
Lalu kapak raksasa yang berada di atas kepala Komandan Fan Ji Hoo yang terbentuk dari kekuatan spiritual miliknya langsung dia arahkan ke arah formasi pedang milik Chen Feng.
Kemudian benturan antara dua teknik di level atas pun terjadi. Ledakan ledakan yang sangat besar keluar dari tabrakan 2 teknik kelas atas itu. Hingga menimbulkan suara dentuman dentuman yang sangat keras.
Bahkan hanya terkena anginnya saja! Sudah dapat menghancurkan semua areal di sekitarnya. Dan setelah selang beberapa saat, getaran-getaran dari tabrakan kedua teknik serangan itu pun merendah. Hanya tinggal debu yang menyelimuti Komandan Fan Ji Hoo dan Chen Feng.
"Dasar! Orang yang tidak mengetahui tingginya langit. Kau pikir dengan teknik kelas atasmu itu, kau bisa mengalahkanku yang berada di ranah alam Dewa! Cih, kau terlalu bermimpi bocah!" ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil tertawa keras.
"Haahahaha….!" tawa Komandan Fan Ji Hoo terdengar menggelegar.
Setelah itu Komandan Fan Ji Hoo pun mengibaskan kapak besar yang ada di tangannya agar kabut debu yang timbul karena adanya dua tabrakan kekuatan itu hilang dalam sekejab. dan ketika kabut debu itu sudah hilang,dia pun merasa bingung.
"Mengapa seorang bocah di ranah alam suci tidak terluka akibat serangan dari level kelas atas milikku? Sebenarnya ada apa ini? Mengapa serangan yang aku tunjukkan untuknya tidak berefek kepadanya? Apakah karena ilmu pedangnya dapat memblokir seranganku? Tidak. Itu tidak mungkin. sehebat apapun teknik pedangnya namun dia hanya ada di tingkat ranah alam suci, lalu bagaimana mungkin dia dapat mengimbangiku? Kurang ajar kau bocah! Rahasia apa yang kau miliki sebenarnya? Ketika kau mati seluruh rahasiamu akan menjadi milikku." ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil melesat ke arah Chen Feng.
Komandan Fan Ji Hoo melesat ke arah Chen Feng sambil mengeluarkan kekuatan dari kapak miliknya, namun Chen Feng yang melihat serangan dari energi kapak yang dilesatkan oleh Komandan Fan Ji Hoo tidak bergeming sedikitpun.
Namun diuar dugaan serangan kapak dari
Komandan Fan Ji Hoo pun mengenai telak ke tubuh dari Chen Feng.
"Tidak…! Tidak…!" teriak Ling Ling dan Qian Xue ketika melihat serangan kapak dari Komandan Fan Ji Hoo mengenai tubuh Chen Feng. Dan dalam sekejap saja tubuh Chen Feng menjadi ketiadaan.
__ADS_1
Melihat hal itu langsung saja Ling Ling dan Qian Xue ingin melesat ke arah Chen Feng yang telah terkena serangan kapak milik Komandan Fan Ji Hoo, namun ketika telah sampai beberapa meter, mereka pun seperti menabrak sebuah dinding yang tak tak kasat mata.
Ling Ling mengetahui bahwa ini adalah dinding formasi yang telah dibuat oleh Chen Feng, agar dirinya tidak dapat membantu Chen Feng. Mengetahui hal itu Ling Ling pun kembali menjerit histeris
"Tidak! Tidak mungkin, kau tidak boleh pergi meninggalkanku.Buka! Buka, cepat buka dinding Formasi ini," perintah Ling Ling kepada semua orang di kelompoknya.
Mendapati perintah dari Nyonya mereka! Semua orang pun bekerja sama untuk menghancurkan dinding tak kasat mata itu. Sedangkan Komandan Fan Ji Ho tersenyum menyeringai sambil memegang kapak besar di tangannya lalu tertawa dengan puas.
"Hahahaha….! Itulah akibatnya ketika orang rendah seperti kalian bermimpi untuk dapat menang melawanku." ucap Komandan Fan Ji Hoo sambil mengacungkan kapaknya ke arah Lingling dan Qian Xue.
Lalu Komandan Fan Ji Hoo melangkah sambil memainkan kapak besarnya untuk mengarah ke arah Ling Ling dan para kelompoknya.
Namun alangkah terkejutnya iya, ketika ia hendak melangkahkan kakinya kembali, Ia seperti tertahan oleh sesuatu yang tidak dapat dia lihat.
"Apa ini sebenarnya? Ada apa ini? Mengapa aku tidak dapat melangkahkan kakiku! Apakah bocah sialan itu tidak mati? Tidak mungkin. Aku telah melepaskan Aura jiwaku untuk melihat di sekeliling sini, akan tetapi aku tidak dapat merasakan Aura kehidupan dari bocah itu. Dan itu artinya dia pasti telah mati. Tapi kenapa aku tidak bisa melangkahkan kakiku?" tanya Komandan Fan Ji Hoo yang berdiri seperti patung.
Lalu Komandan Fan Ji Hoo pun merilis seluruh kekuatan yang dia miliki sebagai orang yang telah menginjak ranah alam Dewa.
"Aargggg…!!!" teriak Komandan Fan Ji Hoo berteriak histeris.
Setelah itu aura kekuatan dari Komandan Fan Ji Hoo menjadi meroket, dia pun berusaha keras dengan kekuatan yang dia keluarkan untuk dapat melepaskan dirinya dari kekangan yang tak kasat mata itu.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba saja tepat di bawah kakinya muncul sebuah tiagram sihir yang menyerap seluruh kekuatan yang dia miliki.
"Kurang ajar! Formasi apa ini? Mengapa kekuatanku bisa terserap olehnya?" teriak Komandan Fan Ji Hoo sambil berpikir keras.
Hingga selang beberapa waktu, dia pun teringat beberapa waktu yang lalu akan sesuatu.
"Tidak! Tidak mungkin, ini tidak mungkin ini adalah formasi penyerap jiwa. tidak mungkin formasi legendaris ini ada di alam bawah! Bahkan formasi ini telah hilang selama ribuan tahun yang lalu, lalu mengapa formasi ini bisa berada di sini?" tanya Komandan Fan Ji Hoo merasa heran.
Sambil terus mengeluarkan aura kekuatannya untuk melepaskan diri dari cengkraman tiagram sihir itu.
"Aaarrrgggg……!!"
Lagi dan lagi, Komandan Fan Ji Hoo mendesak kekuatannya hingga ke batas akhir. Dan tak begitu lama dia Akhirnya dapat keluar dari formasi itu.
Namun ketika Komandan Fan Ji Hoo berpikir bahawa dia telah bebas dari tekanan formasi itu, tiba-tiba saja ada sebuah formasi pedang yang berada di atas kepalanya dengan kekuatan yang sangat aneh.
"Hemmm.. Apa ini? Mengapa di sekitar sini cukup banyak formasi yang sangat mematikan?" tanya Komandan Fan Ji Hoo.
Lalu llingkaran sihir yang berada tepat di atas kepala Komandan Fan Ji Hoo tampak mengeluarkan pedang yang sangat besar dan langsung jatuh mengarah ke arah Komandan Fan Ji Hoo.
Karena serangan itu sangat tiba-tiba, tentu saja Komandan Fan Ji Hoo tidak dapat untuk menahan serangan itu lagi. Diapun dengan sisa-sisa kekuatan yang Komandan Fan Ji Hoo miliki langsung mengeluarkan teknik pertahanannya untuk menghadang pedang yang sangat besar itu.
__ADS_1