
Dan pada akhirnya banyak pengawal pengawal dari keluarga Ji yang berjatuhan akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh para bawahan dari ular raksasa itu.
Sementara itu tetua dari keluarga Ji yang bertarung melawan ular raksasa itu memang tidak begitu kewalahan, akan tetapi karena tetua dari keluarga Ji sempat melirik ke arah bawahan nya yang sedang berjatuhan akibat terkena serangan-serangan dari bawahan ular raksasa itu, menyebabkan dirinya tidak sengaja terkena serangan sabetan dari ekor ular raksasa hingga terjatuh ke tanah.
"Aaarhhhhhhggggrr...!!!"
Brukkkk.......!!
Tampak sudut mulutnya mengeluarkan sedikit bercak darah yang langsung dia seka mengenakan lengan tangannya.
Melihat kejadian itu, wakil tetua merasa panik dan langsung melesat ke arah pemimpinnya itu.
"Tetua...! Apakah kau baik-baik saja?" tanya wakil dari tertua tersebut.
"Ya, aku baik-baik saja saudaraku. Bagaimana dengan nona Ji Ru Yu? Apakah dia pergi tanpa adanya ular-ular yang mengejarnya?" tanya tetua menatap khawatir.
"Iya tetua, nona besar pergi dengan aman tetua." jawab wakil dari tertua itu.
"Kalau begitu baguslah jika Nona besar telah pergi dengan selamat, walaupun aku harus kehilangan nyawa ku disini, tapi aku merasa lega." jawab dari tertua itu.
"Aku pun sama tetua, beban di pundakku serasa sudah hilang, ketika Nona besar berhasil pergi dari kepungan ular ular raksasa ini, nanti seandainya aku mati, maka keluarga ku tidak akan menanggung dosa-dosaku, karena aku tidak dapat melindungi nama besar pangkat menjadi wakil tertua."
"Bagus, aku sungguh terkesan mendengar nya saudaraku. Kalau begitu mari kita bertarung habis-habisan dengan ular-ular itu."
"Baik tetua, baik. Mari tetua kita bertarung melawan ular-ular itu."
Lalu mereka berdua pun melesat ke arah ular raksasa itu dengan teknik serangan milik mereka masing-masing. Namun dikarenakan ular raksasa itu masih memiliki cukup banyak pasukan pasukan ular, Tetua serta wakilnya pun tidak dapat berbuat banyak, dikarenakan kekuatan spiritual milik mereka hampir dipastikan sedikit lagi akan habis.
Melihat kelemahan mereka, ular raksasa itu pun menyelinap dari belakang dua praktisi dari keluarga Ji itu, dan kemudian menyerang dengan semburan api yang keluar dari dalam mulut ular itu, yang membuat kedua praktisi dari keluarga Ji terjatuh hingga menabrak tanah dengan luka bakar yang membakar seluruh pakaian mereka.
Lalu ketika dua praktisi dari keluarga Ji sudah terjatuh di atas tanah, ular raksasa itu langsung meraung dan kemudian seluruh pasukan pasukan ularnya menyerbu ke arah dua partisi keluarga Ji.
Tapi ketika pasukan pasukan dari ular itu hendak mendekati untuk membunuh dua praktisi dari keluarga Ji itu, tiba-tiba semua aura pedang yang begitu ganas menghujam ke arah ular-ular tersebut.
Lalu muncullah seorang gadis cantik tepat di depan dua praktisi dari keluarga Ji itu.
"Paman....! Paman....! Apakah kalian berdua baik-baik saja?" tanya gadis cantik itu yang tidak lain ia adalah Ji Ru Yu.
Setelah itu Ji Ru Yu melemparkan dua pil untuk menyembuhkan luka yang diderita oleh kedua praktisi dari keluarga Ji itu.
"Nona...! Nona. Bagaimana bisa nona kembali ke tempat ini? Seharusnya Nona besar sudah pergi dari tempat ini dan bergabung dengan kelompok keluarga Ji yang lain bukan?" tanya wakil tetua itu menatap terkejut.
"Benar benar. Mengapa anda kembali ke tempat ini nona besar? Ular raksasa itu tidaklah lemah, kekuatannya semakin bertambah seiring berjalannya pertarungan yang telah aku lakukan. Nona anda sebaiknya cepat pergi dari tempat ini, biarkan aku mengulur waktu agar Nona besar dapat meninggalkan tempat ini." pinta tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok keluarga Ji itu.
"Maafkan aku Paman. Maafkan aku karena aku tidak menuruti perintah dari kalian. bagaimana aku bisa pergi dan membiarkan kalian yang berjuang mati-matian bertarung melawan ular raksasa itu. Biarlah aku ikut bertarung walaupun pada akhirnya aku akan mati, aku akan merasa sangat bangga karena dapat bertarung bersama orang-orang pilihan dari keluarga Ji seperti paman berdua." tolak nona besar bernama Ji Ru Yu itu.
Lalu Ji Ru Yu megang pedang di tangannya dan mengeluarkan aura tekanan spiritual miliknya, kemudian dia mengeluarkan teknik pedang miliknya dan segera melesat ke arah ular raksasa itu dengan niat membunuh yang mengerikan.
Tebasan demi tebasan ia lancarkan ke arah ular raksasa itu, namun dengan mudah ular raksasa itu menghindari setiap tebasan-tebasan pedang milik Ji Ru Yu.
Kemudian Ji Ru Yu pun mengeluarkan niat pedang terkuat miliknya, yaitu ingat pedang pembunuhan yang dipadukan dengan Bloodline es miliknya.
Hingga detik kemudian, daerah disekitar Ji Ru Yu mulai menjadi bongkahan es yang cukup luas, bahkan sekujur tubuh dari ular raksasa itu hampir dipenuhi oleh es, namun dengan cepat ular raksasa itu mengeluarkan api dari dalam mulutnya dan membakar semua es yang menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
Melihat hal itu, kedua tertua dari keluarga Ji langsung melesat ke arah ular raksasa dengan pedang di tangan mereka masing-masing, lalu mereka melakukan tebasan-tebasan dari teknik pedang milik mereka berdua.
Serangan-serangan pedang yang dilancarkan oleh kedua tetua itu mengenai telak tubuh dari ular raksasa tersebut, hingga ular raksasa itu terjatuh menabrak perbukitan.
Sementara Chen Feng yang masih bersembunyi di dalam pepohonan, memperhatikan setiap pertarungan yang dilakukan oleh mereka.
"Ular raksasa itu sangat tangguh, mengapa dia masih bisa bertahan melawan tiga praktisi yang sangat kuat? Pasti ada rahasia di dalam tubuh ular raksasa itu." gumam Chen Feng
Lalu Chen Feng dengan menggunakan teknik mata kehampaan miliknya, melihat ke dalam ular raksasa tepat di bawah kepalanya serta di kening dari luar raksasa itu, tampak ada sebuah mustika yang bernilai milik ular raksasa tersebut.
"Ternyata begitu, selama kedua mustika itu tidak diambil dari tubuh ular raksasa itu, maka ular raksasa itu tidak akan pernah mati. Semakin panjang pertarungan yang mereka lakukan, justru akan merugikan mereka bertiga." gumam Chen Feng kembali di dalam hatinya.
Sedangkan kedua tertua dari keluarga Ji tampak kembali melesat mendekati Ji Ru Yu.
"Nona besar..! Apakah Nona baik-baik saja?" tanya tetua yang merupakan pemimpin dari rombongan keluarga Ji itu.
"Aku baik-baik saja paman, bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Ji Ru Yu menatap panik.
"Kami berdua tidak apa-apa Nona besar, kami hanya kehilangan beberapa kekuatan spiritual milik kami." jawab wakil tetua itu.
Lalu Nona besar Ji Ru Yu melihat ke arah pengawal pengawal dari keluarga Ji yang sedang bertahan terhadap gempuran-gempuran dari pasukan-pasukan ular raksasa tersebut.
Kemudian ia pun menebaskan niat pedang miliknya yang bercampur dengan Bloodline es miliknya ke arah ular-ular yang menyerang para pengawal dari keluarga Ji itu.
Dan hanya dalam sekejap, para ular-ular itu pun menjadi beku karena terkena Bloodline es milik Ji Ru Yu.
"Kalian semua....! Cepat pergi dari tempat ini, segera melapor kepada kelompok keluarga yang lain yang kalian temui." titah Ji Ru Yu kepada pengawal dari keluarga Ji miliknya.
Kemudian Ji Ru Yu melihat ke arah ular raksasa yang terjatuh ke tanah itu dan memerintahkan kepada kedua tertua dari keluarga Ji, untuk bersiap-siap menggunakan teknik andalan milik mereka, sementara Ji Ru Yu sendiri, ia pun mengeluarkan niat pedang miliknya yang dipadukan dengan Bloodline es miliknya, namun saat ini dengan menggunakan kekuatan yang lebih besar.
"Nona, nona besar. Jika kamu mengeluarkan energi dari niat pedang dan Bloodline es milikmu secara berlebihan seperti itu, maka kau akan mengalami luka dalam." ucap tetua yang merupakan pemimpin dari rombongan keluarga Ji mengingatkan Nona muda mereka.
"Benar Nona, yang dikatakan oleh ketua, jika Nona melakukannya dengan berlebihan maka nona akan terluka parah." timpal wakil dari tetua itu.
"Paman paman sekalian, jika kita tidak melakukannya makan ular raksasa itu tidak akan dapat kita kalahkan, ini adalah harga yang pantas untuk membunuh ular raksasa itu, jadi aku mohon bantu aku dengan kekuatan andalan milik kalian berdua." jawab Ji Ru Yu menjelaskan.
Walaupun kedua tertua dari keluarga Ji itu tidak setuju dengan cara yang digunakan oleh Nona besar mereka, akan tetapi apa yang dikatakan oleh Nona besar mereka bukanlah suatu yang salah, pilihan mereka memang hanyalah itu.
Karena kalau kita tidak mengeluarkan kekuatan andalan milik mereka yang dipadukan dengan seluruh kekuatan spiritual yang mereka punya, maka kita dapat memastikan mereka bertiga tidak akan mampu untuk mengalahkan ular raksasa yang menurut mereka mempunyai kekuatan yang aneh itu, kemudian kedua tetua itu pun mau tidak mau menggunakan kekuatan spiritual milik mereka yang tersisa.
Lalu mereka pun menggunakan teknik-teknik andalan mereka berdua. Kemudian pada akhirnya mereka bertiga berhasil mengaktifkan teknik-teknik andalan milik mereka bertiga sambil melesat ke udara
Sementara ular raksasa yang tadinya hanya diam memperhatikan tiga praktisi yang ada di atasnya, langsung bereaksi dan dia pun kembali melesat ke udara, namun ketika ia sedang melesat, Ji Ru Yu serta kedua tertua dari kelompok keluarga ji itu pun langsung m melesatkan teknik-teknik terkuat mereka ke arah ular raksasa tersebut. Dan
Boommmmmmmmmm.....! boommmmmmm...! Booommmmmm.......!$
Tiga teknik gabungan yang digunakan oleh Ji Ru Yu serta kedua tetua dari keluarga Ji itu, hingga mengenai telak ke kepala ular raksasa tersebut. Yang membuat ular raksasa itu kembali terhempas jatuh menabrak tanah dengan keras, hingga kepala dari ular itu terbelah menjadi dua.
"Paman....! Paman kita berhasil." kata Ji Ru Yu dengan gembira.
Namun tiba-tiba ia pun langsung lemas, hingga ia terjatuh hendak terjun ke atas tanah, melihat hal itu kedua tertua dari keluarga Ji yang juga telah kehabisan kekuatan spiritual milik mereka, langsung melesat mengejar Nona besar mereka yang terjatuh dari atas udara, hingga pada akhirnya kedua tertua itu pun dapat menangkap tubuh Ji Ru Yu agar melesat dengan aman ke tanah.
"Nona besar? Apakah Nona baik-baik saja?" tanya tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok yang menjaga Ji Ru Yu sambil mengeluarkan pil pemulihan kepada Ji Ru Yu.
__ADS_1
"Nona....! Kelihatannya serangan gabungan kita bertiga mampu mengalahkan ular raksasa itu." ucap wakil ketua dari kelompok keluarga Ji.
"Syukurlah kalau begitu paman, akhirnya usaha kita membuahkan hasil." jawab Ji Ru yu terbatuk-batuk dan mengeluarkan setetes darah dari sudut bibirnya.
"Nona Nona!" apakah anda baik-baik saja? anda kelihatannya sangat terluka di dalam tubuh anda, sebaiknya Nona besar berkultivasi untuk memulihkan keadaan dari nona besar sendiri.." ucap tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok yang menjaga Ji Ru Yu.
Sedangkan Chen Feng yang memperhatikan mereka bertiga merasa sangat kagum..
"Tiga gabungan serangan yang mengerikan, bahkan mampu membelah kepala dari ular raksasa itu hingga menjadi dua, tapi selama ular raksasa itu memiliki mutiara yang melindunginya dari dalam tubuhnya, maka ular raksasa itu tidak akan pernah mati ucap Chen Feng bergumam pelan.
Dan benar saja, tiba-tiba dari dalam bongkahan bebatuan yang menimbun ular raksasa itu terjadi ledakan yang lumayan dahsyat.
Boommmmmmmmmm boommmmmmmmmm boommmmmmmmmm....!"
Hingga muncullah ular raksasa itu dengan tubuh yang utuh dan tidak terluka sama sekali., Melihat hal itu kedua tetua dari kelompok keluarga Ji serta Ji Ru Yu tersentak kaget, karena saat mereka sedang berkultivasi mereka mendengar adanya ledakan yang dahsyat, melihat hal itu mereka terkejut tidak percaya dengan apa yang mereka lihat?
"Bagaimana mungkin, bagaimana ini mungkin, bukankah ular itu sebenarnya telah mati terkena gabungan serangan dari kita bertiga? Tapi sekarang mengapa ular itu terlihat baik-baik saja, bahkan tidak ada sedikit goresan di sekujur tubuhnya itu. " ucap wakil dari tetua itu.
"Tampaknya kita ditakdirkan untuk mati di sini Nona besar, Nona harus pergi segera dari tempat ini, ular raksasa itu bukanlah sesuatu yang bisa kita tangani bertiga. Jadi aku mohon Nona besar untuk segera pergi dari tempat ini, selagi kami berdua menahan ular raksasa itu." titah tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok yang melindungi Ji Ru Yu.
"Benar yang dikatakan oleh tetua Nona besar, Nona harus segera pergi dari tempat ini, jika tidak semuanya akan terlambat." timpal wakil dari tetua itu.
Namun ketika mereka bertiga masih berbincang, tiba-tiba saja ular raksasa itu dengan cepat melesat ke arah mereka bertiga dengan mulut yang terbuka lebar seperti hendak menelan mereka bertiga masuk ke dalam mulutnya.
Dan kejadian yang tiba-tiba itu pun, tidak dapat mereka duga sama sekali, bahkan mereka bertiga tidak mampu untuk membuat benteng pertahanan sedikitpun.
Alhasil Ji Ru Yu dan kedua tertua dari keluarga Ji itu pun hanya bisa terdiam dan pasrah akan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun hal yang tak dapat mereka duga sama sekali telah terjadi, sesaat ketika ular tersebut menerkam mereka bertiga, ada sebuah pedang hitam yang menancap ke kepala ular raksasa itu hingga tertancap ke tanah yang membuat ular raksasa itu tidak dapat melanjutkan serangannya untuk menerkam Ji Ru Yu dan kedua tertua dari keluarga Ji itu.
Melihat kejadian di hadapan mata mereka bertiga, membuat mereka tercengang akan apa yang terjadi.
"Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin? Siapa siapa?" tanya wakil tetua dari keluarga Ji menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Maaf maaf tuan, siapakah yang telah menolong kami bertiga?" tanya Ji Ru Yu dengan sopan.
"Siapa kah tuan yang telah menolong kami? Padahal kami bertiga telah bersusah payah bertarung dengan ular raksasa itu, akan tetapi hanya dengan pedang biasa yang tidak dialiri oleh kekuatan spiritual apapun, kenapa dapat menancap ke atas kepala dari ular raksasa ini? Bagaimana dengan ranah milik ahli ini, pasti dia adalah seorang ahli yang sangat kuat." tanya tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok yang melindungi Ji Ru Yu.
Tiba-tiba dari atas udara muncul seorang pemuda, yang dengan gagah malah turun dan mendarat di atas pedang yang menancap di atas kepala dari ular tersebut yang tidak lain iya adalah Chen Feng.
Melihat seorang praktisi yang begitu sangat muda berada di hadapan mereka bertiga, membuat mereka bertiga pun terkejut tidak dapat mengatakan apapun. Lalu dengan sopan Ji Ru Yu bangkit dari keadaan berkutivasinya dan melangkah berjalan mendekat ke arah pemuda itu.
"Terima kasih, terima kasih Tuan muda, karena tuan muda telah menyelamatkan nyawa milik kami." ucap Ji Ru Yu.
"Benar, benar Tuan, apa yang dikatakan oleh Nona besar kami, terima kasih atas kebaikan dari Tuan, di masa depan keluarga Ji akan sangat berterima kasih kepada tuan." ucap wakil tetua tersebut.
"Benar yang dikatakan oleh mereka berdua Tuan. Jika boleh tahu siapakah nama tuan dan berasal dari manakah tuan muda ini?" tanya tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok yang melindungi Ji Ru Yu.
"Kalian bertiga tidak perlu sungkan seperti itu, aku hanya tidak ingin melihat kalian mati dimakan ular ini, dan mengenai hal lain aku tidak tertarik. Sebenarnya tujuan diriku adalah memang untuk membunuh ular raksasa ini. Jadi kalian bertiga tidak perlu berterima kasih. Karena seharusnya yang harus berterima kasih adalah aku. Sebab kalian bertiga telah membuat ular raksasa ini terluka dan tidak memiliki kekuatan di puncak nya, yang membuat diriku ini dapat dengan mudah membunuhnya." jawab ucap Chen Feng dengan santai.
Assalamu'alaikum kakak semua, maaf banget kalau sudah buat kecewa ya, karena bisa up satu bab, tapi aku akan menyempatkan waktu, agar bisa up lebih ya kak, terimakasih banyak untuk krisan dan pesan dari kalian semua, aku akan mendengar dan mengikuti keinginan kalian jika itu baik dan bisa memperbaiki novel ini.
Salam hangat dari penulis ilham risa ya, love sekebon duren orang untuk kalian semua🤣🤣🤣, see yoo🙏🙏🙏🥰
__ADS_1