Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
pertarungan sengit


__ADS_3

Para tetua Kekerajaan Langit utara masih membicarakan keberanian Chen Feng yang di remehkan oleh mereka semua, mereka mengira jika Chen Feng hanya lah seorang murid yang biasa saja, sama seperti murid akademi Xuan Yan yang lain nya,


"Dasar anak tidak tahu diri, baru mempunyai kekuatan yang tidak seberapa sudah berani memprovokasi jenius jenius teratas kita, " ucap seorang tetua kerajaan Linan


"Tetapi kalau diperhatikan, bocah itu berada di ranah apa? sepertinya aku tidak bisa melihat nya, apa dia mempunyai teknik untuk menyembunyikan ranah nya itu? " tanya tetua kerajaan Wuhun


"Apa yang perlu di takut kan dari orang yang menyembunyikan ranah nya, pasti kalau nanti dia bertemu dengan pangeran Xi Jian saat kompetisi berlangsung, dia akan kalah dan memohon ampun" ucap tetua kerajaan langit utara


"Heh... jangan terlalu meremehkan , bocah itu memiliki aura yang tidak biasa, bahkan aura yang terpancar dari tatapan matanya, sangat lah mengerikan, " ujar tetua dari Kerajaan Yuan yang ikut menimpali pembicaraan mereka


"Hei.... nenek tua? sudah berapa lama kau hidup? masak dengan seorang bocah saja kau takut " ejek para tetua itu kepada sang tetua wanita


Lalu disaat bersamaan, Xi Jian, Linzhi, Wudou dan Ren Xu telah hadir ditempat para tetua itu


"Salam hormat para tetua! "


"Salam hormat juga untuk kalian berempat, " jawab para tetua dengan kompak,


Setelah itu mereka pun mulai berbincang membahas strategi yang akan mereka gunakan,


"Xi Jian kau harus menghajar bocah itu, buat dirinya dan para orang orang dari Kerajaan Xuan Yan itu mengerti kalau kerajaan kita, kerajaan langit utara adalah kerajaan yang sangat kuat, dan tidak dapat di kalah kan oleh kerajaan mereka" ujar tetua itu kepada Xi Jian


"Baik paman, aku pasti akan mengalahkan bocah itu dan membuat nya menjadi malu serta hancur lebur paman"


"Bagus.. itu baru pejuang sejati, sekarang kalian berjuanglah"


"Baik paman" jawab mereka serempak,


"Ren Xu kau harus berhati-hati kepada anak itu, guru mu ini memiliki firasat yang aneh terhadap anak itu" ucap nenek tua yang berasal dari Kerajaan Yuan


"Baik guru, jujur saja murid juga merasakan hal yang sama seperti yang guru rasakan"jawab Ren Xu yang di dengar oleh mereka semua..


Dan tentu saja perkataan mereka berdua membuat mereka merasa marah..

__ADS_1


" Cukup, kalian ini terlalu menganggap anak itu hebat" ujar tetua kerajaan Lin an


"Berhati-hati adalah kunci dari keselamatan" jawab nenek tua tersebut..


Dan beberapa jam kemudian, kini kompetisi sudah mulai dibuka dan di mulai, pertandingan pertama , siapa yang berani menaiki arena utama dia boleh menantang siapa saja dari Kerajaan mana saja.


Hingga detik kemudian, seseorang dari kerjaan langit utara mulai maju menaiki arena pertarungan,


"Saya Chao Hei ingin menantang orang orang dari Kerajaan Xuan Yan" ucap orang itu sombong


"Tampak nya orang orang ini sengaja ingin menargetkan kita " ucap guru Ma dari akademi Xuan Yan,


"Tidak apa apa guru, lagian kedatangan kita mengikuti kompetisi memang untuk bertarung dengan mereka" ucap guru Li


"Ayo sekarang kalian maju dan hadapi lah dia"


Perintah guru Ma kepada murid murid nya, hingga tak lama salah seorang murid pun maju , dan pertandingan segera di mulai,


Serangan demi serangan di lancarkan oleh mereka berdua, tapi murid akademi Xuan Yan dikalahkan oleh murid dari akademi langit utara, kemudian pemenang itu menantang lagi murid murid dari Xuan Yan, dan kemudian murid dari akademi Xuan berhasil dikalahkan lagi..


"Lihat lah mereka, dengan kekuatan seperti mereka berani sekali datang ke kompetisi ini, " ucap tetua dari Kerajaan langit utara yang menghina para akademi Xuan Yan


Melihat keadaan ini, para Guru guru dari akademi Xuan Yan merasa sangat malu, dan mereka saling berbisik antar satu sama lain


"Bagaimana ini? murid murid akademi kita sudah banyak yang mengalami kekalahan, dan hanya tertinggal Shenju , Molian, Yunzhi dan juga Chen Feng" ujar guru Ma merasa panik


"Tidak apa apa guru, kami masih berani untuk bertanding melawan mereka" jawab Yunzhi yakin


"Benar yang di ucapkan oleh junior Yunzhi, kami akan tetap bertarung melawan mereka, biarkan kali ini aku yang maju guru" kata Molian menimpali


kemudian ia pun maju ke atas arena pertandingan, membuat para penonton langsung mengejek dirinya


"Wah... ternyata mereka masih berani untuk maju" teriak para penonton

__ADS_1


Pertandingan pun di lanjut kan kembali, dan Molian mulai menyerang, ia bertarung dengan sangat serius, jual beli serangan pun terjadi hingga akhirnya Molian berhasil memenangkan pertandingan...


"Heh.. hanya menang karena melawan orang yang sudah lelah bertarung, apa yang patut di banggakan" ucap beberapa orang di bangku penonton


Lalu penantang penantang baru pun mulai menaiki arena untuk mengalahkan Molian, dan Molian kembali menang menghadapi ke tiga orang dari mereka, sampai akhirnya dia kewalahan dan kalah ketika melawan penantang selanjutnya


kemudian, Shenju yang mendapat kan giliran untuk bertarung, Shenju pun sama, dia memenangkan 3 pertarungan, setelah nya dia juga kalah karena merasa sangat kelelahan..


"Chen Feng ini giliran ku" ucap Yunzhi menatap wajah Chen Feng


"Iya, tapi jangan terlalu memaksakan diri mu Yunzhi, jika kau sudah tidak sanggup lebih baik langsung menyudahinya" kata Chen Feng mengingat kan


"Iya suami ku, aku akan mengingat pesan mu ini, dan aku akan berhati hati "


Yunzhi pun mulai menaiki arena pertandingan, dan Yunzhi berhasil memenangkan 4 pertandingan melawan para murid dari ke 4 kerajaan itu, Memang tekhnik yang Chen Feng ajarkan kepada nya mampu untuk Yunzhi bertarung melawan orang orang yang memiliki kekuatan yang lebih hebat dari milik nya,


"Putri Yunzhi, menyerah lah, aku tidak ingin menyakiti mu" ujar seorang anak muda yang baru menaiki arena pertempuran


"Ayo kita mulai saja" jawab Yunzhi siap bertarung


"Baiklah, jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu kepada mu, " ucap nya lagi


kemudian pemuda itu merilis kekuatan nya dan muncul lah sebuah tengkorak yang besar di depan nya, dan langsung melaju ke arah Yunzhi, Yunzhi yang melihat serangan itu pun dengan cepat merilis kekuatan pedang nya hingga kedua kekuatan mereka pun akhirnya saling bertabrakan


Jeduarrrrr.....


Yunzhi yang merasa sudah kelelahan pun langsung mundur beberapa langkah ke belakang, dan dia memuntahkan seteguk darah dari mulut nya


"Sudah jangan memaksa kan dirimu" teriak Chen Feng di belakang nya,


"Baiklah, aku menyerah" jawab Yunzhi lemah


Tapi ketika Yunzhi sudah menyerah, ternyata anak itu masih tetap menyerang nya, lalu Chen Feng yang melihat hal tersebut pun langsung melesat dan menangkis serangan itu dengan menggunakan satu tangan nya..

__ADS_1


"Istri ku, turun lah dan minum pil ini, sisa nya serahkan pada ku" ucap Chen Feng


Yunzhi pun turun dari atas arena dengan keadaan yang terlihat lemah, membuat para guru merasa sangat khawatir...


__ADS_2