
Setelah melakukan perjalanan lebih dari setengah hari, akhirnya mereka semua pun telah tiba di Kerajaan Xuan.
"Anak muda tunggulah dahulu di sini. Aku akan melaporkan tentang kemenangan kelompokmu dalam sayembara yang diadakan oleh kerajaan Xuan kepada yang mulia raja." ucap pria kakek tua bertubuh kekar itu.
Lalu Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya pun duduk beristirahat disebuah bangunan kecil yang dikelilingi oleh taman. Melihat kehadiran kelompok Chen Feng banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.
"Lihatlah mereka para gadis gadis itu." tunjuk Fan Mauji kepada para saudaranya.
"Apakah saudara Fan Mouji tidak memiliki orang yang dicintai ketika berada di dalam klan iblis darah?" tanya Chen Feng merasa penasaran.
"Maaf Tuan. Aku dan saudara Fan Kiyoung hanyalah orang biasa. Jadi mana mungkin ada wanita di dalam klan iblis darah yang melirik kami yang hanya mempunyai jabatan terendah di dalam klan itu, sungguh itu sangat tidak mungkin Tuan." jelas Fan Mouji dengan nada lirih.
"Oh ternyata begitu keadaannya. Kalau begitu tunggu apa lagi saudaraku, lihatlah para gadis-gadis itu kelihatannya menaruh hati kepada kalian semua." ujar Chen Feng tersenyum tipis.
"Tuan ini sedang bercanda atau bagaimana? Mana mungkin mereka menaruh hati kepada kami. Lihatlah penampilan kami semua yang tampak lusuh dan berantakan. Kemungkinan mereka saat ini sedang memandang kita karena menurut mereka kita sangat aneh." sarkas pangeran Hua Ling tersenyum.
"Benar, benar sekali yang saudara Hua Ling katakan. Sebenarnya itulah yang ingin aku ucapkan sedari tadi, akan tetapi telah di jelaskan oleh saudara Hua Ling." timpal Fan Kiyoung sambil tertawa.
Mendengar perkataan Fan Kiyoung, Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya pun tertawa dengan keras. Dan ketika mereka tertawa, ternyata ada beberapa orang yang datang lalu berkata kepada mereka.
"Hei orang udik! tidakkah kalian tahu kalian ada di mana saat ini?" tanya seorang pemuda yang kelihatannya adalah ketua dari beberapa orang itu.
"Tuan muda? Siapa mereka ini? Coba lihatlah gaya berpakaian mereka, yang persis seperti orang pinggiran yang tak tahu tata krama." hina salah seorang yang berada di sebelah Tuan muda itu.
"Benar yang kau ucapkan itu. Apalagi ketika melihat tindakan mereka dengan tertawa sangat keras seperti itu, benar-benar mencerminkan bahwa mereka adalah praktisi dari alam liar yang sama-sama kita tahu mereka memang tidaklah mempunyai tata krama sedikit pun." timpal kembali salah seorang di samping Tuan muda itu.
Mendengar hinaan dari beberapa orang yang ada dihadapannya, membuat Chen Feng menjadi naik pitam dan langsung menjentikkan jarinya yang membuat beberapa dari orang itu menjadi terpental mundur hingga beberapa meter, bahkan dari mulut orang itu sampai memuntahkan seteguk darah.
Sedangkan untuk pria yang disebut Tuan muda itu, hanya sedikit terimbas saat terkena kekuatan yang dilancarkan oleh Chen Feng.
Lalu Tuan muda itu pun menstabilkan dirinya sambil bergumam di dalam hati.
"Dorongan kekuatan yang sangat kuat. Padahal mereka hanya berada di tingkat ranah alam dewa tahap awal. Tapi mengapa kekuatan dorongan yang dikeluarkan oleh salah satu dari mereka sangatlah besar." batin Tuan muda itu di dalam hatinya.
Berbeda dengan teman teman dari Tuan muda itu, yang sudah terpental dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya. mereka lalu bangkit sambil berteriak lancang kepada Chen Feng dan para kelompoknya.
__ADS_1
"Kalian berani berbuat seperti itu di dalam istana! Sudah bosan hidup rupanya kalian ini?" ucap salah seorang dari teman Tuan muda itu.
"Kalianlah yang terlebih dahulu membuat kekacauan. Mengapa kami yang sekarang kalian salahkan dengan ketidakmampuan kalian dalam menahan amarah dari Tuan kami." jawab Fan Mouji membantah dengan santai.
"Kurang ajar! Beraninya kau berkata seperti itu. Cari mati kau!" teriak salah seorang dari teman Tuan muda itu sambil melesat langsung menyerang kearah Fan Mouji.
Melihat serangan yang akan ditujukan kepadanya. Fan Mounii hanya tersenyum sambil menahan serangan dari orang itu menggunakan satu tangannya.
"Dengan kekuatan seperti ini berani berlagak sombong. Benar-benar tidak tahu diri. Kau harus banyak-banyak keluar dari kota kerajaan Xuan, agar kau dapat melihat ada begitu banyak orang yang lebih kuat dari kalian." ejek Fan Mauji sambil melayangkan tinjunya tepat di wajah orang itu dan membuat orang itu terpental jauh menabrak sebuah pohon.
Melihat temannya telah roboh akibat mendapatkan pukulan telak dari lawan di hadapannya, membuat beberapa temannya langsung murka dan mengeluarkan aura spiritualnya dan langsung melesat hendak menyerang Fan Mouji.
Mengetahui hal itu, 4 komandan iblis telah bersiap untuk membantu Fan Mauji. Namun beberapa saat kemudian pria kekar yang menjadi utusan dari kerajaan Xuan pun muncul tepat di depan teman-teman dari Tuan muda itu.
Dan dia pun langsung menghajar mereka hanya dengan satu pukulan yang membuat beberapa orang itu terpental dan menabrak tanah kembali.
"Kurang ajar! Siapa yang berani berbuat seperti ini?" tanya teman-teman dari Tuan muda itu, ketika mereka melihat pria kekar yang telah menghajar mereka.
Dan tak beberapa lama, teman-teman dari Tuan muda itu pun menjadi ketakutan dan langsung memohon ampun kepada pria kekar tersebut.
"Tuan Mo! Tuan Mo maafkan kami, maafkanlah kami Tuan. Kami hanya sedang membalas apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang itu?" tunjuknya kearah Chen Feng dan para kelompoknya.
"Benar yang dikatakan oleh teman-temanku ini Tuan Mo. Merekalah yang terlebih dahulu membuat keributan dan kami ini hanyalah mencoba untuk memberitahukan tata krama saat berada di dalam istana." jelas Tuan muda itu dengan sopan.
"Oh, ternyata Tuan muda Xu rupanya. Maaf Tuan muda, jika memang mereka telah membuat kekacauan maka bukan menjado kewajiban dari Tuan muda Xu untuk memberikan pelajaran kepada mereka? Karena seharusnya itu adalah tanggung jawab dari keluarga Kerajaan kami, sebab bukan kewajiban dari keluarga Xu an anda untuk mencampuri urusan ini." jelas pria kekar itu.
"Jadi aku harap untuk Tuan muda mengerti akan hal in!" kata kakek bertubuh kekar itu kembali.
Hingga tak lama kemudian, di saat mereka sedang berbincang-bincang, datanglah dua sosok yang melesat mendarat tepat di hadapan Tuan Mo.
Melihat kedatangan dari dua orang itu membuat semua orang berlutut dan memberikan penghormatan kepada kedua orang tua terkecuali seluruh anggota kelompok Chen Feng.
"Hormat kepada kedua pangeran." ucap mereka menunduk hormat.
Mereka semua sangat mengenal siapa orang baru saja tiba itu,
__ADS_1
"Tuan Mon! Aku mendengar ucapan dari Tuan yang mengatakan, bahwa yang dapat memberikan pelajaran kepada mereka adalah keluarga dari kerajaan Xuan. Apakah aku benar dengan yang aku dengar saat ini?" tanya salah seorang pangeran menatap. Tajam kearah Chen Feng.
Mendengar perkataan dari pangeran itu membuat Tuan muda Xu dan berapa temannya tersenyum jahat.
"Maaf pangeran, memang benar apa yang pangeran ucapkan, akan tetapi kita harus terlebih dahulu tahu apa kesalahannya dari orang-orang itu." sanggah Tuan Mo.
"Oh ternyata begitu ya. Tapi aku ingin bertanya kepadamu Tuan Mo. Sebenarnya siapa mereka? Sehingga kau membela mereka sampai seperti ini?" tanya pangeran itu menatap tajam.
"Begini pangeran. Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang telah memenangkan sayembara untuk menjadi pelindung bagi pangeran dan seluruh jenius jenius muda yang berasal dari kerajaan Xuan yang dipilih oleh yang mulia raja. Maka dari itu hamba berani membela mereka. Karena jika terjadi sesuatu maka hambalah yang akan mendapat hukuman dari yang mulia raja." jawab Tuan Mo menjelaskan.
" Apa kau bilang! Pelindung bagi kami? Orang-orang seperti ini? Yang benar saja Tuan Mo. Bagaimana bisa kalian menyeleksi pelindung bagi kami dengan orang orang rendah seperti mereka yang menjadi pemenangnya, bahkan tingkatan dari basis kultivasi milikku lebih tinggi daripada orang-orang itu." maki pangeran merasa marah.
"Benar yang diucapkan oleh pangeran bagaimana mungkin ada seorang pelindung yang lebih lemah daripada yang dilindunginya? Bukankah itu suatu penghinaan bagi pangeran?" tanya Tuan muda Xu.
Mendengar hal itu Chen Feng lalu melompat ke depan kedua pangeran itu. Lalu ia pun berkata tegas.
"Hei kau yang bernama Tuan muda Xu! Kalian berdua yang disebut pangeran bukan? Jika kalian dapat menggeserku dari tempat aku berdiri, hanya dengan dua teknik andalan milik kalian berdua, maka aku akan melepaskan tugasku sebagai pelindung dari para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan ini." tantang Chen Feng kepada kedua pangeran itu.
"Sombong! Sombong sekali kau. Jika dilihat dari umurmu, pasti kau tidaklah jauh berbeda dengan kami, namun dari cara bicaramu kau begitu arogan." ucap pangeran merasa geram.
"Tidak perlu banyak berbasa-basi, aku menghargai kalian karena kalian adalah pangeran dari istana ini, jika tidak maka nasib kalian sama seperti mereka." tunjuk Chen Feng sambil mengeluarkan tekanan aura spiritual miliknya yang langsung membuat Tuan Mo, kedua pangeran dari kerajaan Xuan dan juga Tuan muda Xu beserta para rekannya mundur beberapa langkah sambil menahan tekanan yang dilepaskan oleh Chen Feng, yang ternyata telah berhasil membuat aura spiritual milik mereka semua menjadi kacau.
"Bagaimana pangeran! Dan kau juga Tuan muda dari keluarga Xu? Kalian berani menerima tantangan dariku?" tanya Chen Feng menatap tajam.
Tuan Mo yang menahan tekanan spiritual yang dikeluarkan oleh aura sejati milik Chen Feng menjadi terkejut.
"Apakah anak ini benar-benar hanya berada di ranah alam dewa tingkat awal? Tapi mengapa aura tekanan spiritual yang barusan ia lepaskan bahkan sebanding dengan yang dimiliki oleh yang mulia raja? Ini tidak mungkin, bagaimana mungkin ada seorang anak muda yang telah mencapai tingkatan yang begitu mengerikan." gumam Tuan Mo didalam hatinya.
Kekagetan itu pun juga dirasakan oleh kedua pangeran, bahkan Tuan muda Xu beserta teman temannya juga ikut merasakan aneha dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Chen Feng.
"Aura tekanan spiritual yang mengerikan ini sebanding dengan tingkat kultivasi di alam dewa tingkat ke-7. Itu berarti sama seperti tingkat kultivasi yang dimiliki ayah. Mana mungkin anak semuda itu yang bahkan usianya kemungkinan sama sepertiku memiliki tingkat kultivasi yang semengerikan, ini padahal jelas dapat dirasakan bahwa ia hanyalah berada di tingkat kultivasi alam dewa tahap awal. Ini benar-benar tidak mungkin." gumam kedua pangeran itu di dalam hatinya sambil masih merasakan terkejut yang amat sangat dirasakan oleh kedua pangeran itu.
Lalu kembali Chen Feng berkata kepada mereka.
"Bagaimana dengan tantangan yang aku ajukan? Apakah kalian berani melakukannya? Jika tidak berhentilah menghina status orang lain. Di dalam hidupku aku tidak pernah menghina orang karena aku paling tidak suka dihina. Biasanya di saat aku dihina aku tidak akan meresponnya. Akan tetapi jika yang dihina adalah saudara saudaraku, maka akan aku pastikan, orang yang menghin para saudara-saudaraku itu akan kehilangan satu tangannya dan ketika ada orang yang meneteskan satu tetes dari darah dari para saudara-saudaraku, maka akan aku pastikan pula orang itu segera kehilangan nyawanya. Ingatlah perkataan dariku ini. Itu bukanlah suatu ancaman tapi itu adalah suatu kepastian. Bahkan jika dewa sekalipun maka aku pasti akan membantainya, jadi kalian camkan itu baik-baik di dalam hati kalian." ucap Chen Feng dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
Ia berani melakukan hal itu dikarenakan ia melihat jika ia dan seluruh anggota kelompoknya bertarung secara habis habisan, maka Chen Feng yakin ia dan anggota kelompoknya akan menang menghadapi seluruh orang-orang kuat yang berada di dalam kerajaan Xuan ini.
"Sombong sekali kau bocah! Sangat sombong perkataanmu itu. Ucap satu sosok yang melesat langsung berada di dibelakang kedua pangeran itu dan lalu menyembuhkan kedua pangeran itu dari tekanan aura spiritual yang dilepaskan oleh Chen Feng.