
Setelah kepergian dari pangeran Hua Ling, Chang Ma serta Su Yan. Komandan komandan iblis Fan Mo pun bertanya kepada Chen Feng.
"Tuan...! Lantas apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Aku mempunyai tugas untuk kalian kerjakan, jika para saudara-saudara sekalian tidak keberatan." jawab Chen Feng menatap ke arah mereka.
"Tugas apa Tuan? Tentu kami akan dengan senang hati melakukan tugas yang Tuan berikan kepada kami." jawab komandan iblis Fan Mo.
"Kalian berempat saudara komandan iblis, aku memberikan tugas kepada kalian untuk pergi ke paviliun pil di kerajaan Jin Jun ini, dan jual lah 1 botol pil ini." kata Chen Feng sambil memberikan satu botol pil kepada Fan Mo.
Komandan iblis Fan Mo yang menerima botol pil itupun menatap penasaran, lalu dia bertanya kepada Chen Feng.
"Maaf tuan. Maaf jika saya bertanya kepada Tuan, tapi kalau boleh tahu, pil apakah yang ada di dalam botol ini? Maaf bertanya hal ini Tuan, jadi nanti kalau pemilik Paviliun pil bertanya, jadi hamba bisa menjawabnya tuan."
"Itu adalah pil pelebur nadi." jawab Chen Feng.
"Saat ini kita sudah kehabisan beberapa koin emas. Anggap saja satu buah botol pil itu akan mendatangkan keuntungan besar untuk kita." ucap Chen afeng lagi menjelaskan.
"Baiklah Tuan, jika begitu hamba dan ketiga saudara yang lain akan segera pergi ke Paviliun pil, untuk menjual satu botol pil ini." jawab komandan iblis Fan Mo, lalu berangkat pergi ke luar penginapan.
Setelah kepergian mereka berempat, Chen Feng pun menatap kearah Fan Mo uji dan Fan Kiyoung.
"Untuk saudara Fan Mouji dan Fan Kiyoung. Aku ingin meminta pertolongan kalian untuk pergi ke kuil artefak, guna menjual pedang ini." perintah Chen Feng sambil mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanan ruang miliknya.
"Baik Tuan. Kami akan segera pergi menjual pedang ini ke kuil artefak." jawab Fan Mouni dan Fan Kiyoung lalu pergi berangkat ke kuil artefak.
Melihat kepergian para nggota kelompoknya, Chen Feng pun melangkah ke luar dari balkon yang sebelumnya dia duduki.
"Kemana perginya ketiga saudara lebah dan juga Chen Cen? Mengapa sudah sampai saat ini mereka belum juga kembali. Apakah telah terjadi sesuatu hal kepada mereka?" tanya Chen Feng bergumam di dalam hatinya.
Lalu Chen Feng pun menyebarkan kekuatan jiwanya untuk mencari keberadaan dari tiga lebah penyerap Qi dan Chen Cen.
Namun ketika Chen Feng menyebarkam kekuatannya, dia merasa seperti ada penghalang yang menghalangi kekuatan jiwa nya.
"Hanya sebatas penghalang seperti itu, ingin menghalangi kekuatan jiwa di tingkat surga milikku.! Sungguh menggelikan." rutuk Chen Feng.
Setelah itu dengan santainya Chen Feng lalu mengerahkan kekuatan jiwa miliknya dan langsung menembus dinding penghalang yang menghalangi kekuatan jiwa miliknya itu, hingga akhirnya kekuatan jiwa yang Chen Feng keluarkan, dapat menemukan keberadaan aura dari saudara kedua lebahnya dan juga Chen Cen.
"Merka sedang apa? Kenapa sepertinya ada di sebuah bangunan yang cukup besar yang berada tepat di tengah kota kerajaan Jin Jun? Apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan di sana, dan mengapa juga aku tidak dapat menemukan keberadaan Chennan? Apakah ssudaraku itu tidak pergi bersama mereka?" gumam Chen Feng bertanya tanya.
Lalu dengan kekuatan batin miliknya, dia mencoba bertelekomunikasi dengan kedua saudara lebahnya.
"Saudaraku..! Sedang apa kalian di sana? Mengapa sampai pagi hari kalian belum juga kembali?" tanya Chen Feng.
Lalu Chen Xiao si lebah penyerap Qi berwarna merah pun menjawab pertanyaan Chen Feng.
"Kak, kami sedang mengamati sesuatu yang besar. Dan beberapa saat lagi kami akan kembali." jawab Chen Xiao
Hingga tiba tiba saja, Chen Nan si lebah penyerap Qi berwarna kuning muncul di hadapan Chen Feng, yang membuat Chen Feng tersentak terkejut.
"Kakak...! Apakah kakak sedang melamun sehingga tidak menyadari kehadiranku?" tanya Chennan menatap Chen Feng.
"Chennan...! Kau dari mana saja? Aku mencari aura mu sejak tadi."
"Aku berpisah dengan saudara yang lain kak, karena aku menemukan sesuatu yang sangat penting. Oya aoa yang sedang kakak lakukan?"
"Tidak ada saudaraku. Aku hanya sedang berbicara dengan saudara Chen Xiao melalui kekuatan batinku, itu sebabnya aku tidak menyadari kehadiran dirimu" jawab Chen Feng.
"Memangnya saudara Chen Xiao berada di mana saat ini kak?"
__ADS_1
"Chen Xiao, Chen Mo dan Chen Cen sedang ada di sebuah bangunan yang berada di pusat kota kerajaan Jin Jun, namun aku tidak mengetahui sedang apa mereka di sana. Karena Chen Xiao hanya berkata, bahwa mereka sedang mengamati sesuatu yang besar." ucap Chen Feng menjelaskan.
"Oh...Ternyata begitu. Apakah kakak ingin kita pergi ke sana menyusul mereka?" tanya Chennan.
"Tidak perlu, tidak perlu saudaraku. Biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Mungkin beberapa saat lagi mereka akan kembali, Oya saudara Chennan! Apakah kamu dan saudara-saudara lebah yang lain menemukan informasi yang bagus?" tanya Chen Feng menatap lekat.
"Tentu kak, tentu aku menemukan sesuatu yang bagus." jawab Chennan.
"Benarkah? Lalu informasi apa yang kamu dapatkan saudaraku?" tanya Chen Feng penasaran.
"Begini Kak, ada sebuah kekuatan besar yang kelihatannya bukan dari benua menengah, telah hadir di benua menengah ini, tapi bukan untuk mengikuti kompetisi melainkan untuk mencari keberadaan kita." jawab Chennan membuat Chen sreng menatap terkejut.
"Mencari keberadaan kita? Memangnya ada keperluan apa mereka mencari keberadaan kita? Aku merasa kita tidak pernah mencari masalah dengan kekuatan besar, kecuali sewaktu di dunia Barat, sedangkan di dunia menengah ini, kita baru menginjakkan kaki di sini, lalu bagaimana mungkin ada kekuatan besar yang bukan berasal dari benua menengah sedang mencari keberadaan kita." ucap Chen Feng mengernyitkan keningnya.
"Begini kak, kekuatan besar yang aku maksud ini adalah klan iblis darah dari benua utama." ucap Chennan.
"Apa...! klan iblis darah...! Bagaimana mungkin mereka mencari kita? Ataukah jangan-jangan mereka telah mengetahui keberadaan kita?)" tanya Chen Feng memasang wajah terkejut.
"Tentang masalah itu, aku belum tahu pasti kak. Tapi yang pastinya aku tahu, kekuatan mereka sangatlah besar dan hampir rata-rata dari mereka berada di ranah alam roh suci, dan beberapa praktisi dari ranah tingkat alam Dewa tingkat ke-7 dan ke-9, mereka sangat bersungguh sungguh mencari keberadaan kita," kata Chennan.
"Ini benar benar masalah yang cukup besar, jika kita sampai bertemu dengan mereka, belum tentu kita dapat memenangkan pertarungan ini." guman Chen Feng di dalam hati.
Sedangkan Chennan yang melihat Chen Feng terdiam, langsung memanggil Chen Feng.
"kak....! Apakah kakak memiliki rencana untuk masalah ini? Kita harus segera menyusun rencana untuk mengantisipasi, jikalau kita bertemu dengan mereka dan bertarung dengan mereka."
"Benar yang kau katakan adikku. Andai mereka sampai menemukan kita.Apa yang harus kita lakukan? Bertarung atau melarikan diri?" tanya Chen Feng sambil memikirkan jalan keluar yang tepat.
"Apakah dengan kekuatanku, aku dapat melindungi seluruh saudara-saudaraku? Apakah aku dapat melindungi mereka semua?" tanya Chen Feng dalam hatinya.
Lalu tiba-tiba, Chen Feng pun teringat akan sesuatu.
Melihat apa yan dilakukan oleh kakaknya, Cennan pun merasa heran.
"Kakak..! Apa yang kakak lamunkan? Aku rasa ini adalah masalah yang cukup serius, dan kita harus cepat membuat rencana. Mungkin jika aku dan para saudara lebah yang lain, begitu juga dengan Chen Cen dan kakak sendiri, aku yakin dapat bertarung melawan orang-orang dari klan iblis darah itu, tapi bagaimana dengan saudara yang lain?" tanya Chennan merasa risau.
"Benar apa yang kau risaukan ini adikku. Aku tahu kekhawatiranmu, tapi masalahnya saudaraku seluruh saudara-saudara yang lain sedang pergi untuk beberapa alasan yang aku perintahkan."
"Benarkah..! Lalu bagaimana kak?" tanya Chennan.
"Kita tunggu beberapa saat lagi, jika mereka semua telah kembali, kita harus segera membuat rencana." jawab Chen Feng.
Hingga beberapa waktu kemudian, Chen Xiao, Chen Mo dan Chen Cen telah kembali ke dalam penginapan.
"Ayah....! Aku telah kembali ayah." panggil Chen Cen langsung melesat terbang ke arah pundak Chen Feng
"Kakak..! Maafkan atas keterlambatan kami." ucap Chen Xiao meminta maaf.
"Tidak apa apa adikku. aku hanya ingin memastikan jika kau dan yang lain baik baik saja, Chen Cen, kau pasti sangat bersenang-senang di luar sana ya?" tanya Chen Feng sambil mengelus tubuh kecil Chen Cen.
"Ya Ayah, aku sangat bersenang-senang di luar sana, banyak sekali makanan yang lezat di luar sana ayah." jawab Chen Cen.
Lalu tak lama berselang, Chen Xiao pun berkata kepada Chen Feng dengan nada serius.
"Kakak, aku melihat ada beberapa kekuatan yang menargetkan kita saat ini, dikarenakan adanya saudara Su Yan, jadi mereka beranggapan kita berasal dari klan kecil yang berada di benua utama dan ingin mencari keuntungan di benua menengah ini, jadi ada beberapa Clan yang mempunyai koneksi di benua utama dan ingin menghancurkan kita. Mereka tidak main-main kakak, mereka akan membunuh kita semua." kata Chen Xiao kepada Chen Feng.
"Apakah kalian mengenali beberapa dari klan itu?" tanya Chen Feng dengan serius.
"Tentukan kak, tentu. Mereka berasal dari kekuatan utama di benua menengah, khususnya keluarga Jao, keluarga Siau, keluarga Luwu dan keluarga Ching. keempat keluarga ini adalah kekuatan utama dari benua menengah yang mempunyai koneksi seperti keluarga Ji, klan pedang Surgawi dan keluarga penguasa di benua utama." jelas Chen Xiao.
__ADS_1
"Kurang ajar....! Kenapa masalah ini bisa berdatangan di saat bersamaan?" tanya Chen Feng.
"Memangnya ada apa kak? Apakah masih ada masalah, selain masalah yang kami kabarkan ini kak?" tanya Chen Mo penasaran.
Lalu Chennan pun menjawab pertanyaan dari Chen Mo.
"Saudaraku....! Di saat aku mencari informasi, aku mendengar jika klan Ibis darah telah tiba benua menengah ini, tepatnya di kerajaan Jin Jun." kata Chennan.
"Memangnya kenapa kalau klan iblis darah datang ke benua-benua menengah ini? Mungkin saja mereka ingin mencoba keberuntungan dikompetisi kenaikan level ini." timpal Chen Xiao.
"Tidak tidak saudara-saudaraku, mereka datang untuk menargetkan kita." kata Chennan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Chennan membuat kedua lebah penyerap Qi itu menjadi terkejut.
"Apa katamu saudara Chennan? Bagaimana mungkin mereka dapat menemukan kita? Ini baru masalah yang sangat besar." sarkas Chen Xiao panik.
"Kak..! Lalu bagaimana ini. Apakah kakak telah memiliki rencana untuk masalah ini?" tanya Chen Mo sambil melihat Chen Feng yang sedang memegang dagunya seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kita harus menunggu saudara-saudara yang lain untuk membahas masalah ini." jawab Chen Feng.
"Lebih baik sekarang jangan membuat tindakan yang tidak perlu, apalagi tampil di muka umum." ucap Chen Feng lagi.
Hingga tanpa terasa waktu pun berlalu, kemudian 4 komandan iblis, serta Fan Mouji dan Fan Kiyoung telah kembali.
Mereka pun langsung menemui Chen Feng yang sedang duduk ditemani oleh ketiga lebah penyerap Qi di sebuah balkon tepat di belakang penginapan.
"Tuan..! Kami telah berhasil melaksanakan tugas yang tuan berikan." kata keempat komandan iblis Fan Mo dan Fan Mouji sambil memberikan dua buah cincin penyimpanan ruang itu.
"Cincin ini isi nya hasil dari penjualan penjualan satu buah botol pil dan pedang yang tuan berikan sebelumnya." ucap komandan iblis Fan Mo dan Fan Mouji.
"Namun tuan, kepala Paviliun serta kepala kuil artefak sangat antusias dengan barang yang tuan jual dan ingin mendapatkannya lebih banyak lagi dan mereka berani menaruh harga yang tinggi." kata komandan iblis Fan Mo dan Fan Mouji.
"Saudara-saudaraku...! Ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas masalah itu, ada masalah yang lebih mengerikan lagi daripada membahas soal keuntungan." ucap Chen Feng.
Mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya, membuat mereka semua kebingungan, lalu bertanya kepada Chen Feng.
"Tuan...! Apakah ada masalah?" tanya Fan Mouji.
"Begini saudara Fan Maujix beberapa waktu yang lalu ketika aku mencari informasi aku menemukan beberapa kultivator yang berasal Dari klan iblis darah datang ke benua- menengah ini dan menargetkan kita." kata Chennan menjelaskan.
Mendengar hal itu, seluruh anggota kelompok Chen Feng merasa sangat terkejut.
"Dan itu salah satunya saudara-saudaraku, masih ada masalah yang lain, ada beberapa kekuatan besar di benua-benua menengah ini juga menargetkan kita. " ucap Chen Xiao.
"Mengapa masalah datang bertubi-tubi menghampiri kita! Jika kekuatan besar di benua-benua ini menghampiri kitax pasti dapat kita tangani, tapi mengapa di saat bersamaan datang klan iblis darah dengan niat mencari keberadaan kita." ucapan Fan Mouji bingung.
"Pantas saja, aku seakan merasakan fluktuasi dari garis keturunan darah milikku, disaat kita hendak melintasi kuil artefak." ucap Fan Kiyoung.
"Benar yang dikatakan oleh saudara Fan Kiyoung, aku juga seakan merasakan gejolak di dalam darahku, jika kita sampai ketahuan oleh mereka, pasti masalah ini akan semakin rumit." ucap Fan Mouji.
"Jadi jika sudah seperti itu bagaimana lagi Kita harus bertindak?" tanya komandan iblis Dixin.
"Lawan lawan, dendam lama kita juga harus kita tuntaskan." jawab komandan iblis Jiesa.
"Yayayaya, benar kita harus menyelesaikan dendam ini." kata komandan iblis Mayoung.
"Tenanglah kalian semua, tenanglah saudara-saudaraku, masalah balas dendam! kita masih jauh dari kata kuat, tahukah kalian orang-orang Dari klan iblis darah itu berada di tingkat alam roh suci dan beberapa yang lain berada di dekat dana alam Dewa tingkat ke-7 dan ke-9." jelas Chen Feng.
"Apa-apa! Bagaimana itu mungkin ? jika sudah seperti itu, tamatlah kita." ucap Fan Mouji dan kelompok Chen Feng yang lain hanya bisa terdiam terkejut akan apa yang mereka dengar.
__ADS_1