Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Melawan Kesengsaraan Guntur


__ADS_3

"Di dalam hidupku ini, aku tidak pernah menyangka akan dapat melihat dan merasakan sendiri kesengsaraan Guntur 9 Naga Guntur surgawi yang legendaris. Apakah ini mimpi ya?" tanya Komandan iblis Fan Mo merasa kagum.


Mendengar pertanyaan itu, Komandan iblis Dixin yang berada di sampingnyapun berkata.


"Ini pasti karena efek dari kekuatan spiritual milik Tuan Chen Feng yang telah masuk ke dalam tubuh kita dan memicu kecemburuan langit yang mengakibatkan kita mendapatkan kesengsaraan Guntur dari 9 Naga Guntur surgawi yang legendaris ini."


"Kau benar saudara Dixin. Memang benar-benar sangat hebat, tapi apakah kita mampu menghadapi kesengsaraan Guntur dari 9 naga Guntur surgawi ini?" ucap Komandan iblis Mayoung bertanya kepada para saudaranya.


"hei kalian! mendapat anugerah seperti ini bukannya disyukuri, tetapi kalian malah mengeluhkan keadaan ini. coba bayangkan, kalau kita dapat melewati kesengsaraan 9 naga guntur surgawi ini, maka kita akan mendapatkan kekuatan yang sangat-sangat luar biasa. Untuk itu kita harus menyatukan kekuatan kita semua agar kita dapat menghadapi kesengsaraan Guntur Sembilan Naga Guntur surgawi ini." teriak Komandan iblis Jiesa yang berusaha memberikan semangat kepada seluruh kelompoknya.


Mendengar teriakan dari Komandan iblis Jiesa, seluruh kelompok Chen Feng pun seperti termotivasi untuk menghadapi kesengsaraan Guntur 9 Naga surgawi ini.


"Benar! Benar yang diucapkan oleh saudara Jiesa. Kita memang harus bekerja sama menyatukan kekuatan kita untuk melawan kesengsaraan Guntur 9 naga surgawi ini." ucap seluruh anggota kelompok Chen Feng itu.


Lalu tak lama kemudian, kesengsaraan Guntur 9 naga surgawi yang pertama pun jatuh menyerang ke arah kelompok Chen Feng.


Melihat kesengsaraan Guntur yang pertama telah jatuh, seluruh anggota Chen Feng pun mengaktifkan kekuatan spiritual mereka untuk melawan kesengsaraan Guntur yang pertama itu, dan serangan gabungan dari kekuatan kelompok Chen Feng itu pun menabrak kekuatan dari naga Guntur yang pertama dan….


Boooommmm….booommm


Tabrakan antara kekuatan kelompok Chen Feng dengan naga Guntur surgawi yang pertama pun terjadi. Riak riak energi yang dihasilkan cukup luar biasa, walaupun dengan sedikit bersusah payah anggota dari kelompok Chen Feng itu berusaha untuk menghadapi serangan dari naga Guntur surgawi yang pertama.


Namun naga Guntur yang pertama pun dapat berhasil mereka taklukkan, walaupun dengan banyak usaha yang mereka lakukan. Bahkan Pangeran Hua Ling sangat merasakan dampaknya. Dia sampai memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya.


Melihat hal itu, para saudara-saudaranya pun membentengi Pangeran Hua Ling dengan kekuatan pertahanan milik mereka semua.


Begitu juga dengan Ling Ling, melihat hal itu dia juga langsung melesat ke atas para anggotanya yang sedang melindungi Pangeran Hua Ling. Lalu tak lama kemudian di susul oleh Qian Xue, yang ikut menolong kakaknya Ling Ling yang sedang berhadapan dengan naga Guntur surgawi yang kedua.


"Nyonya! Apa yang kalian lakukan? Kami akan membantu Nyonya." teriak seluruh anggota dari Chen Feng.


"Tidak! Kalian fokus saja untuk melindungi Hua Ling," jawab Qian Xue sambil mengeluarkan pil pelebur nadi yang dia punya.


Lalu dia lemparkan ke arah Pangeran Hua Ling.


"Saudara Hua Ling! Makanlah pil itu agar kerusakan di tubuhmu tidak menjadi lebih parah." perintah Qian Xue.


"Terima kasih Nyonya! Akan tetapi aku masih sanggup untuk berjuang bersama kalian."ucap Pangeran Hua Ling ikut menimpali.


"Tidak Hua Ling. Kau tidak boleh ikut bertarung, atau nyawamu bisa melayang, jika kau terus mengeluarkan kekuatan spiritual milikmu." sanggah Qian Xue.


"Tapi Nyonya…!"


"Hua Ling. Beberapa meridianmu telah rusak saat ini, apakah kau tidak melihatnya? Jika sesuatu hal terjadi kepadamu. Maka aku tidak tahu harus mengatakan apa kepada Suamiku, jadi menurutlah dan beristirahatlah terlebih dahulu sambil memulihkan luka-lukamu." ucap Ling Ling dengan tegas.


Setelah itu dari awan mendung itu muncullah naga Guntur surgawi yang kedua, lalu dengan sangat cepat naga Guntur surgawi yang kedua itu melesat ke arah Ling Ling.


Dan Qian Xue yang melihat hal itu langsung melesat membantu Ling Ling. Sedangkan Ling Ling tampak mengeluarkan Pedang Naga 9 warna miliknya, dan menggabungkan kekuatan spiritual miliknya dengan niat pedang penghancur.


Setelah itu dia pun melesatkan serangan gabungan itu ke arah naga Guntur surgawi yang kedua, sedangkan Qian Xue jug tampak mengeluarkan teknik pedang bulan sabit yang dikonversikan dengan niat pedang penghancur miliknya. Lalu dia juga melesatkan gabungan serangan itu ke arah naga Guntur surgawi yang kedua.


Di saat serangan teknik pedang milik Ling Ling sedang melesat kearah naga guntur surgawi yang kedua! Di Saat itu pula teknik pedang dari Qian Xu juga ikut menyerang. Hingga tiba-tiba saja, serangan teknik pedang dari Ling Ling dan Qian Xue menyatu. Dan menimbulkan getaran yang sangat-sangat luar biasa.


Melihat hal itu, Ling Ling dan Qian Xue merasa heran. Mengapa teknik pedang milik mereka berdua bisa bersatu? Padahal teknik pedang milik mereka sangat bertentangan.


"Apakah ini karena kami memiliki niat pedang penghancur yang telah diberikan oleh Chen Feng?" tanya mereka berdua di dalam hati.


Setelah itu dengan ganasnya serangan gabungan milik Ling Ling dan Qian Xue itu pun menghantam naga Guntur surgawi yang kedua hingga hancur tanpa perlawanan. Tidak berhenti sampai di situ, serangan teknik pedang gabungan milik Ling Ling dan Qian Xue terus melesat kearah awan hitam, yang di mana naga-naga Guntur surgawi itu berkumpul dan teknik pedang Ling Ling dan Qian Xue itu pun menghantam awan-awan hitam di atas langit Itu.


Boommmm….boommmm…..


Serangan teknik pedang milik Ling Ling dan Qian Xue pun yang telah bergabung dan menghantam keras ke awan-awan hitam itu, naga Guntur surgawi yang berkumpul di balik awan hitam itupun menjadi marah dan meraung dengan ganas.


Hingga Ling Ling, Qian Xue dan pada para bawahnya yang berada di bawah langsung terhempas jauh.


Dummmm…. Duummm…..


Ling Ling, Qian Xue dan para bawahnya jatuh di atas tanah dengan cukup keras.


"Kurang ajar! Hanya dengan raungan mereka saja kami bisa terluka parah seperti ini." ucap Ling Ling merasa marah.


"Kakak! Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Qian Xue yang tubuhnya penuh dengan luka akibat terkena serangan serangan dari gabungan 9 Naga Guntur Surgawi itu.


Lalu 4 Komandan iblis yang penuh luka mencoba bangkit dan berusaha mendekati kedua Nyonyanya itu. Lalu mereka pun bertanya kepada keduanya Nyonya itu.


"Maaf Nyonya! Kalian berdua harus beristirahat terlebih dahulu, tubuh kalian di penuhi dengan luka yang cukup lumayan serius. Biar kami yang menghadapi para naga Guntur Serigala itu Nyonya." ucap 4 Komandan iblis.


"Benar Nyonya. Jika terjadi suatu kepada Nyonya berdua, maka kami tidak bisa membayangkan bagaimana Tuan Chen Feng nantinya." ucap Fan Kiyoung dan Fan Mouji ikut menimpali.


Lalu Pangeran Hua Ling mendekat kearah mereka semua.


"Aku juga sudah siap untuk kembali berjuang bersama kalian." kata Pangeran Hua Ling sambil terbatu-batuk darah.

__ADS_1


"Saudara Hua Ling! Kau istirahat saja. Biar kami yang menghadapi naga-naga sialan itu." sarkas ketiga para lebah penyerap Qi sambil memanggil para pasukan milik mereka.


Sedangkan di atas langit, para naga Guntur surgawi telah bersiap untuk menyerang kearah mereka.


"Nyonya! Cepat lah Nyonya. Cepat anda berdiri di belakang kami. Kami akan menghalang serangan dari naga-naga sialan ini." kata Fan Mouji dan Fan Kiyoung.


"Benar Kak! Biarkan kami yang bergantian untuk melindungi Kakak berdua." pinta 3 lebah penyerap Qi sambil melesat ke arah ke-9 naga Guntur itu.


Para naga-naga Guntur itu pun melihat mereka yang ingin menyerangnya, lalu para naga naga itu juga melesat ke arah mereka dan tabrakan antara beberapa kekuatan langsung terjadi dengan dahsyat. Getaran yang dihasilkan oleh beberapa kekuatan yang bertabrakan itu mengakibatkan wilayah sekitarnya hingga menjadi porak-poranda.


"Kurang ajar! Saudara-saudaraku. Kita harus bertahan, jika kita kalah maka Kakak Ling Ling dan Kakak Qian Xue yang berada di bawah akan ikut terluka." teriak ketiga lebah penyerap Qi.


"Benar yang kau ucapkan saudara lebah. Kalau kedua Nyonya sampai terluka, maka apa yang harus kita katakan kepada Tuan Chen Feng." ujar Fan Kiyoung dan Fan Mouji.


Lalu 4 komandan iblis pun berkata kepada para saudaranya.


"Ayo para saudara-saudaraku! Kita keluarkan seluruh kekuatan yang kita miliki untuk bertarung habis-habisan melawan naga-naga sialan ini."


"Ya benar yang kau ucapkan saudara Fan Mo. Kita harus menyatukan kekuatan kita yang masih tersisa." ucap tiga lebah penyerap Qi dan langsung mengeluarkan kekuatan spiritual milik mereka.


Lalu mereka semua pun akhirnya mengeluarkan kekuatan spiritual yang mereka miliki dan kembali menyerang kearah naga naga Guntur surgawi yang masih tersisa.


"Aaakhhaaaaaa….!!!"


Teriak mereka semua ketika mengeluarkan kekuatan spiritual milik mereka, untuk menahan serangan dari kesengsaraan Guntur 9 Naga surgawi itu.


Dan tak lama berselang pada akhirnya mereka pun sudah tidak mampu lagi untuk menekan tekanan yang diberikan oleh kesengsaraan Guntur 9 Naga surgawi itu, Ling Ling, Qian Xue, dan Pangeran Hua Ling yang berada di bawah pun mengetahui hal itu.


Dengan cepat mereka pun melesat ke atas guna membantu para saudara-saudaranya yang sedang berjuang untuk melawan kesengsaraan Guntur 9 Naga surgawi itu.


"Kakak! Mengapa kalian kemari?" tanya ketiga lebah penyerap Qi itu.


"Benar Nyonya. Sebaiknya anda berdua kembali saja, kami tidak ingin melihat anda berdua terluka.Jika terjadi sesuatu hal kepada Nyonya berdua, maka kami tidak tahu harus berkata apa kepada Tuan Chen Feng." ucap Fan Mouji dan Fan Kiyoung membenarkan perkataan ketiga lebah penyerap Qi.


"Sudahlah kalian semua. Kita semua adalah saudara, jadi mana mungkin aku dan Qian Xue hanya diam ketika melihat kalian semua berjuang mati-matian. Sedangkan kami hanya beristirahat di bawah. Jika harus mati, lebih baik kita mati bersama-sama." jawab Ling Ling sambil mengeluarkan kekuatan spiritualnya untuk membantu para saudara-saudaranya itu.


"Benar yang Kakak Ling Ling katakan. Kita semua adalah saudara sehidup semati. Suami kami pasti akan mengerti akan hal ini, Jika kita menyerah menghadapi naga-naga Guntur ini! Bagaimana kita bisa berdampingan dengan suami kami." jelas Qian Xue kepada mereka semua.


"Kalian semua! Ayo kita berjuang menghadapi naga naga ini," ajak Pangeran Hua Ling sambil mengeluarkan kekuatan spiritualnya yang tersisa.


Mendengar semangat yang di tampakkan oleh Pangeran Hua Ling, akhirnya Ling Ling, Qian Xue dan para anggotanya pun berjuang untuk menghadapi kesengsaraan Guntur 9 Naga Surgawi itu.


***


Tapi Chen Feng pun tidak mungkin meninggalkan api hitam misterius, karena Chen Feng tahu ini adalah momen momen kritis.


"Kurang ajar kalian naga naga sialan! Kalian semua akan aku hajar sampai musnah. Tunggu saja, Tunggulah kalian semua. Aku pasti akan menghajar kalian habis-habisan. Dan kalian untuk para istri dan para saudara-saudaraku! Bertahanlah. Bertahanlah sebentar lagi." ucap Chen Feng merasa khawatir.


Setelah itu Chen Feng pun berkata kepada api hitam misterius.


"Anakku! Ayah harap kau dapat segera menyerap seluruh energi dari esensi murni itu, kau juga pasti merasakan kedua Ibu mu dan para saudara-saudaramu sedang kewalahan bukan? Bahkan nyawa mereka sangat-sangat terancam saat ini, jadi Ayah mohon kepadamu, cepatlah!" seru Chen Feng kepada api hitam yang sedang diselubungi oleh cahaya biru petir dari kesengsaraan Guntur itu.


Dan api hitam misterius itupun seperti merespon apa yang diucapkan oleh ayahnya.


Lalu Ia tampak berputar dengan sangat cepat, hingga penyerapan esensi murni dari para naga-naga Guntur itu pun masuk seperti memasuki lubang yang tak berdasar, hingga pada akhirnya cahaya biru itu menghilang dan berganti dengan kegelapan yang sangat-sangat mengerikan.


Chen Feng yang melihat hal itu menjadi senang.


"Anak yang baik." kata Chen Feng.


Lalu kegelapan yang telah hadir itu pun seperti terserap dan lama-lama kegelapan itu menjadi kecil dan tiba-tiba menjadi sebuah sosok makhluk yang berukuran seibu jari. Lalu sosok itu pun membuka matanya.


"Ayah! Anakmu telah selesai memenuhi apa yang telah kau katakan." ucap sosok makhluk itu yang lalu melesat dan muncul di depan Chen Feng.


"Ayah! Lihat penampilanku ini, apakah aku cukup gagah sama sepertimu?" tanya sosok makhluk itu kepada Chen Feng.


"Tentu saja. Anak Ayah gagah seperti ayah, bahkan kegagahanmu melebihi dari ayah." jawab Chen Feng sambil membelai sosok makhluk api hitam kecil itu.


Lalu seperti anak-anak kecil yang manja api hitam kecil itu kegirangan dan tertawa seperti anak kecil.


"Hahaha....Ayah! Aku sangat senang dipuji oleh ayah." kata sosok api kecil itu tersenyum senang.


Sambil berjalan ke arah pundak Chen Feng, dan berhenti di telapak tangan Chen Feng.


"Sekarang ayo kita selamatkan ibu dan para saudara-saudara Ayah." ajak sosok api hitam kecil itu.


"Benar yang kau ucapkan anakku. Sekarang ayo kita pergi menyelamatkan mereka semua. " jawab Chen Feng cepat.


Lalu dengan menggunakan segel di tangannya, ia pun berkata.


"Berpindah."

__ADS_1


Setelah itu Chen Feng dengan kedipan matanya ia pun menghilang dari tempat itu. dan Chen Feng muncul di tengah-tengah serangan antara kelompoknya melawan kelompok naga Guntur, dan dengan lambaian tangannya dan lambaian tangan sosok api hitam kecil itu, mereka berdua menghentikan kedua serangan yang sedang beradu tersebut.


Lalu menyerap kedua serangan itu masuk ke dalam tangan mereka berdua. Melihat kejadian itu, Ling Ling, Qian Xue, dan para anggotanya pun menjadi terkejut, karena melihat ada sosok yang sangat gagah yang berada di tengah-tengah antara mereka dan para naga Guntur itu.


Setelah itu, api hitam misterius yang telah berubah menjadi bayi api yang kecil itu pun melesat ke arah Ling Ling dan Qian Xue.


"Ibu-ibu." panggil bayi api hitam kecil itu.


Melihat sosok tersebut Ling Ling dan Qian Xue sedikit terkejut, ketika melihat sosok api kecil hitam yang melesat ke arah mereka berdua.


"Benda apa itu? Sejak kapan sebuah api memiliki tangan dan kaki?" tanya seluruh kelompok Chen Feng.


Lalu setelah Bayi api hitam kecil itu muncul di hadapan Ling Ling dan Qian Xue, mereka berdua pun bertanya kepada api hitam kecil itu.


"Kamu...?"


Belum sempat mereka berdua berkata-kata, tiba tiba saja api hitam kecil itu pun berkata terlebih dahulu.


"Ibu! Aku adalah anak dari Kaisar Surgawi Chen Feng dan kalian berdua adalah istri dari Ayahku sang Kaisar Surgawi Chen Feng bukan?" tanya Bayi api hitam kecil itu.


Mendengar ucapan dari Bayi api hitam kecil itu, Ling Ling , Qian Xue dan para kelompoknya pun menjadi terkejut.


"Apa! Kaisar Surgawi Chen Feng? Bukankah itu nama Tuan Chen Feng. Ya benar! Itu adalah Tuan Chen Feng." ucap mereka terkejut.


"Tapi sejak kapan Tuan Chen Feng memiliki anak sebuah api kecil seperti ini?" tanya para kelompok Chen Feng itu yang merasa heran.


Setelah itu Ling-Ling berkata kepada api hitam kecil itu.


"Jadi kamu adalah api hitam misterius itu ya? Dan sekarang kamu telah berevolusi menjadi sosok ini?" Tanya Ling Ling sambil membelai bayi api hitam kecil itu yang selalu mendekat dengan mereka berdua.


Qian Xue juga ikut membelai Bayi api hitam kecil itu.


"Anak yang imut. Sungguh Ibumu ini sangat menyukai anak sepertimu." puji Qian Xue sambil tersenyum.


"Terima kasih ibu! Terima kasih." ucap api hitam kecil dengan kegirangan.


Setelah itu dia pun menghampiri para saudara-saudaranya yang berada di belakang kedua ibunya itu.


"Kalian semua tenanglah. Aku dan Ayah telah datang. Tidak akan ada yang dapat melukai kalian semua sampai kapanpun." kata bayi api hitam kecil itu.


Lalu ketiga lebah penyerap Qi menghampiri api hitam kecil itu sambil tersenyum.


"Ini adalah keponakanku." ucap tiga lebah penyerap Qi.


"Benar Paman. Aku adalah keponakanmu, ternyata ketiga Paman juga telah berevolusi menjadi sosok manusia." ucap api hitam kecil dengan tawa yang lucu.


Tak lama para kelompok Chen Feng pun mendekat ke arah bayi api hitam kecil itu dan memberikan hormat kepada bayi api hitam kecil itu.


"Hormat kami kepada Pangeran." sapa para kelompoknya dengan hormat.


"Terima kasih saudara-saudaraku." jawab api hitam kecil itu.


Setelah itu Chen Xiao si lebah berwarna merah yang telah berevolusi menjadi manusia bertanya kepada api hitam tersebut.


"Adik kecil. Kalau boleh tahu siapa namamu yang telah diberikan oleh Kakak Chen Feng?" tanya Chen Xiao penasaran.


"Ya ya, Ayah memberiku nama Cen Cen." jawab bayi api hitam kecil itu.


Lalu Ling Ling pun memanggilnya Cen Cen.


"Kemari Nak! Ibu ingin bertanya kepadamu. Sebenarnya kamu dan Ayahmu sedang berbuat apa? Hingga Ibu tidak dapat menghubungi Ayahmu?" tanya Ling Ling kepada Bayi api hitam kecil itu.


"Maaf Ibu. Maafkan Ayah, bukan maksud Ayah seperti itu. Ayah hanya tidak ingin Ibu dan para saudara mengalami sesuatu hal yang dapat mengancam nyawa kalian semua. Maka dari itu Ayah memutuskan untuk pergi seorang diri." ucap Bayi api hitam kecil itu.


"Lantas apa Ayahmu tidak berpikir kalau terjadi sesuatu hal yang membahayakan nyawa dari Ayahmu, maka ibumu ini tidak akan khawatir?" tanya Ling Ling kepada bayi api hitam kecil itu.


Mendapat pertanyaan dari ibunya, bayi api hitam kecil tidak dapat menjawabnya. Dan dia hanya diam sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu tak lama kemudian Chen Feng yang berada di atas udara memanggil bayi api hitam kecil itu.


"Maaf Ibu, Ayah memanggilku." ucap Cen Cen si api hitam kecil.


Setelah itu Cen Cen pun melesat ke arah Chen Feng.


Ling Ling dan Qian Xue yang melihat hal itu pun melesat mengikuti Cen Cen yang pergi ke tempat Chen Feng berada. Setibanya di dekat Chen Feng, Cen Cen pun bertanya kepada Ayahnya.


"Ayah ada apa memanggilku?" tanya Cen Cen.


"Apa yang ibumu katakan?"


"Untuk apa bertanya kepada Cen Cen. aku di sini kenapa tidak kau tanyakan kepadaku?" tanya Ling Ling dengan tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


Mendengar suara yang ia kenal, Chen Feng pun menoleh.lalu Ia pun melihat kearah kedua istrinya yang berada di sampingnya dengan wajah yang sudah dipenuhi dengan amarah.


__ADS_2