Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Batas Kesabaran Chen Feng


__ADS_3

Chen Feng yang berkultivasi di dalam gua pun, akhirnya selesai melakukan kultivasi.


Lalu dia pun menarik kembali kekuatan dari niat pedang barunya, setelah itu Chen Feng melangkah keluar dari dalam gua sambil menarik seluruh formasi yang dia pasang sebelumnya.


Selanjutnya dengan berjalan santai, Chen Feng berjalan melewati dinding penghalang yang menghalangi gua, tempat di mana Chen Feng berkultivasi.


Dan setibanya di luar gua, betapa terkejut nya Chen Feng ketika melihat banyak nya praktisi-praktisi dari benua menengah hadir di tempat itu. Lalu mereka semua pun melihat kearah Chen Feng, sambil menatap tak kalah terkejut.


Bagaimana mungkin ada seorang anak muda yang berjalan dari arah gua tempat di mana fluktuasi energi yang mereka rasakan sebelumnya.


"Kenapa ada bocah yang berada tidak jauh dari gua! Aku yakin, pasti bocah itu adalah salah satu praktisi yang baru saja keluar dari dalam mulut gua itu." kata seorang praktisi menatap curiga kearah Chen Feng.


"Apa maksudmu?" tanya seorang di sampingnya.


"Kita berada di tempat ini karena merasakan fluktuasi energi yang besar yang berasal dari dalam gua itu, lalu apakah kalian sekarang merasakan adanya fluktuasi energi di dalam gua itu?" tanya praktisi itu kepada seluruh praktisi-praktisi yang hadir di tempat tersebut.


Lalu dengan cepat mereka pun menggunakan kekuatan jiwa untuk merasakan fluktuasi energi dari dalam gua itu.


"Ya benar yang kau katakan. Fluktuasi energi itu telah hilang." kata salah satu dari praktisi yang berada di atas pepohonan.


"Kalau begitu, apakah kalian sudah mengerti mengapa fluktuasi energi dari harta pusaka yang ada di dalam gua itu telah menghilang?" tanah praktisi itu lagi.


"Ya benar, pasti bocah itu yang sudah mengambil harta pusaka yang ada di dalam mulut gua itu." ucap praktisi tersebut dan langsung melesat pergi menyerang Chen Feng.


Namun Chen Feng yang menyadari hal itu dengan sigap langsung menghindari serangan dari praktisi tersebut.


Setelah itu Chen Feng bertanya kepada praktisi yang menyerang dirinya.


"Maaf tuan...! Ada apa ini? Mengapa tuan menyerangku? Apakah aku pernah bertemu dan memiliki satu masalah dengan tuan?" tanya Chen Feng masih bersikap sopan.


"Jangan banyak omong kosong kau bocah...! Cepat serahkan harta yang berada di dalam gua itu...!" teriak praktisi itu sambil melesat kembali menyerang Chen Feng.

__ADS_1


Namun lagi-lagi Chen Feng menghindari serangan dari praktisi itu sambil kembali berkata.


"Maaf tuan...! Aku tidak mengerti apa yang tengah Tuan maksud, aku telah lama tinggal di dalam gua itu, namun tidak ada satupun harta-harta yang berada di dalamnya." ucap Chen Feng menjelaskan.


"Omong kosong kau bocah..! Ayo mari, bersama-sama kita menangkap bocah itu, Walaupun dia hanya berada di ranah alam Dewa tingkat kelima, namun gerakannya terlihat sangat lincah, jadi kalian harus hati hati." ajak praktisi itu kepada temannya.


Lalu semua praktisi praktisi itu menyerang Chen Feng, dan kemudian dia pun melesat dengan beberapa rekannya untuk menyerang kearah Chen Feng.


Namun dengan santainya Chen Feng dapat menghindari seluruh serangan-serangan dari para praktisi tersebut.


"Kurang ajar....! Mengapa bocah itu dapat menghindari seluruh serangan kita? Sejak kapan ranah alam dewa tingkat ke-5 dapat melakukan gerakan seperti itu?" tanya praktisi itu merasa bingung.


"Sudah jangan banyak bicara, ayo serang dia lagi dan rampas harta pusaka yang telah dia dapatkan dari dalam gua itu." ajak dari praktisi itu langsung melesat menyerang Chen Feng kembali dengan niat membunuh yang mengerikan.


Lalu di belakangnya, seluruh rekan-rekannya pun merilis teknik kekuatan milik mereka dan langsung menyerang melawan Chen Feng mengikuti rekannya, yang sebelumnya terlebih dahulu telah menyerang Chen Feng.


Tapi lagi dan lagi. Serangan yang mereka miliki dapat dihindari dengan mudah oleh Chen Feng.


Mendengar peringatan dari Chen Feng, mereka semua pun langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha.....hahaha.....! Mimpi kau bocah! Kami berada 2 tingkat dari kultivasi milikmu, tapi kau masih ingin membunuh kami di siang bolong ini..! Kau terlalu banyak bermimpi bocah..! Ayo cepat, kita tangkap dan bunuh saja anak itu." ajak praktisi itu kepada praktisi yang lainnya.


Setelah itu mereka pun mengeluarkan aura spiritual milik mereka dan hendak melakukan teknik terkuat yang mereka miliki.


Tapi sebelum mereka menyelesaikan teknik milik yang hendak mereka keluarkan, tiba-tiba saja Chen Feng menghilang dari pandangan mereka dan langsung muncul tepat di belakang mereka semua.


"Bagaimana mungkin bocah itu sudah ada di belakang kita?" tanya seorang praktisi dari kelompok itu.


Hingga tiba-tiba terdengar suara jeritan yang sangat menyakitkan.


"Aarrgggg......Aarrgghhhh.."

__ADS_1


Tiba-tiba satu persatu dari praktisi-praktisi itu mengeluarkan darah dari leher mereka dan kemudian mati.


Seluruh rekan-rekan dari praktisi praktisi itu pun terkejut dan kemudian akhirnya mereka semua pun mati dengan luka sayatan di leher akibat ulah dari Chen Feng.


"Bagaimana mungkin kau yang hanya seorang di ranah alam Dewa tingkat kelima bisa melakukan ini kepada kami semua?* tanya salah seorang praktisi yang sedang sekarat sambil memegang lehernya yang mengeluarkan begitu banyak darah.


Hingga kemudian akhirnya praktisi itu pun mati. Chen Feng yang melihat kematian para praktisi itu bergumam di dalam hatinya.


"Ingin mengetahui bagaimana caraku melakukannya? Kau belum pantas." kata Chen Feng sambil merentangkan tangan kanannya untuk menarik seluruh cincin penyimpanan ruang milik praktisi praktisi itu.


Setelah itu Chen Feng melesat pergi ke udara. Dan di tengah perjalanan yang semakin masuk ke pedalaman hutan, Chen Feng melihat dari kejauhan ada gumpalan asap berwarna hitam yang berada di udara mengeluarkan riak riak petir yang menggelegar.


"Apakah itu kesengsaraan Guntur? Praktisi mana yang akan segera dipromosikan? Itupun jika dia berhasil dalam menakhlukan kesengsaraan guntur itu." gumam Chen Feng menatap heran.


Sebenarnya Chen Feng tidak ingin melihat kesengsaraan Guntur itu,namun di dalam hatinya dia sangat ingin melihat praktisi mana yang akan segera dipromosikan. Hingga pada akhirnya dia pun melesat ke arah awan Gelap kesengsaraan Guntur itu.


Hingga tidak lama kemudian, Chen Feng pun berada di tempat yang tidak terlalu jauh dengan kesengsaraan Guntur itu.


"Tampaknya ada beberapa praktisi hebat di ranah alam Dewa tingkat kesembilan Puncak, di sekitar tempat kesengsaraan Guntur itu berada." tebak Chen Feng yang merasa semakin tambah penasaran.


Lalu Chen Feng pun menggunakan teknik, agar dia tidak dapat terlihat oleh praktisi praktisi kuat yang ada di tempat tersebut.


"Tetua...! Apakah Nona besar mampu menaklukan kesengsaraan Guntur itu?" tanya salah seorang pengawal yang berdiri di belakang tetua tersebut.


"Itulah gunanya kita berada di tempat ini, jikalau Nona besar tidak mampu lagi menahan serangan serangan dari kesengsaraan Guntur itu, maka aku akan segera menolongnya. Dan tugas kalian, jangan biarkan kekuatan manapun mengganggu nona besar. Tetap fokus kepada Nona besar." ucap tetua itu kepada para bawahannya.


Sedangkan di tempat yang sangat dekat, Chen Feng dapat melihat pakaian serta tanda pengenal dari praktisi-praktisi tersebut. Dan hal itu tentu saja membuat Chen Feng merasa sangat terkejut.


"Itu....! Bagaimana mungkin, apakah mereka ini berasal dari benua utama dan tanda pengenal itu, seperti milik dari guru Ji." tebak Chen Feng menatap tidak percaya.


Setelah itu Chen Feng pun terbayang akan masa lalu ketika dia bersama guru Ji nya. Chen Feng ingat jika di pinggang dari guru Ji terdapat liontin yang sama seperti yang dipakai oleh praktisi-praktisi tidak jauh dari dirinya itu.

__ADS_1


"Bener..! Tidak salah lagi, itu adalah keluarga utama utama dari benua utama yaitu keluarga Ji, mereka sebenarnya mengawal gadis itu." gumang Chen Feng sambil melirik ke atas udara, tepat di mana seorang gadis muda dengan anggun dan memegang pedang di tangannya.


__ADS_2