
Sementara itu Komandan Fan Ji Hoo yang melihat orang-orang di dekat anak muda telah berkumpul mulai berpikir di dalam hatinya.
"Bagaimana dengan keadaan para bawahanku?"
Lalu dia pun melirik ke karah para bawahannya yang terakhir kali terjatuh. Namun dia tidak menemukan para bawahannya itu.
Dengan cepat Komandan Fan Jo Hoo pun menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk mencari keberadaan para bawahannya tersebut. Namun tetap saja ia pun tidak menemukan jejak jejak dari para bawahannya itu.
"Kurang ajar kalian! Kalian semua telah membunuh para bawahanku.Klan pedang surgawi! Sekarang sudah nyata nyata kalau kalian menabur genderang perang dengan klan iblis darah milikku." ucap komandan Fan Ji Hoo berteriak sangat marah.
Tapi belum selesai dia berkata-kata, tiba-tiba kembali hantaman dari sebuah tinju melesat keras menghujam wajahnya.
Bummm…bummm…
Komandan Fan Ji Hoo terpental menabrak bebatuan akibat terkena telak oleh serangan tinju yang dia tidak tahu siapa yang telah menyerangnya.
Hingga akhirnya tubuh Komandan Fan Ji Hoo pun kembali menabrak sebuah dinding batu dengan jarak yang cukup jauh dari tempat awalnya dia berdiri.
"Kurang ajar sekali kalian! apa begini cara bertarung dari orang-orang i klan pedang surgawi? Selalu menyerang dengan cara diam-diam. Hina! Sungguh Hina perbuatan kalian semua!" seru Komandan Fan Ji Hoo sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Komandan Fan Ji Hoo terus berteriak sambill melihat kearah di mana dia di serang. Dan betapa terkejutnya dia, ketika melihat ke arah dia diserang, telah berdiri seorang wanita cantik bergaun merah yang tidak lain adalah Ling Ling.
__ADS_1
"Cih..! Bagaimana mungkin hanya seorang wanita mampu membuatku terpental jauh seperti ini? Apakah sudah sebegitu menakutkannya kekuatan dari klan pedang surgawi ini? Sampai-sampai para anak muda telah menjadi kuat. bahkan hanya di tingkat orang suci bisa membuat diriku yang berada di tingkat kedua dari ranah alam dewa terluka sampai seperti ini." ucap Komandan Fan Ji Hoo merasa tidak yakin
Lalu di kejauhan Ling Ling berkata kepada Chen Feng.
"Cepat kau taklukkan harta pusaka Pagoda kematian itu, jika kau memang ingin memilikinya. Karena aku tidak mungkin sanggup untuk menahan iblis itu terlalu lama." ujar Ling Ling sambil melepaskan serangannya kembali kearah Komandan Fan Ji Hoo.
Fan Mouji dan Fan Kiyoung serta kelompok Chen Feng yang lain yang melihat Nyonya mereka menyerang iblis tersebut pun, dengan cepat mereka juga ikut melesat untuk membantunya Nyonya mereka menyerang komandan Fan Ji Hoo.
Sementara itu Chen Feng telah mendekati harta pusaka pagoda kematian. Dia melihat aura jahat yang kental di dalam pagoda kematian itu. Lalu dia pun bergumam.
"Sudah berapa banyak nyawa orang orang tak bersalah yang telah di bumi hanguskan oleh pagoda kematian ini? Sampai-sampai dia memiliki aura jahat yang begitu dingin." ucap Chen Feng.
Namun Chen Feng sangat yakin, kalau dia akan dapat memurnikan harta pusaka pagoda kematian itu. Sedangkan di bawah, Ling Ling dan para kelompoknya berusaha keras bertarung menahan Komandan Fan Ji Hoo.
Dan disaat Ling Ling serta para kelompoknya sedang terdesak. Tiba tiba ada sebuah teknik pedang yang kuat melesat ke arah komandan Fan Ji Hoo yang hampir saja melakukan serangan fatal kepada Ling Ling dan para kelompoknya.
Serangan dari teknik pedang itu dilancarkan oleh Qian Xue, leluhur Qian Mo dan juga guru Qian Er. Melihat serangan yang diberikan oleh mereka, tentu saja membuat Komandan Fan Ji Hoo menjadi marah.
"Cih..! Datang lagi semut semut rendahan seperti kalian. Bagus bagus, dengan begini aku dapat memusnahkan kalian secara bersamaan." ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil dengan mudah menangkis setiap serangan teknik pedang surgawi yang dilancarkan oleh Qian Xue, Leluhur Qian Mo dan juga guru Qian Er.
Namun setelah berjuang lumayan keras, dengan menyatukan kekuatan mereka bertiga, akhirnya mereka dapat membuat Komandan Fan Ji Hoo kembali terpental jauh.
__ADS_1
Melihat ada celah Qian Xue yang sudah merasa khawatir terhadap para saudaranya pun langsung melesat mendekati mereka semua.
"Kaka! Kau tidak apa-apa kan? Lalu bagaimana dengan kalian semua?Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Qian Xue.
"Adik aku tidak apa-apa!" jawab Ling Ling.
"Benar yang dikatakan oleh Nyonya Ling Ling, Nyonya Qin Xue, kami baik baik saja saat ini, bahkan luka yang kami terima ini tidak seberapa dibandingkan dengan pengorbanan Tuan Chen Feng kepada kami. Jadi bagaimanapun caranya kita harus memberikan waktu agar Tuan Chen Feng berhasil memurnikan pagoda kematian itu, karena kalau sampai pagoda kematian itu dapat dikuasai kembali oleh Komandan Fan Ji Hoo, maka i selesai sudah kita semua," ucap Komandan iblis Fan Mo.
Lalu ketika Komandan iblis Fan Mo telah selesai berkata-kata, Ling Ling kembali menyerukan kepada para anggota dari kelompoknya untuk lagi dan lagi menyerang iblis yang sudah ada tepat di depan mereka kembali.
Hingga akhirnya pertarungan antara Komandan Fan Ji Hoo dan kelompok Ling Ling pun terjadi kembali. Jual beli serangan saling beradu dengan sangat mengerikan.
Sedangkan Chen Feng yang berusaha memurnikan pagoda kematian berdampak terkena serangan balik dari aura dingin pekat itu yang menyelimuti pagoda kematian tersebut.
Melihat Chen Feng yang terkena serangan balik, sosok dari Kakek tua Qian Luo pun mendekati anak muda itu.
"Sisa kekuatan yang telahku tinggalkan di dalam kesadaranku ini telah mencapai batasnya. Aku akan membantumu untuk memurnikan aura jahat di dalam pagoda kematian ini.
Dan langsung saja sosok itu pun mengeluarkan sinar biru terang yang dia arahkan tepat ke biara pagoda kematian yang terselubung oleh cahaya hitam itu, dan berangsur-angsur sosok itu pun menjadi ketiadaan.
"Anak muda! Aku serahkan kepadamu."
__ADS_1
"Terima kasih senior," ucap Chen Feng kepada Kakek tua Qian Lou