Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Curahan Hati Chen Feng


__ADS_3

Mengetahui identitas dari wanita yang ada di sampingnya saat ini, Chen Feng pun langsung teringat akan perkataan gurunya ketika masih berada di alam bawah.


"Dahulu, guru Ji pernah berkata kepada ku, agar aku melindungi anak perempuan nya.


Namun bagaimana mungkin gadis muda ini merupakan anak dari guruku, sedangkan usia nya saja kelihatan sama seperti usia ku. Sepertinya aku belum bisa memastikan siapa anak perempuan yang guru maksudkan, biarkan waktu yang akan menjawabnya nanti, yang terpenting sekarang adalah memperkuat kekuatan milikku dengan mencari kolam darah spiritual." gumam Chen Feng di dalam hatinya.


Setelah itu Chen Feng pun bertanya kepada Ji Ru Yu.


"Yu Er, kalau begitu jalan mana yang harus kita ambil untuk mencari keberadaan dari kolam darah spiritual itu?" tanya Chen Feng kepada Ji Ru Yu.


"Di sana kalau aku tidak salah Chen Feng, di arah barat ada sebuah tempat dengan kekuatan spiritual yang begitu sangat murni, dan di tempat itulah konon kabarnya kolam darah spiritual berada." jawab Ji Ru Yu sambil menunjuk ke suatu tempat.


"Kalau begitu tunggu apa lagi.Mari kita pergi ke arah itu!" ajak Chen Feng semangat dan berjalan melangkah menuju ke arah yang ditunjuk Ji Ru Yu.


Lalu mereka berdua berjalan ke tempat dimana kolam darah spiritual berada. Hingga tak lama berselang, mereka pun berhenti di sebuah pepohonan besar yang rimbun untuk beristirahat.


"Tempat yang indah bukan? Terlihat sangat alami. Di benua utama sana, juga banyak tempat seperti ini, tapi sayangnya aku tidak pernah bisa menikmatinya karena terlalu banyak peraturan yang dibuat oleh Patriak keluarga Ji serta kedua kakakku." ujar Ji Ru Yu berkata lirih.


"Apa benar yang kau ucapkan itu, jika terlalu banyak sekali peraturan seperti itu? Apakah kamu tidak bosan?" tanya Chen Feng menatap tidak percaya.


"Ya mau gimana lagi, aku harus mengikuti peraturan yang sudah ada, maka dari itulah, kadang aku merasa jika di dalam hidupku ini aku tidak pernah melakukan apapun yang aku mau. Dan di saat ini juga, aku telah memutuskan bahwa inilah jalanku, aku ingin sebelum aku tua dan menetap di sebuah tempat bersama keluarga kecilku, maka aku dapat berkeliling menelusuri seluruh tempat yang ada di alam atas ini, bahkan nanti pada akhirnya aku dapat naik ke alam surga dan menjelajahi tempat-tempat yang ada di alam surga sana, bukankah itu impian yang sangat menyenangkan!" seru Ji Ru Yu sambil memandang pemandangan yang indah tepat di hadapan mereka berdua.


"Wah, ternyata kehidupan mu memang benar benar membosankan. Tapi kehidupanmu berbeda denganku, aku telah banyak menemui tempat-tempat yang indah seperti ini, bahkan ketika aku berada di alam bawah, seluruh kehidupanku terlalu banyak di tempat hutan-hutan lebat seperti ini, apalagi ketika aku belum menjadi kultivator, sungguh saat itu kehidupanku memanglah di hutan, aku tidak pernah senang akan kehidupan di kota kota besar yang menurutku terlalu ramai dan sangat berisik , aku tidak nyaman sama sekali hidup di tempat seperti itu." jelas Chen Feng yang juga memandang langit yang luas di atasnya.


Mendengar perkataan Chen Feng, Ji Ru Yu pun memandangi wajah pria tampan itu. Entah mengapa ada perasaan yang tidak dapat ia gambarkan di dalam hatinya, ketika memandang wajah tampan yang berada di sampingnya itu.


Kemudian Chen Feng pun menoleh ke arah Ji Ru Yu yang sedari tadi memandanginya, membuat Ji Ru Yu terkejut menahan malu.


"Yu Er, ada apa kau memandangi wajahku terus menerus? Hati-hati Yu Er, jika kau terus-terusan seperti itu, maka kamu akan tergoda dengan ketampananku ini." ucap Chen Feng sambil mengedipkan sebelah matanya.


Mendengar candaan Chen Feng, yang menggoda dirinya, Ji Ru Yu pun berusaha menyangkalnya.


"Jangan terlalu percaya diri Chen Feng, mana mungkin aku tergoda dengan mu." sangkal Ji Ru Yu tersipu malu.


"Hahaha hahaha sudah banyak gadis di alam atas ini yang tergoda akan ketampananku, jadi akui saja Yu Er, aku sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Akan tetapi semua gadis-gadis itu tidak dapat mengusik hatiku, dikarenakan aku telah mempunyai dua istri dari alam bawah yang sama-sama naik ke alam atas ini, namun aku terpisah dari mereka berdua dan tidak tahu bagaimana nasib mereka berdua di tempat yang aku belum mengetahuinya." ucap Chen Feng dengan lirih.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Chen Feng, membuat Ji Ru Yu menjadi terkejut.


"Oh,....Ternyata kamu telah memiliki dua istri, pasti kedua istrimu itu sangat cantik cantik bukan?" tanya Ji Ru Yu memasang wajah yang masam.


"Tentu, mereka berdua sangat cantik, bahkan kecantikan mereka sama seperti dirimu Yu Er. Mereka berdua sudah banyak berkorban demi diriku, bahkan aku belum pernah sekalipun membahagiakan mereka dengan memberikan mereka pernikahan yang layak seperti pernikahan pada umumnya. Kesalahanku terlalu banyak kepada mereka berdua, maka dari itu tujuanku datang ke tempat ini, bukanlah untuk mencari harta pusaka, akan tetapi aku ingin mencari mereka berdua di benua utama dan di alam surga." ucap Chen Feng menjelaskan.

__ADS_1


"Apa....! Jadi kedua istrimu itu berada di benua utama dan juga alam surga..! Apakah mereka merupakan keturunan dari klan besar dari alam atas dan alam surga ini?" tanya Ji Ru Yu penasaran.


"Benar Yu Er, istri pertamaku yang menemani aku berbagi luka-luka dengan diriku adalah keturunan dari ras ular piton Surgawi dan dapat dipastikan tampaknya, iya telah di tarik oleh alam surga ketika kami sampai di alam atas, begitu juga dengan istri keduaku yang berasal dari kekuatan utama di benua utama, yaitu dari klan pedang Surgawi, kemungkinan besar dia juga ditarik oleh klan pedang surgawi ketika kami sampai di alam atas ini." jelas Chen Feng dengan nada sedih.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Chen Feng, membuat Ji Ru Yu semakin terkejut dan penasaran akan sosok dari kedua istri dari pria muda di sampingnya itu.


Tak lama berselang, Chen Feng kembali bertanya kepada Ji Ru Yu.


"Yu Er, apakah kamu mengenal seseorang dari klan pedang surgawi yang baru tiba di klan pedang surgawi yang bernama Qian Xue?"


Lagi lagi Ji Ru Yu terkejut akan apa yang ditanyakan oleh Chen Feng.


"Tunggu, apa maksudmu perempuan suci yang memiliki tubuh pedang surgawi yang menjadi Patriak termuda sepanjang sejarah di dalam klan pedang Surgawi saat ini?" tanya Ji Ru Yu menatap tidak percaya.


"Apa yang kau katakan? Wanita suci Patriak muda di klan pedang Surgawi? Ternyata kakak Qian Bou Bou tidak berbohong kepadaku. Jika begitu pastilah Qian Xue aman berada di dalam klan pedang Surgawi, aku sangat tenang mendengar semua itu darimu." jawab Chen Feng sambil memegang tangan dari Ji Ru Yu.


Mendapati pria muda yang ada di sampingnya memegang tagannya dengan lembut, membuat hati Ji Ru Yu semakin berdebar-debar, ia pun kemudian berkata kembali.


"Ternyata istrimu memiliki status yang tinggi di benua utama ini ya." ucap Ji Tu Yu dengan wajah terlihat cemberut.


Melihat perubahan raut wajah Ji Ru Yu, Chen Feng dengan replek langsung memegang dagu dari wanita cantik yang ada di sampingnya itu, sambil berkata.


"Bukankah nona cantik ini juga memiliki status yang tidak rendah di dalam keluarga Ji, bahkan pedang surgawi pun harus tunduk ketika melihat nona cantik ini." puji Chen Feng menggoda Ji Ru Yu.


"Lagi-lagi kau menggoda diriku." kata Ji Ru Yu sambil menutup wajahnya.


Dan saat sedang asik-asiknya mereka berdua berbicara untuk lebih akrab, tiba-tiba saja muncul kelompok yang memiliki aura kekuatan spiritual yang besar tepat di atas kepala mereka.


Lalu seseorang di dalam kelompok itu langsung menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menyerang Chen Feng sambil berteriak keras.


"Lancang kau bocah....! Berani sekali kau memegang tangan dari Ji Ru Yu, apakah kau mau mati...! teriak orang itu yang ternyata iya adalah teman dari kedua kakak Ji Ru Yu.


Melihat hal itu, Ji Ru Yu pun tidak tinggal diam, ia langsung menangkis serangan yang dilancarkan oleh Ji Long yang ditujukan ke arah Chen Feng.


"Jo Long, Apa maksud dari kelakuan mu ini?"


"Apa...! Kau bertanya apa maksudku? Tentu aku akan membawamu pulang...! jawab Ji Long menatap tajam.


"Sudah aku katakan kepada paman Wan dan Paman Wei, kalau aku ingin menjadi kultivator di alam liar, yang bebas tidak terkekang oleh banyaknya peraturan yang membatasi diriku. Jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk membawaku pulang ke keluarga Ji." tolak Ji Ru Yu dengan nada tegas.


"Nona Ji Ru Yu..! Apakah kamu sadar akan ucapanmu yang telah kau ucapkan barusan? Apakah kau tahu jika sampai nyonya serta kedua kakakmu tahu akan tindakanmu ini, maka apa yang akan mereka lakukan kepadamu? Apakah kau ingin menjadi pembangkang seperti kakek buyutmu itu?" tanya Ji Long dengan nada tidak suka.

__ADS_1


Mendengar hinaan yang diucapkan oleh pria itu, dengan cepat Chen Feng yang pada awalnya berada di belakang Ji Ru Yu kini tiba-tiba sudah berada tepat di depan Ji Long, lalu ia meraih lehernya serta mencengkeramnya dengan erat sampai-sampai Ji Long tidak dapat berkata-kata serta meronta-ronta kesakitan.


"Bocah kurang ajar kau...! Cepat lepaskan aku. Apakah kau ingin menjadi musuh dari keluarga Ji? Kau tidak akan sanggup untuk menahan kemarahan dari keluarga Ji." ancam Ji Long kepada Chen Feng.


Sementara orang-orang di belakang Ji Long, termasuk Paman Wan serta Paman Wei sangat terkejut melihat kecepatan dari pria muda yang sebelumnya telah menyelamatkan nyawa mereka.


"Bagaimana mungkin anak seusia dirinya memiliki kecepatan yang amat sangat mengerikan seperti itu? Bahkan aku tidak bisa melihat pergerakannya." ucap Paman Wei menatap heran.


"Benar tetua. Anak muda ini sangat mengerikan, kekuatannya benar-benar berada jauh di atas Ji Long atau pun kita semua."


Sedangkan Chen Feng, dia tidak dapat lagi menahan amarah nya.


"Hey kau....! Berani sekali kau menghina kakek buyut dari Yu Er, Apakah kau sudah bosan hidup? Apakah kau tahu siapa kakek buyut Yu Er itu?" tanya Chen Feng sambil mencengkram leher dari Ji Long semakin keras, hingga Ji Long tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya meronta-ronta untuk melepaskan diri.


Sedangkan Ji Ru Yu yang melihat hal itu pun langsung melesat ke arah Chen Feng, sambil memeluk tubuh pria muda itu dari belakangnya, lalu berkata pelan.


"Lepaskan dia Chen Feng, Aku mohon llepaskan, aku tidak ingin kamu mendapatkan masalah besar karena hal ini, cepat lepaskan dia, ayo kita pergi dari tempat ini." ajak Ji Ru Yu.


Mendengar ajakan Ji Ru Yu, Chen feng pun Sadar dari kemarahannya lalu melemparkan Ji Long dengan keras ke arah kelompok dari keluarga Ji.


"Kau harus berterima kasih kepada Yu Er, jika tidak nyawamu dapat aku pastikan berakhir di tempat ini." sarkas Chen Feng lalu membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Ji Ru Yu yang memasang wajah sedih.


"Mengapa kau menangis? Aku tidak apa apa, jangan bersedih." ucap Chen Feng sambil menyapu air mata di pipi Ji Ru Yu.


"Tentu aku menangis karena tindakanmu yang terlalu ceroboh seperti itu. Apakah kau tahu kekuatan keluarga Ji itu tidak sederhana? Walaupun aku tahu kamu adalah seorang yang memiliki kekuatan yang besar, tapi jika keluarga Ji telah menurunkan seluruh kekuatan utamanya, maka kamu akan mati. Apakah kamu tahu itu?" tanya Ji Ru Yu sambil menangis tersedu-sedu.


Mendengar hal itu, Chen Feng kembali menyapu air mata yang membasahi pipi Ji Ru Yu menggunakan kedua tangannya sambil berkata.


"Tenanglah, tidak akan terjadi sesuatu hal yang berbahaya kepada diriku. Akan tetapi mengapa kamu bersikap seperti ini? Kamu bahkan tidak mengetahui siapa aku?" tanya Chen Feng menatap penasaran.


"Lalu mengapa kau mengambil tindakan ketika Ji Long berkata kasar kepadaku mengenai kakek buyutku? Lalu mengenai aku yang sekarang ini, aku pun tidak tahu akan perasaanku ini, yang pastinya aku sangat sedih jika terjadi sesuatu hal kepadamu, aku tidak ingin hal berbahaya menimpamu." jawab Ji Ru Yu semakin menangis.


"Kalau begitu baiklah, aku akan menuruti setiap perkataanmu, tolong jangan menangis lagi, aku tidak ingin melihatmu bersedih. Aku telah berjanji kepada guruku, untuk melindungi dirimu, tidak akan aku biarkan siapapun mencoba menyakitimu ataupun membuatmu menderita. Bahkan diriku sendiri tidak akan pernah membuatmu terluka dan menderita." ucap Chen Feng yang tanpa sadar mengatakan hal itu kepada Ji Ru Yu.


Mendengar perkataan Chen Feng, Ji Ru Yu pun menjadi terkejut., dan bertanya kepada Chen Feng.


"Apa yang telah kau ucapkan? Apa maksud perkataanmu itu? Aku tidak mengerti sama sekali?" tanya Ji Ru Yu penasaran.


Lalu Chen Feng dengan lembut memeluk tubuh Ji Ru Yu sambil berkata.


"Belum saatnya kamu mengetahuinya, nanti ketika saatnya tiba, maka aku akan menjelaskannya kepadaMu dari awal hingga akhir sekarang ayo kita pergi dari tempat ini." ajak Chen Feng sambil membuka lubang hitam teleportasi lalu masuk ke dalamnya dan menghilang dari pandangan mata yang melihatnya.

__ADS_1


Melihat kepergian mereka berdua, Ji Long pun langsung berteriak keras.


"Paman Wei, paman Wan? Mengapa kalian berdua diam saja melihat bocah itu membawa Ji Ru Yu, cepatlah kejar mereka, kalian semua cepat kejar bocah itu." teriak Ji Long memberikan perintah kepada seluruh anggota keluarga Ji yang menjadi bawahannya.


__ADS_2