
"Memangnya kalau aku menyetujui persyaratan darimu aku akan mendapatkan apa?" tanya Chen Feng kepada kakek tua itu.
"Hmmmmm..! Tentu kamu akan mendapatkan sesuatu yang berharga dariku. Baik harta pusaka ataupun teknik tingkat atas akan aku berikan kepadamu." jawab kakek itu itu sambil tersenyum tipis.
"Baiklah! Aku akan bergabung dengan klan pedang surgawi milikmu. Tapi maaf aku tidak menginginkan harta pusaka dan teknik kultivasi. Aku dengan sukarela akan bergabung dengan sekte-mu." jawab Chen Feng membuat kakek tua itu sedikit terkejut.
"Anak muda! Apakah kau yakin dengan apa yang kau katakan? Aku sangat serius akan memberimu hadiah," ucap kakek tua itu memastikan apa yang dia dengar barusan.
"Benar Kek! Aku tidak ingin hadiah apapun untuk menjadi anggota klan dari sekte pedang surgawi milikmu. Dan aku berjanji kepadamu aku pasti akan dapat mencapai langit atas," jawab Chen Feng meyakinkan kakek tua itu.
"Bagus,bagus anak muda! Aku senang dengan semangatmu ini. Karena kau tidak ingin hadiah dariku maka aku akan memberikanmu plakat giok ini," ucap kakek tua itu sambil memberikan sebuah plakat giok kepada Chen Feng.
"Terima kasih kakek. Namun kalau boleh tahu, apa kegunaan dari plakat Giok ini Kakek?" tanya Chen Feng penasaran sambil memegang benda yang diberikan oleh kakek tua itu.
"Plakat giok ini adalah tanda bahwa kau adalah anggota khusus dari klan pedang Surgawi ku. Bahkan hanya petinggi-petinggi dari klan pedang Surgawi yang mengetahui tentang plakat Giok ini." ucap kakek tua menjelaskan.
"Oh! Berarti plakat Giok ini adalah benda yang istimewa." ujar Chen Feng tersenyum.
"Ya benar anak muda. Plakat Giok ini bisa diartikan sebagai pengganti dari diriku." ucap kakek tua itu kembali.
"Pengganti kakek! Maksudnya bagaimana Kek?" tanya Chen Feng tidak mengerti.
"Ya sebenarnya plakat Giok ini adalah benda yang aku buat untuk pasukan-pasukan elit yang aku bentuk di masa kejayaanku dahulu. Jadi ketika petinggi-petinggi itu melihat plakat giok yang ada padamu.Maka mereka seperti melihat diriku sendiri," jelas kakek tua itu.
"Baiklah. Kalau begitu berarti benda ini sangat berharga, jadi benda ini ku terima sebagai hadiah darimu untukku." ucap Chen Feng menyunggingkan senyuamannya. Membuat kakek tua itu ikut merasa senang.
"Bagus anak muda. Kelihatannya kekuatan dari kesadaran yang telah aku tinggalkan di sini tidak akan bertahan beberapa saat lagi. Sekarang sebagai rasa senangku karena telah memilihmu. Aku akan memberikanmu sedikit dari kekuatan jiwa surgawi milikku," ucap kakek tua itu sambil merentangkan tangannya ke arah dahi Chen Feng.
Kemudian sebuah cahaya Surgawi masuk ke dalam tubuh Chen Feng. Ia merasakan kehangatan yang hakiki masuk ke seluruh Meridian Meridian miliknya. Kekuatan jiwa Chen Feng sekali lagi ditingkatkan. Bahkan kakek tua itu sangat terkejut melihat kekuatan jiwa Chen Feng yang menjadi amat luar biasa.
__ADS_1
"Anak ini hanya berada di tingkat Martial King. Tapi mengapa kekuatan jiwanya sangatlah besar? Ini tidak mungkin. aku samar-samar mencium tingkat alam Dewa di dalam kultivasi anak inj." gumam kakek tua itu di dalam hatinya.
Lalu ketika Chen Feng telah selesai menyerap sinar Suragawi itu, Chen Feng pun berterima kasih kepada kakek tua itu. Lalu Chen Feng bertanya kepada kakek tua itu.
"Kakek! Kalau boleh aku tahu siapakah nama kakek ini?" tanya Chen Feng menunduk sopan.
Lalu kakek tua yang sedang termenung memikirkan tentang kekuatan luar biasa yang di miliki Chen Feng pun tersadar dari lamunannya.
"Oh ya. Namaku adalah Qian Luo. Namun kau bisa memanggilku kakek Luo." jawab kakek tua itu sambil menatap wajah Chen Feng.
Lalu sosok dari kakek tua yang bernama Qian Luo itu pun lenyap sambil mengucapkan kata kata terakhirnya.
"Anak muda! Datanglah ke klan pedang Surgawi di alam atas sana, Ketika kau sudah naik ke alam atas maka kau akan bertemu denganku." ucap Kakek Qian Luo menghilang
Setelah sosok dari kakek Luo itu pergi menghilag. Chen Feng pun langsung keluar dari ruangan itu.
"Seharusnya bangunan-bangunan tua ini adalah rumah-rumah dari orang-orang klan pedang Surgawi saat pertama kali dibentuk di alam bawah ini.
Kemudian Chen Feng pun sampai di tengah-tengah bangunan megah di markas pedang Surgawi. Ia lalu duduk di sebuah taman sambil memandangi kolam kecil di depannya. Entah mengapa saat dalam situasi ini Chen Feng menjadi teringat akan hari-hari bersama YunZhi istrinya.
"Yunzi! Aku harap kau bisa tenang di alam sana. Karena janjiku kepadamu telah aku tepati. Orang yang bertanggung jawab atas kematianmu telah aku binasakan. Di dalam hatiku engkau selalu memiliki tempat yang istimewa. Karena kau adalah orang yang pertama kali mencintaiku, menerimaku dengan segala kekuranganku. Sungguh aku sangat merindukanmu istriku. Walaupun sekarang aku telah ditemani oleh dua wanita yang sangat-sangat mencintaiku. Tapi kamu tetaplah menjadi yang pertama di hatiku ini." Pikir Chen Feng di dalam hatinya sambil menatap kolam kecil di hadapannya.
Tanpa terasa air mata pun keluar membasahi pipi Chen Feng, sedangkan di kejauhan Ling Ling dan Qian Xue yang sedari awal mencari Chen Feng ke seluruh tempat di dalam klan pedang Surgawi. merasa senang karena telah menemukan keberadaan Chen Feng.
Lalu Ling Ling dan Qian Xue melangkah untuk mendekat ke tempat Chen Feng. Mereka berdua melihat dapat melihat Chen Feng yang sedang termenung menatap kosong ke arah kolam kecil itu. Mereka juga melihat Chen Feng yang tampak meneteskan air mata. Mereka berdua bertanya-tanya ada apa dengan orang yang mereka cintai saat ini? Mengapa Chen Feng terlihat bersedih?.
"Chen Feng! Chen Feng!" Panggil Ling Ling dan Qian Xue.
Namun Chen Feng seolah tidak mendengarkan panggilan dari mereka berdua. Lalu Ling Ling dan Qian Xue pun duduk di samping kanan kiri Chen Feng dan bersandar di bahu Chen Feng. Setelah itu Ling Ling bertanya kepada Chen Feng dengan nada yang lembut.
__ADS_1
"Ada apa? Apa yang sedang kamu pikirkan hingga membuatmu sampai meneteskan air mata?"
Mendengar pertanyaan dari Ling Ling, Chen Feng hanya diam tanpa menjawab. Kemudian mereka berdua pun tidak bertanya lagi kepada Chen Feng. Mereka berdua hanya menemani sambil menatap kolam kecil di hadapan mereka.
Hingga tak lama berselang Chen Feng pun berkata.
"Dalam hidupku ini sebenarnya hanya ingin hidup yang sederhana. Jauh dari semua hal yang merepotkan. Kemudian menikah lalu mempunyai anak-anak yang lucu dan membangun keluarga kecil yang bahagia. Hanya sesederhana itu tidak lebih dari itu. Sedari dulu itulah rencana hidupku bersama YunZhi. Namun itu hanya menjadi sebuah rencana, karena takdir lah yang dapat merubah rencana itu semua. Hingga sampai saat ini semuanya telah berubah dari rencana hidupku. Orang yang mencintaiku dengan sangat tulus tanpa memandang siapa aku telah hilang. Bahkan aku tidak sanggup untuk menyelamatkannya," ujar Chen Feng yang tampak meluapkan perasaannya saat ini. Kemudian Chen Feng pun kembali terdiam.
Sedangkan Ling Ling dengan lembut mengusap air mata dari pipi Chen Feng.
"Jangan seperti ini. Kakak YunZhi akan sedih jika melihatmu seperti ini, bahkan aku dan Qian Xue pun merasa sedih jika kamu menderita seperti ini." ucap Ling Ling sambil memeluk erat tubuh Chen Feng dan tanpa terasa air mata Ling Ling juga ikut membasahi pipinya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Kakak Ling Ling. Kakak YunZhi akan menderita di alam sana jika dia melihatmu seperti ini." ucap Qian Xue menimpali. Kemudian dia juga memeluk tubuh Chen Feng dengan erat.
Sedangkan di bangunan tertinggi di dalam kediaman klan pedang Surgawi, terlihat dua orang yang sedang duduk sambil memperhatikan kearah Chen Feng,Ling Ling dan juga Qian Xue. mereka berdua adalah leluhur Qian Mo dan guru Qian Er.
"Kakak! Lihatlah mereka bertiga. Cinta mereka bertiga sangat besar untuk satu sama lain. Aku bangga kepada Qian Xue karena bisa memilih pasangan yang tepat untuk dirinya. dan sekarang aku telah memutuskan bahawa ku merestui hubungannya dengan anak muda itu." ucap Qian Er sambil tetap menatap keraha mereka.
"Benar adikku! Aku juga dapat melihat rasa cinta dan sayang mereka bertiga untuk satu sama lain sangatlah kuat. Dan aku juga sudah memutuskan untuk merestui hubungan di antara mereka. Tapi yang membuat aku merasa bingung! Mengapa si Chen Feng itu sekarang memiliki kekuatan jiwa yang sangat besar? Bahkan aku yang ditingkat alam suci tidak memiliki kekuatan jiwa sebesar yang ia miliki." ucap leluhur Qian Mo merasa heran.
"Ya! Aku juga dapat melihatnya kak. Tapi bukankah itu bagus? Berarti dia memiliki kultivasi yang kuat untuk melindungi Qian Xue," Jawab Qian Er.
Sedangkan Chen Feng yang melihat kedua wanita yang ikut bersedih karena dirinya pun merasa bersalah.Chen Feng pun memutuskan untuk mengajak mereka kembali masuk kedalam ruangan.
"Sudah! Apa kalian tidak ingin beristirahat di dalam? Beberapa hari yang lalu kalian berdua sangat keras untuk berlatih, pasti itu membuat kalian berdua merasa lelah. Jadi saat ini kalian harus segera beristirahat." ucap Chen Feng kepada Ling Ling dan Qian Xue.
"Lalu bagaimana denganmu? Apakah kau tidak ingin beristirahat juga? Dalam beberapa hari yang lalu kau telah banyak melakukan pertarungan. Jadi sekarang saatnya kamu juga harus beristirahat." ucap Ling Ling dan Qian Xue.
"Ya sudah, kalau begitu ayo kita beristirahat." ajak Chen Feng langsung angkit dari duduknya. Lalu mereka pun berjalan ke tempat peristirahatan yang telah disediakan oleh klan pedang surgawi.
__ADS_1