
Sementara itu di tempat yang lain , seluruh anggota kelompok Chen Feng telah tiba di tempat yang dipenuhi dengan hutan yang lebat dan memiliki Aura murni yang begitu kaya.
Lalu tak berselang lama muncul sebuah lubang hitam di antara pepohonan lebat itu. di susul oleh keluarnya nya sosok demi sosok pria yang melompat keluar dari dalam lubang hitam tersebut.
Dan mereka semua adalah seluruh anggota kelompok Chen Feng yang berhasil kabur melalui lubang hitam teleportasi milik Chen Feng.
"Tempat apa ini! Tempat ini terasa sangat damai, sungguh tempat yang cocok untuk mengasingkan diri." ucap komandan iblis Fan Mo sambil menelisik tempat itu.
"Benar saudaraku. Aku sangat ingin memiliki tempat tinggal seperti ini, yang damai dan jauh dari hiruk pikuk keramaian." timpal Dan Mouji tersenyum senang.
"Baiklah saudaraku, ketika segala urusan kita telah selesai, maka aku akan meminta kepada Tuan untuk mencari tempat tinggal yang seperti ini." ucap Fan Kiyong setuju.
"Memangnya tempat seperti apa yang ingin kalian tinggalin?" tanya seseorang yang baru keluar dari lubang hitam teleportasi itu.
Seluruh anggota kelompok Chen Feng yang melihat tuannya keluar dari lubang hitam lalu kemudian memberikan hormat sambil berkata.
"Tuan! Mengapa anda sangat terlambat?" tanya komandan iblis Dixin.
"Sebelumnya aku menghilangkan terlebih dahulu seluruh keberadaan kita, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari." jawab Chen Feng menjelaskan.
Setelah itu Chen Feng pun bertanya kepada seluruh anggota kelompoknya.
"Tadi kalian mengatakan jika kalian ingin tinggal di sebuah tempat, lalu kalau kalian ingin memberitahuku. Memangnya tempat seperti apa yang kelak ingin kalian tinggali?" tanya Chen Feng penasaran.
"Kami ingin tinggal di tempat yang tuan juga ingin tinggal tuan." jawab komandan iblis Jiesa.
"Tidak, tidak perlu mengikuti keinginanku. Karena aku mencoba ingin mengikuti keinginan kalian untuk tinggal di tempat di mana pun kalian mau." jawab Chen Feng.
Mendengar jawaban Chen Feng, kemudian Fan Kiyoung pun berkata.
"Tempat yang seperti ini tuan yang kami inginkan. Coba tuan lihatlah tempat ini, terasa sangat menyejukkan dan dapat memberikan ketentraman di dalam hati kita." jelas Fan Kiyoung menatap Chen Feng.
"Tuan! Apa yang dikatakan oleh saudara Fan Kiyoung adalah kebenaran. Selain tempat ini memiliki Aura murni yang begitu menyejukkan hati, kelihatannya tempat ini juga tidak terjamah oleh makhluk apapun, karena aku tidak merasakan adanya makhluk lain atau monster dan binatang spiritual yang berlalu lalang di tempat ini." timpal komandan iblis Fan Mo.
Lalu Chen Feng dengan menggunakan kekuatan spiritualnya, mencoba untuk menelusuri tempat itu.
"Benar, tempat ini sama sekali tidak berpenghuni. Akan tetapi bagaimana mungkin hutan yang begitu memiliki Aura murni ini tidak memiliki penghuninya?" gumam Chen Feng tidak yakin.
"Baiklah jika itu memang keinginan kalian, aku lihat kalian sangat senang dengan keadaan di dalam hutan ini. Kalau begitu mari kita berjalan-jalan menelusuri tempat ini sambil melihat-lihat tempat yang cocok untuk kita memurnikan pil 7 Warna Kaisar langit." ajak Chen Feng lalu melangkahkan kakinya berjalan ke arah depan.
Melihat tuannya telah berjalan, seluruh anggota kelompok Chen Feng mengikutinya dari belakang, sembari melihat ke sekeliling mereka. Dan setelah berjalan cukup lama, akhirnya Chen Feng merasakan ada sebuah aliran energi murni yang berasal dari arah samping kanannya, kemudian dengan menggunakan kekuatan jiwanya ia menelusuri jalur dari energi murni yang dia rasakan sebelumnya, lalu Chen Feng menemukan ada sebuah gua yang tidak jauh dari tempat mereka sedang berdiri.
Kemudian Chen Feng pun menarik kembali kekuatan jiwanya lalu berkata kepada seluruh anggota kelompoknya.
"Tidak jauh lagi. Mari kita menuju ke sana." ajak Chen Feng sambil melangkah berjalan.
__ADS_1
Dan akhirnya mereka semua pun pergi ke arah di mana Chen Feng telah menemukan sebuah gua melalui kekuatan jiwanya. Hingga tidak lama berselang, mereka pun tiba di suatu tempat yang memiliki pemandangan yang cukup bagus, namun tidak ada sama sekali gua yang seperti Chen Feng rasakan sebelumnya.
"Tuan di manakah gua yang anda katakan sebelumnya?" tanya Chang Ma menatap Chen Feng.
"Benar Tuan, kami tidak melihat ada sebuah gua di tempat ini, kecuali danau kecil yang sangat indah itu." timpal komandan iblis Mayoung.
Lalu Chen Feng pun melihat ke sekelilingnya sambil menengadahkan tangan kanannya ke arah depan.
"Kelihatannya ada sebuah batas antara dua dunia di sekitar tempat ini."
Mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya, membuat seluruh anggota kelompoknya menjadi bertanya-tanya.
"Batas Dua Dunia tuan? Akan tetapi kami tidak merasakan aura negatif dari tempat kita berada ini tuan."
Dikatakan, sebuah tempat yang memiliki pembatas antara kedua dunia memiliki aura negatif yang amat sangat besar, namun di tempat Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya berada, mereka semua tidak pernah merasakan adanya aura negatif di tempat itu. Tentu Fan Mouji, Fan Kiyoung serta 4 komandan iblis dan Chang Ma mengetahui tentang pembatas dari dua dunia itu, karena mereka memanglah berasal dari alam atas.
"Sangat banyak tempat misterius di alam atas yang menghubungkan antara dunia yang satu dengan dunia yang lain. Apakah seluruh tempat yang memiliki pembatas dari dua dunia memiliki aura negatif saudara-saudaraku?" tanya Chen Feng kepada mereka.
"Tuan! Banyak di alam atas ini pembatas antara dunia satu dengan dunia yang lain, yang pasti memiliki aura negatif di sekitar tempat masuknya, akan tetapi mengapa kami tidak merasakan adanya pembatas yang memiliki aura negatif?" tanya komandan iblis Fan Mo tidak mengerti.
"Benar yang dikatakan oleh saudara Fan Mo. Di wilayah klan iblis darah cukup banyak pembatas antara dua dunia yang dipakai oleh klan iblis darah guna menyimpan seluruh harta pusaka milik klan mereka, dan tentu pintu masuk dari pembatas Dua Dunia itu memiliki aura negatif di setiap pintu masuknya, untuk melindungi siapapun yang akan memasuki tempat di dunia lain itu." terang Fan Kiyoung.
"Akan tetapi perasaanku ini tidak mungkin salah, itu adalah pembatas dari dua dunia. Aku yakin apa yang aku rasakan ini." ucap Chen Feng kembali.
Lalu seluruh anggota kelompok Chen Feng, dengan menggunakan kekuatan jiwa yang mereka miliki mulai menelusuri tempat yang mereka singgahi itu, untuk mencari keberadaan dari pintu masuk dari Dua Dunia itu.
"Tuan! Kami tidak dapat menemukan pintu masuk dari dua dunia ini. Apakah benar tempat ini adalah tempat yang tuan cari dengan kekuatan jiwa milik Tuan sebelumnya?" tanya komandan iblis Fan amo.
"Tentu saudara Fan Mo. Sebelumnya aku melihat dengan jelas ada sebuah gua di tempat ini, ketika aku melancarkan kekuatan jiwaku. Tapi ini terlalu aneh, tapi pasti juga ini adalah sebuah keberuntungan bagi kita." jawab Chen Feng.
Mendengar tuannya berkata seperti itu, seluruh anggota kelompok Chen Feng menjadi bingung, dan kemudian Fan Mouji bertanya kepada Chen Feng.
"Tuan! Apa maksud tuan dengan keberuntungan? Kelihatannya aku dan para saudara-saudara yang lain tidak mengetahui maksud dari ucapan Tuan?" tanya Fan Mouji.
"Begini saudara-saudaraku, jika ada suatu tempat yang tersembunyi dan tidak ingin diketahui oleh orang banyak, pastilah tempat itu memiliki suatu hal yang misterius ataupun rahasia. Dan dapat dikatakan juga, jika tempat itu bisa jadi adalah tempat penyimpanan harta-harta pusaka tingkat dewa ataupun lebih tinggi dari tingkat dewa, karena aku yakin sebelumnya aku melihat dengan jelas ada sebuah gua yang berada tepat di belakang pohon itu." jawab Chen Feng lalu melangkah berjalan menuju ke pepohonan yang ada di hadapannya.
Setelah itu tangan kanan Chen Feng mencoba meraih ke arah pepohonan itu. Namun ternyata ada sebuah larangan yang berada di hadapan pohon itu.
"Benar bukan apa yang aku katakan sebelumnya!" ucap Chen Feng sambil melihat ke arah saudara-saudaranya itum
"Bagaimana mungkin? Baru saja kita mencoba untuk mencari keberadaan dari pembatas Dua Dunia. Namun kita tidak merasakan apapun, tapi sekarang bagaimana Tuan dapat memegang pembatas dari Dua Dunia itu." ujar Fan Mouji terkejut.
Chang Ma yang melihat hal itu menjadi terkejut, karena pada awalnya dialah yang memeriksa tempat yang ada di pepohonan itu, ltapi dia tidak merasakan apapun dari tempat itu.
Namun saat ini, tepat di hadapannya Chen Feng dapat memegang pembatas dari dua dunia itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini mungkin saudara-saudara sekalian? Bukankah kalian awalnya melihat bahwa aku berada di tempat Tuan Chen sekarang berada sambil mencari keberadaan dari pembatas Dua Dunia yang dimaksudkan oleh Tuan Chen. Namun pasti kalian melihat apa yang aku lakukan bukan. Aku sama sekali tidak dapat menangkap apapun di tempat tuan Chen berdiri, tapi kalian lihatlah itu, sekarang tuan Chen dapat memegang pembatas dari Dua Dunia itu." kata Chang Ma terheran-heran.
"Saudara Ma. Kau mulai terkejut lagi bukan? Sudah aku katakan kepadamu sebelumnya, bahwa ketika kau mengikuti Tuan kami, maka akan banyak keajaiban yang diciptakan oleh Tuan kami ini. Ini semua belum seberapa. Lihatlah letika Tuan kami nantinya dapat membuka pintu dari Dua Dunia itu." ucap komandan iblis Fan Mo kepada Chang Ma.
"Tidak mungkin saudara! Apakah benar jika kamu ingin membuka pembatas dari luar dunia? Bukanlah membutuhkan basis kultivasi di ranah alam roh suci jika ingin melakukannya, lalu bagaimana mungkin hanya berada di ranah alam Dewa tingkat ketujuh dapat melakukan hal itu, apakah mungkin dia dapat membuka pintu pembatas dari luar dunia itu!"
Seluruh anggota kelompok Chen Feng yang mendengar perkataan dari Chang Ma hanya tertawa sambil memegang kepala mereka, tanda tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh saudara Chang Ma.
Namun Chen Feng, dia langsung menggetarkan tempat itu yang membuat Chang Ma semakin terkejut kembali.
Dan kali ini, bukan hanya Chang Ma saja yang terkejut, seluruh annggota kelompok Chen Feng pun menjadi terkejut melihat tuannya menggunakan teknik yang tidak pernah mereka lihat sama sekali.
"Teknik yin dan Yan! Pembuka aura negatif." teriak Chen Feng sambil merobek ruang kekosongan dari pembatas Dua Dunia itu.
Lantas dinding pembatas dari Dua Dunia itu pun terkoyak dan kemudian hancur. Hingga tak lama terlihatlah sebuah gua tepat berada di belakang pepohonan itu.
Setelah itu Chen Feng dengan santai mengajak seluruh anggota kelompoknya untuk masuk ke dalam gua itu.
"Saudara-saudaraku! Cepatlah masuk." ajak Chen Feng sambil melangkah berjalan memasuki gua tersebut.
Lalu seluruh anggota kelompok Chen Feng mengikutinya dari belakang. Hingga akhirnya Chen Feng dan seluruh anggota kelompoknya itu berhasil masuk ke dalam gua tersebut.
Dan alangkah terkejutnya Chen Feng, ketika mereka semua berhasil memasuki tempat itu, mereka melihat banyaknya batu kristal berwarna merah dengan kualitas tertinggi yang terletak banyak di dalam gua tersebut.
"Tuan tuan! Lihat lah itu! Keberuntungan apa yang diberikan oleh langit kepada kita." ucap komandan iblis Fan Mo.
"Ya benar, itu adalah batu kristal di tingkat tinggi, dengan ini kita akan menjadi orang terkaya di alam atas ini." kata komandan iblis Dixin sambil melihat begitu banyaknya batu kristal berwarna merah dengan kualitas tertinggi yang berada di dalam gua itu.
"Benar-benar keberuntungan dari Langit. Tidak pernah aku melihat ada sebuah batu kristal berwarna merah dengan kualitas tinggi seumur hidupku." ujar Chang Ma terpesona
"Apa yang kalian semua katakan! Pemberian dari langit? Keberuntungan yang diberikan oleh langit? Tidak mungkin, jangan kalian sekali-kali percaya akan hal-hal itu, tidak mungkin langit memberikan sebuah keberuntungan jika dia lah pemberi kehancuran.Jjika memang benar langit selalu memberikan kita keberuntungan, maka langit tidak akan memisahkanku dengan kedua istriku, langit tidak akan merenggut kedua orang tuaku, dan langit juga tidak akan membunuh istriku. Aku tidak percaya akan pepatah itu. Langit memberikan keberuntungan! Omong kosong! Justru tujuanku naik ke alam atas ini karena aku akan melawan langit. Aku ingin melihat apakah langit bisa melawanku!" sangkal Chen Feng dengan emosi, sambil menggenggam tinjunya keras-keras.
Melihat tuannya menjadi emosi, seluruh anggota kelompok Chen Feng hanya terdiam membisu. Mereka tidak pernah sama sekali melihat Tuan mereka mengalami sikap yang demikian.
"Bahkan dari alam bawah sampai tiba ke alam atas. Baru kali ini aku melihat Tuan Chen Feng marah seperti ini." ucap Fan Mouni.
"Benar saudaraku. Kelihatannya Tuan sedang tidak dalam mood yang bagus." jawab Fan Kiyounh.
"Saudara Fan Mo. Sepertinya kamu telah mengatakan hal yang tidak ingin Tuan dengar." ucap komandan iblis Dixin.
Setelah itu komandan Fan Mo dengan bersujud meminta maaf kepada tuannya.
"Tuan maafkan kelancangan mulut dari bawahan mu ini. Aku benar-benar mohon maaf tuan." ucap komandan iblis Fan Mo dengan wajah yang sedih.
"Apa yang kau lakukan saudaraku? Aku sedang tidak marah kepadamu atau kepada saudara-saudara sekalian, aku hanya tidak ingin mendengar kata-kata dari kalian bahwasanya langit sedang memberikan kita keberuntungan. Kita sedang berada di tanah, Bagaimana mungkin langit yang memberikan kita keberuntungan, justru tanah inilah yang memilih kita untuk mendapatkan apa yang ada di dalam gua ini." jawab Chen Feng menjelaskan.
__ADS_1
"Benar yang dikatakan oleh Tuan. Tanah dari dalam gua inilah yang memberikan kita keberuntungan, maafkan kami jika perkataan kami sebelumnya amat sangat menyinggung hati tuan. Kami mohon maaf tuan." ucap seluruh anggota kelompok Chen Feng berjongkok di hadapan Chen Feng.
"Apa yang kalian katakan saudara-saudaraku. Sudah apa yang kalian lakukan! Cepat berdirilah. Bukankah aku telah menjelaskan jika aku tidak marah dengan kalian, jadi untuk apa kalian bersikap seperti itu. Ayo bangkitlah dan segera kumpulkan seluruh batu-batu kristal berwarna merah itu dan lanjutkan kembali perjalanan kita untuk masuk lebih dalam ke dalam gua ini." perintah Chen Feng sambil berjalan melangkah masuk ke dalam gua.