
Melihat salah satu temannya pergi memasuki tanah terlarang penjara kuno para Dewa, orang-orang dari keluarga menengah itu pun mengikuti temannya dari belakang .
Menyaksikan hal itu, ketua klan Fan Hai menjadi sangat marah. Lalu dia pun mengeluarkan kekuatan spiritualnya untuk menyerang orang-orang dari keluarga menengah tersebut.
Namun ketika serangannya hendak mendekati orang-orang dari keluarga menengah itu, kakek tua Long Vei pun langsung menahan serangan yang dikeluarkan oleh ketua klan Fan Hai.
Lalu hanya dengan tangan kosong, Kakek tua Long Vei menghentikan serangan dari ketua klan Fan Hai.
"Berani kau Fan Hai! Sungguh berani kau melakukan hal seperti itu di hadapan kami para seniormu." teriak kakek tua Long Vei merasa marah.
"Kenapa aku harus takut dengan kalian? Bukankah statusku sama seperti kalian! Tapi bagaimana dengan status mereka? Apa kalian lupa persyaratan untuk memasuki tanah terlarang penjara kuno para dewa ini? Kalau para senior lupa Junior ini dapat mengatakannya kepada kalian semua. Dikatakan bahwa para dewa membuat aturan. Barang siapa yang ingin memasuki tanah terlarang penjara kuno para dewa haruslah mereka yang berada di cabang-cabang dari klan inti yang berada di atas langit. Bukankah itu sudah jelas Senior? Apakah senior Senior ini lupa akan persyaratan yang dibuat oleh para dewa yang ada di dalam klan inti kalian masing-masing?" tanya ketua klan Fan Hai sambil menunjuk ke arah para kakek tua itu.
"Lancang kau Fan Hai! Apakah kau pikir kami ini adalah orang-orang bodoh? Kau mengatasnamakan hal itu agar kau dapat memiliki harta pusaka itu untuk dirimu sendiri bukan? Apakah aku salah dengan tuduhanku ini? Yang dikatakan oleh para dewa tentang peraturan tersebut adalah, peraturan yang dibuat untuk memasuki kuil pemakaman. Bukan peraturan untuk memasuki tanah terlarang. Kau pikir kami adalah orang bodoh yang tidak mengetahui peraturan yang telah dibuat oleh para dewa yang berada di klan inti di atas langit sana!" seru kakek tua Song Bei menatap tajam kearah Fan Hai.
Lalu kakek tua You Seng pun dengan kekuatan yang dikeluarkan di ujung jarinya, dia dilesatkan ke arah ketua klan iblis darah Fan Hai.
Mendapat serangan semacam itu, ketua klan iblis darah Fan Hai langsung terjatuh mendarat keras keatas tanah.
"Kalian! Apa maksud kalian dengan ini semua? Apakah kalian tidak takut kalau Dewa iblis darah akan mengambil tindakan atas perbuatan kalian ini!" teriak ketua klan Fan Hai mengancam.
"Hahahaha….! Apa kau pikir para dewa di atas sana bodoh! Hanya karena masalahmu akan menyebabkan keretakan hubungan antara para dewa-dewa di atas sana? Kau terlalu memandang tinggi dirimu Junior Fan Hai. Bahkan Dewa iblis darah yang berada di alam surga tidak memandang dirimu. Apakah kau pikir pendiri-pendiri dari klan kami tidak tidak ada yang berada di alam surga juga? Asal kau tahu saja, jika para dewa di atas sana tidak akan mengambil sikap atas perbuatanmu yang rendah ini." ucap kakek tua Song Bei membuat ketua klan iblis darah Fan Hai menjadi terdiam.
Setelah itu, para kakek tua itu pun pergi meninggalkan ketua klan iblis darah Fan Hai. Sedangkan Fan Hai yang tergeletak di atas tanah benar benar merasa sangat marah.
__ADS_1
"Kurang ajar kalian kakek-kakek tua! Ketika aku mendapatkan kekuatan yang lebih. Saat itulah kalian akan mati di tanganku." gumam ketua klan iblis darah Fan Hai seraya melesat ke arah tanah terlarang penjara kuno para dewa.
Melihat ketua klannya pergi, para bawahannya pun mengikuti ketua klan Fan Hai dari arah belakang. Sementara itu leluhur Qian Mo yang baru sampai tepat di perbatasan antara dunia luar dan tanah terlarang penjara kuno para dewa, tampak memandang tajam ke arah tanah terlarang penjara kuno para dewa itu.
Tatapannya mulai mengerucut ke arah barat, sementara di tempat yang lain di mana Chen Feng telah berada, Chen Feng pun dapat menyadari kehadiran dari leluhur Qian Mo. Lalu dengan menggunakan segel di tangannya, Chen Feng membuat sebuah lubang hitam teleportasi yang muncul tepat di hadapan leluhur Qian Mo.
Setelah itu, dengan menggunakan kekuatan batinnya Chen Feng berkata kepada leluhur Qian Mo.
"Senior! Ini aku Chen Feng. Sekarang juga masuklah ke dalam lubang teleportasi itu." perintah Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.
Leluhur Qian Mo yang mengetahui bahwa itu adalah Chen Feng, dia pun langsung menuruti perintah Chen Feng untuk masuk ke dalam lubang teleportasi itu. Lalu dalam sekejap mata leluhur Qian Mo pun telah sampai tepat dihadapan Chen Feng.
"Nak Chen Feng! Ternyata kekuatan yang berfluktuasi itu adalah perbuatan kalian?" tanya leluhur Qian Mo sambil memandang ke arah Ling Ling, Qian Xue dan para anggota kelompok Chen Feng.
"Hahahaha…! Maaf Senior. Benar itu adalah perbuatan kami yang sedang melawan kesengsaraan Guntur 9 Naga surgawi." jawab Chen Feng membuat leluhur Qian Mo menjadi terkejut.
"Apa? Kesengsaraan guntur 9 Naga surgawi? Itu tidak mungkin! Itu adalah kesengsaraan Guntur yang legendaris. Mana mungkin di alam bawah ada orang yang dapat memicu kesengsaraan Guntur 9 Naga Surgawi itu?" tanya leluhur Quan Mo dengan sangat terkejut.
Setelah itu Chen Feng pun membuat segel di tangannya. Dan dia merentangkan tangan kanannya ke atas. Hingga energi Guntur keluar dari tangannya itu dan melonjak ke langit.
Seketika saja awan mendung hadir disertai dengan riak riak energi petir yang bergelora. Melihat hal itu leluhur Qian Mo terduduk lemas.
"Itu-itu kesengsaraan Guntur legendaris. Mengapa bisa ada di alam bawah ini?" gumam leluhur Qian Mo sambil terkejut.
__ADS_1
Setelah itu Chen Feng berkata kepada leluhur Qian Mo.
"Senior tidak perlu berpikir yang macam-macam. Cukup berkonsentrasi memahami dan meresap esensi murni dari kesengsaraan Guntur ini. Karena ini akan membuat basis kultivasi senior menjadi kuat dan kokoh. Itu juga adalah kunci kehebatan ketika anda menginjakkan kaki senior ke langit atas sana, sekarang cepat Senior! Jangan terlalu banyak berpikir. Jangan sampai Senior dilampaui oleh para junior junior ini." ucap Chen Feng dengan serius.
Lalu leluhur Qian Mo pun mengambil sikap berkutivasi seperti yang diarahkan oleh Chen Feng.
Setelah itu Chen Feng kembali menatap ke arah orang-orang dari domain atas yang sudah mulai memasuki tanah terlarang itu.
"Kelihatannya mereka sedang ada di perbatasan luar. Bukan tidak mungkin mereka akan sampai kemari. Jika waktu itu telah tiba aku berharap mereka semua telah selesai dalam berkutivasi." gumam Chen Feng dengan santai.
Lalu tepat beberapa KM jauhnya dari Chen Feng berada, orang-orang dari domain atas telah tiba di perbatasan luar antara dunia luar dan tanah Terlarang penjara kuno para dewa itu.
"Lihat itu? Di mana rumor yang mengatakan bahwasanya ada hal-hal yang mengerikan yang menjaga tanah terlarang ini? Semua hanyalah bualan untuk mengacaukan kita, agar kita semua tidak berani masuk ke dalam tanah terlarang ini." ucap orang orang itu.
"Ya benar yang kau katakan. Orang orang itu semua hanyalah ingin jika semua harta yang ada di dalam tanah terlarang ini menjadi milik mereka sendiri." kata orang-orang dari keluarga menengah itu menimpali.
Kemudian salah seorang dari mereka pun maju melesat masuk ke dalam tanah Terlarang penjara kuno para dewa itu, namun ketika dia baru saja melewati tanah terlarang itu, tiba-tiba ada suatu benda seperti bayangan gelap yang melesat menyerang orang tersebut.
"Awas di belakangmu!" teriak teman teman dari orang yang memasuki tanah terlarang tersebut. Tapi sangat disayangkan, karena orang itu telah terlambat menghindar dan terkena serangan dari sesuatu yang menyerang dirinya.
Hingga akhirnya orang itu pun mati menjadi ketiadaan.
"Apa itu sebenarnya? apa itu! Mengapa sangat mengerikan?" tanya mereka merasa panik.
__ADS_1