feng menghilang dari pandangan tuan putri Xiao Xuan.

__ADS_1


Setelah itu tuan Putri Xiao Xuan pun berteriak keras.


"Aku harap kau dapat memenuhi janji mu kepadaku Chen Feng!" ucap Tuan Putri Xiao Xuan sambil menggenggam erat batu giok yang telah diberikan oleh Chen Feng.


__ADS_2