
Setibanya di ruangan milik para kelompoknya. Ling Ling dan Qian Xue melihat mereka semua yang ternyata belum selesai ber kultivasi.
Melihat hal itu, Ling Ling pun menatap kearah Qian Xue guna mengajak Qian Xue agar kembali melakukan kultivasi.
"Adik! Lebih baik kita ber kultivasi kembali, karena Chen Feng telah banyak membantu kita dalam mempelajari semua teknik kelas atas yang di mana itu diperlukan saat kita akan menginjakkan kaki kita ke alam atas sana, jadi adik Qian Xue lebih baik kita memperdalam lagi teknik teknik yang telah diberikan Chen Feng kepada kita. Agar kita semakin mahir dalam menggunakannya." ucap Ling Ling sambil kembali bersila dan berkultivasi gun memperdalam pengetahuannya tentang teknik yang diberikan oleh Chen Feng.
Melihat kakaknya berkultivasi, Qian Xue sedikit berpikir.
"Memang benar apa yang dikatakan oleh kakak Ling Ling. Jika kita semakin mengetahui teknik yang diberikan oleh Chen Feng. Maka pasti kita akan lebih mahir untuk menggunakannya dalam pertarungan yang akan kita lakukan untuk melawan musuh." gumam Qian Xue setuju.
Setelah itu Qian Xue pun mengikuti Ling Ling yang sudah berkutivasi. Hingga malam pun berganti pagi, dan terus menerus seperti itu. Tanpa terasa sudah mencapai lebih dari 3 hari mereka melakukan kultivasi terus menerus.
Dan tepat pada pagi hari, orang yang pertama kali selesai dalam berkutivasinya adalah lulur Qian Mo dan juga guru Qian Er. Merupakan berdua membuka kedua mata mereka sambil tersenyum senang.
"Ini benar-benar adalah teknik yang sangat hebat. Bagaimana denganmu Qian Er? Apakah kau telah mendalami teknik yang diberikan oleh Chen Feng?" tanya leluhur Qian Mo yang bersila tepat di depan adiknya.
"Sudah Kak! aku sudah memahami teknik teknik yang diberikan oleh Chen Feng." jawab Qian Er tersenyum.
"Lantas teknik apa yang telah diberikan kepadamu?"
"Teknik ini bernama serangan bulan sabit, dan itu merupakan teknik pedang dari alam atas."jawab Qian Er.
__ADS_1
"Wah! Hebat, hebat kalau begitu. Kelak ketika aku akan meninggalkan klan pedang surgawi di alam bawah ini, dan pergi menuju klan pedang surgawi yang ada di alam atas sana, aku sudah tidak akan khawatir lagi. Karena sudah ada kamu yang mampu menjaga klan pedang surgawi milik kita, tentunya dengan teknikmu dan kekuatanmu yang sekarang. Bisa dikatakan, bahwa kau adalah orang terkuat di alam bawah ini adik." ucap leluhur Qian Mo memuji guru Qian Er.
"Terima kasih Kak! Terima kasih atas pujianmu ini." ucap guru Qian Er.
Kemudian mereka berdua pun terdiam beberapa saat, sambil memandang ke arah orang-orang dari kelompok Chen Feng yang sedang berkultasi. Tak lama guru Qian Er pun bertanya kepada leluhur Qian Mo.
"Kakak! Kalau boleh adikmu tahu, teknik apa yang telah diberikan oleh Nak Chen Feng kepadamu?" tanya Qian Er sambil tetap memandang ke arah kelompok dari Ling Ling yang sedang berkutivasi.
"Hahaha..! Teknikku ini adalah Teknik pedang cahaya emas, Teknik ini berada di tingkat langit. Dan kekuatannya amatlah sangat dahsyat, tapi itu tergantung oleh tinggi rendahnya tingkatan yang dimiliki oleh si pengguna teknik pedang cahaya keemasan itu sendiri. Memang sungguh disayangkan, karena aku hanyalah ada di tingkat menengah dari ranah alam suci. Jadi kekuatan yang bisa aku lepaskan masih belum cukup memenuhi keinginanku. Tapi aku akan terus berlatih agar ranah milikku menyentuh ketingkat ranah alam dewa." jawab leluhur Qian Mo dengan bersungguh-sungguh.
Melihat kakaknya yang sangat bersemangat, Qian Er pun ikut merasa senang.
"Benar Kak! Kamu harus segera menjadi kuat, agar kamu dapat membalas budi kepada Nak Chen Feng, yang telah membantu kita mempertahankan markas dari klan pedang surgawi ini. Jika saja dia tidak ada, kemungkinan besar klan kita akan dihapus dari dataran bawah ini." ucap Qian Er setuju.
Hingga tak lama berselang, Pangeran Hua Ling pun telah menyelesaikan kultivasinya. tampak cahaya biru langsung mengelilingi tubuhnya.
"Hebat! Sangat hebat. Kekuatan yang murni sedang masuk ke dalam tubuhku." ucap Pangeran Hua Ling sambil merasakan kekuatan dari cahaya biru itu yang masuk kedalam tubuhnya.
Diikuti oleh Fan Mouji dan Fan Kiyoung yang telah menyelesaikan kultivasinya. Kini mereka berdua merasakan kekuatan yang ada di dalam tubuh mereka berdua semakin lama semakin terasa sangat kuat. Cahaya merah darah mengelilingi mereka berdua.
Setelah mereka berdua selesai, lalu giliran empat Komandan iblis yang telah menyelesaikan kultivasi mereka.
__ADS_1
"Kekuatan ini sangat mengerikan. Kelihatannya kita hampir dekat dengan masa kejayaan kita dahulu saudara saudaraku." ucap Komandan iblis Fan Mo merasa senang
"Kau benar saudara Fan Mo. yang kau ucapkan benar adanya, karena saat ini aku merasakan kekuatan yang aku miliki setidaknya hampir mendekati kekuatanku pada masa itu." jawab Komandan iblis dixin.
Mendengar perkataan kedua komandan itu, kedua saudara yang lain pun ikut membenarkan ucapan mereka berdua.
"Ya! Ucapan kalian berdua memang benar. Aku juga dapat merasakan kekuatan yang ada di dalam tubuhku sangat bertambah hingga berkali-kali lipat dari yang sebelumnya." kata Komandan iblis Ma Young.
"Ya kelihatannya waktu dimana kita membalaskan dendam Tuan Asura dan para keluarga kita di klan iblis Asura akan segera terwujud." ucap Kmandan iblis Jiesa tampak bersemangat.
"Itu memang benar saudaraku. Tapi kekuatan ini belumlah cukup untuk mengalahkan mereka semua. Kita masih harus berlatih agar kekuatan yang kita miliki terus bertambah kuat dan lebih kuat lagi." kata ketiga Komandan bawahan Chen Feng itu.
Sementara itu para lebah lebah penyerap Qi merasakan ada aura aura dingin yang begitu menusuk kedalam tubuh mereka. Sebuah aura penindasan yang sangat mendominasi.
Dilain sisi, leluhur Qian Mo, Qian Er, Fan Mo uji dan Fan Kiyoung melesat dan melompat kearah empat Komandan iblis berada. Dan empat Komandan iblis yang melihat kedatangan mereka pun langsung menyambut kedatangan mereka.
"Para saudara sekalian. Kalian tampaknya mendapatkan terobosan di dalam tingkat kultivasi kalian?" tanya Komandan iblis Fan Mo.
"Benar Tuan Fan Mo. Dan ini semua berkat saudara Chen Feng," jawab leluhur Qian Mo tersenyum senang.
"Benar yang diucapkan kakek Qian Mo, terobosan yang kami miliki ini, semua berkat Tuan Chen Feng.
__ADS_1
"Ya! Kalau tidak ada Tuan Chen Feng, maka tidak tahu kapan kita akan memiliki terobosan yang begitu cepat seperti saat ini." ucap Fan Mouji dan juga Fan Kiyoung.