Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Pertarungan Sengit


__ADS_3

Kemudian teknik pedang yang dikeluarkan oleh Chen Feng itu pun melesat menghujam kearah Komandan Fan Ji Hoo. Walaupun Komandan Fan Ji Hoo telah mengeluarkan teknik pertahanannya, Namun teknik pedang milik Chen Feng tetap terus melesat membombardir pertahanan dari Komandan Fan Ji Hoo.


Dan lama-kelamaan teknik pertahanan dari Komandan Fan Ji Hoo pun retak dan hancur. Lalu aura pedang besar itu langsung menuju ke arah Komandan Fan Ji Hoo. Melihat kejadian itu, Komandan Fan Ji Hoo kembali berusaha mengeluarkan kekuatannya yang masih tersisa dengan gila-gilaan.


Dia merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi tekanan dari pedang besar itu, namun percuma! Teknik pedang yang dikeluarkan oleh Chen Feng mengandung niat pedang yang sangat mengerikan. Lalu langsung saja niat pedang itu menusuk menghujam tubuh Komandan Fan Ji Hoo dan…


Booommm….boommmm…


Aura pedang itu menembus tubuh Komandan Fan Ji Hoo hingga tembus ke belakang punggungnya. Dan pada akhirnya aura dari pedang itu pun menancap di tanah, seketika saja tanah pun hancur berlubang sangat besar, akibat dari serangan pedang itu.


Sedangkan keadaan di sekitar Komandan Fan Ji Hoo tertutupi oleh kabut debu yang sangat tebal.


"Bagus ,bagus! Tuan Chen Feng telah berhasil mengalahkan iblis itu." ucap Komandan iblis Fan Mo dan yang lainnya merasa senang.


"Ya, benar benar sangat hebat. Aku bahkan tidak pernah melihat teknik pedang yang dikeluarkan oleh Tuan Chen Feng ini. Sejak kapan Tuan Chen Feng dapat mempelajari niat pedang kehancuran ini? Bukankah itu sangat mengejutkan? Orang-orang di alam bawah biasanya hanya bisa mempelajari niat pedang bumi dan niat pedang jiwa. Tapi mengapa di alam bawah ini ada orang yang dapat mempelajari niat pedang kehancuran? Bahkan di alam atas itu hanya sedikit orang yang memahami niat pedang ini!" seru Fan Mouji dan Fan Kiyoung.


Bahkan Ling Ling juga ikut terkejut melihat Chen Feng yang dapat mengeluarkan teknik pedang yang mengandung niat pedang kehancuran.


"Dari mana Chen Feng mempelajari niat pedang kehancuran ini? Bukankah niat pedang ini hanya ada di alam atas? Lalu mengapa dia dapat mempelajari niat pedang kehancuran? Apakah benar Chen Feng ini bukan hanya seorang manusia biasa?" gumam Ling Ling bertanya di dalam hatinya.


Begitu juga dengan leluhur Qian Mo. Yang ikut terkejut melihat Chen Feng dapat mengeluarkan niat pedang kehancuran itu. Bahkan di alam bawah ini orang yang dapat mempelajari teknik pedang kehancuran itu hanya sedikit. Dan orang-orang itu telah naik ke alam atas.


"Sungguh bocah yang sangat mengerikan. Hanya berada di ranah alam suci tapi bisa mengeluarkan niat pedang kehancuran pada level yang sangat mengerikan, bahkan pada saat itu niat pedang kehancuran yang dipraktekkan pada masa lampau tidak semengerikan seperti yang dikeluarkan oleh Chen Feng saat ini." gumam leluhur Qian Mo.


"Kakak! Teknik ini seperti niat pedang yang dikeluarkan oleh guru dahulu, bahkan ini lebih kuat dari waktu guru mempraktekkannya." ucap Qian Er sambil memandang kearah Qian Mo.


"Benar adik. Bocah ini bukan bocah sederhana, dia terlalu bersembunyi cukup dalam. Sangat banyak rahasia yang dia sembunyikan, untung kita tidak pernah memprovokasinya. jika kita melakukan hal itu pasti hancur sudah klan milik kita, karena aku yakin di belakangnya pasti ada sosok yang sangat kuat." ucap leluhur Qian Mo kepada adiknya Qian Er.


Sementara itu kabut debu yang dihasilkan oleh serangan dari teknik niat pedang kehancuran berangsur-angsur mulai menghilang. Tampak sesosok yang samar-samar dapat terlihat itu sepertinya bisa berdiri.

__ADS_1


"Lihatlah! Iblis itu masih bisa berdiri," ucap orang-orang dari kelompok Chen Feng


Chen Feng sendiri yang melihat hal itu sedikit terkejut.


"Benar-benar seorang kultivator dari alam Dewa. Kekutannya tidak dapat diperhitungkan," gumam Chen Feng sambil menatap tajam ke arah Komandan Fan Ji Hoo yang terlihat samar samar.


"Kurang ajar kau bocah! Kau bisa membuatku terluka sampai separah ini! Ya kau cocok melihat kekuatan ini. Iblis ini sekarang akan menunjukkan kepadamu tingkat kekuatan kultivasi dari ranah alam Dewa tingkat kedua. Kau benar-benar dapat membuatku bertarung dengan sangat serius, sudah lama aku tidak pernah bertarung seperti saat ini. Aku harap kekuatanmu masih cukup kuat untuk mengimbangiku bocah!" teriak Komandan Fan Ji Hoo yang sekarang ini sosoknya sudah sangat jelas terlihat.


Karena debu itu telah hilang sepenuhnya dari tatapan mereka berdua. Lalu tanah di sekitar Chen Feng dan Komandan Fan Ji Hoo bergetar hebat, serta langit menjadi gelap. Gemuruh kilat dan petir menyambar-nyambar seakan-akan langit Itu sedang berteriak menyerukan pertempuran mereka berdua.


"Bocah! Ayo Lihatlah kekuatan dari iblis ini.,"


Lalu Komandan Fan Ji Hoo mengeluarkan tekanan Aura yang sangat mengerikan, bahkan ruang di sekitarnya terdistorsi akibat aura kekuatan spiritual milik Komandan Fan Ji Hoo yang dapat memecah hukum ruang dan waktu.


"Bagaimana bocah? Apakah kau sudah siap untuk ronde selanjutnya? Karena ini adalah kekuatan yang sangat mengerikan dan akan aku pastikan kau mati dengan mengenaskan." ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil menuju ke arah Chen Feng.


"Cih..! Hanya kekuatan seperti ini sudah menganggap dirimu hebat! Kalau hanya kekuatan seperti itu. Aku bisa menandingimu," jawab Chen Feng tampak berapi-api.


"Sialan! Sampai kapan hal merepotkan ini harus berlanjut? Jika pertarungan ini memakan banyak waktu, maka pihak yang dirugikan adalah aku. Karena jenjang tingkat kultivasi kami, namun aku percaya dengan kekuatan kekuatan yang aku miliki," gumam Chen Feng sambil merentangkan kedua tangannya ke atas.


Lalu pilar-pilar api muncul di sekeliling mereka berdua, teknik penjara api surgawi pun Chen Feng keluarkan.


"Hahha..! Dasar bocah! Kau pikir dengan api-apimu ini kau bisa menghalangiku." ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil mengeluarkan teknik tapak setan miliknya.


Dan langsung saja sebuah kekuatan berbentuk cakar yang sangat mengerikan muncul dari belakang tubuh Komandan Fan Ji Hoo. Cakar-cakar itu pun menjadi sangat banyak dan mulai mengarah kearah Chen Feng. Namun ketika cakar-cakar itu ingin mendekat menyerang, dengan cepat pilar-pilar api itu sontak muncul di depan Chen Feng dan membentuk sebuah pertahanan.


Ketika pilar-pilar api itu bertabrakan dengan cakar-cakar setan milik Komandan Fan Ji Hoo terjadi sebuah ledakan energi yang sangat menggema, namun getaran dari 2 tabrakkan kekuatan itu tidak dapat keluar dari lingkup wilayah bertarung dari Chen Feng dan Komandan Fan Ji Hoo.


Getaran itu tertahan oleh formasi dari pilar-pilar api milik Chen Feng, lalu ketika dua kekuatan itu saling beradu. Chen Feng yang tidak ingin membuang-buang waktu langsung melesat ke arah belakang Komandan Fan Ji Hoo.

__ADS_1


"Dasar bocah sialan! Apa kau pikir aku akan terkena serangan diam-diammu ini? Berulang-ulang kali kau pikir aku ini bodoh." ucap Komandan Fan Ji Hoo merasa marah dan langsung membalikkan badannya dan meninju serangan yang dikeluarkan oleh Chen Feng.


Hingga kembali lagi terjadi, 2 tabrakan kekuatan dari serangan milik Chen Feng dan Komandan Fan Ji Hoo beradu. Menyebabkan getaran yang sangat-sangat luar biasa.


"Bagaimana bocah? Apakah kau masih bisa bermain lagi denganku?" tnaha Komandan Fan Ji Hoo tersenyum menyeringai.


"Cih..! Seharusnya aku yang berkata seperti itu kepadamu. Dasar iblis hina! Kau yang berada di ranah alam Dewa bahkan dengan kekuatan penuhmu, kau tidak bisa menjatuhkan diriku yang hanya berada di ranah alam suci. Bukankah itu hal yang sangat memalukan." ucap Chen Feng mengejek dengan senyum menghina.


"Dasar sialan kau bocah! Matilah kau." ucap Komandan Fan Ji Hoo menyerang Che Feng dengan gila-gilaan dan Chen Feng pun tidak tinggal diam melihat dirinya diserang oleh Komandan Fan Ji Hoo.


Dia juga melawan balik setiap serangan yang ditunjukkan untuknya, hingga terjadilah pertarungan antara Chen Feng dan komandan Fan Ji Hoo. Mereka tidak mengeluarkan satu teknik pun dalam bertarung, karena mereka hanya menggunakan seni bela diri. Baku hantam saling mereka layangkan.


"Bagus bocah! Aku ingin melihat sampai di mana kau akan sanggup bertarung denganku? Aku akan membuatmu tidak bisa sombong lagi."


"Hah! Apa yang kau katakan? Dasar iblis bodoh. Seharusnya kata-kata itu lebih cocok untuk dirimu. Sampai kapan kau akan bertahan menerima seranganku ini? Kelihatannya kau sudah mulai melemah dan kecepatan dari pukulanmu telah menurun. Bahkan tanganku sedikit gatal beradu pukulan denganmu."


Lagi-lagi Chen Feng berkata dengan nada menghina.


"Kalau begitu kita lihat siapa yang akan tertawa di akhir nanti." Kata Komandan Fan Ji Hoo terus menerus melakukan penyerangan kepada Chen Feng.


Dan pertarungan antara mereka berdua pun terjadi untuk waktu yang tidak cepat. Jual beli serangan antara Chen Feng dan Komandan Fan Ji Hoo terus berlangsung, bahkan tidak satupun diantara mereka yang menunjukkan tanda-tanda melemah dari serangan mereka.


Lalu Komandan Fan Ji Hoo melompat sedikit kearah belakang. Melihat hal itu Chen Feng lagi-lagi berkata.


"Bagaimana? Apakah kau ingin menyerah? Bukankah kau berkata bahwa aku yang akan mundur dan kalah! Tapi sekarang mengapa kau menghentikan pertarungan jarak dekat kita? Dan kau malah mundur ke belakang. Kalau kau mengaku kalah kepadaku, maka aku tidak akan membunuhmu. Akan tetapi kau akan menjadi salah satu bawaanku. Bagaimana? Apakah kau berminat wahai iblis durjanah?" tanya Chen Feng dengan tangan mengacung ke arah Komandan Fan Ji Hoo disertai dengan senyum yang sangat menjengkelkan.


"Teruslah! Teruslah berkata-kata dan berbahagia, karena sebentar lagi kau akan mati." ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil merentangkan tangan kirinya ke depan dan menarik tangan kanannya ke belakang seolah-olah ia sedang menarik sebuah busur panah di kejauhan.


Fan Maouji dan Fan Kiyoung yang melihat Komandan Fan Ji Hoo mengeluarkan teknik itu. Mereka pun langsung menjerit guna memberitahu Chen Feng.

__ADS_1


"Panah pembunuh jiwa! Gawat, itu adalah senjata pusaka yang sangat mengerikan. Kalau sampai lawannya tertusuk oleh anak panah itu maka, anak panah itu tidak akan pernah berhenti untuk mengejar targetnya." ucap Fan Kiyoung berubah panik.


"Apa? Mengapa senjata itu begitu menakutkan?" tanya Qian Xue tak kalah panik.


__ADS_2