Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Minum Arak Terbaik


__ADS_3

Tak lama berselang lama, tibalah mereka berdua di sebuah kedai yang dipadati oleh banyak pengunjung. Melihat kedatangan Tuan Mo, para pengunjung yang berada di kedai itu langsung memberikan hormat mereka di saat tuan Mo sudah masuk ke dalam kedai.


Lalu seorang pelayan pun menghampiri mereka berdua.


"Selamat datang tuan Mo. Mari silakan duduk." ucap pelayan itu mempersilahkan kepada mereka berdua.


"Terimakasih pelayan. Sekarang cepat berikan aku kendi arak terbaik yang menjadi kebanggaan dari kota kerajaan Xuan kita ini!" perintah tuan Mo kepada pelayan itu.


"Baik Tuan." jawab pelayan dan langsung bergegas melangkah kearah bagian belakang kedai.


Hingga tak lama berselang, pelayan itu pun kembali dengan membawa dua kendi besar arak terbaik dari kerajaan Xuan dan meletakkannya di atas meja mereka berdua.


"Tuan ini pesanan anda, arak terbaik yang menjadi kebanggaan di Kerajaan Xuan kita ini." ucap pelayan itu.


"Terimakasih, Ayo nak Chen Feng, kau harus menemani aku minum." ajak Tuan Mo sambil memegang kendi araknya.


"Baiklah Tuan. Ayo kita harus mabuk hari ini." jawab Chen Feng tersenyum dan lalu mangetoskan kendi araknya ke arah kendi arak milik tuan Mo.


Sementara itu, banyak pasang mata yang melihat ke arah tuan Mo dan juga Chen Feng. Mereka sedang bertanya-tanya siapakah pria muda yang duduk bersama Tuan Mo.


"Apakah kalian tahu siapa anak muda yang bersama Tuan Mo itu?" tanya salah satu dari orang tersebut.

__ADS_1


"Itu adalah anak muda yang telah membuat kegegeran di dalam istana." jawab salah seorang dari para pengunjung itu.


"Apa maksud ucapanmu itu?"


"Ya, beberapa hari yang lalu, ada rombongan yang baru tiba entah dari mana asalnya. Namun dari yang aku dengar, rombongan itu adalah orang orang yang telah memenangkan sayembara yang dibuat oleh kerajaan Xuan untuk melindungi para jenius jenius muda dari kerajaan. Dan anak muda yang berada di samping tuan Mo adalah pemimpin dari rombongan itu." jelas salah satu pengunjung itu.


"Apa anak semuda itu benar-benar menjadi pemimpin? Apakah kau tidak salah dalam mendengarkan informasi?" tanya mereka kembali tidak percaya atas penjelasan dari pengunjung itu.


"Jaga bicaramu kalau tidak mau menderita nantinya."


"Apa maksudmu sebenarnya?" tanya teman dari pengunjung itu merasa penasaran dengan perkataan yang dikeluarkan oleh temannya.


"Jangan kau pandang umur dari anak muda itu. Apakah kau tahu berita yang aku dengar anak muda itu bahkan dapat mengalahkan pangeran Lan dan pangeran Lin. Bahkan yang lebih mencengangkan lagi anak muda itu dapat mengalahkan komandan Han tanpa bergerak sedikit pun." jelas dari orang itu membuat mereka semua terperangah.


"Informasi ini sangatlah valid. Informasi itu aku dapatkan dari beberapa pengawal yang berada di lokasi kejadian. Asal kau tahu anak muda itu tidak suka di provokasi, karena jika itu terjadi maka dia akan langsung menghajar orang yang memprovokasinya. Itulah yang dilakukan oleh pangeran Lan dan pangeran Lin hingga anak muda itu menghajar mereka berdua. Itupun kalau kau mau percaya, kalau tidak terserah kau saja, yang penting aku telah menjelaskan apa yang aku ketahui."


Lalu perbincangan-perbincangan antara pengunjung kedai minuman itu pun menjadi senyap ketika mendengar informasi yang diberikan oleh temannya.


Ada yang percaya dan ada juga yang belum percaya namun mata mereka semua tetap menuju ke arah pemuda yang sedang duduk bersama Tuan Mo itu.


Chen Feng bukannya tidak menyadari bahwa ia diperhatikan oleh banyaknya pengunjung di dalam kedai, Akan tetapi ia tidak sedikitpun menghiraukan tatapan dari mereka semua. Lalu Tuan Mo pun berkata kepada dirinya.

__ADS_1


"Abaikanlah mereka nak Chen Feng. Mereka hanyalah orang-orang biasa yang selalu saja bergosip ketika mendengar ada kejadian di dalam kota kerajaan Xuan ini."


"Tenanglah tuan Mo, aku tidak akan berbuat sesuatu yang merepotkan. Karena itu bagiku sangatlah membosankan." jawab Chen Feng sambil menikmati arak yang ada di dalam kendinya.


Begitu juga dengan tuan Mo, yang kembali menikmati arak di dalam kendinya sendiri, hingga akhirnya mereka berdua pun meneruskan meminum arak dari kendi milik mereka masing-masing. Dan tak lama kemudian, mereka berdua pun berhasil menghabiskan arak dari kendi kendi mereka masing masing.


"Mmmmmmm…!"


sambil mendengus tuan Mo pun berkata kepada Chen Feng.


"Ayo kita pergi." ajak tuan Mo.


"Mengapa begitu cepat tuan Mo? Kita bahkan baru memulainya."


"Dasar kau ini, besok adalah pertemuan antara kau dan para jenius jenius muda di kerajaan Xuan ini. Aku tidak mau ketika hari itu tiba kau masih dalam keadaan mabuk." jawab Tuan Mo menjelaskan lalu bangkit dan berjalan keluar dari kedai minuman itu.


Melihat Tuan Mo yang sudah berlalu pergi, Chen Feng pun mengeluarkan beberapa koin uangnya dan lanjut mengikuti tuan Mo yang sudah berjalan meninggalkan kedai minuman itu.


Lalu selang beberapa waktu mereka pun telah tiba di tempat peristirahatan milik Chen Feng.


"Nak Chen Feng kalau begitu sampai ketemu esok hari, beristirahatlah dengan baik." ucap tuan Mo kemudian ia melanjutkan perjalanannya lagi.

__ADS_1


Sementara itu Chen Feng pun masuk ke dalam ruangan tempat ia dan anggota kelompoknya beristirahat.


__ADS_2