
"Aku berharap, suatu saat Tuan Chen dapat memilihku untuk menjadi anggota kelompoknya saudara-saudara sekalian.x kata Chang Ma.
"Semoga saja seperti itu saudara Ma. Aku juga sudah mulai menyukai dirimu Saudara Ma." kata pangeran Hua Ling.
Lalu makanan-makanan yang telah dipersiapkan oleh mereka sudah siap untuk dihidangkan.
"Tuan silahkan kan." ucap komandan iblis Dixin memberikan makanan dan minuman kepada Chen Feng.
"Ayo Kalian semua makanlah." ajak Chen Feng kepada seluruh anggota kelompoknya itu.
Mendengar perkataan dari Chen Feng, mereka semua pun langsung menyantap makanan yang tersedia di atas meja batu tersebut.
Hingga beberapa saat kemudian, setelah selesai menyantap makanan. Chen Feng berjalan santai di pinggiran danau itu.
"Mengapa aku merasa ada sebuah kekuatan yang mencoba menarik keberadaanku untuk mendekati nya!" gumam Chen Feng di dalam hati, sambil terus berjalan menyusuri pinggiran danau itu seorang diri.
Chen Feng pun terus berjalan menuruti suara panggilan yang menembus hatinya. Tiba-tiba tepat di hadapannya, ada sebuah bayangan hitam yang melesat dan mengambang di atas air yang berada di atas danau tersebut.
Namun Chen Feng tidak goyah sedikitpun, ia malah bertanya dengan santai.
"Siapa kamu? Dan ada urusan apa menghadang perjalananku? " tanya Chen Feng dengan suara dingin m
Namun bayangan hitam itu tidak menjawab pertanyaan dari Chen Feng. Tidak mau ambil pusing, Chen Feng pun kembali melanjutkan jalan-jalan santainya di pinggiran danau itu, namun bayangan hitam tersebut terus mengikuti Chen Feng dari belakang.
Lalu Chen Feng kembali melayangkan pertanyaan kepada bayangan hitam itu.
"Maaf! Mengapa kau mengikutiku? Ayo katakanlah, jika aku telah mengganggumu, maka aku tidak akan melanjutkan perjalananku." tanya Chen Feng sambil menatap sosok dari bayangan hitam itu.
Namun lagi-lagi, bayangan hitam itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Chen Feng.
Dan sekali lagi Chen Feng tidak ambil pusing dan melanjutkan perjalanannya. Tapi lagi dan lagi, bayangan hitam itu terus mengikuti Chen Feng.
Melihat bayangan hitam itu terus-menerus mengikutinya, Chen Feng tidak menghiraukannya sama sekali, ia terus berjalan menikmati kesunyian dari daerah di sekitar danau tersebut, hingga sampai pada suatu tempat yang bercahaya terang, lebih terang daripada tempat yang berada di sekitarnya. Chen Feng pun merasa aneh, lalu Chen Feng mendatangi tempat yang ber cahaya terang itu.
"Kelihatannya tempat ini bercahaya dikarenakan binatang-binatang kecil itu." tebak Chen Feng sambil memandangi binatang-binatang kecil yang mengeluarkan sinar dari dalam tubuhnya.
"Alangkah indahnya jika kalian berdua dapat berada di sini, menikmati pemandangan danau ini istri-istriku. Aku sangat merindukan kalian dan aku tahu kalian pasti juga sangat merindukanku. Tunggulah sebentar lagi aku pasti menemukan cara yang cepat untuk menemukan kalian berdua." ucap Chen Feng sambil mengelus-ngelus salah satu binatang yang mengeluarkan sinar itu.
Hingga tanpa disengaja, Chen Feng melihat ke samping kanannya ternyata sosok dari bayangan hitam itu masih berada mengambang di atas air yang berada di danau tersebut.
Dengan sopan Chen Feng berkata kembali kepada bayangan hitam itu.
"Saudaraku! Entah kau setan, iblis atau hantu sekalipun. Kemarilah duduk dan temani aku menikmati kesunyian malam ini, sambil memandang bintang-bintang yang indah bersinar di atas langit sana." ajak Chen Feng dengan sopan.
Namun lagi dan lagi, bayangan hitam tersebut hanya diam tidak menanggapi ajakan yang dilayangkan oleh Chen Feng. Merasa penasaran, akhirnya Chen Feng tanpa ragu berjalan mendekati sosok dari bayangan hitam itu.
Dan ketika Chen Feng berada tepat di hadapan bayangan hitam itu, tiba-tiba saja bayangan hitam itu sedikit demi sedikit bergerak menjauh dari Chen Feng.
"Ada yang aneh dengan bayangan hitam ini?" gumam Chen Feng penasaran.
Lalu Chen Feng mencoba menggapai bayangan hitam tersebut, namun ketika Chen Feng telah memegang sosok dari bayangan hitam itu tiba-tiba Chen Feng terhisap tertelan masuk ke dalam bayangan hitam itu.
__ADS_1
Dan selang beberapa waktu kemudian, Chen Feng merasa heran ketika ia sadar, ia telah berada di suatu tempat yang aneh yang dipenuhi dengan aura positif dan negatif yang saling berdekatan dan tidak saling menyerang.
"Sebenarnya tempat apa ini? Mengapa aura di tempat ini sangat menyiksa. Aku tidak pernah merasa tersiksa seperti ini sebelumnya, ataukah jangan-jangan tempat ini adalah tempat kuno legendaris yang lebih kuat dari tempat-tempat kuno legendaris yang lainnya yang telah aku kunjungi!" tebak Chen Feng mencoba bangkit dari tidurnya.
Lalu Chen Feng berjalan menyusuri tempat dengan aura yang memiliki daya menghisap yang sangat mengerikan itu. Namun anehnya Chen Feng sama sekali tidak terpengaruh ketika ia mencoba mendekati pusat dari aura penghisap yang mengerikan itu.
Menyadari hal itu, Chen Feng terus melangkah berjalan mendekati pusat dari gaya menghisap dari tempat tersebut. Dan alangkah terkejutnya ia ketika sampai kepada pusat dari kekuatan penghisap dari ruangan tersebut.
Chen Feng melihat ke atas ada sebuah cahaya putih dan hitam yang sama-sama berputar lambat.
"Ternyata cahaya hitam dan putih ini yang memiliki daya penghisap, yang menjadi sumber dari aura menghisap di tempat ini.
Tiba-tiba terlintas dalam pikiran di benak Chen Feng.
"Apakah jangan-jangan itu adalah teknik Yin dan Yan yang tertulis dalam kitab yang telah guru wariskan kepadaku. Dikatakan dalam kitab itu bahwa teknik tertinggi dari kekuatan seni beladiri adalah teknik yin dan Yan yang dapat memutar balikkan segala bentuk hukum di dunia seni bela diri. Dikatakan juga dalam kitab itu, bahwa teknik yin dan yan dapat menetralisir seluruh kekuatan dari teknik tingkat dewa untuk menjadi kekuatan bagi si pengguna teknik yin dan Yan itu sendiri. Apakah langit sedang memberiku keberuntungan hingga aku dapat menemukan teknik yang begitu mengerikan seperti tehnik yin dan Yan yang saat ini ada di hadapanku?" gumam Chen Feng lalu mengambil sikap berkultivasi untuk mencoba memahami teknik yin dan yan berada tepat di hadapannya itu.
Lalu ketika Chen Feng sedang berada pada sikap berkultivasi, tiba-tiba sosok bayangan hitam yang pada awalnya terus mengikuti Chen Feng, hadir tepat di samping kiri Chen Feng.
"Saudaraku! Apakah ini orang yang terpilih untuk mewarisi kekuatan yin dan Yan milik kita?" tanya salah satu sosok yang keluar dari sinar cahaya putih yang berputar itu yang lalu hadir tepat di samping kanan Chen Feng.
"Aku sendiri juga tidak tahu saudaraku. Aku merasa anak ini bukanlah anak yang sederhana, kekuatan tubuh dan kekuatan jiwa miliknya sangatlah besar, akan tetapi jika ia ingin menjadi tuan dari teknik yin dan yan kita yang baru, maka kekuatan besar miliknya belumlah cukup. Itu semua butuh keberuntungan. Jika ia ingin mempelajari teknik yin dan yan milik kita. Untuk saat ini kita hanya perlu menunggunya saja. Apakah dia akan berhasil atau tidak, itu tergantung dengan kemampuan serta keberuntungan yang ia miliki." jawab sosok dari bayangan hitam itu.
"Memang yang kau katakan itu benar saudaraku. Aku melihat aura sejati dari bocah ini tidak sederhana. Memiliki kekuatan tubuh serta kekuatan jiwa yang sangat besar, di usia seperti dirinya tidaklah mudah. Pasti ia telah mengalami begitu banyak pertarungan hidup dan mati seperti yang dimiliki oleh Tuan kita sebelumnya. Aku merasa ia sangat berjodoh kepada teknik yin dan yan milik kita. " ucap sosok bayangan putih itu.
"Ya ya, benar yang kau katakan saudaraku, namun lagi-lagi aku katakan, hanya keberuntungan serta kemampuan miliknya sendiri yang akan menentukan ia pantas atau tidaknya menjadi pewaris dari teknik yin dan Yan ini. Kau tidak seperti biasanya saudaraku, biasanya kau hanya banyak diam, namun saat ini aku melihat kau terlalu banyak berbicara. Apakah kau sependapat denganku ketika melihat bocah ini?" tanya sosok dari bayangan putih itu.
"Kau benar saudaraku! Anak ini memiliki sifat sopan santun yang amat bagus. Bahkan ketika aku mengikutinya saat di atas danau itu, dia sama sekali tidak menunjukkan rasa kemarahan atau emosi sedikitpun. Bahkan ia dengan sopan mengajakku untuk menemaninya duduk sambil memandang bintang-bintang dengan cahaya indah di langit atas sana, sungguh menggelikan bocah ini. Aku sangat menyukai sifat dari bocah ini, hahaha hahaha hahaha.....!" jawab sosok bayangan hitam itu sambil tertawa keras.
Sementara di lautan kesadaran spiritual milik Cheng Feng. Iya sedang mencoba memahami setiap bentuk hukum dari teknik yin dan Yan yang telah ia lihat.
"Kelihatannya teknik yin dan Yan ini memiliki hukum positif dan negatif yang saling berdampingan." gumam Chen Feng sambil terus mencoba memahami seluk beluk dari teknik yin dan yan itu.
Hingga tanpa terasa waktu pun terus bergulir, dan tak lama kemudian Chen Feng sedikit mengetahui tentang apa itu teknik yin dan yan.
"Ya, ya aku mengerti sekarang, ternyata seperti itu cara kerjanya." ucap Chen Feng lalu mencoba berkultivasi dengan pemahaman yang ia miliki tentang teknik yin dan yan itu.
Lalu dari tubuh Chen Feng keluar sebuah cahaya merah hitam berisikan riak-riak energi petir yang membantu Chen Feng dalam memahami teknik yin dan yan tersebut.
"Aura sejati yang begitu ganas, anak muda seperti ini memiliki aura sejati seperti itu, ini lebih jauh lebih kuat dari tuan kita miliki sebelumnya." ucap sosok dari bayangan hitam itu.
"Yang kau katakan benar saudaraku. Mengapa bocah ini memiliki aura sejati yang begitu amat sangat mengerikan? Aku merasa dalam energi sejati miliknya ini berisikan kesengsaraan dari naga Guntur 9 Surgawi." ucap sosok dari bayangan putih itu.
"Ya ya, benar saudaraku, tapi mengapa aura kesengsaraan Guntur yang legendaris itu muncul dari dalam tubuh bocah ini? Bukankah dalam ribuan tahun belakangan kesengsaraan Guntur dari 9 naga surgawi hanyalah dongeng. Iya hanya muncul di alam yang berbeda dari ketiga alam yang ada saat ini." ucap sosok dari bayangan hitam itu.
"Kau mengatakan itu hanyalah dongeng, bahkan teknik yin dan yan milik kita juga hanyalah sebuah dongeng! Walaupun ada beberapa kultivator dari ketiga alam yang saat ini kita hinggapi dapat mengintegrasikan di dalam teknik mereka." sarkas sosok dari bayangan putih itu.
"Memang benar yang kau ucapkan saudaraku, tapi mereka hanya mengetahui bagian kecilnya saja dari teknik yin dan yan milik kita. Lalu bagaimana itu bisa dibandingkan dengan teknik yin dan Yan saat ini yang sedang berada di hadapan kita?" tanya sosok dari bayangan hitam itu.
"Perkataanmu kita sudahi dulu, yang sekarang jadi pokok pembahasan, mengapa kesengsaraan naga Guntur 9 Surgawi menghinggapi tubuh dari bocah ini? Itulah yang harusnya kita bahas." kata sosok dari bayangan putih itu.
"Biarkanlah itu menjadi rahasia seperti teknik yin dan yan kita yang bukan berasal dari ketiga alam yang saat ini kita hinggapi." jawab sosok dari bayangan hitam itu.
__ADS_1
"Aku merasa bocah ini ditakdirkan bukan hanya untuk berada di ketiga alam yang saat ini kita hinggapi, tampaknya takdir bocah ini lebih tinggi lagi." ucap sosok dari bayangan putih itu.
Dan setelah mereka berbincang-bincang, tak lama kemudian fluktuasi energi yang mengoyak ruang kehampaan pun terjadi, di seluruh energi daerah tempat di mana Teknik yin dan yan itu saling bertabrakan.
"Benar-benar bocah jenius yang tiada taranya, hanya butuh beberapa saat dia sudah memahami teknik yin dan Yan milik kita." puji bayangan hitam itu.
"Benar sekali yang kau ucapkan saudaraku, bahkan Tuan kita terdahulu butuh waktu beratus-ratus tahun untuk memahami teknik yin dan Yan itu sendiri, tapi bocah ini hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 3 hari, benar benar bocah yang memiliki pemahaman yang amat sangat mengerikan. Di masa depan pasti bocah ini dapat menguasai alam surga dan menggantikan kaisar Surgawi yang saat ini." ucap sosok dari bayangan putih itu.
Lalu tiba-tiba sinar cahaya hitam dan putih yang sedang berputar di atas udara itu kemudian menjadi sebongkah cahaya yang langsung melesat ingin memasuki tubuh dari Chen Feng, lalu cahaya merah hitam pekat yang berisikan riak riak energi petir dari kesengsaraan naga Guntur 9 surgawi yang menyelimuti tubuh Chen Feng pun menyambut kedatangan dari sinar cahaya hitam dan putih yang merupakan teknik yin dan Yan.
Sosok bayangan hitam dan putih yang melihat kejadian itu sontak membuat mereka berdua terkejut, sejak kapan teknik yin dan yan dapat bersatu dengan kesengsaraan 9 naga Guntur Surgawi.
"Bocah ini benar-benar jenius, dia sudah bisa mengerti untuk menggabungkan kedua kekuatan yang berbeda tanpa adanya gesekan sama sekali diantara kedua teknik yang berbeda itu. Masa depan dari bocah ini tidak akan dapat dibayangkan." ucap sosok dari bayangan hitam dan putih itu.
Kemudian sinar cahaya hitam dan putih dari teknik yin dan Yan itu pun bersatu dengan cahaya merah hitam pekat yang berisikan riak-riak energi petir dari kesengsaraan Guntur 9 naga Surgawi.
Setelah itu masuk ke dalam tubuh yang kemudian merubah seluruh Meridian tubuh jiwa serta lautan spiritual dan lautan kesadaran milik Chen Feng.
"Hebat sungguh hebat teknik yin dan Yan ini, tidak hanya tubuh abadiku yang menjadi abadi, bahkan seluruh jiwa Meridian serta yang ada pada diriku semuanya telah menjadi abadi, benar-benar Teknik kuno yang amat sangat legendaris." puji Chen Feng sambil mengeluarkan aura sejati miliknya yang sekarang sangat-sangat berbeda dari biasanya, yang menyebabkan seluruh ruang kehampaan yang berada di sekitarnya menjadi hancur porak poranda.
"Anak muda! Di masa depan kau tidak boleh melakukannya karena dapat merusak seluruh tatanan yang berada di sekitar tempat pertarunganmu, kau amat sangat berbahaya bocah muda." ucap sosok bayangan hitam yang berada tepat di samping kiri Chen Feng.
Mendengar suara yang berada di samping kirinya, Chen Feng lalu menoleh dan menatap sosok dari bayangan hitam tersebut, tanpa rasa hati-hati sama sekali lalu Chen Feng pun berkata.
"Terima kasih senior, karena telah membimbingku kepada keberuntungan yang saat ini aku dapatkan, Junior ini akan amat sangat berterima kasih kepada senior." ucap Chen Feng dengan sopan.
"Hahaha hahaha hahaha.....!"
lalu terdengar suara tertawa di samping kanan Chen Feng sambil berkata.
"Saudaraku! Benar yang kau katakan, jika anak ini memiliki sopan santun yang amat sangat bagus, aku suka dengan sifat anak ini. " ucap sosok dari bayangan putih itu.
Chen Feng yang mendengar suara di samping kanannya pun langsung menoleh dan ia pun melihat sebuah cahaya berwarna putih. Sambil berkata sopan.
"Ternyata senior bercahaya putih ini adalah teman dari senior berwarna hitam itu. Junior ini juga mengucapkan terima kasih atas teknik yang amat sangat mengerikan ini yang telah senior-senior berikan kepada Junior ini." kata Chen Feng tulus.
"Tidak perlu berterima kasih kepada kami. Warisan teknik yin dan Yan ini memiliki kesadarannya sendiri, ia yang telah memilihmu menjadi tuannya yang baru. Kami ini hanyalah esensi sejati dari teknik yin dan Yan itu sendiri. Dengan bergabungnya teknik yin dan Yan ke dalam tubuhmu, otomatis akan membuat kami berdua menyatu juga kepada tubuhmu. Namun sebelum kami masuk ke dalam tubuhmu, ada hal yang ingin kami sampaikan kepadamu terlebih dahulu." kata sosok dari bayangan putih itu.
"Maaf senior.Apakah yang ingin senior katakan kepadaku? Junior ini akan mendengarkannya dan akan melakukannya sebisa Junior ini. Namun yang perlu senior tahu, Junior ini pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan apapun permintaan dari para senior-senior sekalian. " jawab ucap Chen Feng dengan sopan.
"Bagus-bagus bocah muda, aku akan mengatakannya dengan ringkas dan cepat. Teknik yin dan yan yang baru saja kau pelajari adalah sumber atau pusat dari teknik yin dan yan yang ada di ketiga alam ini. Dengan kata lain teknik yin dan Yan telah kau pelajari barusan merupakan teknik yin dan yan yang asli. Jadi di luar dari teknik yin dan Yan yang telah kau pelajari, keseluruhan dari teknik yin dan Yan yang ada di luar sana merupakan teknik yin dan yan yang tidak lengkap. Di masa depan jika kau menemukan seseorang pengguna teknik yin dan Yan, maka kau harus menghisap habis teknik yin dan yan dari ckultivator tersebut, itulah keinginan kami." pinta sosok dari bayangan hitam itu.
"Benar yang dikatakan oleh saudaraku barusan, di masa depan kau harus mengambil kembali pecahan-pecahan dari teknik yin dan yan yang seharusnya menjadi satu dengan teknik yin dan Yan yang telah kau pelajari di tempat ini. Apakah kau mengerti anak muda?" tanya sosok dari bayangan putih itu.
"Junior ini mengerti akan maksud dari kedua senior. Junior ini akan melakukan sebisa mungkin untuk mengambil kembali setiap pecahan-pecahan dari teknik yin dan Yan Yang barusan Junior pelajari, kedua senior harus percaya akan hal itu." jawab Chen Feng dengan sopan.
"Kalau begitu tugas kami berdua telah selesai, selanjutnya giliranmu untuk mengembangkan teknik yin dan yan sampai ke puncak di waktu masa kejayaannya." ucap sosok dari bayangan hitam itu lalu menjadi sebongkah cahaya dan masuk ke dalam tubuh Chen Feng.
"Anak muda! Teknik yin dan yang telah kau miliki barusan merupakan teknik yang bukan berasal dari ketiga alam ini, dapat dikatakan masa depanmu bukan hanya di ketiga alam ini akan tetapi di alam yang lain juga. Aku akan melihat dari dalam tubuhmu ketika kau mencapai ke puncak kejayaan di saat teknik yin dan yan ini merajai seluruh alam di jagat raya. " ucap sosok bayangan putih itu, lalu menjadi sebongkah cahaya dan masuk ke dalam tubuh Chen Feng.
"Teknik yang merajai semua alam di jagat raya! Ini, keberuntungan apa yang membuatku memiliki teknik kuat semacam teknik yin dan Yan ini? Jika ini sudah menjadi takdirku, maka percayalah kedua senior aku akan berjuang semaksimal mungkin untuk memenuhi tanggung jawab yang besar yang berada di pundaku." kata Chen Feng sambil menggenggam tinju di tangannya.
__ADS_1