Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Rasa Takjub Para Putri Kerajaan Xuan


__ADS_3

Setelah kepergian tuan Mo. mau Ling dengan terguyung-huyung mendekati guru Xun.


"Guru mengapa kau hanya berdiam diri saja tidak menjawab tantangan dari bocah itu? Bukankah sikapnya begitu arogan?" tanya Mau Ling memanas manasi gurunya itu.


"Diam kau Mau Ling. Apakah kau tidak mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Tuan Mo. Ataukah harus aku yang mengulanginya lagi?" bentak guru Xun menatap tajam kearah Mau Ling.


Mendengar bentakan itu, Mau Ling hanya diam sambil mendengar perkataan yang diucapkan oleh guru Xun.


Mendapati Mau Ling hanya diam tidak menjawab, lalu guru Xun kemudian membentaknya kembali.


"Mau Ling! Apakah kau mendengar apa yang baru saja aku katakan?" bentak guru Xun sambil menatap tajam.


Dengan terkejut, Mau Ling pun menjawab pertanyaan dari gurunya itu.

__ADS_1


"Iya iya guru, aku mendengar apa yang guru katakan."


"Jika kau mendengarnya maka janganlah kau mencari masalah dengan anak muda yang bernama Chen Feng itu, karena jika tidak maka nyawamu tidak akan dapat tertolong." ucap guru Xun memperingatkan Mau Ling, lalu melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu.


Melihat kepergian dari guru Xun, para jenius jenius yang ada di tempat pelatihan hanya terdiam membisu, mereka sungguh tidak pernah menyangka, bahwa anak muda yang berusia hampir sama seperti mereka dapat dengan mudah mengalahkan Mau Ling yang bisa dikatakan jika Mau Ling ini adalah salah satu jenius muda terkuat di dalam kerajaan Xuan.


Dan yang lebih mengherankan lagi, bahkan guru Xun sama sekali tidak menanggapi tantangan dari anak muda itu.


"Anak muda itu kelihatannya cukup menarik" gumam tuan putri dari kerajaan Xuan yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Maaf nona muda Mei. Menurut sumber yang aku dapat, seharusnya anak muda itu adalah seorang pengawal yang telah dipilih oleh ayahmu yaitu yang mulia raja kerajaan Xuan untuk melindungi kita saat kita akan pergi menuju ke kota Cang An." jawab salah seorang gadis cantik di samping tuan putri yang biasa dipanggil nona muda Mei.


"Apa! Bagaimana mungkin anak muda seperti dirinya menjadi pengawal kita untuk pergi ke kota Chang An?" tanya salah seorang gadis di belakang nona muda Mei yang bernama Caca.

__ADS_1


"Diamlah saudara Caca, apakah kau lupa, tidak peduli dia muda atau tua saudara Caca, yang terpenting dia mempunyai kekuatan yang tinggi di dunia seni bela diri, karena hanyalah kekuatan yang membedakan status dari para kultivator, tidak ada hubungannya dengan usia." sangkal nona muda Mei kepada temannya itu.


"Benar yang dikatakan oleh saudara Mei. Lihatlah kekuatan dari pria muda itu sangat-sangat mendominasi." timpal Tuan Putri dengan senyum menggoda.


"Emmmmm apakah kau menyukai pria muda itu saudara Xiao Xun?" tanya nona muda yang bernama nona Caca itu kepada tuan putri dari kerajaan Xuan yang ternyata bernama Xiao Xuan itu sambil tertawa menggoda.


"Apa yang saudara Caca katakan? Bagaimana mungkin aku bisa menyukainya? Jika hanya melihatnya sekilas saja, aku hanya dapat merasakan akan kekuatan yang telah ia tampilkan sebelumnya, jika ayahanda memilihnya sebagai seorang pengawal bagi jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan, maka ayah pasti telah mengetahui kekuatan dari pria muda itu. Ayahanda pasti percaya bahwa dengan kekuatan dari pria muda itu, maka dia dapat melindungi kita semua saat pergi menuju ke kota Chang'An." jawab tuan putri Xiao Xuan tampak tersipu malu.


Sedangkan di tempat lain, saat ini Tuan Mo berusaha mengejar Chen Feng, hingga pada akhirnya, Tuan Mo dapat mengejar Chen Feng yang telah berjalan pergi terlebih dahulu dari pusat pelatihan dari jenius jenius mudah yang berada di dalam kerajaan Xuan.


"Nak Chen Feng, saya mohon maafkan atas sikap yang telah ditunjukkan oleh guru Xun itu, dan terimalah maaf ini dariku." ucap tuan Mo merasa tidak enak.


"Tuan Mo apa yang anda lakukan. Kau tidak perlu begitu tuan Mo, aku tidak merasa tersinggung sama sekali atas perbuatan mereka, karena sedari aku kecil aku telah banyak mendengar hinaan dari seluruh orang kepadaku, jadi aku telah kebal dari hinaan. Tadi aku hanya memberikan satu pelajaran kepada jenius muda yang bernama Mau Ling itu, bahwa ketika ada seseorang berbicara orang yang tidak berkepentingan tidak boleh ikut campur dalam pembicaraan yang sedang berlangsung. Namun aku merasa aku telah bertindak terlalu berlebihan sampai membuat anak itu menjadi terluka, seharusnya akulah yang harus minta maaf kepada tuan Mo dan kerajaan Xuan." jawab Chen Feng menjelaskan sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda permemohonan maaf.

__ADS_1


"Tidak, itu tidak perlu dilakukan nak Chen Feng. Kalau begitu mari lupakan semua yang telah terjadi dan anggaplah kejadian itu tidak pernah terjadi. Dan sekarang juga mari nak Chen Feng ikut aku, aku akan mentraktirmu untuk minum arak kebanggaan dari kota kerajaan Xuan ini." ucap tuan Mo sambil mengajak Chen Feng berjalan menuju ke tempat di mana kedai yang cukup terkenal di kerajaan Xuan berada.


__ADS_2