Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Bertemu Sang Raja


__ADS_3

Melihat sosok yang baru saja tiba dan menghalau kekuatan Chen Feng yang di tahan oleh mereka semua, kedua pangeran dari kerajaan Xuan itupun tersenyum menyeringai.


"Komandan Han! Bagus karena anda telah datang tepat waktu untuk datang kemari, kalau begitu cepat beri pelajaran kepada para pemuda miskin ini, karena mereka sudah bertindak tidak sopan terhadap kami berdua." perintah kedua pangeran itu kepada sosok yang bernama komandan Han.


Mendengar hal itu, Komandan Han merasa marah, dan dia langsung melangkah mendekati Chen Feng


"Hei bocah! Apakah kau tidak mau mengakui bahwa dirimu sudah bersalah kepada kedua pangeran. Dan yang lihat kau terus bersikap sombong serta arogan di hadapan kedua pangeran. Lancang sekali kau bocah!" teriak sosok yang bernama komandan Han itu.


"Apa yang anda katakan! Aku sombong? Seharusnya andalah yang tahu siapa yang terlebih dahulu bersikap sombong. Bukankah sedari awal anda sudah berada di atas pepohonan itu? Walaupun anda menyembunyikan aura kehadiran milik anda, tapi itu tidak sulit bagiku untuk mengetahui bahwa anda telah berada di tempat itu." sarkas Chen Feng kepada Komandan Han.


Mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh pemuda di hadapannya, Komandan Han langsung tertegun dan tidak percaya.


"Kelihatannya anak ini benar-benar menyembunyikan basis kultivasi miliknya." gumam komandan Han di dalam hati.


Mendengar perdebatan yang semakin panas, lalu Tuan Mo pun mendekat ke arah mereka berdua.


"Komandan Han. Aku mohon jangan memperkeruh masalah yang sudah terjadi. Mereka ini adalah orang-orang yang langsung dipilih oleh yang mulia raja, jadi jika kau bertindak di luar batas jangan salahkan aku mengambil tindakan tegas." ancam Tuan Mo kepada komandan Han.


"Apakah kau sedang mengancamku Tuan Mo?" tanya komandan Han menatap lekat.


Lalu ketika Tuan Mo hendak menjawab pertanyaan komandan Han, Chen Feng langsung menimpali pembicaraan mereka berdua.


"Maaf Tuan Mo. Biarkan aku yang menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini, jika tidak bagaimana mungkin aku pantas menjadi pengawal dari jenius jenius muda yang akan menjadi pilar-pilar di masa depan untuk kerajaan Xuan ini." ujar Chen Feng kepada Tuan Mo.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Chen Feng. Tuan Mo pun tidak bisa berkata-kata lagi, laku dengan perlahan dia segera mundur dari tempat itu.


"Ayo komandan Han! Jika kau ingin menguji kekuatan yang aku miliki datanglah. Aku pastikan kepadamu dalam hidupku aku tidak akan bertindak kecuali ada seseorang yang memprovokasiku terlebih dahulu." tantang Chen Feng sambil menunjukkan jarinya ke arah komandan Han.


Seketika saja komandan Han pun merasakan emosi yang membludak di dalam hatinya, dan dia langsung mengeluarkan tekanan spiritualnya yang berada di tingkat basis kultivasi di ranah alam dewa tingkat kelima. Aurat tekanan yang besar itu membuat orang-orang di sekitarnya merasakan tekanan yang menyeruak keluar, Namun tidak untuk Chen Feng, iya hanya berdiri tegak dan tidak sedikitpun terpengaruh oleh tekanan spiritual yang dikeluarkan oleh komandan Han.


"Hai bocah! Apakah kau sudah siap untuk melawanku? Andai kau mau mengakui kesalahanmu, maka masih belum terlambat untuk aku mengampuni nyawamu." ucap Komandan Han kepada Chen Feng.


Tapi ketika komandan Han baru selesai berbicara, tiba-tiba Chen Feng sudah hadir di hadapannya sambil berkata.


"Kau terlalu banyak berbicara komandan Han! Seorang lelaki sejati harus menggunakan pukulannya bukan mulutnya!" teriak Chen Feng yang kemudian langsung tinju miliknya tepat kearah wajah komandan Han.

__ADS_1


Melihat hal itu, komandan Han benar-benar menjadi terkejut. Bagaimana mungkin anak muda yang sebelumnya berada beberapa meter jauhnya dari dirinya, kini malah sudah berada tepat di hadapannya.


Dan tidak sempat untuk menahan tinju yang dilancarkan oleh Chen Feng, hingga detik kemudian tujuan dari Chen Feng pun melesat keras tepat mendarat di wajah komandan Han.


Yang akhirnya membuat komandan Han terpental cukup keras dan sampai menabrak sebuah bangunan yang tepat di belakangnya.


Boommmmmmmmmm…boommmmmmmmmm…


Terdengar suara ledakan yang keras yang diakibatkan oleh tubuh komandan Han yang menabrak dinding bangunan yang ada di belakangnya itu.


Melihat kejadian yang ada didepan matanya. Kedua pangeran dan beberapa orang yang berpihak kepada kedua pangeran itu menjadi terperangah, dikarenakan komandan Han yang berada di tingkat kultivasi alam dewa tingkat kelima, dengan begitu mudah dapat dikalahkan oleh orang yang seumuran dengan mereka.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? TIdak mungkin ini bisa terjadi. Sebenarnya seberapa kuat orang ini?" tanya kedua pangeran itu sambil melihat ke arah Chen Feng.


Sementara itu Chen Feng sambil memandang ke arah di mana komandan Han terlempar, iya pun berkata dengan keras.


"Ternyata hanya segini kekuatan dari ranah alam dewa tingkat ke-5? Terlalu biasa. Dengan kekuatan seperti itu sudah berani bersikap sombong!" sarkas Chen Feng sedikit mengejek sambil kembali mengepalkan tinju di tangannya.


Lalu dengan terluka cukup serius komandan Han pun berusaha keluar dari reruntuhan bangunan yang telah hancur itu dengan keadaan yang sangat kacau.


Kedua pangeran pun melesat mendekati komandan Han. Mereka ingin melihat bagaimana keadaan dari Komandan tersebut.


"Maafkan aku pangeran. Aku kehilangan fokus ketika memperhatikan bocah itu. Kali ini aku pasti bisa menjatuhkannya." jawab Komandan Han karena tidak ingin malu di depan kedua pangeran tersebut.


Dan ketika komandan Han hendak bertindak kembali, tiba tiba saja ada sebuah aura ganas yang menekan diri dari komandan Han.


"Berani sekali kau membuat keributan di dalam istana ku ini? Siapa yang memberimu keberanian seperti itu?" tanya sosok yang berjalan dari balkon istana yang tidak lain dia adalah yang mulia raja dari kerajaan Xuan.


Seluruh orang-orang yang melihat kehadiran dari yang mulia raja itu langsung memberikan hormat kepada raja mereka, tidak terkecuali Chen Feng dan para anggota kelompoknya.


"Maaf yang mulia. Maafkan hamba. Hamba hanya berpikir ingin memberikan pengajaran kepada bocah itu karena telah berucap kurang ajar kepada kedua pangeran." ucap komandan Han mencari pembelaan.


Lalu kedua pangeran sambil menunduk hormat mereka pun berkata.


"Benar ayah! Anak itu telah melukai kami, jadi perbuatan yang dilakukan oleh komandan Han hanyalah untuk mencari keadilan bagi kami berdua." jelas kedua pangeran kepada yang mulai raja.

__ADS_1


Lalu dengan menggunakan tangan kanannya, yang mulia raja itu melayangkan tamparan kepada kedua pangeran tersebut sambil berkata keras


"Apakah kalian berdua pikir ayah tidak melihat apa yang terjadi sebelumnya? Sekarang aku bertanya kepada kalian berdua. Apa kesalahan dari anak itu kepada kalian hingga kalian berkata kasar kepada anak itu dan juga para anggota kelompoknya?" tanya yang mulia raja kepada kedua pangeran itu.


Namun kedua pangeran hanya bisa terdiam tidak dapat menjawab pertanyaan dari ayahnya


Melihat kedua pangeran hanya diam membisu, dengan cepat Tuan muda Xu pun mencoba untuk ikut berbicara.


"Maaf yang mulia. Sebenarnya kejadiannya adalah seperti ini……"


Namun sebelum Tuan muda Xu melanjutkan perkataannya, yang mulia raja langsung berbicara dengan keras sambil mengangkat sebelah tangannya.


"Diam kau! Siapa kau berani sekali ikut campur dengan urusan keluarga Kerajaan? Oergi sebelum terjadi hal yang akan kau sesali nantinya." sarkas yang mulia raja sedikit mengancam.


Mendengar ancaman dari yang mulia raja, Tuan muda Xu pun menjadi terkejut dan ketakutan, lalu dengan cepat dia pun langsung pergi melesat diikuti oleh beberapa teman temannya yang tak jauh dari tempat ia berdiri dan lalu mereka semua pun menghilang.


Kemudian yang mulia raja mendatangi Chen Feng sambil berkata dengan ramah.


"Anak muda! Maaf atas tindakan dari kedua putraku yang membuat kau tidak nyaman." ucap yang mulia raja.


"Itu bukanlah masalah yang besar yang mulia," jawab Chen Feng tersenyum.


" Baiklah, selanjutnya terserah anda anak muda? Apakah masih bersedia menjadi bawahan dari kedua putraku ini? Anggap saja ini sebagai permintaan maaf dariku ucap yang mulia raja.


"Tidak perlu yang mulia, aku tidak ingin melakukan hal-hal yang tidak perlu aku lakukan. Kau anggap saja ini sebagai sambutan kepada seniman beladiri yang baru memasuki istana kerajaan milikmu yang mulia." jawab Chen Feng dengan sangat sopan.


"Kalau begitu baiklah. Dan kau cepat pergi dari sini jika kau berani sekali lagi membuat keonaran kepada anak muda ini dan seluruh anggota kelompoknya, maka aku sendiri yang akan langsung membunuhmu." usir yang mulia raja kepada komandan Han.


Mendapat ancaman dari yang mulia raja, komandan Han hanya dapat terdiam lesu, lalu dia pun langsung bangkit ketika tekanan spiritual milik yang mulia raja telah ditarik kembali.


Kemudian dengan cepat, komandan Han pun melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah itu, yang mulia raja melihat ke arah Chen Feng kembali.


"Anak muda. Maaf jika orang tua ini telah terlambat menyambutmu." ucap yang mulia raja kepada Chen Feng.

__ADS_1


"Tidak tidak yang mulia, aku tidak berhak mendapat sambutan seperti para bangsawan yang baru tiba di wilayah kerajaan ini , karena aku hanyalah rakyat biasa, jadi tidak perlu disambut dengan begitu meriah."


"Hahaha...! Sambil tertawa lucu, lalu yang mulia raja pun mengajak Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya untuk masuk ke dalam istana. Hingga pada akhirnya Chen Feng masuk ke dalam istana, diikuti oleh para anggota kelompoknya.


__ADS_2