Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Beristirahat Sejenak


__ADS_3

Di dalam perjalanan mereka, Chen Feng mencium adanya tanaman-tanaman spiritual yang berada di perlintasan perjalanan yang mereka lewati itu. Lalu Chen Feng pun menginstruksikan kepada seluruh anggota kelompoknya untuk mengumpulkan tanaman-tanaman spiritual yang berada di sekitar mereka.


Mendapat perintah dari tuannya, seluruh anggota kelompok Chen Feng langsung melesat pergi untuk mencari dan mengumpulkan seluruh tanaman tanaman spiritual yang ada di sekitar tempat itu.


Hingga tak lama berselang, satu persatu dari anggota kelompok Chen Feng telah berhasil mendapatkan apa yang mereka cari, dan mereka langsung mentransmisikan suara mereka kepada Chen Feng.


"Tuan! Tanaman-tanaman spiritual telah kami dapatkan." ucap seluruh anggota kelompok Chen Feng.


"Bagus kembalilah ke posisi kalian masing-masing, jangan terlalu bergerak kasar, hingga akan membuat para jenius jenius ini menjadi curiga kepada kalian." ucap Chen Feng melalui transmisi suara yang dikirimkan langsung ke benak seluruh anggota kelompoknya.


Lalu selang beberapa hari, mereka pun tiba di sebuah kota kecil yang bernama kota Linggau.


Seluruh jenius-jenius muda itu memberikan saran kepada Chen Feng agar beristirahat sejenak di kota Linggau.


"Pengawal Chen! Ayo, beristirahatlah sejenak di kota ini, sambil menghilangkan rasa jenuh kita setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari ini." pinta tuan putri Xiao Xuan.


"Baiklah jika itu memang keinginan kalian, maka kita akan beristirahat di kota ini hingga esok hari, setelah itu barulah kita akan melanjutkan perjalanan kita kembali" jawab Chen Feng setuju.


Setelah itu mereka semua pun pergi ke sebuah tempat penginapan yang sudah tersedia di kota Linggau itu. terdapat tempat makan sekaligus di dalam penginapan dan mereka berencana akan beristirahat sekaligus makan dan minum bersama.


Namun ketika mereka memasuki tempat penginapan itu, ternyata sudah banyak dipenuhi oleh genius genius muda dari kota kerajaan lain. Dan mereka yang mengenal dari aman mereka berasal langsung tersenyum sambil berkata keras.


"Oh lihatlah mereka, bukankah kalian dari kerajaan Xuan!" seru salah seorang pria muda di dalam kelompok kerajaan lain.


"Ya kau benar, itu adalah sang pangeran Lin. Apa kabar pangeran lama tidak berjumpa? Apakah kau masih selemah seperti dahulu?"tanya teman dari seseorang yang berbicara sebelumnya.


Pangeran Lan yang mendengar kakaknya mendapat perkataan yang mengandung sindiran sedikit terpancing emosinya dan langsung berteriak marah sambil mendengus dingin, lalu pangeran Lan pun berkata.


"Kalau bukan karena kau memalsukan usiamu bagaimana mungkin kakakku kalah oleh pecundang sepertimu pangeran Hao dari kerajaan Tang!" sarkas pangeran LAN.


"Oh ternyata ada anak kecil yang hanya pandai berbicara sepertimu pangeran Lan. Apakah kerajaan Xuan tidak memiliki jenius jenius lain yang lebih berbakat, sampai-sampai harus mengirimkanmu sebagai wakil dari kerajaan Xuan untuk berkompetisi di kota Linggau?" tanya teman dari pangeran Hao yang berdiri di samping pangeran Hao.


"Apakah kau pikir kau itu hebat Jin Bau! Kau hanyalah praktisi dari klan monster yang rendah, tapi sudah berani berbicara begitu kepadaku!" seru pangeran Lan sambil mengeluarkan kekuatan spiritual miliknya yang membuat keadaan semakin memanas.

__ADS_1


"Apakah kau pikir kau juga hebat Lan Ge. Apa kau pikir klan monsterku takut kepada kerajaan Xuan mu!" sarkas teman dari pangeran Hao yang ternyata berasal dari klan monster yang bernama Jin sambil mengeluarkan kekuatan spiritualnya juga yang memiliki tingkatan yang tidak kurang dari pangeran Lan.


Lalu mereka berdua pun seakan ingin langsung bertarung, hingga tak lama kemudian terdengar suara dingin dengan tekanan aura yang kuat menyeruak kegendang telinga mereka semua.


"Baru tiba kalian sudah membuat huru-hara. Apakah kalian pikir kerajaam Xuan kalian sudah begitu hebat! Kalian tidak lebih hanyalah kerajaan yang berada di pinggiran. Kekuatan yang berada di benua barat ini apakah kalian pikir kerajaan Xuan kalian tidak dapat dimusnahkan oleh satu saja kekuatan dari benua barat ini." teriak sosok yang baru tiba itu.


Dan sontak saja, kehadiran dari sosok itu membuat seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan menjadi agak takut.


"Bukankah itu Yan Dao?"


"Iya itu benar Yan Dao. Mengapa iya bisa ada di tengah-tengah diantara kerajaan Tang dan Klan monster?" bisik mereka merasa heran.


"Hei kau Yan Dao! Ini bukanlah urusanmu, karena kau bukanlah orang dari kerajaan Tang ataupun klan monster, jadi tidak usah ikut campur tentang masalah kami." sanggah pangeran Lan.


Lalu dengan mengeluarkan tekanan spiritualnya, sosok yang baru tiba itu yang bernama Yan Dao langsung menekan pangeran Lan dengan kekuatan spiritualnya yang dia keluarkan itu.


"Lancang kau! Berani sekali kau berkata seperti itu kepadaku? Asal kau tahu aku telah diberikan mandat oleh yang mulia raja dari kerajaan Tang untuk menjaga seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Tang dan klan monster. Jadi masalah seperti saat ini tentu akan menjadi urusanku." jawab Yan Dao emosi.


"Jika kau tidak melepaskan tekananmu kepada pangeran Lan, maka kau akan menderita!" ancam Chen Feng dengan santai. Sambil mendengus dingin dan tersenyum jahat.


Mendengar ancaman itu, Yan Dao pun langsung menjawab.


"Siapa kau? Berani sekali kau mengancamku?" .


Lalu tanpa banyak berkata, Chen Feng dengan jentikan tangannya ia pun menyerang Yan Dao menggunakan kekuatan jiwa miliknya, hingga dalam sekejap saja Yan Dao langsung memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya.


"Ingatlah, ini adalah peringatan pertama bagimu, jika kau mengulangi perbuatanmu ini lagi maka kau dan seluruh jenius yang kau lindungi akan mati tanpa sisa sedikitpun." ancam Chen Feng sambil mengajak seluruh jenius jenius dari kerajaan Xuan untuk pergi mencari tempat penginapan yang baru.


Sedangkan Yan Dao yang masih sedikit tertekan oleh serangan jiwa yang dilancarkan oleh Chen Feng, terlihat lemah dan juga kesakitan.


Tak lama pangeran Hao pun mendekatinya dan bertanya.


"Yan Daon! Apakah kau baik-baik saja?" tanya pangeran Hao sambil memberikan pil penghilang rasa sakit.

__ADS_1


Setelah menerima pil itu, Yan Dao pun segera menelan pil tersebut dan berkutivasi untuk menyembuhkan luka dalamnya yang di akibat diserang oleh kekuatan jiwa milik Chen Feng.


Dan tak lama berselang pangeran Hao kembali menanyakan keadaan dari Yan Dao setelah Yan Dao bangkit dari keadaan kultivasinya.


"Tidak apa-apa pangeran, aku sudah baik-baik saja sekarang." jawab Yan Dao.


Apa yang terjadi kepadamu? Apakah bocah itu menyerangmu dengan kekuatan mentalnya?"


"Benar pangeran, perkataan pangeran tidak salah akan tetapi itu lebih dari kekuatan mental, kelihatannya bocah itu bukanlah bocah yang biasa." jelas Yan Dao.


"Ke depannya kelihatannya kita akan sulit untuk mengalahkan kerajaan Xuan jika bocah itu ikut dalam kompetisi di kota Cang An nantinya."


"Bagaimana mungkin jika itu yang terjadi, mau ditaruh ke mana kerajaan Tang Kita. Dalam ribuan tahun kerajaan Tng selalu berada di atas kerajaan Xua, jadi jika sampai kerajaan Xuan lebih tinggi dari kita maka ayah akan sangat marah." ucap pangeran Hao tampak panik.


"Tenang tenanglah pangeran, kita akan memikirkan cara bagaimana menyingkirkan bocah itu nantinya." ucap Jin Bao dari klan monster.


Lalu di tempat yang lain Chen Feng dan seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan telah berhasil menemukan penginapan yang cocok untuk mereka dan mereka pun langsung masuk kedalam penginapan itu.


Seorang kakek tua yang menjadi pelayan di penginapan itu pun langsung menyambut kedatangan mereka semua.


" Tuan apakah tuan-tuan semua akan menginap di tempat kami?" tanya kakek tua itu.


"Benar, kami ingin menginap di tempat kakek" jawab Chen Feng dengan sopan.


"Kalau begitu mari masuk, Mari masuk tuan. Saya rasa para tuan-tuan dan nona-nona sekalian pastilah lapar dan haus bukan? jadi silakan duduk dahulu tuan-tuan dan nona-nona, saya akan menghidangkan makanan dan minuman agar tuan-tuan dan nona-nona dapat makan dan minum dahulu, sebelum kamar-kamar untuk para tuan dan nona-nona beristirahat sudah siap disediakan." ujar kakek tua itu sambil mempersilahkan Chen Feng dan para jenius jenius muda untuk duduk.


Dan tak lama kemudian kakek tua itu pun kembali dengan membawa beberapa rekannya sambil membawa makanan dan minuman dan langsung menghidangkannya di atas meja.


"Silakan tuan-tuan dan nona." ucap kakek tua itu dan langsung pergi meninggalkan Chen Feng dan anggota kelompoknya.


"Pengawal Chen. Aku rasa orang-orang dari kerajaan Tang tidak akan tinggal diam di saat kau melukai Yan Dao tadi." ucap pangeran Lin menatap Chen Feng.


"Itu tidak jadi masalah pangeran, ingatlah disaat ada orang yang menindas dirimu dan para saudara-saudaramu, maka hajar mereka jangan biarkan mereka menghina kalian walaupun kekuatan milik mereka jauh lebih kuat daripada milik kalian, akan tetapi yang perlu kalian tahu terlebih dahulu, carilah kelemahan dari orang-orang itu. Seberapa kuat seseorang pasti kita akan menemukan celah kelemahannya. Dan yang lebih terpenting lagi, ketika ada yang menghina kita jangan biarkan mereka berbuat terus menerus seperti itu, karena hal itu akan membuat harga diri serta martabat kalian akan hancur di mata orang itu dan akan selama-lamanya kalian akan terus akan dihina oleh mereka." jelas Chen Feng dengan serius

__ADS_1


__ADS_2