Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Tiba Di Kerajaan Chang An


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang panjang, akhirnya selang beberapa hari, mereka telah tiba di kota Cang An, yang menjadi tempat pengadaan kompetisi yang akan mereka ikuti.


"Lihatlah, itu adalah gerbang kota kerajaan Chang An." ucap salah seorang jenius dari kerajaan Xuan.


Di depan sana, tampak begitu banyak jenius jenius muda yang sudah berkerumun di depan pintu gerbang kota kerajaan Chang' An. Lalu Chen Feng dan seluruh jenius dari kota kerajaan Xuan itu pun mendekati kerumunan tersebut.


Setelah itu Chen Feng melangkah mendekati salah seorang jenius muda dari kerajaan lain untuk bertanya kepada jenius muda itu.


"Maaf tuan. Jika boleh tahu, mengapa kita berkerumun di luar gerbang kota kerajaan Chang'An?" tanya Chen Feng.


"Kau berasala dari kerajaan mana?" tanya pria muda di hadapan Chen Feng itu.


"Saya berasal dari kerajaan Xuan di tepi barat laut."


"Oh dari sana rupanya kau berasal, kita semua berkerumun karena kita akan terlebih dahulu diverifikasi oleh panitia dari kota kerajaan Chang An." jawab pria muda itu.


Hingga tak lama berselang, muncullah beberapa orang yang keluar dari dalam gerbang kota kerajaan Chang' An. Lalu mereka pun meminta kepada perwakilan atau pengawal dari para jenius jenius muda yang ikut dalam kompetisi untuk menyerahkan token atau plat tanda nama dari kerajaan milik mereka masing-masing untuk diverifikasi.


Kemudian satu persatu perwakilan dari seluruh kerajaan pun maju kedepan. Lalu setelah token nama mereka selesai diverifikasi, mereka dan para kelompoknya barulah diizinkan masuk ke dalam kota kerajaan Chang' An.


Hingga pada akhirnya tibalah di mana Chen Feng untuk menunjukkan token nama yang telah diberikan oleh yang mulia raja dari kerajaan Xuan untuk diverifikasi oleh para perwakilan dari kota kerajaan Chang' An.


Lalu tak lama kemudian, token nama yang dipegang oleh Chen Feng pun telah berhasil diverifikasi oleh para utusan dari kerajaan Chang An. Setelah itu Chen Feng dan seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan pun masuk ke dalam kota kerajaan Chang An.


Di dalam kota kerajaan, telah berkumpul banyak orang orang dari seluruh penjuru benua barat, dan hal itu tentu saja membuat Chen Feng merasa terpesona.


"Inikah kota kerajaan Chang'An" gumam Chen Feng ketika melihat kota kerajaan Chang'An yang begitu amat sangat besar dan megah.


Kemudian Tuan Putri Xiao Xuan pun mendekati Chen Feng sambil berkata.


"Apakah tuan Chen baru pertama kali melihat kota kerajaan yang sebesar dan semegahi kota kerajaan Chang' An ini?" tanya tuan putri Xiao Xuan.


"Tuan putri Xiao Xuan, tuan putri tidak perlu memanggil hamba dengan sebutan Tuan. Karena tuan putri memiliki status yang lebih tinggi dari pada hamba. Jadi hamba rasa sangat tidak pantas jika tuan putri Xiao Xuan memanggil hamba dengan sebutan tuan. Akan lebih baik jika tuan putri Xiao Xuan memanggil hamba dengan nama hamba saja. Panggil saya Chen Feng." ujar Chen Feng kepada tuan putri.


"Hmmmmmmmmmm…, baiklah kalau begitu. Sekarang jawablah pertanyaanku sebelumnya Chen Feng?" tanya tuan putri Xiao Xuan terbatas bata ketika menyebutkan nama Chen Feng.


Lalu sambil mendengus dingin, Chen Feng pun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tuan putri.


"Benar sekali tuan putri, jika hamba baru sekali ini masuk dan melihat kota kerajaan yang sangat megah seperti ini tuan putri." jawab Chen Feng.


"Hmmmmmmmmmm….Tidak perlu sampai segitunya Chen Feng, saat ini kita berada jauh dari kerajaan Xuan, jadi anggap saja diriku ini adalah orang biasa tidak perlu ada sebuah pembatas diantara kita. Kau cukup panggil nama ku saja." titah tuan putri Xiao Xuan kepada Chen Feng.


Sambil manggut manggut mengerti, Chen Feng lalu menjawab.


"Baiklah Xuan, jika itu yang kau perintahkan." ucap Chen Feng tersenyum.


Mendengar Chen Feng memanggilnya dengan panggilan seperti itu, membuat wajah dari tuan putri Xiao Xuan berubah memerah. Begitu juga dengan jantungnya, yang menjadi berdebar kencang.


Chen Feng yang melihat perubahan raut wajah dari tuan putri Xiao Xuan pun menjadi bingung.


"Apakah panggilanku terlalu akrab tuan putri?" tanya Chen Feng sambil menundukkan kepalanya menatap wajah tuan putri.


Dengan terkejut Tuan Putri langsung menjawab.

__ADS_1


"Tidak, tidak Chen Feng, aku senang ketika kamu memanggilku seperti itu." jawab tuan putri terdengar terbata-bata.


Kemudian tuan putri Xuan pun melanjutkan pembicaraan mereka berdua, guna mencairkan suasana yang sempat menegang.


"Chen Feng, kalau aku boleh tahu dimana tempat kamu berasal? Apakah tempat kamu berasal sama seperti kota kerajaan Xuan milikku?" tanya tuan putri Xiao Xuan penasaran.


"Tentu tidak tuan putri, semua tempat di mana aku berasal hanyalah kota kecil l, lalu bagaimana bisa dibandingkan dengan kuota kerajaan Xuan milikmu? Bahkan di tempat aku tinggal itu hanya sedikit bangunan bangun megah di dalamnya, dan lebih banyak hutan dari pada bangunannya, akan tetapi tempat dimana aku berasal itu dapat membuat diriku merasa tenang bahkan sesekali dapat membuat ku merasa sedih, maka dari itu aku memutuskan untuk pergi meninggalkan kota kelahiranku itu dan pergi menuju ke kota kerajaan Xuan milik mu ini." jawab Chen Feng menjelaskan dengan nada lirih.


"Tunggu! Tapi mengapa kota tempatmu berasal dapat membuatmu merasa sedih? Bukankah itu adalah kota kelahiranmu sendiri? Lalu mengapa tempat kelahiranmu dapat membuatmu bersedih? Bukankah ditempat itu pasti ada orang-orang terkasih seperti kedua orang tuamu yang berada di sana?" tanya tuan putri Xiao Xuan penasaran.


Mendengar banyak pertanyaan yang dikatakan oleh tuan putri Xuan, membuat Chen Feng kembali teringat akan masa lalunya, ia terkenang akan hari harinya bersama kedua orang tuanya dahulu.


Sedangkan tuan putri Xioa Xuan yang melihat Chen Feng tidak menjawab pertanyaan darinya pun langsung berkata kembali.


"Jika kamu tidak ingin berbicara tentang hal itu, tidak apa-apa Chen, aku mengerti akan keadaanmu."


Kemudian Chen Feng pun tersadar dari lamunannya, ia lalu berkata kepada putri Xuan.


"Maaf tuan putri, bukannya saya tidak mau menjawabnya, tapi biarkanlah hal itu menjadi rahasia milikku yang akan aku pendam sendiri di dalam hatiku, aku tidak dapat mengatakannya kepada orang lain termasuk kepadamu tuan putri." jelas Chen Feng.


Setelah itu mereka berdua berjalan berdampingan sambil berbincang-bincang seputar kompetisi yang diadakan oleh kota kerajaan Chang An.


Banyak yang tuan putri bahas dan jelaskan kepada Chen Feng, tentang aturan dari kompetisi itu dan beberapa kerajaan menengah yang sulit untuk dihadapi, serta beberapa kerajaan utama yang menjadi langganan juara dari 10 besar pemenang kompetisi bela diri di kota kerajaan Chang An.


"Sepuluh besar dari kerajaan utama ini memiliki jenius jenius muda dengan kekuatan di ranah alam dewa tingkat keenam, dan dengan tingkat kekuatan mereka yang sangat mengerikan seperti itu, aku seakan melihat kekuatan yang telah kau lepaskan ketika melindungi kami dalam perjalanan kita menuju ke kota kerajaan Chang An, tapi kekuatanmu masih jauh melampaui mereka semua, dan aku yakin dengan kekuatan yang kau milikku, mungkin kita dapat menang banyak dalam kompetisi kali ini, walaupun para jenius jenius utama tidak pernah aku lihat kekuatan milik mereka, tapi aku yakin dengan kekuatan yang kamu punya pasti dapat menyaingi mereka semua." jelas tuan putri Xiao Xuan kepada Chen Feng.


"Tuan putri, anda terlalu menyanjung diriku ini, bagaimana bisa orang pinggiran sepertiku, dapat bersaing dengan para jenius jenius utama dari kerajaan utama yang berada di benua barat ini?" tanya Chen Feng sambil tersenyum lucu.


"Chen Feng, aku berharap banyak kepadamu, agar kamu dapat membawa nama kerajaan Xuan kita dapat dipandang tinggi oleh orang-orang dari kerajaan utama itu." pinta tuan putri Xiao Xuan.


"Tenang tuan putri, aku pasti akan berusaha keras, untuk membalas kebaikan dari yang mulia raja, karena dia telah memberikan status kepadaku untuk menjadi seorang kultivator dari Kerajaan Xuan, untuk itu aku pasti akan membawa Kerajaan Xuan agar dapat dipandang tinggi oleh orang-orang dari kerajaan utama, bahkan di benua barat ini." jawab Chen Feng dengan sangat yakin.


Hingga tak lams berselang, tiba-tiba saja mereka mendengar ada suara keributan yang tidak jauh dari tempat Chen Feng dan seluruh jenius jenius muda dari Kerajaan Xuan berjalan.


Dan asal keributan itu, berasal dari sebuah tempat berjualan, di mana ada seorang pedagang yang sedang mempertahankan barang dagangannya dari beberapa kelompok yang hendak merebut barang miliknya itu.


"Tuan, jika tuan ingin menghargai prasasti itu dengan harga sangat murah, maka aku akan mengalami kerugian yang besar." ucap pedagang itu kepada seorang pelanggan yang hendak mengambil barang dagangannya.


"Cih! Hanya prasasti usang saja, kau ingin menghargainya dengan 20 batu spiritual kelas menengah, apakah kau bercanda? Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini ya?" tanya salah seorang dari kelompok itu, yang kelihatannya dari baju yang dia kenakan dia adalah seorang prajurit dari sebuah kerajaan.


"Maaf tuan, maaf sekali lagi. Tapi ini adalah harga pas untuk prasasti yang ingin kau beli, karena prasasti ini bukankah prasasti biasa, jika tuan memiliki ranah alam dewa tingkat keenam, makan dengan prasasti ini tuan dapat melawan seorang kutivator yang berada di ranah alam dewa tingkat ke sembilan." jelas pedagang itu dengan nada bersungguh-sungguh.


"Bohong! Dasar pembohong kau ini. Bagaimana mungkin prasasti usang seperti ini, dapat menahan gempuran dan seorang kultivator di ranah alam dewa tingkat ke-9! Berani sekali kau berkata bohong seperti itu di depan pangeran dari Kerajaan Ling Yang" bantah prajurit itu dengan marah.


Seluruh orang-orang yang berada di sekitar mereka sedang bertikai pun menjadi terkejut


"Apa! Kerajaan Ling Yang! Bukankah itu salah satu dari tiga Kerajaan utama yang menduduki posisi tertinggi di benua barat ini?" gumam semua orang yang ada di sekitar mereka bertikai.


Begitu juga dengan penjual itu, yang sontak terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh prajurit tersebut. Lalu dengan cepat dia pun memohon ampun kepada prajurit itu.


"Tuan maafkan saya, maafkan atas kelancaran saya ini, tapi apa yang saya katakan bukanlah kebohongan tuan. Dan harga yang saya berikan itu adalah harga yang sesungguhnya." ucap pedagang itu memohon kepada sosok yang berada di tengah yang sedang duduk dan tengah menikmati minuman di gelasnya.


Lalu prajurit itu pun langsung menendang pedagang itu hingga membuat pedagang itu tersungkur menabrak meja dagangannya.

__ADS_1


"Berani sekali kau menyentuh pakaian dari pangeranku! Apakah kau mau mati!" teriak rajurit itu dan langsung mencabut pedang yang ada di pinggangnya dan langsung melangkah ke arah pedagang itu.


Namun ketika prajurit itu hendak mendekati pedagang itu, tiba-tiba sosok pangeran Zhou itu pun berkata.


"Hentikan!"


Dan langsung saja, prajurit itu pun menghentikan langkahnya yang hendak menyerang menggunakan pedangnya.


Kemudian sosok pangeran itu pun berdiri sambil melemparkan satu buah batu spiritual kelas rendah ke depan pedagang itu, lalu pangeran Zhou itu pun berkata sombong.


"Itu adalah harga yang cocok untuk prasasti usang yang kau jual itu." ucapnya sambil hendak mengambil batu prasasti yang berada di meja pedagang tersebut.


Tapi sebelum pangeran Zhou berhasil mengambil batu prasasti itu, tiba-tiba terdengar suara yang berkata kepada paman pedagang dengan nada keras.


"Aku akan mengambil batu prasasti itu dengan bayaran 20 buah batu spiritual kelas menengah seperti yang kau ucapkan sebelumnya." ucap sosok itu yang tidak lain adalah Chen Feng.


Mendengar ucapan dari Chen Feng, pedagang itu menjadi senang.


"Terimakasih tuan, terimakasih!"


Sedangkan para prajurit langsung berteriak emosi.


"Lancang kau bocah! Berani sekali kau mencuri barang yang sudah menjadi milik pangeran Zhou kami!" seru prajurit itu menatap tajam.


"Milik pangeran Zhaou? Sejak kapan? Bahkan paman pedagang ini pun belum menyetujui harga yang kalian berikan.Kalian semua orang orang dari Kerajaan Ling Yan apa yang bahkan tidak memiliki uang sama sekali, bahkan membayar barang seperti itu, dengan harga 20 batu spiritual kelas menengah saja kalian tidak mampu bukan? Apakah kerajaan Ling Yang tidak memiliki harta sama sekali? Sehingga harus membawakan uang jajan untuk seorang pangeran dengan batu spiritual kelas rendah seperti ini." jawab Chen Feng sambil menyindir mereka semua.


Setelah itu Chen Feng pun hendak mengambil batu spiritual kelas rendah yang telah dilemparkan oleh sosok pangeran Zhaou sebelumnya.


"Cari mati kau bocah!" teriak prajurit itu langsung melesat hendak menyerang Chen Feng.


Namun tiba-tiba saja, muncul dua buah tangan dari ruang kekosongan dan langsung mencekik leher dari prajurit itu hingga tewas, sosok dari dua tangan itu tak lain adalah Fan Mouji dan fan Kiyoung .


Sementara satu sosok merobek ruang


kekosongan dan langsung mengambil prasasti dari atas meja pedagang dan kembali masuk ke dalam ruang kekosongan itu lagi.


Hingga tak lama kemudian, sosok itu muncul tiba-tiba di hadapan Chen Feng, dan sosok itu adalah Fan Hai.


"Tuan ini barang milik anda." ujar Fan Hai sambil menyerahkan batu prasasti itu kepada Chen Feng.


Lalu Chen Feng pun mengambil batu prasasti dari tangan Fan Hai, Chen Feng yang sedari awal merasakan debaran dengan batu prasasti yang dia pegang, ia menyadari ada sesuatu yang aneh dengan batu prasasti tersebut.


Lalu setelah itu dia pun berkata kepada penjual.


"Paman pedagang, karena aku telah membayar batu prasasti ini, dengan harga yang telah kau berikan, maka batu prasasti ini sudah menjadi milikku bukan?" tanya Chen Feng kepada pedagang itu.


"Iya benar tuan. Itu adalah batu prasasti milik tuan muda," jawab paman pedagang dengan sedikit takut dan juga kesenangan.


Assalamu'alaikum semuanya, untuk penggemar novel ini, terimakasih banyak ya karena kalian selalu hadir disetiap bab nya,


oya author ada novel baru ne, bergenre fantasi urban, yang menceritakan tentang perjalanan pria buta yang genius. Ceritanya gak kalah seru kok kak, langsung mampir ya kak, terimakasih kakak 🙏🥰


__ADS_1


__ADS_2