Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Penjaga Tanah Terlarang Penjara Dewa Kuno


__ADS_3

Kemudian dengan menggunakan kekuatan jiwa milik Chen Feng yang sudah menginjak ke tingkat ranah alam Dewa puncak. Dengan gampangnya dia menyebarkan seluruh kekuatan jiwanya sampai kepelosok di dalam ruangan dari penjara Dewa kuno, yang berada di bagian tengah di dalam bangunan penjara itu.


Hingga tak lama kemudian Chen Feng sedikit merasakan ada tanda-tanda dari kekuatan spiritual yang samar-samar kelihatannya sangatlah lemah.


Lalu Chen Feng berinisiatif ingin mengetahui siapa dan apa yang berada di tempat itu, atau lebih tepatnya yang memiliki kekuatan spiritual yang lemah tersebut.


"Aku yakin tempat itu adalah tempat tersembunyi yang di miliki oleh penjara Dewa kuno." ujar Chen Feng.


Setelah itu Chen Feng menggunakan kekuatan mata iblis Dewa Asura nya untuk menelusuri tempat yang menjadi pusat dari kekuatan spiritual yang lemah itu. Dan tak butuh waktu lama Chen Feng kemudian sampai di sebuah ruangan yang seperti sebuah paviliun pedang dan ada sebuah patung yang kelihatannya adalah penguasa dari bangunan penjara itu.


Chen Feng sedikit memperhatikan patung itu, sambil bergumam di dalam hatinya.


"Sosok yang begitu gagah! Pasti dia memiliki posisi yang sangat tinggi."


Kemudian Chen Feng pun memegang dinding batu itu dengan hukum ruang yang dia miliki. Dia mencoba untuk menembus dinding batu itu karena Chen Feng yakin bahwa di dalam dinding batu itu ada sebuah ruangan rahasia yang menjadi pusat dari kekuatan spiritual yang lemah yang telah dia ketahui ketika dia sedang menyebarkan kekuatan jiwa yang dia miliki.


Dan benar saja tiba-tiba muncul sebuah Rune formasi yang di mana ketika Chen Feng hendak menggunakan hukum ruangnya. Rune itu pun aktif dan memblokir teknik yang akan digunakan oleh Chen Feng hingga membuat Chen Feng terlempar beberapa meter kebelakang.


"Hebat. Sungguh hebat! Bahkan sebuah Rune ingin menghalangiku? Benar-benar mencari kehancuran."


Lalu Chen Feng membuat segel di tangannya dan melemparkan sebuah bendera formasi sambil berkata.


"Formasi 9 naga kehancuran. Bukalah!"


Kemudian 9 formasi itu pun aktif dan memancarkan energi petir yang sangat mengerikan. Setelah itu segel tangan yang dibuat oleh Chen Feng mengeluarkan energi berwarna biru yang juga mengandung kilatan petir yang sangat-sangat mendominasi.


Lalu di hadapan Chen Feng pun muncul sebuah lingkaran sihir yang terjadi akibat segel tangan yang dibuat oleh Chen Feng yang sudah sukses aktif.


"Ingin beradu formasi denganku! Kalian belum layak." sarkas Chen Feng sambil mengaktifkan llingkaran sihir tersebut.


Setelah aktif lingkaran sihir berputar sangat kencang, lalu muncul 9 ekor naga petir yang berinteraksi dengan 9 bendera formasi milik Chen Feng.

__ADS_1


Kedua kekuatan yang berinteraksi itu pun menghasilkan kekuatan penghancuran yang sangat-sangat besar. Lalu Rune formasi yang berada di dinding itu langsung diserang oleh 9 naga petir penghancur milik Chen Feng. Hingga tak lama berselang Rune formasi yang ada di dalam dinding itu hancur bersamaan dengan dinding batu hingga sampai berkeping-keping.


"Itulah akibat berani menyombongkan diri menggunakan Rune formasi." ucap Chen Feng sambil menarik seluruh bendera formasinya kembali agar masuk ke dalam cincin ruang dan waktu miliknya.


Setelah itu Chen Feng pun hendak melangkah masuk ke tempat di mana dinding batu itu telah hancur.Namun tiba tiba muncul sebuah suara yang berteriak cukup keras.


"Lancang. lancang kau manusia! Berani sekali kau menginjakkan kakimu ini masuk ke dalam areal terlarang ini. Apakah kau tahu konsekuensinya? Dasar makhluk hina." maki suara itu yang lama-kelamaan menjadi sebuah sosok prajurit dengan mengenakan pakaian jirahnya.


Tampak di belakangnya ada empat orang pengawal yang menyertainya, ketika Chen Feng melihat kehadiran dari orang-orang itu, dia pun berkata.


"Alam Dewa tingkat ketiga." ucap Chen Feng.


"Sudah terlambat untuk kau mengetahuinya bocah. Dari awal seharusnya kau sudah mengerti bahwa ini bukan tempat untukmu bermain-main. Kalian para manusia tidak layak untuk menampakkan kaki kalian di tanah suci ini." kata sosok itu tampak sangat marah.


"Tanah suci! Apakah kau bergumam? Ini adalah tempat yang hina, karena ini adalah tempat kalian membantai orang-orang yang tidak kalian sukai." ucap Chen Feng dengan segala ketidaktahuannya.


"Lancang kau! Berani sekali mulutmu berkata semacam itu. Ini adalah tanah suci para dewa. Apakah kau tahu di dalamnya terletak kuil para dewa, makam dari para dewa-dewa kuno. Kamu manusia hina! Manusia rendah kau tidak layak berbicara seperti itu bahkan menginjakkan kaki di tempat ini." maki kembali sosok-sosok itu kepada Chen Feng.


"Maaf! Ini hanyalah kesalahpahaman. Sebenarnya aku tidak ingin masuk kemari, aku hanya ingin mencari di mana gerbang langit berada. Aku tidak akan membuat kehebohan jika aku tidak diganggu, akan tetapi jika kalian menggangguku aku pasti akan membunuh kalian semua. Tidak ada belas kasihan di dalam hidupku ini." ucap Chen Feng dengan nada mengancam.


"Kurang ajar kau bocah! Hanya di ranah alam suci sudah menganggap dirinya sebagai penguasa dari Langit. Kau harus diberi pelajaran agar di masa depan tidak akan ada lagi manusia rendahan sepertimu, yang berani bersikap arogan." sarkas salah satu dari sosok itu dan langsung melesat hendak menyiapkan serangannya kearah Chen Feng dengan niat membunuh yang sangat jelas.


Mendapati dirinya diserang. Chen Feng tidak bergerak hanya berdiri dengan santai. Lalu teman-teman dari sosok yang akan menyerang Chen Feng berteriak keras.


"Saudaraku! Jangan terlalu kejam dengan sampah sepertinya. Dia tidak layak untuk mendapat keseriusan darimu." ucap teman dari orang itu.


Namun betapa terkejutnya mereka berempat, ketika seseorang yang bernama saudara You itu mati dalam sekejap karena menerima tebasan pedang dari Chen Feng. Dan dia pun langsung menjadi ketiadaan, aura-aura dari orang itu meresap masuk terhisap oleh pedang Chen Feng.


"Itukah kekuatan yang kalian banggakan? Bahkan aku tidak menggunakan sedikitpun kekuatan spiritual milikku." ucap Chen Feng sambil menghunuskan pedang ke arah tempat sosok-sosok itu berada.


"Sial! Sejak kapan ranah alam suci dapat membunuh tingkat ranah alam dewa? Ini benar-benar tidak mungkin. Apakah aku sedang bermimpi? Bagaimana bisa ada seorang bocah yang dapat membunuh Dewa seperti kita?" tanya mereka merasa heran.

__ADS_1


Terjadi perbincangan di antara 4 sosok sosok itu, hingga tak lama kemudian Chen Feng pun berkata.


"Hei kalian! Sekarang ini aku sedang tidak ingin bermain-main. Jadi aku berikan kalian dua pilihan, pergi atau mati." tawar Chen Feng dengan tatapan mata yang tajam.


Mendengar manusia di hadapannya berkata seperti itu, sosok yang berada di kegelapan itupun muncul menampakkan diri dengan pakaiannya yang sangat mewah, lalu dia pun berkata.


"Jangan kau pikir dengan kekuatanmu kau bisa mengalahkan kami!" ucap pria itu berseru.


Namun Chen Feng tidak menghiraukannya, dan sekali lagi berkata kepada sosok sosok itu.


"Pergi atau mati." ucap Chen Feng tegas.


Kemudian tiga sosok yang berada di belakang pria itu pun muncul juga dan berkata kepada pemimpinnya.


"Ketua. Manusia ini tidak normal, jangan diberi ampun. Mari kita serang secara bersamaan." ucap sosok di belakang pria itu.


Chen Feng yang mendengar perkataan mereka pun langsung merilis kekuatan Dewa Asura miliknya,hingga dengan tiba-tiba Chen Feng sudah berada di depan tempat orang-orang berada. Lalu dengan pedang Dewa iblis Asura nya, Chen Feng menebas keempat orang-orang itu hingga masuk ke dalam tempat yang telah dihancurkan oleh Chen Feng sebelumnya.


Lalu Chen Feng pun melesat mengejar keempat orang yang telah dia tebas, kemudian alangkah terkejutnya Chen Feng ketika dia malah masuk ke dalam lubang yang sebelumnya belum pernah dia singgahi.


"Apa ini? Tempat ini terlihat sangat indah. Energi yang berada di seluruh tempat ini juga sangat murni. Apakah ini adalah alam atas ? Daerah ini sangat kaya dengan kekuatan sejati," gumam Chen Feng.


Bahkan pedang Dewa Asura serta api hitam misterius melesat keluar dari tubuh Chen Feng, seolah-olah ingin menyantap kekuatan sejati yang murni dari dalam tempat itu. Kemudian terdengar suara rintihan di telinga Chen Feng.


"Hei bocah kurang ajar! Berani sekali kau menginjakkan kakimu di dalam kuburan suci Dewa ini? Kau akan mendapatkan hukuman dari Dewa yang ada di alam surga." ucap sosok itu dengan lirih yang mencoba untuk bangkit.


Lalu dengan kekuatan mentalnya, sosok itu mengeluarkan pisau spiral miliknya dan langsung melesat kearah Chen Feng. Hingga tak lama kemudian sosok yang memegang pisau spiral itu pun langsung mati karena terkena tebasan pedang milik Chen Feng.


Hingga menjadi ketiadaan dan langsung saja aura Dewa milik mereka berempat terhisap masuk ke dalam tubuh Chen Feng yang sedang berada di dalam mode Dewa Ashura.


Selang beberapa waktu Chen Feng pun selesai menyerap kekuatan dari 4 Dewa itu. Lalu Chen Feng kembali terpesona melihat keindahan yang tepat berada dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2