
Mendengar perkataan dari Chen Feng. Fan Jimin dan Fan Kiyong pun merasa penasaran atas apa yang diucapkan oleh Chen Feng kepada mereka berdua.
"Merubah penampilan kami! Memangnya bagaimana caranya agar kami bisa merubah penampilan iblis kami ini Tuan?" tanya Fan Kiyoung dan Fan Mouji secara bersamaan.
Lalu Chen Feng mengeluarkan sebuah batu permata berwarna hijau yang dia lesatkan ke kening Fan Mouji dan Fan Kiyoung. Dan ketika batu permata itu masuk kedalam kening mereka berdua. Seketika itupun wujud mereka berdua yang awalnya berwujud seorang iblis perlahan lahan berubah menjadi sesosok manusia.
"Fan Kiyoung! Lihatlah wajahmu! Kau berubah menjadi seperti manusia." ucap Fan Mouji terkejut.
"Fan Mouji! Wajahmu juga telah berubah menjadi seorang manusia," ucap kaget mereka berdua karena wujud mereka telah berubah menjadi manusia.
"Teknik apa ini yang dapat mengubah wujud kami menjadi manusia? Bahkan aura iblis kami pun telah berubah seperti seorang kultivator manusia. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanya mereka menatap wajah Chen Feng. Tampak kalau mereka berdua tampak kebingungan, setelah itu Chen Feng pun menjelaskan kepada mereka berdua.
"Batu permata itu adalah Liontin perubahan semesta yang mampu merubah segala sesuatu yang ada di dunia ini. Batu liontin itu juga adalah harta dari klan iblis Asura, dan itulah satu sebab mengapa klan iblis Asura kami terlihat seperti manusia," ujar Chen Feng menjelaskan kepada mereka berdua.
"Sekarang orang orang dari klan iblis darah tidak akan pernah mengenali kalian lagi, karena saat ini kalian berdua telah memiliki darah dari klan iblis Asura," kata Chen Feng memberitahu.
"Apa..! Kami memiliki darah dari iblis Asura!" teriak Fan Kiyoung dan Fan Mouji kembali merasa terkejut.
" Benar! Sekarang kalian bisa membantu empat komandan iblis untuk bertarung melawan orang orang dari klan iblis darah." kata Chen Feng kepada mereka berdua.
"Baiklah Tuan! Kami akan membantu empat komandan iblis.Akhirnya telah datang satu kesempatan untuk melawan para bajingan bajingan itu," ucap Fan Mouji sambil melesat kearah empat komandan iblis berada.
Kemudian Fan Kiyoung pun mengikuti Fan Mouji yang telah melesat pergi. Setelah melihat Fan Mouji dan Fan Kiyoung pergi Chen Feng kembali membantu Ling, Ling, Qian Xue, pangeran Hua Ling dan para lebah penyerap Qi untuk menyelesaikan peningkatan ranah mereka semua.
Sementara itu empat komandan iblis telah berada di titik yang ditetapkan oleh Chen Feng, hingga tak lama kemudian aura kuat muncul tepat di hadapan empat komandan iblis.
"Hei manusia! Menyingkirlah kalian, kalau tidak kalian akan mati," ujar bawahan Fan Lie ketika menatap keempat komandan iblis yang sudah berdiri menghadang jalan mereka.
__ADS_1
Akan tetapi Fan Lie menatap tajam kearah empat orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Sejak kapan di usia yang begitu muda para manusia ini bisa memiliki ranah di alam suci!" gumam Fan Lie di dalam hati sambil menatap empat pria muda yang ada di hadapannya.
"Ketua Fan Lie! Apakah kau tidak merasa ada hal yang aneh dengan empat pria muda yang ada di hadapan kita saat ini? Bukankah terlalu mengerikan jika di usia yang muda para manusia itu telah berada ranah di alam auci" ucap bawahan Fan Lie berbisik kepada Fan Lie.
Mereka semua sebenarnya tidak mengetahui bahwa empat komandan iblis telah memakai liontin perubahan yang diberikan oleh Chen Feng, yang mana sebenarnya liontin itu hanya diperuntukkan bagi bangsawan di dalam klan iblis Asura.
Hingga tak lama terdengar suara salah satu dari pemuda itu bekata kepada mereka semua.
"Hei kalian! Kembalilah kalian semua, ini bukan tempat yang bisa kalian kunjungi," ucap komandan iblis Fan Mo bersandiwara. Walaupun di dalam hatinya merasakan emosi yang begitu besar, ketika melihat orang orang yang berasal dari klan iblis darah pusat yang telah membumi hanguskan seluruh keluarganya.
"Lancang kau bocah! Apakah kau tidak tahu kau sedang berbicara dengan siapa?" teriak ketua Fan Lie marah.
"Kami tidak perlu mengetahui siapa kalian! Yang perlu kalian tahu ini adalah tanah suci milik klan kami. Jadi kami tidak ingin kalau klan iblis seperti kalian memasuki tanah milik kami," jawab komandan iblis Dixin
" Hahah… ! Tanah suci apa yang kau maksud hah! Kami tidak perduli dengan orang orang rendahan seperti kalian semua! Kalau kalian berani membuat masalah, maka aku akan segera membunuh kalian semua." teriak ketua Fan Lie.
"Hahaha…! membunuh kami, apakah kalian akan sanggup melakukannya?" tanya komandan Dixin tertawa mengejek.
"Sangat kebetulan karena aku juga ingin bertarung dengan orang-orang yang berada di ranah alam Dewa seperti kalian semua," ucap komandan iblis Mayong.
Kemudian 4 komandan iblis pun mengeluarkan beberapa senjata senjata dewa milik mereka. melihat keempat pemuda itu mengeluarkan senjata Dewa, orang-orang dari klan iblis darah merasa sangat terkejut.
"Itu adalah senjata tingkat dewa! Sejak kapan orang-orang di alam bawah ini memiliki senjata di tingkat dewa?" tanya orang-orang dari klan iblis darah itu merasa tidak percaya.
"Kalau kalian benar-benar ingin mati baiklah. Aku akan memenuhi permintaan kalian," ujar ketua Fan Lie sambil melesat ke arah 4 komandan iblis.
Namun ketika ketua Fan Lie hendak sampai ke arah 4 komandan iblis dengan serangan yang sudah dia arahkan itu, tiba-tiba saja serangannya langsung diblokir oleh Fan Mouji dan Fan Kiyoung yang kini telah berubah sosok menjadi seorang manusia.
__ADS_1
"Terimalah pembalasan dendam kami," gumam Fan Mouji dan Fan Kiyoung.
Melihat serangannya telah diblokir oleh dua orang yang lain, Fan Lie pun merasa sangat geram, dan dia menatap wajah Fan Mouji dan Fan Kiyoung dengan sangat tajam.
"Siapa kalian berdua! Apakah Kalian berdua adalah teman-teman dari keempat orang itu?" tanya Fan Lie berteria.
"Kalau iya memangnya kenapa? " jawab Fan Mouji kembali bertanya sambil sambil melayangkan tendangannya ke arah Fan Lie diikuti dengan Fan Kiyoung yang menggunakan tinjunya menuju ke arah wajah ketua Fan Lie. Kedua serangan yang dilancarkan oleh Fan Mouji dan Fan Kiyoung pun mengenai telak ke arah Fan Lie hingga ketua Fan Lie langsung terpental jauh dan menabrak sebuah bukit yang ada di belakang tubuhnya.
Melihat kejadian itu seluruh bawahan ketua Fan Lie berteriak panik.
"Ketua apakah kau tidak apa-apa! Apakah kau tidak apa-apa Ketua?" tanya para bawahnya.
Kemudian ketua Fan Lie yang terjatuh setelah menabrak bukit itu tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha...! Telah lebih dari ratusan tahun aku tidak pernah menerima pukulan semacam ini, hebat kau bocah. Hebat karena kau telah melukai wajahku. Dan kini saatnya aku akan membunuhmu dan mencincang seluruh tubuhmu hingga menjadi potongan-potongan kecil dan setelah itu akan aku berikan potongan tubuhmu itu kepada seekor *njing!" seru ketua Fan Lie sambil mengeluarkan aura kekuatan yang sangat mengerikan dari dalam tubuhnya.
"Itu adalah sebuah kekuatan dari ranah alam Dewa tingkat 2," ucap Fan Mouji dan Fan Kiyoung.
"Hei tuan! Apakah kau pikir kami berdua akan takut dengan ancamanmu itu? Bahkan sudah lama aku ingin mencoba seberapa hebat ranah alam Dewa tingkat 2," jawab Fan Mouji sambil mengeluarkan aura kekuatannya dan langsung melesat ke arah Fan Lie, begitu juga dengan Fan Kiyoung yang ikut melesat kearah Fan Mouji.
Hingga akhirnya terjadilah pertarungan antara ranah alam Dewa tingkat 2 akhir Puncak melawan ranah alam Dewa di tingkat 2. pertarungan mereka pun terjadi begitu sangat mengerikan, dan akibat pertarungan mereka berdua, bukit-bukit di sekeliling mereka menjadi hancur.
"Hanya seperti itu rupanya kekuatan ranah alam Dewa tingkat 2 mu?" ucap Fan Mouji mengejek Fan Lie.
Sedangkam di kejauhan Fan Kiyoung yang melihat pertarungan antara Fan Mouji dan Fan Lie pun menjadi ingin mencoba kekuatan barunya, dan dia pun kembali melesat ke arah mereka berdua
"Fan Lie sekarang giliranku! Aku juga ingin mencoba kekuatan baruku ini," ucap Fan Kiyoung yang ikut menyerang kearah Fan Lie. Hingga kemudian terjadilah pertarungan antara mereka berdua melawan Fan Lie.
Duar... Duar.....
__ADS_1
Pertarungan terjadi dengan sangat dahsyat, dan terjadi ledakan di sekitar mereka akibat pertempuran antar ranah alam Dewa. sedangkan 4 komandan iblis yang melawan para bawahan dari Fan Lie tidak mengalami kesulitan sama sekali, bahkan bawahan dari Fan Lie merasa heran "Mengapa hanya berada di ranah alam suci dapat memojokkan kita semua yang telah berada di ranah alam Dewa," ucap para bawahannya Fan Lie merasa bingung.