
"Huff..! Akhirnya aku dapat mempelajari formasi pembalik ruang ini dengan sempurna." ujar Chen Feng yang merasa puas atas pencapaiannya.
Setelah itu Chen Feng pun kembali meneruskan perjalanannya, sampai akhirnya dia berhasil memasuki daerah bagian depan dari tanah terlarang penjara dewa kuno itu. Tampak di depan pintu masuk ada sebuah patung berbentuk hewan, dan Chen Feng pun memperhatikan patung itu.
"Kelihatannya itu adalah patung penjaga dari penjara ini." gumam Chen Feng.
Tidak banyak berpikir, Chen Feng langsung melangkahkan kakinya hendak masuk kedalam bagian depan dari penjara dewa kuno itu. Namun ketika ia melangkahkan kaki kanannya, tiba tiba ada sebuah suara yang menghentikan langkahnya tersebut.
"Berhenti kau manusia! Enyahlah dari tempat ini. Jika kau ingin nyawamu tetap melekat pada tubuhmu! Bisa melangkah sampai sejauh ini, kau sudah cukup beruntung sebagai seorang manusia. Namun jika kau melangkah lebih jauh dari ini, maka akan dapat dipastikan nyawamu akan lepas dari tubuhmu." ancam suara itu kepada Chen Feng.
Chen Feng mengetahui kalau suara itu berasal dari dua patung binatang yang berada di depan pintu masuk, bagian depan dari penjara dewa kuno itu. Dan mendapatkan ancaman seperti itu, Chen Feng pun tidak melangkah pergi atau pun melangkah masuk, akan tetapi Chen Feng malah mengambil pedangnya yang ia simpan di dalam cincin ruang dan waktu. Setelah itu Chen Feng langsung menebas kepala dari patung hewan yang berada di depan pintu masuk itu.
"Terlalu banyak omong kau patung." ujar Chen Feng sambil melangkah berjalan masuk ke dalam bagian depan dari penjara Dewa kuno itu.
"Dasar bocah kurang ajar!" teriak patung binatang yang telah dipenggal kepalanya oleh Chen Feng.
Hingga tak lama kemudian, patung itu mengeluarkan sebuah energi spiritual yang membumbung keluar dari dalam patung itu dan membentuk sebuah sosok hewan legendaris yaitu sesosok harimau api surgawi.
"Bocah! Kelihatannya memang kau tidak akan mengerti jika hanya mengandalkan kata-kata. Dan kau memang perlu diberikan pelajaran menggunakan kekerasan." teriak sosok energi dari binatang harimau api surgawi itu.
Centong pun kembali tidak banyak berbicara, dan langsung melesat seperti kilat untuk muncul di hadapan sosok dari harimau api surgawi itu, dan kembali menebas leher dari harimau api surgawi tersebut. Setelah itu Chen Feng mencengkram kepala dari harimau itu dan langsung mengambil sebuah mutiara yang berada di dalam kepala dari harimau api surgawi tersebut.
"Arrrggghhh..! Kau bocah? Mengapa kau mengetahui ada mutiara api di dalam kepalaku? Dan mengapa sekali lagi kau dapat menebas kepalaku hanya dengan sekali tebasan. Siapa kau sebenarnya?" tanya suara itu merasa heran.
"Kau benar-benar hewan rendahan tidak layak mengetahui siapa aku ini." jawab Chen Feng sambil meremas kepala dari hewan harimau api surgawi itu hingga menjadi ketiadaan.
__ADS_1
"Padahal aku tidak ingin melakukan kekerasan seperti ini, Tetapi mengapa kalian mempersulitku? Padahal aku hanya ingin berjalan mencari gerbang langit dan tidak akan mengganggu kalian! Akan tetapi jika kalian terus menggangguku, percayalah aku akan memusnahkan kalian sampai tidak tersisa sedikitpun. Kalau kalian tidak percaya kalian bisa menyerangku secara bersamaan."teriak Chen Feng sambil berteriak dengan keras, beharap agar ancamannya didengar oleh makhluk-makhluk penjaga penjara Dewa kuno itu.
Lalu setelah selesai Chen Feng memberikan ancamannya, area di sekitar Chen Feng pun terasa bergetar hebat, seakan-akan merespon tantangan yang diucapkan oleh Chen Feng.
Kemudian tiba tiba saja, serangan bertubi-tubi dengan niat membunuh yang sangat terasa menyerang Chen Feng dengan sangat membabi buta. Namun Chen Feng yang melihat serangan itu hendak jatuh menimpa kepadanya, ia tidak melakukan hal apapun. Chen Feng hanya terlihat diam. Hingga tak lama kemudian
BOUMMMMMMMM….
Akhirnya serangan yang membabi buta itu pun langsung menghantam Chen Feng, getaran yang hebat dari suara ledakan itu sampai mengakibatkan areal di sekitar itu menjadi hancur porak poranda, akibat terkena riak-riak energi yang sangat dahsyat.
"Hahaha..! Dasar bocah sombong! Baru memiliki kekuatan seujung kuku saja sudah mengira kekuatannya setara dengan Kaisar langit. suatu hal yang sangat memalukan! Bahkan hanya dengan serangan kecil yang seperti itu sudah langsung mati. Mana kesombonganmu yang tadi? Mengapa hanya omonganmu yang besar tetapi kekuatanmu hanya sebatas itu!" teriak sosok suara yang begitu banyak terdengar di dalam penjara Dewa kuno tersebut.
Namun ketika kabut debu yang menyelimuti areal tempat Chen Feng berada telah tampak menghilang. Alangkah terkejutnya suara-suara itu karena tempat di mana Chen Feng berada tidak hancur sedikit pun, bahkan Chen Feng tidak terluka sama sekali.
"Hahaha….!Hanya kekuatan yang lemah seperti ini bisa menjaga penjara Dewa kuno ini? Sungguh sangat menggelikan. Bahkan kekuatan kalian seperti anak kecil yang sedang berlatih tingkatan dasar." ujar Chen Feng menyunggingkan senyum mengejek.
Tak lama kemudian Chen Feng pun merasakan ada sebuah kekuatan spiritual yang sangat besar sedang mengumpul menjadi satu.
"Kekuatan seperti itu mungkin sangat hebat bagi kalian. Tapi bagiku itu hanya sebuah hal yang menggelikan." ucap Chen Feng sambil mengeluarkan niat pedang membunuh yang mengerikan dan langsung dia arahkan serangan niat pedang pembunuh itu mengarah kesetiap tempat di mana asal suara itu berada, dan selanjutnya.
BOOOOMMMM
Serangan yang Chen Feng layangkan berhasil mengenai telak ke arah asal dari suara-suara itu.
"Arghhhhh….! Kau bocah! Aku pastikan hidupmu akan berantakan, karena kau sudah melakukan hal ini kepada kami. Para dewa akan mengincarmu dan seluruh keluargamu, terutama orang-orang yang kau sayang akan mati karena perbuatanmu kepada kami." ancam suara-suara itu dengan lirih.
__ADS_1
"Apakah kalian mengancam ku? Ketahuilah bahwa aku bukanlah orang yang dapat kalian ancam." jawab Chen Feng tanpa takut sedikitpun.
Lalu dengan ganasnya Chen Feng mengeluarkan kekuatan spiritualnya yang hampir menginjak ke tingkat alam Dewa namun kekuatannya itu seperti sudah berada di ranah alam Dewa tingkat Puncak.
"Apa ini? Mengapa bocah itu memiliki kekuatan spiritual sekuat ini? Padahal dia masih dalam tingkat di ranah alam suci Tapi mengapa kekuatannya sudah berada di tingkat alam Dewa!" gumam mereka merasa heran.
"Bocah! Apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa tujuanmu yang sebenarnya? Jika kau berani berbuat macam-macam kau akan mendapat hukuman dari para dewa di langit sana. Apakah kau mengerti bocah sialan?" tanya suara-suara itu dengan nada yang keras.
Namun bukannya malah merasa takut. Chen Feng dia langsung meningkatkan kekuatan spiritualnya dan ditambah dengan kekuatan jiwa miliknya hendak menyerang asal suara itu.
"Hei kalian! Aku Chen Feng. Dalam hidupku ini aku paling benci di ancam apalagi kalian mengancamku dengan menggunakan keluargaku. Aku sangat membenci hal itu." kata Chen Feng dengan emosi yang sangat besar.
"Jika kau tidak ingin itu terjadi, maka jangan berbuat apa yang hendak kau lakukan. Ingatlah bocah ini bukanlah ancaman! Ini adalah hal yang benar." ucap kembali suara itu.
Tapi Chen Feng tidak menghiraukan ucapan dari suara-suara itu. Akan tetapi dengan kekuatan yang sangat besar yang ia miliki, Chen Feng langsung menghancurkan semua tempat di bagian depan dari penjara Dewa kuno itu.
Dan seketika saja! Serangan Chen Feng menghantam setiap bangunan-bangunan yang berada pada bagian depan dari penjara Dewa kuno itu.
Bommmmm…bommmmm…bommmmm.
Terjadi ledakan dikarenakan kekuatan spiritual milik Chen Feng menghantam bangunan-bangunan itu.
"Bocah sialan! Perbuatanmu ini akan mendapatkan hukuman dari dewa dari alam atas sana. Percayalah kata-kata kami ini! Cepat atau lambat kau pasti akan menerima hukuman itu." ucap suara-suara itu dengan lantang dan kemudian menghilang dalam sekejap.
"Berani mengancamku? Di masa depan bukan hanya kalian saja. Bahkan Dewa tertinggi pun akan aku bunuh jika berani mengancam keluargaku." ucap Chen Feng sambil menatap reruntuhan bangunan-bangunan yang berada di bagian depan dari penjara Dewa kuno itu.
__ADS_1
Lantas ketika kabut debu yang terjadi akibat hancurnya bangunan bangunan itu telah berangsur-angsur menghilang. Chen Feng pun melanjutkan kembali perjalanannya untuk mencari keberadaan dari gerbang langit. Dengan teliti Chen Feng melihat semua yang ada di sekelilingnya. Aura aura dari tempat itu telah berangsur-angsur positif, kemungkinan akibat serangan yang dilancarkan oleh Chen Feng sebelumnya.
"Mengapa semua bangunan-bangunan di sini terlihat sama? Kurang ajar! Sangat membosankan jika terus-terusan seperti ini." gumam Chen Feng merasa kesal.