Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Su Yan Kembali Muncul


__ADS_3

Kemudian Chen Feng muncul kembali di atas langit kerajaan Xuan sambil memperhatikan daerah di wilayah itu.


"Kelihatannya kerajaan Xuan akan hidup dengan kedamaian." gumam Chen Feng tersenyum, setelah itu membuka kembali lubang hitam teleportasi dan masuk ke dalam lubang hitam teleportasi tersebut.


Hingga tak lama berselang, Chen Feng muncul di kerajaan Chang An melalui lubang hitam teleportasi yang dijaga oleh tiga boneka iblis.


Lalu Chen Feng menarik kembali teknik lubang hitam teleportasi miliknya.


"Kelihatannya perjalananku menuju ke benua menengah akan mendapatkan banyak rintangan." ucap Chen Feng.


Chen Feng yang terdiam, tiba-tiba saja teringat oleh Su Yan yang tidak lain adalah komandan iblis Fan Ji Hoo yang berasal dari klan iblis darah dan telah berhasil ia kalahkan ketika berada di alam bawah.


Setelah itu Chen Feng menjadikan dia sebagai boneka iblis yang memiliki kekuatan sangat besar melebihi kekuatan dari seluruh anggota kelompok miliknya.


"Ya. Kenapa aku tidak mengingat Su Yan. Dia pasti bisa membantuku." gumam Chen Feng tersenyum dan langsung memanggil Su Yan.


"Hamba menghadap tuan." sapa Su Yan menunduk hormat.


"Tuan Apakah ada perintah sehingga Tuan memanggil hamba?" tanya Su Yan kepada Chen Feng.


"Iya, aku memiliki perintah untukmu Su Yan. Namun pertama-tama. Mari kita ubah tampilanmu terlebih dahulu." jawab Chen Feng merentangkan tangan kanannya keatas hingga keluar sebuah cahaya merah darah yang menyelimuti tubuh dari suyan.


Tak lama kemudian, cahaya merah darah itu pun memudar dan menampakkan sosok dari Su Yan yang berubah menjadi pria gagah perkasa yang memiliki tubuh kekar.


"Mulai saat ini, tampilanmu telah berubah Su Yan." ucap Chen Feng.


"Terima kasih atas anugerah yang telah kau berikan kepada saya tuan." ucap Su Yan sambil memberikan hormat kepada tuannya.


Kemudian Chen Feng menarik tiga boneka iblis untuk masuk ke dalam cakram spiritual miliknya, lalu Chen Feng berkata kepada Su Yan.


"Mari kita kembali ke tempat saudara-saudara yang lain."


Su Yan yang mendengar ajakan dari tuannya hanya terdiam lalu mengikuti Chen Feng yang telah melangkah berjalan terlebih dahulu.


Selang beberapa saat, Chen Feng dan Su Yan telah tiba di halaman yang berada tepat di belakang kota kerajaan Chang An.

__ADS_1


"Kelihatannya tempat ini cocok untuk memulai perjalanan kita pergi ke benua menengah. Kalau begitu lebih baik kau menunggu di tempat ini saja, tidak perlu kembali ke tempat saudara-saudara yang lain." titah Chen Feng


"Baik Tuan, jika itu kemauan tuan maka bawahan hanya bisa mengikuti." jawab Su Yan dengan tegas.


***


Malam pun telah berganti menjadi pagi, matahari mulai menampakkan sinar hangatnya. Raja Chen Feng beserta para bawahannya telah menuju ke tempat peristirahatan dari Chen Feng.


Dan setibanya di depan ruangan tempat Chen Feng beristirahat, yang mulia raja Chang An mengetuk pintu dari ruangan tersebut. Lalu 4 komandan iblis pun keluar dari dalam ruangan.


"Saudaraku! Di manakah nak Chen Feng? Apakah dia sudah bangun dari tidurnya?" tanya yang mulia raja Chang Yan.


"Maaf yang mulia. Tuanku belum kembali dari urusannya." jawab komandan iblis Fan Mo.


"Urusan! Memangnya ada urusan apa? Dan pergi ke mana nak Chen Feng? Bukankah ia berencana hendak menuju ke benua tengah pagi ini juga!" seru yang mulia raja Chang Yan.


"Saya tidak mengetahui apa yang menjadi urusan dari Tuan ataupun tujuan dari Tuan, karena Tuan tidak berkata apapun ketika ia pergi yang mulia." jawab komandan iblis Fan Mo menjelaskan.


Mendengar perkataan dari komandan iblis Fan Mo, membuat yang mulia raja terdiam karena tidak mempunyai apapun untuk dikatakan.


Kemudian di saat mereka semua sedang terdiam, tiba-tiba Chen Feng dengan kekuatan jiwanya memanggil seluruh anggota kelompoknya untuk pergi menemui dirinya di tempat yang telah Chen Feng duduki.


"Kalau begitu, mari saudaraku kita harus segera pergi menemui nak Chen Feng." ajak yang mulia raja dari kerajaan Chang An itu.


Lalu mereka semua pun pergi melesat ke tempat Chen Feng berada. Hingga tak lama berselang, akhirnya mereka pun tiba di tempat Chen Feng.


Chen Feng yang melihat kehadiran seluruh anggota kelompoknya bersama kelompok dari yang mulia raja Chang Yan, langsung menyambut kedatangan mereka.


"Maaf yang mulia, jika aku terlalu merepotkan yang mulia." ucap Chen Feng tak enak.


"Tidak tidak nak, ini tidak merepotkan. Akan tetapi mengapa kau berada di tempat ini nak Chen Feng? Atau jangan-jangan kau memiliki niat untuk pergi ke benua menengah dari tempat ini? Kelihatannya kepergianmu tidak ingin diketahui oleh orang banyak ya." tebak yang mulia raja Chang Yan.


"Pemikiran yang mulia benar-benar hebat! Dapat mengerti akan apa yang aku rencanakan. Benar sekali tebakan yang mulia, jika aku tidak ingin kepergianku ke benua menengah diketahui oleh orang banyak, akan lebih baik jika pergi dengan sembunyi-sembunyi seperti ini yang mulia." ucap Chen Feng menjelaskan.


"Baiklah, baiklah jika memang itu keinginanmu. Aku tidak bisa menahannya lagi." kata yang mulia raja Chang Yan.

__ADS_1


"Kalau begitu apakah yang mulia raja telah menyiapkan keperluan untuk keberangkatan kami ke benua menengah?" tanya Chen Feng.


"Tentu sudah nak Chen Feng."


Lalu yang mulia raja Chang Yan memanggil Chang Ma.


"Apakah semua telah kau persiapkan dengan baik Chang Ma?" tanya raja Chang Yan.


"Semuanya telah selesai disiapkan di cincin penyimpanan ruang ini yang mulia, dan segala keperluan telah tersedia di dalam cincin penyimpanan ini." jawab Chang Ma.


"Bagus kalau begitu saudara Chang Ma. Baiklah karena semuanya telah siap, mari kita berangkat sekarang juga." ajak Chen Feng tampak bersemangat


"Nak Chen Feng! Berhati-hatilah, di perjalanan akan banyak hambatan ataupun penjahat yang akan menghadangmu ketika kau menuju ke benua menengah." kata yang mulia raja Chang Yan mengingatkan


"Terima kasih yang mulia, karena telah mengingatkanku. Yang mulia jangan khawatir, kami semua akan berhati-hati di dalam perjalanan." jawab Chen Feng meyakinkan.


Kemudian ketika semuanya sedang berbincang-bincang, Su Yan pun datang menghampiri mereka, yang membuat seluruh anggota kerajaan Chang An serta yang mulia raja Chang Yan menjadi terkejut akan aura ganas yang keluar dari dalam tubuh dari sosok yang mereka tidak kenali itu.


"Siapa itu? Mengapa auranya sangat mengerikan? Setidaknya ia merupakan kultivar dari alam dewa tingkat kesembilan puncak, atau bahkan lebih. Lalu bagaimana bisa kekuatan sebesar itu muncul di benua barat ini? Atau jangan-jangan orang ini sengaja ingin membuat keributan." gumam raja Chang Yan berpikir.


Akan tetapi keterkejutan di antara anggota kerajaan tidak berarti bagi anggota kelompok Chen Feng, mereka yang melihat kehadiran dari sosok Su Yan langsung menghampirinya serta memeluknya.


"Saudara Su Yan. Sudah lama kita tidak bertemu. Apakah Tuan baru saja melepaskanmu dari hukuman di dalam cakram spiritual?" goda Fan Mo uji tersenyum.


"Ya benar itu saudara Su Yan, yang dikatakan oleh saudara Fan Mouji, sudah lama tidak bertemu aura kekuatanmu semakin meroket naik. Kami sangat iri melihat kemajuan kultivasi milikmu." puji komandan iblis Dixin sambil tertawa puas.


"Para saudara-saudara terlalu memuji diriku ini, aku pun tidak menyangka bahwa basis kultivasi milik kalian yang sekarang ini sangatlah besar, padahal baru beberapa tahun kita tidak bertemu, tetapi basis kultivasi milik kalian telah menjadi sebesar ini, bukankah seharusnya aku yang terkejut." balas Su Yan menggoda mereka.


"Hahaa....! Kau bisa saja saudara ku, kami benar-benar merindukan mu saudara Su Yan." ucap pangeran Hua Ling.


"Begitu juga dengan diriku, aku juga sangat merindukan kebersamaan dengan kalian. Sudah lama aku tidak bertarung bergandengan tangan bersama-sama dengan saudara-saudara sekalian." jawab Su Yan sambil tertawa keras.


"Benar saudara Su Yan, di masa depan kita pasti memiliki kesempatan untuk bertarung bersama lagi." timpal Fan Mouji.


"Sudah sudah, ini waktunya kita berangkat, kita telah banyak menghabiskan waktu. Saudara Chang Ma! Mari kita pergi. Dan Yang mulia raja aku pamit pergi." izin Chen Feng langsung melesat naik ke udara.

__ADS_1


Mendengar ajakan dari Chen Feng, Chang Ma pun memberikan hormat kepada yang mulia raja Chang Yan, dan langsung ikut melesat mengikuti Chen Feng.


Melihat tuannya telah pergi melesat ke atas udara, seluruh anggota kelompok Chen Feng mohon pamit kepada yang mulia raja Chang Yan, dan langsung melesat pergi menyusul Chen Feng yang telah terlebih dahulu pergi bersama Chang Ma.


__ADS_2