
Mendengar pesan yang disampaikan oleh Kakek tua Qian Long sebelum menghilang dengan sempurna. Chen Feng pun menjawab perkataan tersebut.
"Tenang saja Senior. Serahkan segala sesuatunya kepadaku. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." ucap Chen Feng sambil memperkuat tekniknya untuk memurnikan pagoda kematian itu.
Lalu tiba tiba saja tanpa disadari oleh Chen Feng, api hitam misterius keluar dari tubuh Chen Feng dan membesar membentuk sebuah bunga teratai, lalu bunga teratai api hitam itu pun berputar dengan sangat cepat mengitari pagoda kematian itu, hingga seluruh hawa hitam yang menyelimuti pagoda kematian itu pun di serap kedalam bunga teratai api hitam tersebut.
Chen Feng yang melihat kejadian itu berkata di dalam hatinya.
"Sebenarnya apa api hitam ini? Mengapa dia bisa bertindak sesuka dia. Benar-benar sangat aneh. Hah! Tapi biarlah. Terserah api hitam itu mau melakukan apa, selama dia terus membantuku dan setia kepadaku maka aku tidak memperdulikan hal-hal yang lain." ucap Chen Feng sambil melepaskan teknik formasinya kembali.
****
Sementara itu Ling Ling, Qian Xue dan para kelompok yang lain sudah sangat tersudut dalam menghadapi Komandan Fan Ji Hoo. Dia pun yang menyadari hal itu langsung tersenyum menyeringai.
"Sudah saatnya untuk kalian semua mati di tangankui," teriak Komandan Fan Ji Hoo sambil mengeluarkan teknik tangan darah miliknya.
Lalu terlihat serangan teknik darah Komandan Fan Ji Hoo hendak melesat kearah Ling Ling, Qian Xue dan juga para kelompoknya.
Sedangkan mereka yang melihat serangan itu tidak tau harus melakukan apa. Karena saat ini seluruh kekuatan yang mereka miliki sudah habis untuk menahan serangan dari Komandan Fan Ji Hoo yang sebelumnya.
"Maafkan aku suamiku. Kelihatannya aku sudah tidak sanggup lagi." ucap Ling Ling yang sudah pasrah.
Kemudian Qian Xu pun memegang tangan dari kakaknya itu.
"Kak Ling Ling. Aku akan menemanimu walaupun kematian datang menghampiri kita berdua." ucap Qian Xue tersenyum kearah Ling Ling.
Melihat kedua Nyonya mereka telah terkulai lemas. Empat Komandan iblis dengan sisa-sisa kekuatan yang mereka miliki langsung melesat tepat di depan kedua Nyonya Nyonya mereka.
"Di kehidupan yang lalu kami tidak mampu untuk menyelamatkan orang yang terpenting bagi Tuan Asura. Tapi tidak untuk kehidupan sekarang, walaupun nyawa kami menjadi taruhannya. Kami lebih baik mati asalkan orang yang terpenting bagi titisan Dewa Asura dapat hidup dengan selamat." ucap empat Komandan iblis sambil mengeluarkan aura pertahanan milik mereka.
Lalu Fan Mouji dan Fan Kiyoung serta lebah-lebah penyerap Qi juga membantu empat Komandan iblis untuk membuat benteng pertahanan dari aura kekuatan milik mereka.
Melihat apa yang dilakukan oleh para kelompok itu pun, Komandan Fan Ji Hoo tersenyum mengejek.
"Dasar cengunguk cengunguk yang tidak tahu diri! Bahkan kalian tidak tahu tingginya langit, sebagai semut rendahan kalian tidak pantas melawan iblis hebat sepertiku, kalian benar benar tidak pantas."
Setelah itu Komandan Fan Ji Hoo melepaskan teknik serangan yang telah dia siapkan. Namun ketika ia akan melepaskan teknik serangan itu, tiba tiba saja ada sebuah tombak yang berisi kekuatan petir melesat hendak menghujam Komandan Fan Ji Hoo.
__ADS_1
"Teknik rendahan!" teriak Komandan Fan Ji Hoo.
Dengan gampangnya Komandan Fan Ji Hoo menahan tombak itu menggunakan sebelah tangannya.
"Apakah ini kekuatan yang kalian banggakan, sungguh lemah," ucap Komandan Fan Ji Hoo meremehkan.
"Dasar iblis sombong!" seru Pangeran Hua Ling yang sudah berada tepat di belakang Komandan Fan Ji Hoo.
"Apa kau pikir serangan tombak itu adalah serangan yang aku tunjukkan kepadamu? Bukan! Itu adalah teknikku untuk mengelabuimu iblis jelek," ucap Pangeran Hua Ling sambil mengeluarkan tekniknya dan mengeluarkan aura kekuatannya untuk menyerang Komandan Fan Ji Hoo.
"Lihat itu! Itu adalah saudara Hua Ling! Dia memang benar-benar orang yang sangat pintar dalam membaca situasi." ucap Komandan iblis Fan Mo.
Lalu Pangeran Hua Ling pun melepaskan serangannya kearah Komandan Fan Ji Hoo.
"Tinju pemecah gunung!" teriak Pangeran Hua Ling.
Sambil melepaskan serangan itu kearah Komandan Fan Ji Hoo. Namun deti kemudian seluruh orang-orang di kelompok Chen Feng menjadi tercengang, dan juga terkejut atas apa yang mereka lihat. Bahkan Pangeran Hua Ling sendiri tidak menyangka dengan jarak begitu dekat, ternyata serangannya telah dipatahkan oleh Komandan Fan Ji Hoo Bahkan Komandan Fan Ji Hoo sampai meraih tangan dari Pangeran Hua Ling dan langsung mematahkannya.
Kretakkkk…..
"Mati kau bocah!"
Pangeran Hua Ling pun berulang kali dibanting oleh Komandan Fan Ji Hoo ke atas tanah, setelah puas Komandan Fan Ji Hoo melemparkan tubuh Pangeran Hua Ling ke arah orang-orang kelompok dari Ling Ling dan Qian Xue.
Mereka semua yang melihat Pangeran Hua Ling dilempar oleh Komandan Fan Ji Hoo berteriak-teriak histeris.
"Saudara Hua Ling! Saudara Hua Ling! Sadarlah saudara Hua Ling," ucap para anggota dari kelompok Ling Ling.
"Kenapa aku tidak dapat merasakan aura kehidupan dari saudara Hua Ling? Saudara Hua Ling, sadarlah saudara Hua Ling, ayo jawab pertanyaanku," ucap mereka merasa panik.
"Bangunlah saudaraku. Aku mohon!" ucap orang-orang itu memanggil Pangeran Hua Ling.
Namun tetap saja tidak sekalipun panggilan mereka terjawab oleh Pangeran Hua Ling.
Hingga tak lama kemudian terdengar suara tawa yang menggelegar dari Komandan Fan Ji Hoo.
"Hahaha....! Tidak usah repot-repot memanggilnya. Karena sebentar lagi kalian semua akan menyusulnya ke alam neraka." ujar Komandan Fan Ji Hoo sambil kembali melepaskan teknik miliknya ke arah orang-orang yang berada tepat di depannya.
__ADS_1
Melihat hal itu empat Komandan iblis pun terperangah, ketika menyaksikan aura kekuatan dari Komandan Fan Ji Hoo yang melesat ke arah mereka semua.
"Saudara-saudaraku.Aku harap di kehidupan selanjutnya kita akan tetap menjadi sebuah keluarga." ucap Komandan iblis Fan Mo. kepada semua orang di kelompoknya.
"Dan kami harap. Kita akan ditakdirkan menjadi keluarga lagi." Jawab semua orang ketika semua orang sudah pasrah akan serangan dari Komandan Fan Ji Hoo yang akan mengenai kearah mereka.
Namun ketika serangan itu hampir mengenai mereka semua, tiba-tiba saja serangan dari komandan Fan Ji Hoo itu terhalang oleh sebuah dinding besar yang mereka semua tahu bahwa itu adalah sebuah Pagoda yang bersinar terang dan langsung bertabrakan dengan serangan kuat milik Komandan Fan Ji Hoo.
Booommmm..
Terjadi ledakan antara kedua kekuatan itu, Namun kelompok Chen Feng sudah terlindungi oleh dinding yang teramat tinggi berdiri kokoh di depan mereka semua.
"Maaf saudara-saudaraku! Aku telah terlambat menolong kalian semua," ucap Chen Feng sambil melangkah ke arah Ling Ling dan Qian Xue.
Lalu Chen Feng pun menyentuh pipi mereka sambil mengalirkan aura kekuatan yang seketika saja dapat menyembuhkan serta mengembalikan kekuatan Ling Ling dan Qian Xue seperti semula.
Setelah itu Chdn Feng juga mengeluarkan sebotol giok yang berisikan beberapa pil pemulih jiwa, lalu dia memberikan pil itu kepada Komandan iblis dan lebah-lebah penyerap Qi.
"Makan dan seraplah pil-pil itu saudara-saudaraku. serta pulihkanlah keadaan kalian. Selebihnya biar aku sendiri yang menangani iblis itu," kata Chen Feng ucap sambil melihat ke sekelilingnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Suamiku! Tolong selamatkan saudara Hua Ling, pergi dan lihatlah dahulu saudara Hua Ling. Aku sudah tidak merasakan aura dari kehidupan miliknya lagi." ucap Ling Ling merasa sedih.
Mendengar perkataan Ling Ling, Chen Feng pun melangkah mendekati Ling Ling dan dan menyentuh kepala Ling Ling dengan lembut.
"Tenanglah Ling Ling. Aku telah melemparkan sebuah formasi pengunci jiwa kepada Pangeran Hua Ling. Jadi dia tidak akan bisa pergi meninggalkan raganya. Dia akan hidup kembali, sekarang yang terpenting aku harus memusna iblis itu." ucap Chen Feng sambil mengeluarkan 3 boneka iblis miliknya.
Setelah itu Chen Feng memerintahkan 3 boneka iblis untuk membawa pangeran Hua Ling berkumpul di tengah-tengah kelompok Chen Feng.
Mendengar perintah dari Tuannya. 3 boneka iblis pun langsung melesat dan menghampiri Pangeran Hua Ling. mereka membawanya ke tengah-tengah kelompok Chen Feng.
Lalu setelah itu Chen Feng menyentuh kening dari saudara Hua Ling dengan menggunakan teknik penyembuh raga.
"Tekhnik penyembuh raga". teriak Chen Febg.
Dan dalam sekejap saja, luka-luka yang diderita oleh Pangeran Hua Ling, langsung sembuh dan menghilang, bahkan tangannya yang telah patah kembali utuh dan sehat seperti sedia kala.
"Kalian! Jagalah saudara Hua Ling," ucap Chen Feng sambil berjalan ke arah Fan Mouji dan Fan Kiyoung.
__ADS_1
"Kalian berdua mundur dan jaga semua orang di keluarga kita. Biar aku yang menyelesaikan pertarungan ini." ucap Chen Feng sambil mengeluarkan aura ganasnya.
Seketika saja langit di sekitarnya menjadi gelap gulita. petir saling menyambar nyambar. Bahkan riak riak kekuatan yang dikeluarkan oleh Chen Febg mengakibatkan seluruh wilayah di hadapannya menjadi hancur.