
Kemudian Chen Feng mulai menyebarkan kekuatan jiwanya untuk mencari keberadaan dari yang mulia Raja kerajaan Xuan Yuan, yang tidak lain beliau adalah orang tua dari istri pertama Chen Feng.
Setelah menemukan keberadaan dari yang mulia raja dari kerajaan Xuan Yuan. Chen Feng kemudian langsung menuju ke arahnya dan Chen Feng muncul secara tiba-tiba di dalam ruangan yang berisikan beberapa orang yang sedang duduk berbincang-bincang.
Ssalah seorang dari beberapa orang itu adalah yang mulia raja dari kerajaan Xuan Yuan. Dengan lembut Chen Feng pun berkata kepada raja itu.
"Apa kabar kalian semuanya!" sapa Chen Feng menegur beberapa orang yang berada di dalam ruangan itu.
Mendengar ada suara yang menegur mereka, membuat beberapa orang itu menjadi terkejut.
"Siapa kau?" tanya pangeran itu menatap tajam kearah Chen Feng.
"Kakak! Sudah sangat lama tidak bertemu, ternyata kakak ipar telah memiliki kekuatan yang lumayan kuat." puji Chen Feng tersenyum ramah.
Mendengar perkataan dari pria muda yang berada di hadapan mereka, beberapa orang itu pun tetap belum dapat mengenali pria muda yang ada di hadapan mereka itu.
Lalu Chen Feng pun melangkah mendekati mereka semua. Melihat pria muda yang mendekati mereka beberapa orang di ruangan itu langsung bangkit dan bersiap siaga.
"Tenanglah! Aku adalah Chen Feng, jadi tidak mungkin kalian tidak mengenaliku bukan!" ucap Chen Feng kembali.
Mendengar perkataan pria itu, beberapa orang yang ada di ruangan tersebut pun menjadi terkejut.
"Kamu! Jadi kamu adalah Chen Feng?" tanya mereka merasa tidak percaya.
Lantas ke tiga pria muda yang merupakan pangeran dari Kerajaan Xuan Yuan itu langsung mendekati Chen Feng dan memeluknya erat.
"Sudah bertahun-tahun kami tidak mendengar kabar tentang dirimu adik. Aku tidak menyangka jika sekarang kau telah memiliki kekuatan yang sama sekali tidak bisa aku lihat. " ucap Pangeran itu yang tak lain adalah kakak dari mendiang istrinya Yun Zhi.
"Kak. Aku tidaklah kuat, aku tetap sama seperti dulu." jelas Chen Feng merendah.
Kemudian Chen Feng melangkah mendekati yang mulia raja dari Kerajaan Xuan Yuan dan berlutut hormat di depan sang raja.
"Hormat hamba Ayah mertua." hormat Chen Fengkepada yang mulia raja.
"Sudah sudah! Tidak perlu seperti itu nak Chen Feng. Kau adalah suami dari mendiang putriku, jadi kau sama saja seperti anak kandungku sendiri. Dan itu artinya kami semua merupakan anggota keluargamu Chen Feng,begitu juga dengan seluruh rakyat yang ada di Kerajaan Xuan Yuan ini. Sekarang mari duduklah. Kau pasti lelah bukan!" titah yang mulia raja itu.
Mendengar perintah dari ayah mertuanya, Chen Feng pun kembali menunduk hormat.
"Maafkan hamba yang mulia Raja. Maaf sekali lagi, untuk ayah dan kakak-kakak sekalian. Sebenarnya aku tidak mempunyai waktu yang banyak, aku kemari hanya ingin berpamitan kepada kalian dan memberikan sedikit hadiah untuk kalian semua." ucap Chen Feng sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin penyimpanan miliknya.
__ADS_1
Mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Chen Feng, sontak ketiga pangeran, yang mulia raja dan beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu menjadi terkejut.
"Apa maksud dari perkataanmu itu adikku? Mengapa kau ingin pergi dengan terburu-buru? Apakah ada seseorang yang sedang mengejar dirimu?" tanya Pangeran merasa heran.
"Ya benar anakku. Jika memang ada orang yang ingin menangkapmu saat ini, maka kami akan selalu melindungimu. Bahkan jika itu Dewa sekalipun, maka kami akan tetap menjadi pelindungmu yang paling terdepan." ujar yang mulia Raja itu dengan tegas.
"Tidak tidak ayah, bukan seperti itu. Percayalah Kepadaku, jika tidak akan ada yang bisa mengancam diriku ini. Hanya saja aku akan pergi ke tempat yang sangat jauh, dan hanya takdir yang akan dapat mempertemukan kita kembali." jelas Chen Feng kepada mereka semua.
"Apa maksud dari perkataanmu itu?"
"Yang mulia raja. Aku mohon jangan merasa khawatir seperti itu, Ayah Kakak dan semuanya, kini waktuku tidak banyak lagi, dan aku ingin memberikan sedikit oleh oleh untuk kalian semua."
Lalu Chen Feng pun memberikan beberapa gulungan kitab yang sudah dia pegang sejak tadi kepada yang mulia raja dan ketiga pangeran yang ada dihadapannya itu.
"Ini adalah beberapa teknik kultivasi di tingkat langit yang aku miliki, jika kalian dapat mempelajari teknik ini, maka kerajaan Xuan Yuan akan setara kedudukannya dengan klan utama dari domain atas, jadi itu bisa menjadikan modal bagi kerajaan Xuan Yuan untuk melindungi wilayah kerajaan ini dari orang-orang yang akan mencoba mengusik kalian, bahkan jika kalian beruntung kalian akan dapat menembus tingkat ke ranah alam suci menggunakan teknik yang telah aku berikan ini." ucap Chen Feng kepada mereka semua.
Mendengar penjelasan dari Chen Feng, seluruh orang-orang yang berada di dalam ruangan itu menjadi takjub.
"Apakah ini benar?" tanya mereka tak percaya.
"Tentu saja benar yang mulia. Akan tetapi seluruh teknik yang telah aku berikan ini hanya dapat dipelajari oleh kalian yang aku berikan gulungan Teknik ini, dikarenakan di setiap gulungan itu telah aku tandai bagi kalian yang telah memegang gulungan kita itu." ucap Chen Feng menjelaskan.
"Dan ini ada beberapa senjata di tingkat suci, yang akan aku berikan kepada yang mulia raja dan yang lainnya."
Setelah itu Chen Feng membagikannya di setiap orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Terimalah ini sebagai pelengkap atas gulungan teknik yang telah aku berikan kepada kalian. Aku kira cukup sampai di sini. Ayah, Kakak, sudah waktunya untuk aku pergi dari sini. Aku harap di masa depan jika kalian beruntung maka kalian dapat menyusul kemana aku akan pergi saat ini." ucap Chen Feng lalu ia pun menghilang secara tiba-tiba dari dalam ruangan tersebut.
Melihat Chen Feng yang telah menghilang dengan tiba-tiba, yang mulia raja berteriak begitu juga dengan pangeran itu yang ikut berteriak kepada Chen Feng.
"Berhati-hatilah Chen Feng!" seru mereka semua.
Hingga tak lama kemudian, Chen Feng pun telah muncul kembali di atas langit kerajaan Xuan, lalu dengan menggunakan kekuatan jiwanya dia mentransmisikan suaranya kepada yang mulia raja dan ketiga pangeran.
"Ingatlah Ayah, dan Kakak. Ketika kalian telah memiliki kekuatan yang besar, maka janganlah pernah kalian menindas orang yang lemah dan janganlah kalian bermusuhan dengan kerajaan langit Utara, bagaimanapun caranya kalian harus bekerja sama dengan kerajaan Langit Utara." ucap Chen Feng mengingatkan.
Lalu Chen Feng pun kembali membuka lubang hitam teleportasi dan langsung masuk ke dalamnya. Sedangkan di dalam kerajaan Xuan Yuan, mereka dapat mendengar ucapan yang dikatakan oleh Chen Feng.
Dengan cepat yang mulia raja dan ketiga Pangeran itu pun mengangguk menganggukkan kepalanya sambil berkata.
__ADS_1
"Baiklah Chen Feng. Kami akan selalu mengingat kata-kata yang kau ucapkan." ucap ketiga pangeran tersenyum senang.
Sedangkan Chen Feng. Akhirnya dia pun telah muncul kembali ke tempat di mana seluruh anggota kelompoknya berada. Melihat kedatangan Chen Feng yang telah kembali, Ling Ling dan Qian Xue langsung segera menghampirinya.
Lalu mereka pun bertanya kepada kedua istrinya itu.
"Bagaimana dengan formasi Jalan langit yang dibuat oleh kelima Kakakku itu?" tanya Chen Feng kepada kedua istrinya.
"Akan segera selesai dalam satu tahapan lagi." jawab Ling Ling menghembuskan nafasnya.
Lalu Chen Feng pun memalingkan wajahnya kearahnya ke sebuah dinding batu yang berada di samping kirinya. Dan dia langsung melangkahkan kakinya ke arah dinding batu itu.
Melihat apa yang dilakukan oleh Tuan mereka, keempat komandan iblis pun langsung menghampiri Chen Feng.
"Maaf Tuan. Tuan hendak kemana lagi?"
"Aku ada urusan sebentar, kalian bersiap-siaplah untuk berangkat ke alam atas, dan segera beritahukan kepada seluruh saudara-saudara kita tentang hal itu." titah Chen Feng kepada 4 Komandan iblis.
Mendengar perintah yang diucapkan langsung oleh Tuan mereka, keempat komandan iblis itu mengangguk dan segera melesat ke arah seluruh anggota kelompok Chen Feng.
Sedangkan Chen Feng, dia tampak mengayunkan tangannya ke arah dinding batu yang tepat berada di hadapannya itu.
Ling-Ling dan Qian Xue yang menyadari bahwa dinding batu itu adalah tempat di mana makam dari kedua orang Chen Feng, guru Chen Feng dan juga kakak Yun Zhi, lalu mereka berdua pun ikut menyusul Chen Feng dan mendekati Chen Feng sambil memegang tangan kanan dan kiri Chen Feng.
"Apakah kau ingin berpamitan kepada mereka suamiku?" tanya Ling Ling penasaran.
"Benar Ling Ling. Aku tidak tahu lagi, kapan kita akan kembali ke alam bawah ini, jadi akan lebih baik meminta restu dari mereka berempat sebelum kita pergi meninggalkan alam bawah ini." jawab Chen Feng sambil masuk ke dalam dinding batu yang telah terbuka oleh ayunan tangan Chen Feng.
Kemudian Chen Feng yang telah berada di dalam dinding batu itu dan secara tidak sengaja air mata mulai turun dari kedua matanya, ia pun langsung melepaskan dekapan tangan dari kedua istrinya itu dan melangkah dengan pelan-pelan melangkah ke arah di mana sebuah cahaya terang menyinari tempat yang berada di hadapannya.
Kemudian dengan menangkupkan kedua tangannya, Chen Feng memberi hormat kepada beberapa plat nama yang ada di dalam ruangan yang bersinar itu.
"Ayah, ibu! Putramu ini menghadap kalian untuk berpisah dan kemungkinan putramu ini tidak dapat menemui kalian dalam waktu yang dekat."
"Begitu juga denganmu Guru. Saat ini tujuan murid di alam bawah ini telah selesai, dan sekarang sudah waktunya untuk murid memenuhi janjiku kepada guru, agar secepatnya naik ke alam atas serta membersihkan semua masalah yang telah menimpa guru." ujar Chen Feng sambil berderaian air mata.
Setelah itu Chen Feng pun memalingkan pandangannya ke arah samping kiri dari plat nama yang berada di hadapannya dan ia pun langsung mengambil plat nama itu.
"Istriku Yun Zhi, aku pernah berjanji kepadamu, jika kau akan selalu mengikutiku sampai kapanpun, untuk itu aku akan mengajakmu untuk pergi ke alam atas agar kau dapat menemani suamimu ini menaiki Alam atas." ucap Chen Feng kepada mendiang istrinya Yun Zhi.
__ADS_1