Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Bertempur Melawan Ular Raksasa


__ADS_3

Setelah terluka karena terkena pedang milik Ji Ru Yu, ternyata ular raksasa tersebut menjadi lebih ganas. Ia pun mengeluarkan suara raungan yang amat keras yang dapat menggetarkan seluruh kekuatan spiritual milik makhluk-makhluk di sekitar nya.


"Tidak ku sangka ular tersebut memiliki kekuatan seperti itu. Tampaknya dari tekanan aura yang dikeluarkan oleh ular itu, dia berada atau sejajar dengan ranah alam dewa tingkat ke-9 puncak." ucap tetua yang merupakan wakil dari ketua kelompok keluarga Ji itu, sambil bersiap siaga untuk menghadapi ular raksasa tersebut.


"Benar yang kau ucapkan saudaraku, kekuatan ular itu tidak dapat kita anggap remeh. Bahkan dari aura tekanannya kelihatannya ular tersebut telah hidup cukup lama di hutan ini , aura yang terpancar dari seluruh tubuhnya merupakan aura Yin dan yan, yang merupakan teknik penghisap kekuatan yang sangat mengerikan. Dengan ranah yang ia miliki saat ini, tentu nona bukanlah lawan yang cocok untuknya. Bahkan bukan hanya nona saja, seluruh pengawal yang kita bawa pun bukanlah tandingan dari ular-ular itu." jelas tetua yang menjadi ketua kelompok dan yang memimpin seluruh keluarga Ji dalam memasuki tanah terlarang Xing Tian itu.


"Lantas apa yang harus kita lakukan selanjutnya tetua?" tanya wakil pemimpin itu.


"Tentu kita harus menolong nona bagaimanapun caranya, jika keadaan sudah mulai tidak menguntungkan bagi kita, maka sebaiknya kita harus segera pergi dari tempat ini." jawab tetua itu.


Sementara Chen Feng yang sedang bersembunyi di balik pepohonan melihat ke arah di mana ular-ular berukuran raksasa itu sedang menyerang seorang wanita muda dari keluarga Ji itu.


"Ternyata ular ular itu mempunyai kekuatan yin dan Yan. Kelihatannya ular-ular itu sangat bermanfaat bagi kultivasi milikku. Jika aku dapat menghisap kekuatan yin dan Yan milik ular-ular itu, maka kekuatan milikku akan bertambah besar. Benar aku harus menghabisi ular-ular itu, kemudian memurnikan teknik yin dan yan milik mereka." gumam Chen Feng di dalam hatinya.


Lalu di tempat di mana ular raksasa dan keluarga Ji itu berada, pertempuran demi pertempuran terus terjadi, para praktisi-praktisi dari keluarga Ji pun silih berganti menggunakan kekuatannya untuk menghalangi ular raksasa itu bersama para bawahnya.


Namun tidak disangka, jika ular-ular itu terus berdatangan, dikarenakan raungan dari ular raksasa yang kemungkinan ular raksasa tersebut adalah pemimpin dari rombongan ular-ular tersebut.


"Tetua gawat..! Pasukan ular raksasa itu terus berdatangan. Jika sudah begini akan terlalu bahaya untuk keselamatan dari nona besar."


"Benar itu tertua, keselamatan dari Nona besar harus kita utamakan. Jika sampai terjadi sesuatu hal yang membahayakan nyawa dari nona besar, maka kita semua akan berada dalam bahaya. Patriak muda serta tuan muda kedua akan marah besar kepada kita." ucap seluruh pengawal dari keluarga Ji itu.


"Ayo merapat kepada nona besar." perintah ketua yang menjadi pemimpin dari kelompok keluarga Ji itu.


Lalu mereka semua melesat mendekat ke tempat di mana nona besar dari keluarga Ji berada.

__ADS_1


"Nona bagaimana keadaan nona?" tanya tetua itu.


"Paman...! Aku tidak apa-apa, hanya saja kekuatan spiritual milikku sudah jauh berkurang akibat bertempur melawan ular raksasa itu. Lalu bagaimana dengan keadaan kalian semua?" tanya nona besar dari keluarga Ji itu yang bernama Ji Ru Yu.


"Kami semua baik-baik saja nona. Tidak perlu mengkhawatirkan keadaan kami, yang terpenting adalah keselamatan dari nona besar. Akan sangat berbahaya jika para pasukan ular-ular itu ikut bertarung melawan kita semua. Oleh sebab itu kami akan menyusun rencana agar nona besar dapat pergi dari kepungan ular-ular ini." jawab tetua itu.


"Kalian semua....! cepat pasang dinding pelindung untuk menghalangi seluruh serangan-serangan yang dilancarkan oleh ular raksasa itu, beserta pasukannya. " perintah wakil tetua dari rombongan keluarga Ji itu.


Mendapat perintah dari pemimpin mereka, pengawal pengawal dari keluarga Ji pun langsung memasang segel di tangannya dan membuat dinding pelindung untuk melindungi Nona besar dari keluarga mereka.


Mengetahui hal itu. Ular raksasa yang berjarak beberapa jauh dari kelompok keluarga Ji itu menjadi bertambah beringas, karena anggota keluarga Ji membuat dinding pelindung untuk melindungi mereka.


Dan detik kemudian, langsung saja ular raksasa itu pun melesat ke arah kerumunan dari keluarga Ji itu, sambil menabrakkan kepalanya serta ekornya ke arah dinding pelindung yang dibuat oleh pengawal-pengawal dari keluarga Ji.


Lalu ular itu pun terus-menerus mencoba menghancurkan dinding pelindung yang dibuat oleh para pengawal pengawal dari keluarga Ji. Sementara itu tetua yang merupakan praktisi paling kuat yang berada di kelompok keluarga Ji pun keluar dari dalam dinding pelindung yang melindungi mereka semua.


Melihat apa yang dilakukan oleh pamannya, Nona besar Ji Ru Yu pun berusaha ingin membantu tetua.


"Paman...! Aku akan ikut membantumu." ucap Ji Ru Yu,


Namun tindakannya itu dihentikan oleh wakil dari ketua yang pergi melesat menyerang ular rasaksa itu.


"Nona besar...! Jangan pergi, itu adalah keputusan yang diambil oleh ketua agar Nona besar dapat selamat dari kepungan ular-ular ini." ucap wakil ketua itu.


"Benar nona, nyawa kami tidaklah berharga dibandingkan dengan nyawa dari Nona sendiri, jika sampai terjadi sesuatu hal kepada Nona, maka kami semua akan mendapatkan masalah yang besar dari Patriak muda serta tuan muda kedua." ucap seorang pengawal yang sedang memperkuat dinding pelindung yang melindungi mereka semua.

__ADS_1


"Tidak....! Bagaimana mungkin aku dapat meninggalkan kalian semua? Kalian juga adalah anggota dari keluarga Ji, lalu bagaimana mungkin aku bertindak kejam kepada kalian dengan meninggalkan kalian dalam pertempuran ini." tolak Nona besar dari keluarga Ji itu.


"Nona besar...! Kami mohon dengarkanlah perkataan kami semua, agar Nona dapat pergi meninggalkan tempat ini. Nona besar adalah pilar utama yang akan membuat keluarga kita semakin kuat di masa depan, kami semua rela berkorban jiwa ataupun nyawa kami demi nona, jadi tolong jangan sia siakan pengorbanan kami ini nona besar." jelas seluruh pengawal dari keluarga Ji itu.


Lalu wakil ketua itu pun keluar dari dalam dinding pelindung untuk menyerang pasukan pasukan ular raksasa yang ada dihadapannya agar terbukanya jalan untuk Nona besar dari keluarga Ji yang bernama Ji Ru Yu itu dapat pergi dengan bebas dari kepungan pasukan pasukan ular ular raksasa itu.


Dan selang beberapa waktu, akhirnya wakil dari ketua yang merupakan pemimpin dari rombongan keluarga Ji pun berhasil membukakan jalan agar Nona besar dari keluarga Ji itu dapat pergi dengan leluasa, dari para kepungan kepungan ular-ular tersebut.


"Nona..n Nona besar cepat, cepatlah pergi dari tempat ini!" seru wakil tetua itu.


"Benar Nonax cepat cepatlah pergi, kami sudah tidak dapat bertahan lama untuk menahan setiap gempuran dari pasukan ular-ular itu. Tidak akan lama lagi benteng pertahanan milik kita akan dijebol oleh pasukan ular-ular itu. Cepatlah Nona pergi dari tempat ini." pinta seluruh pengawal pengawal dari keluarga Ji itu.


Mendengar permintaan mereka, lalu Ji Ru Yu pun keluar dari dalam dinding perlindungan dan melesat ke arah wakil ketua yang telah membukakan jalan untuknya agar dapat berlari dari tempat itu dengan leluasa.


Melihat nona besar mereka sudah bergerak keluar, seluruh anggota keluarga yang ada di tempat pengepungan yang dilakukan oleh pasukan-pasukan ular raksasa itu pun menjadi lega dan akhirnya melepaskan teknik benteng perlindungan milik mereka dan bersiap untuk bertarung habis-habisan dengan pasukan-pasukan ular raksasa itu.


"Akhirnya Nona dapat selamat, selanjutnya agar pasukan-pasukan ular raksasa itu tidak mengejar Nona, maka kita harus menahan dan bertarung dengan pasukan-pasukan ular raksasa itu, meskipun kita harus kehilangan nyawa kita." ucap wakil tetua dari rombongan keluarga Ji sambil berteriak lantang.


Para pengawal pengawal dari keluarga Ji yang mendengar teriakan dari wakil tetua mereka pun akhirnya bersemangat dengan berteriak keras.


"Baik-baik. Mari kita bertarung sampai titik darah penghabisan dengan ular-ular sialan ini." ucap seluruh pengawal dari keluarga Ji langsung melesat dengan pedang di tangannya dan menyerang ke arah pasukan-pasukan ular raksasa itu.


Pertarungan di antara dua kelompok pun tidak dapat terhindarkan lagi, lesatan pedang hingga aura-aura dari teknik pedang para pengawal dari keluarga Ji pun langsung menuju ke arah pasukan-pasukan ular raksasa tersebut.


Tidak ada rasa takut dari para pasukan-pasukan ular raksasa itu, lalu ular ular raksasa itu pun melesat dan bertabrakan dengan aura aura dari serangan kekuatan spiritual yang dilesatkan oleh para pengawal pengawal dari keluarga Ji.

__ADS_1


Namun sangat disayangkan pertarungan itu tidak menguntungkan bagi para pengawal pengawal dari keluarga Ji yang memang mereka telah kehabisan kekuatan spiritual milik mereka demi membuat dinding pelindung agar Nona besar mereka dapat selamat dari gempuran serangan-serangan yang dilancarkan oleh ular raksasa itu, tapi mereka tetap berusaha terus melawan keganasan dari ular ular raksasa yang menyerang kearah mereka.


__ADS_2