
Seluruh jenius-jenius muda yang melihat kejadian itu pun langsung tertawa lucu, sementara pangeran Lan dan pangeran Lin juga ikut tertawa, kemudian berkata kepada Chen Feng.
"Akan lebih baik lagi jika pengawal Chen menjadi pria dari adik kami Xiao Xuan, kami yakin jika ayah mengetahui hal ini, pasti ayah juga akan sangat senang mendapatkan calon menantu seperti pengawal Chen." ucap kedua pangeran itu sambil tertawa.
Mendengar kakaknya berkata seperti itu, membuat tuan putri Xiao Xuan menjadi semakin malu, sampai-sampai wajahnya pun memerah dan tidak tahu harus berkata apa.
"Hahaha hahaha hahaha..!" sambil tertawa lalu Chen Feng pun menjawab apa yang dikatakan oleh pangeran Lan dan pangeran Lin.
"Kedua pangeran sungguh pandai dalam berbicara, mana mungkin orang seperti hamba mendambakan seorang wanita cantik sekelas tuan putri Xiao Xuan. Hamba ini hanyalah orang yang tidak memiliki keluarga atau apapun tentang harta kekayaan. Dan tidak terpikirkan sama sekali di dalam pikiran hamba untuk mencari seorang wanita dari kalangan elit seperti kalian. HAmba rasa hamba tidak pantas untuk mendapatkan wanita seperti itu. Dan lagi hamba tidak terpikirkan untuk mencari seorang wanita yang akan menjadi pendamping hamba saat ini ataupun saat mendatang. Masih banyak yang harus hamba lakukan di alam ini. Terlalu banyak tujuan yang harus saya capai, jadi hamba ingin fokus saja untuk mencapai semua itu." jawab Chen Feng menjelaskan dengan nada santai.
Mendengar perkataan Chen Feng, putri Xiao Xuan pun tersenyum miring, terlihat jelas wajahnya yang awalnya malu-malu serta tampak memerah, kini berubah terlihat agak kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Chen Feng.
Tidak bisa dipungkiri jika tuan putri Xiao Xuan memang memiliki perasaan yang mendalam kepada Chen Feng, namun ketika mendengar kembali penjelasan yang dikatakan oleh Chen Feng, ia pun seakan-akan mengerti bahwa Chen Feng ini adalah seseorang yang tidak gila akan sebuah kekuasaan, dan hal itu pun membuat Tuan Putri Xiao Xuan menjadi lebih menyukai Chen Feng.
"Kakak hentikan, jangan menggodaku dan Chen Feng lagi. Fokus saja kepada tanah peninggalan kuno ini." timpal tuan putri Xiao Xuan langsung mengganti topik pembicaraan.
"Adikku! Jika kau suka katakan saja, aku yakin pengawal Chen pasti juga memiliki perasaan yang sama sepertimu." bisik pangeran Lan sambil tersenyum menggoda.
Lalu ketika mereka masih berbincang-bincang sambil menggoda putri Xiao Xuan, tiba-tiba muncul sebuah gerakan dari balik pepohonan.
Chen Feng yang lebih peka merasakan hal itu langsung memerintahkan kepada seluruh jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan untuk lebih waspada terhadap apa yang sedang mengintai di sekitar mereka.
"Tetaplah fokus, jangan terpisah dari rombongan. Karena ada sesuatu yang aneh di balik pepohonan di ujung sana." ucap Chen Feng memberikan aba aba.
Mendengar perintah Chen Feng, lalu seluruh jenius jenius dari kerajaan Xuan pun mulai mengaktifkan aura kekuatan spiritual milik mereka.
Kemudian dari balik pepohonan itu akhirnya muncul begitu banyak binatang spiritual kelas menengah yang menyerbu dan langsung menyerang ke arah Chen Feng serta genius genius dari kerajaan Xuan.
"Ayo kita serang!" teriak Chen Feng kepada seluruh jenis-jenis dari kerajaan Xuan, hingga akhirnya mereka pun menyerang ke arah binatang spiritual spiritual itu.
Dan pertarungan antara kedua belah pihak pun terjadi dengan begitu dahsyat.
Baku hantam serta cakar-cakar menghiasi pertarungan di antara kedua belah pihak itu. Terlalu banyaknya binatang spiritual membuat pertarungan menjadi tidak seimbang.
"Jika kalian ingin menjadi kuat maka menangkanlah pertarungan ini. Ujian ini adalah untuk mengasah kekuatan milik kalian serta mental bertarung kalian. Di masa depan ketika kalian menghadapi pertarungan hidup dan mati seperti ini kalian akan memiliki pemahaman serta strategi yang cukup mumpuni." ucap Chen Feng kepada seluruh genius genius muda.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka semua pun mengeluarkan kekuatan ekstra mereka untuk melawan binatang-binatang spiritual yang jumlahnya lebih banyak dari mereka semua.
Tebasan demi tebasan pedang, serta cakaran-cakaran terus menghiasi pertarungan mereka. Hingga tak lama kemudian pertarungan itu pun berhasil dimenangkan oleh para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan.
"Akhirnya kita dapat mengalahkan seluruh binatang binatang spiritual ini." kata salah seorang jenius muda itu merasa senang.
Setelah itu mereka semua pun mencoba mengumpulkan batu spiritual yang berasal dari hewan buas yang telah berubah menjadi mayat mayat binatang spiritual yang berserakan di sekitar mereka.
Namun di saat mereka sedang mengumpulkan batu spiritual yang berasal dari mayat binatang buas itu, tiba-tiba saja muncul lah raja dari binatang buas itu yang tidak lain adalah serigala roh salju tingkat kelima. Yang kekuatannya setara dengan ranah alam dewa tingkat ke-6.
Melihat kehadiran dari serigala roh salju itu, membuat seluruh jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan menjadi ketakutan.
"Jangan takut, mari bersatu untuk menahan kekuatan dari serigala roh salju ini." titah Tuan Putri Xiao Xuan kepada para kelompoknya.
Lalu dengan segera seluruh jenius-jenius muda itu kembali mengeluarkan kekuatan mereka untuk melawan kekuatan dari serigala Roh salju yang sudah melesat dengan cakarnya yang tajam hendak menyerang mereka.
Lalu detik kemudian kekuatan gabungan dari para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan itupun menghantam cakaran milik serigala roh salju.
Namun dengan mudahnya gabungan serangan dari jenius jenius muda, dengan mudahnya dihancurkan oleh cakaran dari serigala roh salju itu, yang membuat seluruh genius genius muda menjadi terpental kebelakang karena terkena hempasan cakaran yang dilesatkan oleh serigala roh salju tersebut.
Kemudian serigala roh salju itu pun langsung menyerang ke arah Tuan Putri Xiao Xuan dengan cakar miliknya. Seluruh jenius-jenius muda yang melihat hal itu berteriak histeris.
Akan tetapi hanya menggunakan satu tangannya, Chen Feng berhasil menahan cakar milik serigala roh salju itu dengan mudahnya.
Lalu Chen Feng yang melihat serigala roh salju itu, mendadak memiliki ingatan yang sangat jelas terekam di dalam pikirannya bahwa binatang yang ada di hadapannya itu memiliki sebuah kekuatan yang tersembunyi yang pada dahulu kala ia adalah sang raja binatang spiritual yang memiliki kekuatan daya hancur yang amat sangat hebat di alam atas ini.
"Kekuatan yang begitu mendominasi, tapi mengapa sekarang kekuatannya sangat lemah? Apakah ada sesuatu penyebab akan kejadian ini?" gumam Chen Feng sambil melihat ke arah serigala roh salju itu.
Lalu timbul suatu pemikiran di dalam benak Chen Feng.
"Iya benar, kenapa tidak kujadikan dia binatang spiritual itu sebagai tungganganku di tanah peninggalan kuno ini saja!" gumam Chen Feng tersenyum.
Dapat dikatakan jika binatang spiritual seperti serigala roh salju ini memiliki kekuatan jelajah di darat ataupun di udara yang sangat sangat mendominasi.
Kemudian Chen Feng dengan lembut berkata kepada binatang darah itu.
__ADS_1
"Hei kau! Aku tidak akan menyakitimu, jadi tenanglah, tenanglah, masalah dengan binatang-binatang spiritual yang sebelumnya dibunuh oleh para saudara-saudaraku ini adalah dikarenakan mereka terlebih dahulu menyerang kami, dan perbuatan kami ini hanyalah membela diri saja " kata Chen Feng sambil mengucapkan mantra untuk membuat binatang spiritual serigala roh salju itu menjadi jinak dan terkontrak dengan dirinya.
Lalu dengan matanya yang tajam Chen Feng pun terus menerus menatap ke arah mata dari serigala roh salju tersebut.
Dan kemudian srigala roh salju itu seperti terbelenggu oleh kekuatan milik Chen Feng. Lalu serigala roh salju itu pun mengeluarkan raungan yang sangat memekakkan telinga.
"Hey hey, tenanglah! Aku hanya ingin berteman denganmu, dan tidak akan pernah menyakitimu." rayu Chen Feng setelah dia menyelesaikan mantra miliknya.
"Baiklah baiklah, aku akan melepaskan tanganku dari tanganmu, dan lihatlah aku tidak akan memegang senjata dan tidak juga mengeluarkan kekuatan milikku." ucap Chen Feng sambil terus menatap mata dari serigala roh salju itu.
"Di masa depan jika kau ikut bersamaku, maka kau akan kembali ke puncak kejayaanmu, percayalah perkataan dari tuan muda ini." rayu Chen Feng kepada binatang darah itu.
Seluruh jenius jenius muda yang melihat Chen Feng tengah berbicara kepada binatang spiritual serigala salju itu menjadi terkejut, banyak dari mereka yang berteriak agar Chen Feng harus menghindar dari binatang mengerikan itu.
"Pengawal Chen! Pengawal Chen berhati-hatilah!" teriak Para jenius-jenius muda itu.
Sedangkan di belakangnya, Tuan Putri Xiao Xuan yang tengah terluka dan kelelahan akibat kehabisan kekuatan spiritual berbicara lirih kepada Chen Feng.
"Tinggalkan saja aku, jangan kamu melawannya, karena kekuatannya amatlah sangat hebat, bahkan ayah juga harus berjuang mati-matian jika ingin mengalahkannya!" ujar Tuan Putri Xiao Xuan kepada Chen Feng.
Lalu sambil tersenyum Chen Feng pun menjawab perkataan Putri itu.
"Kembalilah ke kelompok jenius-jenius yang lain, dan biarkan ini menjadi tanggung jawabku. Putri tenanglah, aku pasti berhasil menjinakkan binatang darah ini." sanggah Chen Feng.
"Tidak! Aku tidak akan pergi kemana-mana, aku akan di sini menemanimu. " ucap Tuan Putri Xiao Xuan.
Kemudian Chen Feng pun memalingkan wajahnya lagi dan melihat dengan tajam ke arah serigala roh salju, yang terlihat dengan menggunakan cakarnya ia hendak menyerang Chen Feng.
Seluruh jenius-jenius muda yang melihat kejadian itu menjadi berteriak sekeras-kerasnya.
"Pengawal Chen! Pengawal Chen, cepat menghindar." ucap parah jenius-jenius itu berteriak keras.
Sementara itu pangeran Lan dan pangeran Lin yang telah kehabisan tenaga spiritual miliknya, juga mencoba untuk bangkit dan hendak menolong Chen Feng.
Begitu juga dengan tuan putri Xiao Xuan, yang menggunakan tenaga tenaga terakhirnya, mencoba bangkit dan hendak menolong Chen Feng.
__ADS_1
Namun ketika mereka telah bergerak, dengan cepat Chen Feng menghentikan mereka menggunakan kekuatan miliknya, hingga mereka semua yang ditekan pun tidak dapat bergerak sama sekali, lalu kemudian Chen Feng pun berkata.
"Kalian semua tenanglah!"