
Kembali ke tempat di mana para jenius jenius dari kerajaan utama yang berasal dari benua barat berkumpul. Keseluruhan dari mereka terus-menerus mencari keberuntungan mereka dalam mendapatkan harta-harta serta senjata-senjata pusaka peninggalan kuno yang berada di dalam ruangan tersebut.
Namun sangat disayangkan sekali, karena keberuntungan tidak berpihak kepada mereka. Akan tetapi sebenarnya bukanlah keberuntungan mereka yang tidak mau berpihak, melainkan para harta-harta serta senjata-senjata pusaka peninggalan kuno yang berada di dalam ruangan itu ternyata sudah dikuasai oleh Chen Cen si bayi api hitam kecil serta Chen Lou si serigala roh salju.
Sedangkan untuk senjata-senjata dan harta-harta pusaka tingkat menengah dan tinggi lainnya, telah diambil oleh para anggota kelompok Chen Feng yang lain jadi di tempat ruangan itu berada hanyalah tertinggal senjata-senjata tingkat rendah dan menengah yang menjadi sisa-sisa dari perampasan yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok Chen Feng.
"Mengapa harta-harta serta senjata-senjata pusaka yang berada di dalam ruangan ini hanya sedikit jumlahnya? Bukankah yang dikatakan oleh yang mulia raja bahwa ruangan utama dari bangunan peninggalan kuno ini memiliki banyak harta-harta serta senjata-senjata pusaka peninggalan para dewa-dewa kuno itu! Akan tetapi sekarang ini mengapa hanya tinggal sedikit!" ucap Hong Le dari kerajaan Dawei yang merasa bingung.
"Benar yang kau ucapkan saudara Hong. Yang mulia raja dari kerajaan Thang milikku juga berkata sama seperti itu, bahwasanya di bangunan utama ini banyak harta-harta serta senjata-senjata pusaka yang tersimpan di dalamnya, akan tetapi kenyataannya sekarang apa! Lihatlah, semuanya hanya tertinggal senjata-senjata di kelas rendah dan menengah, yang di mana harta-harta serta senjata-senjata pusaka di level tertinggi sudah tidak ada lagi. Tapi mengapa harta serta senjata jenis leve tinggi bisa tidak berada di tempat ini? " tanya Thang Hong dari kerajaan Thang.
"Benar yang kalian ucapkan ini, jika memang ada ruangan tersembunyi di ruangan ini kita pasti dapat menemukannya, akan tetapi mengapa saat kita sudah menemukan ruang kekosongan yang berada di dalam bangunan ini, mengapa harta-harta dan senjata-senjata pusaka yang tersimpan di dalamnya Raib tidak ada jejak sama sekali." ucap King Land dari kerajaan Han.
Mereka semua menjadi kebingungan karena harapan yang mereka inginkan untuk mendapatkan harta-harta pusaka dan senjata senjata pusaka di ruangan itu menjadi sirna, tanpa mereka tahu jika harta-harta pusaka dan senjata-senjata pusaka yang ada di dalam bangunan tersebut telah dirampas keseluruhannya oleh seluruh anggota kelompok Chen Feng .
Tak beda jauh dari ketiga orang itu, Chang Be juga merasa heran akan kejadian di dalam ruangan penyimpanan harta-harta serta senjata-senjata pusaka tersebut
"Mengapa seluruh harta-harta dan senjata senjata pusaka itu menghilang dari ruangan ini?" gumam Chan Be bertanya tanya di dalam hatinya.
"Senior Bei. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Kelihatannya di ruangan ini seluruh harta benda telah menghilang tidak tahu rimbanya, jika sampai ini terjadi maka kebesaran nama dari kerajaan Chang'An akan mendapatkan tamparan yang keras." ujar salah satu jenius muda dari kerajaan Chang'An.
"Benar saudara Chang Be, apa yang dikatakan oleh geniusmu itu. Jika kita terus bertahan di sini maka kerajaan Chang An kalian yang memiliki nama besar akan malu di benua barat ini, dikarenakan tidak ada satupun kontestan dari berbagai kerajaan yang berhasil mendapatkan harta pusaka satupun dari dalam tanah peninggalan kuno ini." timpal keluarga bangsawan yaitu tuan muda Li Tian.
"Benar apa yang kalian katakan, kalau begitu mari kita pergi dari dalam bangunan ini dan mencari keberuntungan kita menuju ke daerah yang lain," ajak Chan Be kepada seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Chang An.
__ADS_1
Lalu mereka pun langsung melesat terbang keluar dari dalam ruang penyimpanan harta-harta pusaka yang berada di dalam bangunan peninggalan kuno itu. Melihat kepergian dari kelompok Kerajaan Chang'An, Hong Le, Thang Hong dan King Land pu saling memandang satu sama lain.
"Saudara-saudaraku! Benar yang dikatakan anak itu, jika kita terus-menerus bertahan di tempat ini maka kita tidak akan mendapatkan apapun, dan jika sudah begitu nama dari kerajaan utama milik kita di benua barat ini akan tercoreng nama besarnya." ucap King Land sambil memimpin seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Han untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut..
Melihat kepergian King Land, lalu Thang Hong juga melakukan hal yang sama dengan King Land, ia pun memimpin seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Thang untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Saudara Hong! Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Tidak mungkin kita terus-menerus bertahan di tempat ini?" tanya salah satu teman dari Hong Le.
"Tentu kita juga harus pergi meninggalkan tempat ini dan kembali berburu harta benda dan senjata-senjata pusaka di tempat yang lain." jawab Hong Le sambil melesat pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Lalu diikuti oleh jenius-jenius muda dari kerajaan Dawei.
Di sisi yang lain, Fan Mouji, Fan Kiyoung dan Fan Hai serta pangeran Hua Ling bersama 3 boneka iblis, terlihat sedang bersembunyi di ruang kekosongan sambil menekan aura keberadaan dari mereka.
"Akhirnya mereka pergi juga. Jika tidak karena permintaan tuan yang tidak ingin menonjolkan diri kita, maka kita tidak perlu bersembunyi seperti ini." ucap Fan Mouji kepada temannya.
"Saudaraku, maksud dan tujuan Tuan )kuta adalah demi kebaikan kita semua, karena kita belum memiliki pijakan yang kuat di alam atas ini, jadi jika kita bertindak secara sembrono dan tidak hati-hati l, maka kerugian akan kita tanggung sendiri." timpal Fan Kiyoung menjelaskan.
"Dan juga tuan pasti berpikiran, jika terlalu banyak orang-orang yang mengetahui tentang kekuatan kita, maka sudah bisa dipastikan juga akan banyak orang-orang yang akan menjadi musuh kita jika sudah begitu pasti akan sulit bagi kita untuk mendapatkan kaki kita di setiap tempat yang ada di dalam alam atas ini. " jelas Dan Hai menatap tajam.
"Benar yang diucapkan oleh saudara Fan Hai, jika kita semua terekspos maka akan sulit bagi kita untuk mendapatkan keamanan di alam atas ini. Jika sudah begitu kehidupan kita dan perjalanan kita di alam atas ini akan diwarnai oleh ketidaknyamanan, dikarenakan harus selalu bersembunyi dari setiap orang yang akan mengejar kita. Dan tentunya saudari Fam Mouji tidak ingin seperti itu bukan!" seru pangeran Hua Ling.
"Kalian ini bukan seperti maksudku. Bukankah seharusnya kita bisa langsung pergi tanpa perlu bersembunyi di tempat ini?" tanya Fan Mouji.
__ADS_1
"Oh ternyata itu maksud dari saudara Fan Mouj, maafkan aku saudaraku." jawab pangeran Hua Ling sambil tertawa dan keseluruhan dari mereka akhirnya pun tertawa melihat tampang konyol dari Fan Mouji.
Dan di saat mereka bergembira serta tertawa bersenang-senang. Chen Cen dan Chen Luo muncul dari ruang kekosongan yang membuat mereka semua terkejut.
Karena melihat ada sosok dari binatang spiritual serigala roh salju.
"Itu adalah binatang darah tingkat surga? Mengapa binatang darah seperti itu bisa ada di tempat ini?" tanya Fan Mouji sambil mengambil ancang-ancang.
Melihat gerakanan Fan Mouji yang hendak menyerang, membuat seluruh anggota Chen Feng yang lainnya juga ikut mengambil ancang-ancang.
"Apakah binatang spiritual itu berekspresi seperti itu?" tanya pangeran Hua Ling merasa heran.
"Saudaraku, kau tidak mengetahui seberapa ganas serigala roh salju ini. Dia adalah binatang yang berasal dari alam surga dan kekuatannya hampir sebanding dengan penguasa di alam atas ini. Selama ratusan tahun hidup di dalam klan iblis darah, aku tidak pernah mendengar binatang spiritual serigala roh salju ini muncul di alam atas. Serigala roh salju ini merupakan empat binatang spiritual terkuat dari alamat atas yang kehadirannya begitu misterius, bahkan dia dapat di sejajarkan dengan nyonya Ling Ling, karena mereka sama-sama memiliki darah kuno dari binatang legendaris." jelas Fan Kiyoung.
Namun ketika mereka tengah serius dalam melihat serigala roh salju itu, tiba-tiba saja tepat berada di hadapan mereka terdengar suara imut yang memanggil mereka semua.
"Paman-paman! Kalian tidak perlu bertindak seperti itu, dia ini adalah adik baruku, anak dari ayahku yang baru." ucap sosok suara itu yang kemudian keluar dari balik bulu-bulu tebal yang berasal dari kepala serigala roh salju yang tidak lain dia adalah Chen Cen si bayi api hitam kecil.
Seluruh anggota kelompok Chen Feng yang melihat Chen Cen muncul dari balik bulu-bulu kepala dari serigala roh salju itu menjadi sedikit tenang dan timbul senyum-senyum tipis di sudut bibir mereka.
"Ternyata itu adalah anda!" ucap pangeran Hua Ling.
"Ini, ini benar tuan muda, bahwa serigala Roh salju ini adalah adik dari tuan muda yang juga merupakan anak dari Tuan besar?" tanya Fan Hai menatap tidak percaya.
__ADS_1
"Tentu benar paman, mana mungkin aku berbohong kepada paman-paman sekalian." jawab Chen Cen tersenyum.