
Sementara itu, di sekitar tempat yang tidak jauh dari tempat di mana bunga teratai 7 kelopak matahari itu berada. Banyak para ahli-ahli kuat yang merasakan sebuah fluktuasi energi yang dipancarkan oleh bunga teratai 7 kelopak matahari itu.
"Aura energi yang begitu mendominasi, Apakah ini adalah aura kemunculan sebuah harta pusaka di tingkat dewa!" tebak salah seorang dari ahli tersebut.
"Ya itu mungkin saja, karena aura energi yang terpancar ini tidaklah biasa, aku juga meyakini bahwa itu adalah aura dari kemunculan harta pusaka di tingkat dewa." jawab kembali salah seorang dari ahli tersebut.
Lalu mereka langsung melesat ke arah aura sejati yang terpancar dari bunga teratai 7 kelopak matahari itu berada
"Tunggu! tunggu, kami kami juga menginginkan harta pusaka itu." kata seluruh ahli yang berada di tempat itu dan langsung melesat menyusul salah satu ahli yang terlebih dulu sudah melesat pergi.
Hingga tak berselang waktu lama, keseluruhan para ahli-ahli itu pun telah berada di tempat di mana aura energi sejati yang terpancar dari bunga teratai 7 kelopak matahari itu berada.
Namun mereka semua merasa heran, karena di tempat itu mereka tidak bisa menemukan apapun.
"Aku merasakan, bahwa di sinilah pusat dari fluktuasi energi itu terjadi. Akan tetapi mengapa tidak ada tanda-tanda dari kemunculan harta pusaka itu?" tanya salah satu dari ahli itu mengeryit heran.
"Benar, aku juga dapat merasakannya, tapi mengapa yang ada di sini hanyalah hamparan rerumputan, tidak ada sedikitpun gambaran tentang kemunculan harta pusaka di tingkat dewa itu." timpal salah seorang teman dari ahli tersebut.
"Ataukah jangan-jangan ada sebuah dinding pelindung yang melindungi atau menyamarkan harta pusaka itu!" tebak para ahli yang lain.
Lalu salah seorang dari para ahli-ahli itu pun mengeluarkan kekuatannya dan menghujamkannya ke arah depan, tepat di hadapannya mereka.
Namun serangan yang dilancarkan oleh ahli tersebut pun, terhalang oleh dinding pelindung yang memang telah dibentuk oleh Chen Feng sebelumnya.
Melihat apa yan terjadi, mereka semua pun menjadi terkejut.
"Benar yang aku duga bukan! Bahwa ada sebuah dinding pelindung yang melindungi tempat di dalamnya, yang pastinya di dalamnya ada sebuah harta pusaka di tingkat dewa." kata ahli tersebut dengan nada geram.
"Saudara Kong. Mengapa kau begitu yakin bahwa di dalam dinding pelindung itu ada sebuah harta pusaka di tingkat dewa?" tanya seorang ahli yang bernama Cue Ling.
Lalu seorang ahli yang pada awalnya, menyerang ke arah dinding penghalang yang ternyata bernama Kong Ji itu pun menjawab.
"Cue Ling! Pakailah sedikit otakmu, jangan selalu mengandalkan otot mu." sindir kong Ji kesal.
"Apa maksudmu! Apakah kau menghinaku Kong Ji?" tanya Cue Ling tidak Terima.
"Menghinamu! Coba kau pikir. Mengapa dinding penghalang itu bisa terpasang di ttpat itu. Cobalah pakai sedikit otakmu untuk berpikir akan hal tersebut!" teriak Kong Ji menatap tajam.
"Saudara Cue Ling. Benar yang dikatakan oleh saudara Kong Ji. Tidak mungkin sebuah dinding penghalang terpasang jika tidak melindungi sesuatu yang berharga di dalamnya. " jelas salah seorang ahli yang bernama Si Bai.
"Oh....! Kau juga ikut-ikutan menghinaku Si Bai!" seru Cu Ling tidak terima.
"Bukan begitu Cu Ling." sangkal Si Bai
"Akhhh.....! Makhluk satu ini memang tidak pernah memakai otaknya untuk berpikir, jika dia memakai sedikit otaknya pasti dia akan berpikir yang benar." timpal Kong Ji bertambah geram.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kong Ji, membuat Cue Ling semakin meradang.
"Kau memang benar-benar mencari keributan Kong Ji! teriak Cue Ling sambil mengeluarkan aura membunuh yang mengerikan.
"Apakah kau pikir dengan mengeluarkan aura membunuh yang mengerikan itu aku akan takut kepadamu orang bodoh." tantang Kong Ji, lalu mengeluarkan senjata pusaka miliknya yang berbentuk tombak.
"Ayo cepat majulah, jika kau memang memiliki nyali." kata Kong Ji kembali menantang Cue Ling untuk bertindak menyerangnya.
Namun ketika Cue Ling hendak melesat menyerang Kong Ji, tiba-tiba muncul sesosok berjubah putih dengan kekuatan yang mengerikan menghalangi Cue ling untuk bertindak menyerang Kong Ji.
"Kalian semua hentikan! Setiap kalian bertemu pasti kalian akan membuat keributan, tidak bisakah kalian berjalan berdampingan dan bekerjasama." teriak sosok tersebut yang ternyata ia bernama Yan Mah.
Melihat serta mendengar sosok dari Yan Mah itu berkata marah, membuat Kong Ji dan Cue Ling menghentikan perseteruan mereka.
"Maaf! Maafkan kami saudara Yan. Kami hanya sedang bermain-main saja, benarkan saudara Cue!" jelas Kong Ji berbohong.
"Benar, benar itu saudara Yan. Aku dan Kong Ji hanya sedang bermain-main saja." jawab Cue Ling membenarkan perkataan Kong Ji.
Yan Mah yang melihat kelakuan mereka berdua, hanya menghela nafas panjang lalu bertanya kepada Si Bay.
"Saudara Si Bai! Bagaimana keadaan di tempat ini? Apakah kalian telah menemukan harta pusaka yang mempunyai aura sejati serta fluktuasi energi yang mengerikan sebelumnya? " tanya Yan Mah penasaran.
"Belum saudara Yan. Kami belum menemukan harta pusaka itu. Akan tetapi ada sebuah dinding pelindung ketika kami mencari keberadaan dari harta pusaka itu, yang kelihatannya di tempat inilah pusat dari fluktuasi energi yang amat sangat besar itu terjadi."
Yan Mah yang mendengar penjelasan dari Si Bai langsung menyebarkan kekuatan jiwanya. Lalu Ia pun segera menyadari bahwa benar apa yang dikatakan oleh Si Bai bahwasanya tepat dihadapan mereka berdiri, ada sebuah dinding pelindung yang tak kasat mata.
"Kelihatannya harta pusaka itu tersimpan di balik dinding pelindung ini." kata Yan Mah kembali.
"Kalau begitu. Apa yang harus kita lakukan saudara Yan?" tanya Si Bai menatap bingung
"Ya mau berbuat apalagi kalau tidak menghancurkan dinding pelindung ini secara paksa." jawab Yan Mah lalu mengeluarkan kekuatan spiritualnya yang berbentuk naga api yang langsung ia arahkan ke arah di mana dinding pelindung itu berada.
"Kalian semua cepat bantu aku untuk menghancurkan dinding pelindung ini! Aku Yan Mah akan memberikan sesuatu yang berharga ketika dinding pelindung ini telah hancur terbuka." pinta Yan Mah smbil melihat ke arah para ahli-ahli di belakangnya.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Yan Mah, seluruh ahli-ahli itupun mengeluarkan kekuatan spiritualnya dan melesatkan serangan ke arah dinding pelindung itu. Mereka berusaha keras untuk menghancurkan dinding pelindung yang dibuat oleh Chen Feng.
****
Beralih ke tempat di mana Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya berada. Mereka semua menyadari bahwa ada beberapa orang yang telah berdiri di luar dinding pelindung itu dan mencoba untuk menghancurkan dinding pelindung yang telah dibuat oleh Chen Feng.
"Tuan! Kelihatannya banyak ahli-ahli yang berkumpul di luar dinding pelindung. Apa yang harus kita lakukan Tuan?" tanya komandan iblis Fan Mo.
"Benar Tuan. Apakah kami harus keluar untuk menghalangi para ahli-ahli itu?" tanya Fan Mouji kepada Chen Feng.
"Tidak perlu saudara-saudaraku! Orang-orang yang berada di luar sana memiliki kekuatan yang lumayan hebat. Walaupun aku yakin kita dapat mengalahkan mereka, akan tetapi aku juga yakin kita akan dapat kerugiannya juga, dengan kata lain kalian pasti akan terluka. Tunggulah beberapa saat lagi hingga pil 7 warna kaisar langit akan segera selesai aku murnikan. Setelah itu kita akan segera pergi dari tempat ini melalui lubang hitam teleportasi, dan pada saat itu mereka tidak akan dapat mencari keberadaan kita. Mengenai dinding pelindung itu mereka akan butuh waktu yang lama untuk dapat menghancurkannya, jadi kalian semua tidak perlu khawatir. Kita harus mengikuti rencana yang telah kita buat di awal-awal bukan! Jadi apapun yang terjadi kita tidak boleh bertarung hanya karena hal yang sepele..Jadi jika itu bukan karena nyawa kita yang terancam, maka sebaiknya kita tidak perlu melakukan pertarungan yang sia-sia." jawab Chen Feng menjelaskan dan kembali fokus dalam memurnikan bunga teratai 7 kelopak matahari dan berbagai tanaman-tanaman obat yang lain yang merupakan bahan-bahan untuk membuat pil 7 warna kaisar langit.
****
Kembali kepada para ahli-ahli yang sedang mencoba menghancurkan dinding pelindung yang telah dibuat oleh chen Feng.
"Saudara Yan! Apakah kau menyadari bahwa dinding pelindung ini amat sangat memiliki kekuatan yang hebat? Bahkan kita semua telah menyerangnya bersama-sama, namun belum ada tanda-tanda kehancuran dari dinding pelindung ini?" tanya Si Bai keheranan.
"Apa yang saudara Bai katakan memanglah benar, kelihatannya dinding pelindung ini merupakan teknik formasi tingkat dewa. Tapi aku tidak yakin jika kita terus-menerus menyerangnya dengan kekuatan yang kita miliki dinding pelindung ini tidak akan hancur. Ayo bersemangatlah kalian semua! Untuk menghancurkan dinding pelindung yang ada di hadapan kita ini. Aku yakin di dalam dinding pelindung ini, banyak harta-harta pusaka tingkat dewa yang tersimpan, setelah itu kita semua dapat membagi rata harta harta pusaka yang tersimpan di dalam dinding pelindung itu," ajak Yan Mah dengan optimis.
"Benar yang kau ucapkan saudara Yan Mah, mari kita bekerja sama, dengan mengeluarkan kekuatan yang kita miliki untuk menghancurkan dinding pelindung itu." jawab serentak seluruh ahli-ahli di depan dinding pelindung yang dibuat oleh Chen Feng itu.
Hingga selang beberapa waktu, tiba-tiba ada sebuah fenomena alam yang terjadi, di mana sebuah aura serta bau harum yang amat sangat menyegarkan tubuh tercium di indra penciuman mereka semua.
"Ini, ini aroma harum dari sebuah pil. Apakah harta pusaka itu berbentuk sebuah pil? Kalau memang benar, apakah itu di ranah kaisar?" taynya seluruh ahli-ahli yang berada di luar dinding pelindung yang dibuat oleh Chen Feng.
"Apa! Pil di ranah kaisar? Apakah itu benar! Tapi dari fenomena alam yang terjadi itu, memang bukanlah di ranah seperti pil kebanyakan yang dijual oleh pasar lelang ataupun dari paviliun-pil, ini jauh lebih hebat dan lebih kuat." ucap seluruh para ahli-ahli itu.
Kemudian di atas langit terbentuk sebuah awan hitam pekat berisikan riak riak energi petir yang siap menyambar apapun yang berada di bawahnya.
"Awan petir! Awan petir apa itu?" anya para ahli-ahli menatap ke atas langit.
"Saudara Yan. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Si Bai.
"Ini, ini bagaimana mungkin terjadi? apakah itu....," kata Yan Mah dengan tergagap gagap.
"Saudara Yan! Apa yang sedang ingin katakan?" tanya Kong Ji penasaran.
"Mengapa kau bersikap demikian saudara Yan? Perkataanmu sama sekali tidak jelas kami dengar? " tanya Cue Ling menatap lekat.
"Apakah kalian tidak merasakan aura dari sayatan yang keluar dari awan hitam itu?" tanya Yan Mah menatap mereka semua.
"Kalian bertiga memang benar adalah orang-orang bodoh! Coba lihatlah ke langit atas itu, ke arah awan hitam berisikan riak-riak energi petir itu, itu adalah kesengsaraan Guntur. Kalian yang telah berada di ranah alam dewa tingkat ke-7 puncak. Mengapa tidak mengerti atau mengenali awan hitam pekat yang berisikan energi riak-riak petir itu! Dasar ahli-ahli yang bodoh." maki Yan Mah dengan nada sedikit emosi karena melihat para rekannya memiliki kebodohan yang mutlak dan tidak dapat tertolong lagi.
"Apa yang kau katakan saudara Yan? Apakah itu benar-benar kesengsaraan Guntur? Mengapa kesengsaraan Guntur ini berbeda dengan kesengsaraan Guntur yang dahulu kala pernah aku alami?" tanya Si Bai tidak percaya.
"Benar saudara Bai, kesengsaraan Guntur yang kami alami juga sangat berbeda dengan kesengsaraan Guntur yang saat ini ada di atas kepala kita." kata Kong Ji dan Cue Ling secara bersamaan.
"Apakah kau tidak salah melihat saudara Yan?" tanya Si Bai kembali.
"Tentu saja tidak, ini benar-benar kesengsaraan Guntur. Dahulu ketika aku pertama kali menginjakkan kakiku di kota kekaisaran aawan petir yang berada di pusat benua menengah aku pernah melihat kesengsaraan Guntur semacam ini di akademi awan petir. Jadi tidak salah lagi ini adalah kesengsaraan Guntur. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa ada kesengsaraan Guntur di tempat ini? Apakah jangan-jangan ada seseorang yang sangat jenius yang akan segera menerobos." tebak Yan Ma.
"Tidak mungkin saudara Yan, aku mengira ini pasti karena pil yang sebelumnya, yang aura serta harumnya tersebar di sekitar kita. Jika dugaanku benar tentang pil ini, maka pasti lah pil ini adalah pil yang lebih tinggi dari pil di tingkat dewa." sangkal Si Bai dengan bersemangat.
"Yang dikatakan oleh saudara Bai kelihatannya lebih masuk akal saudara Yan." ucap Kong Ji setuju.
"Benar itu saudara Yan, dari awal kita berada di tempat ini. Apakah kita pernah merasakan adanya hawa dari seorang kultivator selain kita semua?" tanya Cue Ling.
"Perkataan yang kalian ucapkan memang masuk akal. Ayo mari kita tingkatkan kekuatan kita untuk segera menghancurkan dinding pelindung itu. Aku yakin di dalam dinding pelindung itu pasti sangat banyak harta di tingkat yang lebih tinggi dari tingkat dewa." ajak Yan Mah kembali dengan bersemangat kepada seluruh kultivator kultivator di belakangnya.
Kemudian para ahli-ahli itupun bergandengan tangan bekerja sama mengeluarkan kekuatan terkuat mereka untuk menghancurkan dinding pelindung yang ada di hadapan mereka.
***
Di lain sisi, tepatnya di tempat Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya berada. Chang Ma terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Aura yang keluar dari tripod pemurnian pil dari tuan Chen sangatlah mengerikan, serta harum yang keluar dari tungku tripod itu sangatlah bermanfaat, bahkan hanya dengan mencium aromanya saja membuat kekuatan spiritual serta tubuhku mengalami peningkatan. Lalu sekarang awan hitam pekat berisikan riak-riak petir muncul di atas langit. Apakah itu sebuah kesengsaraan Guntur. Tapi bagaimana mungkin hanya dengan memurnikan sebuah pil dapat memicu fenomena alam seperti kesengsaraan Guntur! Ini benar-benar tidak lazim." gumam Chang Ma sambil berpikir di dalam hatinya.
Lalu tak lama kemudian, dengan rasa terkejutnya Chang Ma pun bertanya.
"Apakah ini? Apakah ini mungkin, jika pil yang dimurnikan oleh Tuan Chen itu benar-benar pil 7 warna kaisar langit yang berada lebih tinggi dari pil-pil di tingkat dewa lainnya?" tanya Chang Ma kepada mereka dengan memasang wajah terkejut.
Melihat keterkejutan dari Chang Ma membuat seluruh anggota kelompok Chen Feng yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, lalu komandan iblis Fan Mo pun menjawab.
"Saudara Ma. Tenanglah tenanglah, itu hanya sebagian kecil dari kekuatan Tuan Chen, nanti di masa depan jika Tuan Chen memperkenankan dirimu untuk mengikutinya, maka akan banyak keajaiban yang tak pernah kau lihat tapi mampu dilakukan oleh Tuan Chen." jelas komandan iblis Dan Mo sambil tertawa.
"Saudara Ma, kendalikanlah dirimu, jangan sampai suara kerasmu akan membuat Tuan Chen tidak fokus dalam memurnikan pil 7 warna kaisar langit." ucap Fan Mouji dengan tertawa keras.
"Apakah kalian tidak terkejut dengan apa yang telah dibuat oleh Tuan Chen?" tanya Chang Ma keheranan melihat sikap tenang dari para anggota kelompok Chen Feng.
__ADS_1
"Saudara Ma. Bagi kami yang telah mengikuti Tuan Chen dari alam bawah sampai ke alam atas ini, sudah biasa melihat apa yang dilakukan oleh Tuan Chen. Segala keajaiban yang tuan Chen lakukan tidak lagi membuat kami terkejut. Walaupun pada dasarnya ketika melihat keajaiban yang dilakukan oleh Tuan Chen kami memiliki sifat seperti yang kau lakukan sebelumnya. Namun yang harus kau tahu Saudara Ma, Tuan Chen Dia adalah jenius surgawi yang menantang langit, jadi apa yang tidak mungkin akan dapat iya lakukan." jelas Fan Kiyounv ikut tertawa keras.
Kemudian Chang Ma dengan tatapan yang menunjukkan rasa kekaguman melihat ke arah Chen Feng, yang kelihatannya akan selesai memurnikan pil 7 warna kaisar langit itu.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian.
"Terbukalah!" teriak Chen Feng sambil tangannya mengarah ke tungku tripod pemurnian pil miliknya.
Mendengar teriakan dari Chen Feng, membuat tutup tungku tripod itu pun terbuka, lalu 20 pil 7 warna kaisar langit mengarah ke arah tangan Chen Feng.
"Sempurna! Pemurnian ini berhasil dengan sempurna." ucap Chen Feng dengan gembira.
"Tuan! Akhirnya Tuan berhasil, selamat Tuan, atas keberhasilan Tuan dalam memurnikan pil 7 warna kaisar langit yang berada di ranah kaisar ini Tuhan." puji seluruh anggota kelompoknya.
"Apakah itu benar pil 7 warna kaisar langit yang amat sangat legendaris?" tanya Chang Ma sambil melangkah terhuyung huyung mengarah ke arah Chen Feng yang tengah memegang 20 pil 7 warna kaisar langit.
"Tentu benar saudara Ma, kamu dapat melihatnya." jawab Chen Feng sambil mengarahkan tangannya tepat ke hadapan Chang Ma.
Melihat cahaya yang keluar dari pil 7 warna kaisar langit membuat mata dari Chang Ma tidak dapat melihat kesempurnaan dari pil 7 kaisar langit yang dipegang oleh Chen Feng.
"Apakah ini benar! Apakah ini benar 7 warna kaisar langit? Dalam hidupku. Baru kali ini aku melihat pil dengan aura kekuatan yang amat sangat luar biasa seperti pil yang tuan Chen murnikan ini. " puji Chang Ma terpesona.
"Maaf saudara Ma, penjelasannya akan aku beritahu kepada kalian nanti, akan lebih baik untuk kita segera pergi dari tempat ini dan mencoba untuk menyerap esensi sejati yang dimiliki oleh pil 7 warna kaisar langit ini, aku penasaran sedahsyat apakah dan semanfaat apa pil tujuh warna kaisar langit ini." kata Chen Feng lalu melambaikan tangannya.
Hingga tiba-tiba lubang hitam teleportasi muncul di hadapannya.
"Kalian semua masuklah, kita harus segera meninggalkan tempat ini." ujar Chen Feng kepada seluruh anggota kelompoknya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya, seluruh anggota kelompok Chen Feng segera masuk ke dalam lubang hitam teleportasi itu, termasuk Chang Ma. Dan setelah seluruh anggota kelompok Chen Feng telah masuk ke dalam lubang hitam teleportasi itu, Chen Feng pun segera menghilangkan seluruh hawa keberadaan dari mereka semua yang ada di tempat di mana bunga teratai 7 kelopak matahari berada.
Setelah selesai menghilangkan hawa keberadaan dari mereka semua, Chen Feng pun masuk ke dalam lubang hitam teleportasi miliknya dan kemudian Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya menghilang tak berbekas dari tempat itu.
Tak lama kemudian, para ahli-ahli itu menunjukkan keberhasilan mereka.
"Kalian semua! Ayo bekerja lebih keras lagi! Sedikit lagi dinding pertahanan ini akan hancur. " kata Yang Mah menyemangati.
Dan benar saja, ketika mereka semuanya menambahkan kekuatan penghancur yang mereka miliki, akhirnya dinding pelindung yang dibuat oleh Chen Feng pun retak dan kemudian hancur menjadi berkeping-keping.
Yang Mah yang melihat dinding pelindung itu telah hancur segera melesat ke arah dalam dari dinding pelindung itu, diikuti oleh seluruh ahli-ahli yang telah membantu dirinya.
Namun ketika mereka berada di sisi dalam dari dinding pelindung yang dibuat oleh Chen Feng, betapa terkejut dan emosinya mereka karena tidak ada satupun harta pusaka yang berada di dalam tempat itu.
"Kurang ajar! Benar-benar kurang ajar. Sebenarnya siapakah yang telah mengerjai kita? Seluruh kekuatan spiritual milikku telah banyak berkurang hanya untuk menghancurkan dinding pelindung itu, tapi apa sekarang! Apa yang ada di tempat ini? Lihatlah tempat ini ini tidak ada satupun harta pusaka yang berada di tempat ini." ucap Cue Ling dengan emosi yang meledak-ledak.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah seharusnya fluktuasi energi yang amat sangat mengerikan itu berasal dari tempat ini? Akan tetapi sekarang mengapa tidak ada satupun aura energi yang tertinggal di tempat ini? Apakah mungkin harta itu telah pergi meninggalkan tempat ini? Seharusnya tidak mungkin bukan." kata Kong Ji heran.
"Yang dikatakan oleh saudara Kong Ji itu memang benar, jika harta pusaka itu telah meninggalkan tempat ini seharusnya hawa keberadaan dari harta pusaka itu tertinggal di tempat ini, akan tetapi mengapa tidak ada satupun hawa keberadaan yang tertinggal di tempat ini. " timpak Si Bai.
"Kelihatannya ada seorang ahli yang telah mengambil harta pusaka itu dan kemudian pergi menghilang di ruang kekosongan, cepat segera masuk ke dalam ruang kekosongan dan cari ahli itu." perintah Yan Mah.
Seluruh ahli-ahli yang mendengarkan perkataan dari Yan Ma membenarkan apa yang menjadi asumsinya dan langsung membuka ruang kekosongan dengan paksa dan mencari keberadaan dari para ahli yang menurut mereka telah mengambil harta pusaka yang berada di tempat itu.
Namun hampir satu harian penuh mencari keberadaan dari para ahli-ahli yang menurut mereka telah mencuri harta pusaka yang telah mereka ketahui sebelumnya, tidak dapat ditemukan oleh mereka.
"Saudara Yan Ma! Tidak ada satupun ahli-ahli yang kami temukan, bahkan hawa keberadaannya juga tidak kami temukan. " kata Kong Ji.
"Sudah tidak perlu kalian cari lagi, itu percuma." ucap Si Bai.
"Apa katamu Si Bai! Apa kau sedang bergurau? Dengan usaha yang telah kita lakukan dengan keras, lalu kita ingin melepaskan harta tersebut, jika kau memang tidak menginginkannya maka aku masih ingin memilikinya." sangkal Cue Ling.
"Jika memang benar kau ingin memilikinya, maka carilah dan kejarlah para ahli yang telah mengambil harta pusaka yang berada di tempat ini sebelumnya. Jika kau beruntung maka kau hanya cacat, tapi jika kau dalam keadaan sial maka kau akan mati tentunya." jawab Si Bai mempersilahkan.
"Apa katamu! Kau meremehkanku Si Bai, kelihatannya mulutmu itu perlu aku robek agar tidak lagi berkata jahat seperti itu." ucap Cue Ling berteriak marah.
"Kau Cue Ling, hentikan! Mengapa kau selalu membuat keributan." teriak Yan Mah.
"Saudara Yan! Si Bai telah menghinaku, tidak mungkin aku tidak memberinya pelajaran, mau ditaruh di mana harga diriku!" jawab Cue Ling membela.
"Saudara Kong Jie, kelihatannya apa yang kau katakan mengenai saudara Cue Ling adalah kebenaran, ia tidak pernah sekalipun bertindak memakai otaknya, tapi ia selalu bertindak hanya mengandalkan ototnya. Dan jika itu terus kau lakukan saudara Cue Ling, kau benar-benar akan bernasib sial." kata Si Bai geram.
"Mulut saudara yang mulut Si Bai ini benar-benar harus aku robek. Jangan kau pikir dengan adanya saudara yang dapat kau andalkan, maka kau dapat bermulut besar!" ucap Cue Ling mengeluarkan kekuatan dari aura pembunuhan yang mengerikan.
"Saudara Cue Ling, kau pakailah sedikit otakmu untuk berpikir, jika seorang kultivator yang telah mengambil harta pusaka yang sebelumnya berada di tempat ini berada selevel dengan tingkatan dari basis kultivasi yang kita miliki, tentunya akan sangat mudah kita menemukan mereka walaupun berbasis kultivasi atau tingkatan level yang kita miliki dengan kultivator yang telah mengambil harta pusaka di tempat ini, atau dia berada dua tingkat di atas kita, tentu masih dapat kita mengejarnya. Coba kau pikirkan dengan otakmu yang kecil itu, apakah dalam satu hari yang penuh ini kita mencari keberadaan dari kultivator yang telah mengambil harta pusaka yang berada di tempat ini sebelumnya, dapat kita temukan saudara Cue Ling! Tidak bukan! Itu menandakan, bahwa level dari tingkatan basis kultivasi yang kita miliki dengan kultivator itu, sangatlah jauh berbeda. Itulah sebabnya kita tidak dapat menemukannya. Hal seperti itu saja kau tidak dapat mengetahuinya saudara Cue Ling, tapi masih ingin pergi mengejar kultivator itu apakah kau ingin cari kematianmu! Jika memang kau ingin mencari kematianmu maka pergilah, aku tidak akan menemanimu, aku masih ingin hidup yang panjang." jelas Si Bai dengan emosi.
"Benar yang diucapkan oleh saudara Si Bai, saudara Cue Ling, kultivator yang telah mengambil harta pusaka di tempat ini memiliki kekuatan yang sangat jauh dari kita. Tidak mungkin bagi kita untuk pergi mencarinya." timpal Yan Mah.
"Saudara Cue Ling kami ini adalah temanmu dari dahulu kala, walaupun kau memiliki otak yang bodoh kami tetap menganggapmu sebagai saudara kami. Kami tidak ingin kau mati konyol hanya demi sebuah harta pusaka. Kita semua yang berada di sini, berada dalam tingkat ranah alam dewa tingkat ke-7 puncak sangat mudah bagi kita untuk mencari seorang kultivator yang sama levelnya dengan kita, coba kau pikirkan dengan otakmu itu, bagaimana mungkin ada seorang kultivator yang mencuri sebuah harta pusaka tepat di hadapan kita menghilang tanpa bekas, tanpa hawa keberadaan yang tertinggal, itu menandakan apa saudara Cue Ling! Kalau bukan ranah yang dimiliki oleh kultivator tersebut jauh melampaui ranah milik kita. Sudahlah relakan saja harta pusaka itu, masih banyak kesempatan kita untuk mencari harta pusaka di tempat yang lain." jelas Kong Jie lalu melesat pergi dari tempat itu, kemudian diikuti oleh Yan Mah, Si Bai dan yang lainnya.
lalu dengan berat hati pun, Cue Ling terpaksa menyusul para rekan-rekannya itu untuk pergi dari tempat itu.
__ADS_1