
"Ya semoga saja keluarga Ji akan selalu menjadi keluarga nomor satu di alam atas ini." jawab kembali seorang tetua dari keluarga Ji itu sambil tersenyum bangga.
"Aku rasa tujuan kita di sini telah usai saudara ku. Mari kita segera pergi dari tempat ini dan mencari keberadaan dari kolam darah spiritual itu." ajak tetua dari keluarga Ji itu.
"Benar yang tetua katakan. Ayo kita pergi mencari kolam darah spiritual untuk membuat basis kultivasi milik nona besar semakin kuat." jawab seorang pengawal di belakang tertua keluarga Ji itu.
Mendengar perkataan mereka semua, nona besar pun langsung merasa terharu. Lalu dia menundukkan wajahnya menatap kearah tetua dari keluarga Ji itu.
"Terima kasih tetua, dan kalian semua, karena selalu berbuat yang terbaik untukku. Kebaikan kalian ini akan selalu aku ingat sampai kapanpun itu." ucap gadis muda yang merupakan nona besar dari keluarga Ji yang bernama bernama Ji Ru Yu.
"Tidak perlu seperti itu nona besar. Sekarang juga ayo kita segera berangkat mencari kolam darah spiritual." ajak seorang Tetua yang merupakan pemimpin dari kelompok dari keluarga Ji itu.
Lalu Tetua pun langsung melesat ke atas udara, diikuti oleh seluruh anggota kelompok dari keluarga Ji termasuk gadis muda yang bernama Ji Ru Yu yang ikut melesat mengikuti Tetua dari kelompok keluarga ji.
__ADS_1
Chen Feng yang melihat kepergian mereka dari balik persembunyian nya merasa terkejut, ketika mendengar pembicaraan mereka yang ingin mencari sesuatu yang juga sedang dia cari.
"Apa.....! Jadi mereka ingin mencari kolam darah spiritual. Pasti mereka mempunyai informasi yang tepat dari kolam darah spiritual. Status mereka sangatlah penting di benua utama ini. Jadi iformasi dari kolam darah spiritual dari benua menengah ini pasti dapat dipercaya." gumam Chen Feng di balik ruang kehampaan sambil melihat ke arah kelompok dari keluarga Ji yang telah melesat ke atas udara.
Hingga tak lama berselang, akhirnya Chen Feng pun mengikuti kelompok dari keluarga Ji itu. Lalu di tengah perjalanan dalam mencari kolam darah spiritual, kelompok keluarga Ji tampak melesat dengan cepat, dan dibagian terdepan dari kelompok mereka, terlihat seorang tertua yang merupakan pemimpin dari kelompok itu sedang memegang sebuah benda yang berbentuk diagram.
"Tetua...! Apakah diagram suci ini telah menemukan lokasi dari kolam darah spiritual?" tanya seorang tetua yang merupakan wakil dari ketua kelompok keluarga Ji itu.
"Apa maksud dari perkataan mu itu tetua? Apanya yang terlihat aneh?" tanya ucap wakil dari Tetua itu.
"Sudah jangan banyak bertanya, sekarang kalian semua berwaspadalah, waspadalah....!" ucap Tetua dari kelompok keluarga Ji itu memperingatkan mereka m dengan nada panik.
Lalu dengan tiba-tiba, seekor ular dengan ukuran yang sangat besar melesat menyerang hendak menerkam kelompok dari keluarga Ji tersebut.
__ADS_1
"Awas.....! Awas, segera menghindar, menghindar cepat menghindar....!" teriak tetua dari kelompok keluarga Ji itu.
Setelah itu, dengan cepat ia pun langsung mengeluarkan harta pusakanya yang berbentuk pedang dan menebas ke arah ular yang berukuran raksasa itu, yang di mana ular itu sedang menerkam pengawal-pengawal dari keluarganya.
Namun betapa terkejutnya mereka semua karena serangan-serangan yang dilancarkan oleh Tetua dari kelompok keluarga Ji itu tidak berefek sama sekali kepada ular raksasa tersebut.
Sedangkan ular itu, yang terus terusan menerima serangan, dengan leluasa langsung menerkam seluruh bawahan dan pengawal dari keluarga Ji itu.
Lalu ular berukuran raksasa itu pun menuju ke arah nona besar dari keluarga Ji. Tapi gadis muda itu berhasil menghindar dari terkaman ular raksasa itu, hingga kemudian ia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan serangan ke arah ular raksasa tersebut
Mendapat serangan yang dilancarkan oleh gadis muda di depannya, ular raksasa itu tidak tinggal diam. Dia pun menggunakan ekornya untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh gadis muda itu.
Namun walaupun serangan pedang yang dilancarkan oleh gadis muda yang ada di hadapannya itu dapat ia tahan dengan ekornya, tidak dapat dibohongi, jika serangan energi pedang yang dilancarkan oleh gadis muda itu dapat melukai ular itu, yang tampak dari ekornya yang dipenuhi dengan luka sayatan sayatan pedang yang dilancarkan oleh gadis muda dari keluarga Ji yang bernama Ji Ru Yu.
__ADS_1