
Kini ketua Fan Hai merasa bingung akan kejadian yang menimpanya para klannya. Dia dilema harus melakukan apa saat ini. Hingga tak lama terdengar suara para bawahannya yang bertanya kembali kepada Ketua Fan Hai.
"Jadi apa yang harus kita lakukan ketua? Apa sebaiknya kita katakan saja yang sebenarnya kepada orang-orang di klan iblis darah pusat?" tanya bawahan ketua Fan Hai yang melihat ketuanya memijat keningnya sendiri.
"Ya! Memang kelihatannya itu adalah jalan yang terbaik. Kalau begitu ayo kita kembali pulang." ajak ketua Fan Hai sambil melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan di tempat yang lain. Leluhur Qian Mo beserta Chen Feng dan para kelompoknya telah sampai di kediaman klan pedang Surgawi.
"Qian Xue! Bawalah teman-temanmu ini untuk beristirahat terlebih dahulu." kata guru Qian Xue. Qian Er.
Lalu leluhur Qian Mo pun ikut menimpali perkataaan Qian Er.
"Setelah beristirahat. Kamu harus menjelaskan apa yang sebenarnya kamu lakukan selama ini." ucap jar leluhur Qian Mo kepada Qian Xue.
"Baik kakek. Aku pasti akan menjelaskan kepadamu tentang semua hal yang telah terjadi selama aku berada di domain tengah."
Kemudian leluhur Qian Mo pun pergi dari tempat di mana teman-teman Qian Xue yang sedang beristirahat.
Namun di dalam hatinya leluhur Qian Mo bertanya-tanya karena tidak melihat keberadaan bocah yang bernama Chen Feng. Leluhur Qian Mo berpikir sambil terus berjalan menyusuri lorong-lorong yang ada di kediamannya.
Sedangkan di i tempat yang lain. Saat ini Chen Feng telah berada di sudut dari Paviliun milik klan pedang Surgawi. Dia sedang merasakan sesuatu yang sedari tadi memanggil dirinya. Chen Feng terus mengikuti panggilan yang ada di dalam hatinya, hingga sampailah ia pada sebuah rumah tua. Chen Feng menatap rumah itu lekat.
__ADS_1
"Tempat apa ini? Bagaimana mungkin di dalam markas klan pedang Surgawi yang begitu megah. Ternyata juga memiliki bangunan-bangunan tua seperti ini. Akan tetapi mengapa kelihatannya ada suatu kekuatan yang ada di sekitar bangunan-bangunan tua ini? Yang sedari tadi terus memanggilku," gumam Chen Feng di dalam hatinya.
Kemudian dengan sedikit keraguan Chen Feng pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam bangunan tua itu. Di dalamnya iya hanya melihat sebuah ruangan yang kosong.
"Kelihatannya bangunan ini sudah lama sekali tidak dipergunakan." gumam Chen Feng kembali, sambil terus berjalan menyusuri ruangan-ruangan yang ada di dalam bangunan tersebut.
Namun beberapa menit menyusuri tempat itu.Chen Feng sama sekali tidak menemukan sesuatu hal yang aneh sedikit pun.
"Sebenarnya di mana asal aura yang menuntunku agar datang kemari?" tanya Chen Feng merasa heran
Kemudian Chen Feng mulai menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk menelusuri tempat tempat yang ada didalam ruangan ruangan tersebut. Hingga pada akhirnya dia menemukan sebuah suara yang berasal dari sebuah ruangan.
Lalu dengan cepat Chen Feng pun melangkah ke arah ruangan tersebut. Dan sesampainya di ruangan itu, Chen Feng lagi-lagi tidak menemukan sesuatu pun. Namun ia yakin bahwa Aura tersebut memang berasal dari ruangan itu. Setelah itu Chen Feng meletakkan telapak tangannya di lantai. Dan dia mulai menyebarkan kekuatan spiritual miliknya ke dalam lantai tersebut..
"Anak muda! Lihatlah di hadapanmu ada sebuah tonggak besi. Tekanlah segera," perintah suara itu.
Lalu Chen Feng pun mengikuti perkataan dari suara yang masuk ke dalam pikirannya. Setelah ia menekan tonggak besi itu, hingu tak lama lantai yang Chen Feng pijak bergetar dan terbuka.
Setelah itu suara tersebut memerintahkan Chen Feng agar segera masuk ke dalamnya. Lagi-lagi tanpa ada rasa curiga sama sekali Chen Feng pun langsung masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu. Dan sesampainya dia di bawah ruangan itu. Ternyata ruangan itu tampak lebih bagus daripada ruangan yang ada di atasnya.
Lalu tepat di hadapan Chen Feng ada sebuah sinar cerah yang lama-kelamaan menjadi sebuah sosok kakek-kakek tua.
__ADS_1
"Hahaha...! Hei bocah. Selamat datang di klan pedang surgawiku ini." ucap kakek tua itu sambil tertawa.
"Siapa anda? Mengapa anda bisa mengenalku?" tanya Chen Feng merasa heran.
"Tentu saja aku mengenalmu! Siapapun yang masuk ke klan pedang surgawi milikku ini, pasti aku bisa mengenalinya." jawab kakek tua itu.
"Pasti kakek tua ini adalah orang yang sangat kuat pada masa jayanya. Bahkan aku tidak bisa melihat tingkatan pada basis kultivasinya." gumam Chen Feng di dalam hati.
"Anak muda! Kamu tidak perlu khawatir akan diriku ini. Karena aku hanyalah sebuah kesadaran yang aku tinggalkan di sini ketika aku akan menuju ke alam atas." jelas kakek tua itu.
"Oh rupanya anda adalah pemimpin terdahulu dari klan pedang surgawi ini?" Tanya Chen Feng menerka.
"Hahaha....! Kau sangat pintar dalam menebak anak muda. Dari awal kau memasuki klan pedang surgawi ini, aku sudah mengetahui jika kau adalah anak yang pintar." ucap kakek tua itu kembali tertawa.
"Anda terlalu memujiku kakek. Aku tidaklah sepintar yang kamu kira. Aku hanyalah orang yang beruntung yang selalu berada di tempat yang tepat." jawab Chen Feng merendah.
"Hahaha....! Kamu terlalu merendahkan dirimu nak. Orang yang jenius pun jika tidak memiliki keberuntungan, ia akan minim pencapaian. Akan tetapi orang yang tidak mempunyai bakat sedikitpun jika ia memiliki keberuntungan ia akan menjadi orang yang hebat. Jadi kau tidak perlu merasa begitu rendah."
"Maafkan Aku kakek! Sebenarnya apa tujuanmu memanggilku kemari? Apakah ada sebuah keberuntungan yang akan kamu berikan kepadaku?" tanya Chen Feng dengan senyum kecil di bibirnya
"Bocah yang menarik. Aku sangat senang kepada keterus-teranganmu ini. Sudah pasti aku akan memberikanmu sebuah keberuntungan karena ketika kamu memasuki klan pedang surgawiku. Aku sudah menyukai dirimu. Aku hanya berharap kau akan mau bergabung bersama klan pedang surgawiku. Karena aku ingin ada orang yang mengikuti jejakku untuk naik ke alam atas. Karena semenjak diriku mencapai Alam atas. klan pedang surgawi milikku tidak pernah lagi memiliki jenius muda berbakat yang bisa naik ke alam atas. Bahkan dalam 500 tahun ini aku tidak melihat adanya anak muda yang jenius yang berada di klan pedang surgawiku akan naik ke alam atas. Namun ketika aku melihat dirimu aku yakin bahwa kau akan mampu untuk naik ke alam atas." ucap kakek tua itu dengan penuh kepercayaan di wajahnya.
__ADS_1
"Apa! Naik ke alam atas! Apakah itu mungkin bagi orang rendahan sepertiku? Aku bahkan tidak memiliki hubungan apa-apa dengan klan pedang surgawi milikmu ini. Aku hanyalah anak desa yang miskin." ucap Chen Feng bersandiwara.
"Memangnya kenapa kalau kau hanyalah anak yang miskin. Aku sama sepertimu yang hanya seorang bocah yang tidak memiliki apa-apa. Tapi berkat kesungguhan dan ketekunanku. Akhirnya aku bisa mencapai pencapaian yang besar. Jadi kau tidak perlu merasa hina. Bagaimana anak muda? Apakah kau menyetujui permintaanku ini? Aku ingin sekali melihat penerusku mencapai Alam atas. Itu adalah suatu kebanggaan bagi diriku di alam atas ini." ucap kakek tua itu kepada Chen Feng.