Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Menyembuhkan Pangeran Hua Ling


__ADS_3

Kemudian empat Komandan iblis yang melihat tuannya selamat dan semakin bertambah kuat, mereka berempat pun langsung menghampiri Chen Feng yang tengah berpelukan dengan kedua istrinya.


"Tuan! Syukurlah kau telah selamat dan berhasil membunuh Komandan iblis darah itu." ucap Komandan iblis Fan Mo tampak tersenyum.


"Ya benar yang dikatakan oleh saudara Fan Mo. kini bahkan Tuan Chen Feng telah bertambah kuat. Kelihatannya hampir dekat waktunya kita untuk menuju ke alam atas sana." ujar Komandan iblis Dixin menimpali.


Mendengar ucapan dari keempat Komandan iblis. Chen Feng pun menoleh ke arah mereka dan tersenyum senang.


"Terima kasih saudara-saudaraku! Terima kasih karena kalian telah mengkhawatirkanku, dan terima kasih juga karena kalian telah melaksanakan perintah dariku untuk menjaga semua keluarga kita." jawab Chen Feng melihat keempat Komandan iblis.


Tak lama kemudian lirikan mata Chen Feng menoleh kearah saudaranya yang lain.


"Dan untuk kalian semua! aku sangat berterima kasih karena kalian telah mengkhawatirkan keadaanku, dan kalian adalah saudara-saudara terpentingku di dunia ini. Melihat kalian selamat itu sudah jauh lebih dari cukup untukku." ucap Chen Feng tulus.


Lantas tak berselang lama lebah lebah penyerap Qi berterbangan menghampiri Chen Feng sambil berkata.


"Kakak Chen Feng! Kakak Chen Feng, Kakak Chen Feng?" panggil mereka bertiga.


"Ada apa adik-adikku? Ada apa dengan kalian? Katakanlah apa yang ingin kalian katakan." ujar Chen Feng kepada ketiga lebah penyerap Qi itu.


"Maaf Kak! Apakah kakak sudah lupa bahwa saudara Hua Ling saat ini sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, akibat terkena serangan dari Komandan iblis Fan Ji Hoo."


"Ya kau benar. Kenapa aku bisa melupakan saudaraku Hua Ling," ucap Chen Feng sambil melepaskan pelukannya di kedua tubuh wanita yang dia cintai.


"Sekarang bagaimana keadaan dari saudara Hua Ling? Di mana dia berada saat ini?" tanya Chen Feng kepada semua orang.


Melihat kepanikan yang terpancar dari wajah Chen Feng. Fan Mouji dan Fan kiyoung ikut mengatakan mengatakan bahwa Pangeran Hua Ling sedang berada di dalam markas klan pedang surgawi.

__ADS_1


Mendengar jawaban mereka, Chen Feng pun langsung melesat ke arah markas dari klan pedang surgawi. Ling-ling dan Qian Xue yang melihat Chen Feng pergi mulai mengikutinya dari arah belakang. Dan disaat ketiganya itu pergi seluruh kelompok pun mengikuti mereka bertiga untuk menuju ke arah markas dari klan pedang surgawi.


Sesampainya di markas klan pedang surgawi, Chen Feng menyebarkan kekuatan spiritual miliknya untuk melihat keberadaan dari pangeran Hua Ling.


"Di sana!" gumam Chen Feng.


Lalu dia melesat ke arah sebuah bangunan yang berada di sudut dari markas pedang surgawi itu. Sesampainya di bangunan tersebut, Chen Feng langsung melangkah kearah ruangan yang dihuni oleh pangeran Hua Ling.


Sesampainya di ruangan itu, Chen Feng melihat pangeran Hua Ling yang terbaring tak sadarkan diri. Dengan cepat dia mengulurkan tangan kanannya dan menyentuh kening dari pangeran Hua Ling dengan telunjuknya. Lalu dia sebarkan sebuah cahaya emas yang keluar dari tangannya itu, hingga cahaya itu meresap masuk ke dalam tubuh Pangeran Hua Ling.


Seketika saja tubuh Pangeran Hua Ling bergetar keras, membuat mereka yang melihatnya menjadi bertanya tanya.


"Apa yang kamu berikan kepada saudara Hua Ling?" tanya Ling Ling.


"Ya! Apa yang sedang kamu lakukan untuk saudara Hua Ling?" tambah tambah Qian Xue merasa penasaran.


"Ini adalah cahaya Dewa yang telah aku peroleh dari Komandan iblis yang telah aku kalahkan itu. Aku rasa kesadaran dari pangeran Hua Ling yang telah musnah dapat digantikan dengan Cahaya Dewa ini," ucap Chen Feng.


Dan disaat cahaya kilauan itu menghilang, mata pangeran Hua Ling perlahan-lahan mulia terbuka, iya lalu melihat ada Chen Feng, Ling Ling dan Qian Xue yang berada di hadapannya.


"Tuan apa yang terjadi kepadaku? Bukankah kelihatannya aku telah mati dibunuh oleh iblis itu?" tanya Pangeran Hua Ling.


"Tidak! Tidak saudara Hua Ling, kesadaranmu hanya hilang terkikis oleh serangan dari iblis itu, namun sekarang kesadaranmu telah kembali dan anggap saja ini sebuah awal dari babak yang baru dalam kehidupanmu.Tidak perlu kau pikirkan hal yang lain lagi, anggap saja ini hadiah dariku." jawab Chen Feng tersenyum.


Mendengar perkataan dari Tuannya, Pangeran Hua Ling langsung berlutut menyembah ke arah Chen Feng.


"Saudara Hua Ling. Apa yang kau lakukan?" tanya Chen Feng sambil memegang pundak dari pangeran Hua Ling agar ia segera bangkit dari berlututnya, namun Pangeran Hua Ling berkata.

__ADS_1


"Tidak tuan! Tidak. Kau adalah penyelamatku di dalam hidupku ini yang sangat tidak bermakna menjadi sangat bermakna. Ketika kau ada di dekatku dan di dalam hidupku ini, aku akan selalu mengabdi kepadamu. Bukan hanya pikiranku saja, bahkan jiwa dan ragaku pun kupersembahkan hanya untukmu. Itu adalah janjiku kepadamu Tuan, sekali lagi Tuan Chen Feng, terima kasih, terima kasih karena telah memberikan aku hidup yang baru." ucap Pangeran Hua Ling sambil berlutut. Terlihat dari matanya ada sebuah ketulusan yang tersirat.


"Tidak saudara Hua Ling. Kita adalah satu keluarga dan satu keluarga haruslah saling membantu, mana mungkin aku membiarkanmu mati di depan mataku, bahkan jika aku tidak sanggup untuk menolong mu. Aku akan berusaha keras untuk mencari seseorang yang dapat menolong karena apa! Karena kita adalah keluarga. Kita adalah satu keluarga, tidak penting apapun yang terjadi tidak ada hal apapun yang dapat menyangkal bahwa kita sekarang adalah saudara." ujar Chen Feng menjelaskan dengan nada keras.


Hingga orang-orang yang berada di dalam kelompoknya semua mendengarkan dan kelompoknya yang tengah mendengarkan perkataan dari Chen Feng tidak langsung berlutut seakan-akan mereka sudah menyadari bahwa Chen Feng adalah seorang yang sangat berharga bagi mereka.


"Hei! Apa yang kalian lakukan? Cepat bangkit. Aku tidak ingin melihat kalian seperti ini." ucap Chen Feng.


"Tidak! Tuan benar yang dikatakan saudara Hua Ling. Kau adalah penyelamat bagi kami dan kau layak mendapatkan penghormatan dari kami semua, kami akan menyerahkan seluruh yang kami punya untuk melindungimu serta menjadi keluargamu, itu sumpah kami kepadamu Tuan." ucap Fan Mouji dan Fan Kiyoung sambil menangkupkan kedua tangannya.


Lalu 4 komandan iblis pun berkata.


"Tuan! Terlepas dari anda adalah penerus dari Dewa iblis Asura! Selama ini kami mengikuti tuan, kami menyadari bahwa Tuan adalah sosok yang sangat berharga bagi kami. sepertinya kami telah mengakui Tuan sebagai pemimpin kami, bukan sebagai pewaris dari Dewa iblis Asura, jadi kami sangat menghormati Tuan dan seperti saudara-saudara yang lain, dengan nyawa yang ada di tubuh kami. Kami akan selalu melindungi dan tunduk kepada Tuan Chen Feng." ucap empat Komandan iblis sambil bersujud di hadapan Chen Feng.


Melihat orang-orang dari kelompoknya yang semuanya berlutut kepadanya, Chen Feng pun menjadi pusing. Dia tidak mengharapkan semua ini, baginya keluarga adalah keluarga. Tidak ada bawahan ataupun atasan, hanya ada sebuah keluarga. Namun kita sudah seperti ini, mau diapakanlagi menurutnya.


"Baiklah baiklah! Bangkitlah kalian, Aku akan selalu mengingat ini di dalam hatiku dan aku akan selalu berada di samping kalian jikalau kalian menginginkan bantuanku." ucap Chen Feng kepada saudara saudaranya.


Tak lama kemudian tampak leluhur Qian Mo yang mendekat ke arah Chen Feng.


"Tuan! Terimalah salamku ini." ucap leluhur Qian Mo sambil berlutut di hadapan Chen Feng.


"Senior! Apa ini? Anda tidak pantas seperti ini. Aku adalah juniormu dan Anda tidak boleh seperti ini kepada Junior anda." kata Chen Feng terkejut sambil mengangkat tubuh dari leluhur Qian Mo agar ia bangkit dari berlututnya.


"Senior! Seharusnya aku yang berlutut kepadamu, karena kau adalah Wali dari Qian Xue, dan kau lebih tua dariku." kata Chen Feng menatap wajah leluhur Qian Mo.


" Tidak, tidak boleh seperti itu Tuan Chen Feng. Karena di dunia kultivasi yang kuat yang harus dihormati, walaupun kamu masih Junior akan tetapi kekuatanmu melebihi kekuatan milikku yang telah menjadi senior. Jadi itu artinya aku yang harus tunduk kepadamu." ucap leluhur Qian Mo menjelaskan.

__ADS_1


Chen Feng benar-benar pusing menghadapi hal ini, karena di dalam hidupnya dia tidak ingin dianggap sebagai pemimpin.Sebab hal itu bertentangan dengan prinsipnya yang tidak suka akan hal-hal yang merepotkan.


"Ya sudahlah kalau senior ingin seperti itu. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, semuanya ku kembalikan kepada kalian yang ngin menganggapku sebagai apa. Yang jelas bagiku kalian adalah keluargaku yang sangat berharga bagiku.ucap Chen Feng bahagia.


__ADS_2