
"Kau........! "
Teriak mereka secara bersamaan, dengan wajah yang tercengang tidak percaya,
"Chen Feng, apakah kau Chen Feng? " tanya yang mulia raja terkejut
Chen Feng yang mendengar pertanyaan dari yang mulia raja pun langsung meletakkan kedua lutut nya di atas tanah dan berkata
"Ayah mertua, Chen Feng menghadap
"Bangkit lah chen Feng, " perintah yang mulia raja dengan bahagia..
Begitu juga dengan ketiga pangeran yang merasa senang karena salah satu keluarga mereka sudah kembali pulang,
Hingga tak lama kemudian, para tetua kerajaan dan juga yang lain nya sudah berkumpul tepat di belakang yang mulia raja dan juga ketiga pangeran, mereka yang melihat kearah Chen Feng pun langsung riuh merasa terkejut
"Itu Chen Feng, iya benar, itu adalah Chen Feng" ucap mereka tak percaya sekaligus bahwa karena Chen Feng kini sudah kembali
"Chen Feng kenapa kau masih berlutut seperti itu, ayo bangkit lah, ayah sudah memerintah kan mu" ucap pangeran Yun Ba
Akan tetapi Chen Feng tetap berlutut dan tidak mau bangkit, dengan meneteskan air mata nya dia pun berkata
"Maafkan aku ayah mertua , kakak ipar dan semua nya, aku tidak dapat melindungi istri ku Yunzhi, aku telah ingkar janji kepada mu ayah mertua"
Mendengar perkataan Chen Feng yang mulia raja dan semua orang yang ada disitu terdiam dengan sedih, lalu yang mulia pun berkata
__ADS_1
"Chen Feng, hidup dan mati seseorang sudah ada yang mengatur nya, setiap makhluk hidup pasti akan mati, dan itu sudah nasib kita yang telah di tentukan oleh para Dewa disana, ayah memang sedih , marah dan merasa kecewa karena kau tidak bisa menjaga putri ayah, tapi ayah juga tidak tahu harus berbuat apa, Yunzhi adalah anak ayah yang paling ayah sayang, tidak ada nya dia makan akan terasa sangat kehilangan, tapi takdir ini siapa yang bisa melawan nya" ucap yang mulia raja sambil memegang lengan Chen Feng dan membantu nya berdiri
Namun reaksi Chen Feng terlihat sangat lah berbeda, dia marah dan tak Terima dengan takdir yang sudah terjadi
"Ayah mertua, Dewa itu sangat lah tidak adil, ia membuat keputusan yang salah, apa salah Yunzhi sebenarnya, sampai dia harus mati seperti itu, aku tidak ingin menganggap dewa adil, aku juga akan membalas orang orang yang telah yang telah menyakiti Yunzhi dan telah membunuh nya, aku akan membalas nya hingga berkali kali lipat, "ucap Chen Feng marah dengan mengepalkan kedua tangan nya
Lantas yang mulia raja memeluk Chen Feng untuk meredakan amarah nya,
" Sudah, sudah, kau harus beristirahat sekarang, telah banyak kejadian yang kau alami selama satu tahun ini, kau harus menenangkan diri mu itu Chen Feng, untuk menghafal sebuah masalah kau harus berpikir dengan jernih, jangan terbawa emosi, ingat lah walau kau seorang diri saat ini, kau harus tetap tenang " ujar yang mulia raja menasehati
Chen Feng yang mendengar perkataan itu pun langsung terdiam , dia seolah-olah seperti melihat guru nya , dia ingat jika guru nya pernah berpesan
"Walau kau seorang diri dan tidak ada yang menemani mu, buatlah pikiran dan hati mu tenang"
Lalu Chen Feng mulai mengendalikan dirinya,
"Tidak apa apa Chen Feng, kami mengerti dengan apa yang kau rasakan, sekarang ayo masuklah kedalam, kau perlu beristirahat, esok baru lah kita berbincang lagi" jawab yang mulia raja
Kemudian Chen Feng pun berjalan pergi menuju kerumah ibu Yunzhi, tempat dimana dia dan Yunzhi sering menghabiskan waktu bersama,
Sesampainya di rumah itu, Chen Feng seolah olah melihat bayangan Yunzhi, ia terkenang dengan masa masa bersama Yunzhi , karena walaupun kebersamaan mereka terbilang singkat, tapi itu semua itu sangat lah membekas di hati Chen Feng,
"Istri ku, tenang lah di alam sana, jangan khawatir kan tentang diriku, dan dirimu akan selalu berada di dalam hati ku " ucap Chen Feng di hadapan lukisan wajah Yunzhi
Kemudian Chen Feng pun berbaring untuk mengistirahatkan tubuh nya .....
__ADS_1
****
Keesokan pagi nya yang mulia raja sudah mengumpulkan semua pejabat istana di dalam ruangan aula, dia ingin semua orang untuk merahasiakan kedatangan Chen Feng, dan setelah semua berkumpul, yang mulia pun mulai berkata kepada mereka...
"Aku sengaja mengumpulkan kalian semua di dalam aula ini karena aku ingin menyampaikan perintah penting untuk kalian semua , pasti kalian sudah tahu jika menantu ku Chen Feng telah kembali tadi malam, dan aku ingin jika kalian semua merahasiakan kembali nya Chen Feng, semua orang tetap harus menganggap Chen Feng sudah mati bersama putri ku Yunzhi, ini dilakukan agar orang orang yang menyerang Chen Feng dan Yunzhi tidak akan tahu kalau Chen Feng masih hidup dan mereka juga tidak akan tahu kalau orang yang mereka serang adalah berasal dari Kerajaan Xuan Yan, ini kita lakukan juga untuk melindungi semua orang yang ada di Kerajaan Xuan Yan, apakah kalian mengerti? " tanya yang mulia raja
Semua yang ada diruangan itu mengangguk mengerti atas perintah yang disampaikan oleh yang mulia raja,
"Terimakasih, kalau begitu kalian semua sudah boleh meninggal kan ruangan ini"
Kemudian yang mulai raja, ketiga pangeran dan juga tetua agung mereka juga bergegas pergi meninggalkan ruangan aula itu dan bergegas mengarah ke kediaman milik Yunzhi untuk bertemu dengan Chen Feng
Setiba nya mereka dikediaman Yunzhi, mereka langsung masuk kedalam dan melihat Chen Feng yang sedang duduk di halaman bawah pohon besar,
Chen Feng yang melihat kedatangan yang mulia raja langsung bangkit dan memberikan hormat kepada ayah mertua, kaka ipar dan tetua agung
"Chen Feng apa yang kau lakukan disini? "
"Aku dan Yunzhi sering menghabiskan waktu berdua di bawah pohon ini ayah mertua," jawab Chen Feng sambil tersenyum
"Oh begitu, Yunzhi memang senang berada di tempat seperti ini," ucap pangeran Yun Ba,
"Chen Feng sebenarnya kami datang kemari karena ingin berbicara kepada mu" ujar yang mulia raja
"Berbicara, katakan saja apa yang ingin ayah mertua bicarakan, tidak perlu terlalu sungkan ayah mertua"
__ADS_1
"Sebentar lagi tanah terlarang Tian Xu akan dibuka, dan sebenarnya ayah tidak ingin kau pergi kesana tapi karena kau ingin mencari pembunuh Yunzhi , ayah tidak tahu apa yang harus ayah perbuat, " ucap yang mulia raja
"Tenang saja ayah mertua, aku pasti akan pergi tanpa ayah perintah sekali pun, aku harus cepat menjadi kuat, kalau tidak aku tidak dapat membalas kematian istri ku Yunzhi, "jawab chen Feng dengan mata penuh dendam