Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Chen Feng Yang Bersikap Adil


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka bertiga merasakan riak riak energi yang cukup besar yang berasal dari arah di mana leluhur Qian Mo sedang melakukan kultivasi untuk memahami Jalan Dao Surgawi miliknya.


"Chen Feng apa yang terjadi? Kenapa aku merasakan aura di tubuh kakek menjadi tidak stabil seperti ini?" tanya Qian Xue kepada Chen Feng.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Qian Xue. Chen Feng pun langsung melesat pergi kearah leluhur Qian Mo. melihat Chen Feng yang telah melesat, Ling Ling, Qian Xue dan guru Qian Er bergegas mengikutinya dari belakang.


Dan tak butuh waktu yang lama, mereka berempat pun telah sampai di dekat riak riak energi itu berasal.


"Chen Feng! Ada apa ini?" tanya Qian Xue kembali yang masih tidak mendapatkan jawaban dari Chen Feng.


Hingga tiba-tiba saja Chen Feng mengeluarkan kekuatan jiwanya dan membuat kloning untuk dirinya. Lalu setelah itu kloning diri Chen Feng melesat menuju masuk kedalam sebuah gua yang kelihatannya leluhur Qian Mo sedang berkultivasi di dalam gua itu.


Sesampainya di dalam gua, kloning diri Chen Feng menatap kearah leluhur Qianmu yang sedang dikerumuni oleh aura yang berasal dari kekuatan ruang.


"Ternyata Jalan Dou Surgawi milik Senior Qian Mo berisikan aturan ruang. Dan kalau dia tidak mempunyai buah ruang dan waktu.Maka dia bisa tertelan oleh punya pekerjaan Dao Surgawi itu sendiri." gumam Chen Feng berpikir.


Setelah itu dengan cepat Chen Feng mengambil buah ruang dan waktu di dalam cincin penyimpanannya lalu dia lemparkan kepada leluhur Qian Mo.


"Senior Qian Mo! Cepat ambil buah ini dan makanlah," ucap kloning Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.


Leluhur Qian Mo yang mendengar teriakan yang entah dari mana asalnya itupun merasa heran. Namun dia dapat melihat buah yang mengarah kearahnya. Lalu dia pun menangkap buah itu.


"Senior! Cepat makanlah buah ruang dan waktu itu, setelah itu seraplah aura kekuatan dari intisari buah ruang dan waktu itu," ucap kloning Chen Feng kepada leluhur Qian Mo.


Leluhur Qian Mo yang mendengar suara itu dia pun dapat mengenali suara siapa itu.


"Ini adalah suara nak Chen Feng," gumamnya di dalam hati.


Setelah itu leluhur Qian Mo memakan buah yang diberikan oleh Chen Feng dan melakukan perintah dari suara Chen Feng yang dapat dia dengar untuk menyerap intisari dari buah ruang dan waktu tersebut.


Selesai menyerap intisari dari buah ruang dan waktu. Energi kekuatan dari leluhur Qian Mo kembali teratur.


"Apa yang terjadi? Aku merasakan kekuatanku kembali stabil," ucap leluhur Qian Mo


Tak lama berselang terdengar kembali suara dari Chen Feng yang berkata kepada leluhur Qian Mo.

__ADS_1


'Senior! Cepatlah kamu memahami Jalan Dao Surgawi milikmu itu yang kini sudah mencapai puncaknya. Jika kau lebih berusaha keras, maka kau akan dapat memahami Jalan Dao Surgawi milikmu. Jadi semangatlah Senior agar kau dapat mencapai ke alam atas sana," ujar kloning Chen Feng menasehati leluhur Qian Mo.


Mendengar nasehat dari suara Chen Feng yang dia dengar. Leluhur Qian Mo pun tidak membuang-buang waktu. Dia langsung berkultivasi kembali untuk memahami Jalan Dao Surgawi miliknya. Hingga sedikit demi sedikit. Dia pun mengetahui akan cara memahami Jalan Dao Surgawi miliknya.


Leluhur Qian Mo terus berusaha keras agar dia bisa memahami Jalan Dao Surgawi miliknya. Hingga dia terkenang akan sesuatu yang dikatakan oleh gurunya di masa lalu. di mana gurunya pernah berkata.


"Jika ingin mencapai ke tingkat yang lebih tinggi. Maka semangat! Serta kemauan haruslah lebih tinggi dari kemampuan kita,"


Maka dari itu leluhur Qian Mo terus menyemangati dirinya sendiri serta tekadnya pun menjadi lebih besar. Hingga tak lama kemudian muncul energi cahaya berwarna putih yang hanya setitik cahaya dapat dilihat oleh leluhur Qian Mo.


"Sinar cahaya apa itu!? Apakah itu yang disebut jalan Dao Surgawi?" tanyanya di dalam hati.


Kemudian dipikiran leluhur Qian Mo terdengar kembali suara teriakan dari Chen Feng.


"Senior! Jika kamu telah menemukan setitik sinar cahaya terang berwarna putih coba kejar dan tangkaplah. Dan setelah mendapatkannya, padatkanlah menjadi inti suci dan masukkanlah kedalam tubuhmu agar dia menyatu bersama lautan spiritual milikmu." ucap suara Chen Feng yang kembali menghilang


Lalu leluhur Qian Mo pun tidak membuang waktunya. Dia langsung mengejar setitik sinar cahaya putih itu dengan bersemangat. Namun ketika sinar cahaya putih itu sudah akan dia gapai, tiba tiba sinar cahaya putih itu melesat jauh meninggalkan leluhur Qian Mo.


Melihat hal itu, leluhur Qian Mo tidak tinggal diam. Dia langsung mengeluarkan tekniknya untuk mengejar sinar cahaya putih itu. Namun walaupun dia sudah mengejarnya sekuat tenaga. Dia tetap juga tidak mendapatkan sinar cahaya putih itu.


Disaat leluhur Qian Mo sedang berpikir. Sinar cahaya itu semakin menjauh dari lulur Qian Mo. Melihat hal itu, leluhur Qian Mo langsung mengeluarkan tekniknya untuk membuat pelindung agar sinar cahaya putih itu tidak dapat pergi jauh. Setelah menyelesaikan tekniknya leluhur Qian Mo mengeluarkan senjata pusaka miliknya berupa rantai emas.


Lalu dia pun menjulurkan rantai emas itu untuk menangkap sinar cahaya titik putih itu. Namun tidak disangka sangka ketika rantai emas itu akan mendekati sinar putih tersebut. Tiba tiba rantai emas itu pun hancur menjadi ketiadaan.


"Sinar putih yang sangat mengerikan! Bahkan senjata level langit milikku hancur dibuatnya," gumam leluhur Qian Mo merasa heran.


Dan di saat leluhur Qian Mo berpikir kalau sudah tidak ada cara lagi yang dia miliki untuk menangkap sinar cahaya putih itu. Tiba-tiba saja dia kembali teringat perkataan gurunya. Agar akan berusaha keras dan memiliki kemampuan yang besar barulah bisa menjadi orang yang kuat.


Kemudian leluhur Qian Mo pun berusaha sangat keras untuk menangkap sinar cahaya putih itu. Walaupun dia telah berulang-ulang kali gagal namun dia tetap berusaha untuk menangkap sinar Putih itu lagi dan lagi. Hingga pada akhirnya tidak berselang waktu yang lama. Leluhur Qian Mo dengan menggunakan energi kekuatannya yang tersisa, ia dapat menangkap sinar cahaya putih yang berlarian itu.


Selanjutnya leluhur Qian Mo tidak membuang waktunya. Dia langsung kembali berkultivasi untuk memadatkan sinar cahaya putih itu. Chen Feng yang berada di luar gua dapat melihat kejadian dari dalam gua itu, karena kloning bayangan dari Chen Feng yang ada di dalam gua tersebut terus memantau leluhur Qian Mo.


Setelah itu Chen Feng pun berkata kepada Qian Xue yang tampak sedikit muram, karena dua pertanyaan yang dia ajukan tidak dihiraukan oleh Chen Feng.


Sambil mendekat kearah Qian Xue dan sebelah tangannya mengusap-ngusap rambut Qian Xue, Chen Feng pun berkata.

__ADS_1


"Maafkan aku Qian Xue! Bukan maksudku untuk tidak menghiraukanmu, tapi tadi aku sedang berfokus kepada kakekmu yang mengalami kesulitan untuk memahami jalan Dao Surgawi miliknya," ujar Chen Feng kepada Qian Xue.


Sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya dan tangan yang memegang tangan Chen Feng yang sedang mengusap-ngusap rambut miliknya. Qian Xue pun menjawab perkataan Chen Feng.


"Maafkan Aku yang tidak mengerti maksudmu Chen Feng. Lalu sekarang bagaimana keadaan kakekku?" tanya Qian Xue penasaran.


"Sekarang Kakekmu sedang memadatkan inti suci miliknya. Kemungkinan dalam beberapa waktu kedepan Kakekmu akan selesai untuk memadatkan inti suci itu." jawab Chen Feng.


"Lalu mengapa kita tidak membantunya saja! Agar kakek lebih cepat untuk berhasil memadatkan inti suci miliknya. Sama seperti yang kamu lakukan kepada kami sewaktu di hutan pedalaman di domain tengah waktu itu." kata Qian Xue kepada Chen Feng.


Mendengar permintaan dari Qian Xue. Ling Ling pun langsung menjawabnya.


"Adik Qian Xue! Aku beritahu kepadamu. Saat itu kalian wajib dibantu karena kalian belum mencapai ranah alam suci. Jadi wajar kalau kalian dibantu untuk dapat memahami jalan Dao Surgawi dan memadatkan inti suci. Karena belum waktunya untuk tingkat kultivasi milik kalian memiliki jalan Dao Surgawi, bahkan memiliki inti suci.Maka untuk itulah kalian dibantu oleh Chen Feng. Sedangkan untuk Kakekmu. Saat ini kakekmu telah berada di ranah alam suci, jadi tidak diperlukan lagi untuk Chen Feng membantunya. Karena itu adalah perbuatan yang membosankan dan membuang-buang tenaga," ucap Ling Ling dengan nada yang ketus. Terlihat wajahnya sangat tidak suka akan pertanyaan yang di ajukan oleh Qian Xue.


Mendengar jawaban Ling Ling yang tidak mengenakkan untuk di dengar telinga. Guru Qian Er pun ikut membuka suara.


"Nak Ling Ling! Apakah perkataanmu itu cukup pantas untuk didengar? Kamu tidak seharusnya berkata semacam itu kepada Qian Xue." ujar Qian Er merasa tersinggung.


"Hei nenek tua! Bagimu yang baru mengenal kami, wajar kalau kau berkata seperti itu. Namun untuk Qian Xue. Dia sudah bersama kami cukup lama, tapi mengapa dia tidak sedikitpun mengetahui akan sifat dari suaminya sendiri. Bukankah seharusnya dia tahu kalau aku dan Chen Feng tidaklah suka melakukan hal-hal yang merepotkan." jelas Ling Ling sambil melirik kearah Qian Xue.


Mendapatkan lirikan tajam dari kakak Ling Ling. Qian Xue hanya tertunduk. Dia mengetahui akan kesalahan yang telah bdia perbuat. Setelah itu Qian Xue pun meminta maaf kepada Chen Feng dan kakak Ling Ling.


"Maafkan aku! Maafkan Aku kak. Aku sedikit terbawa suasana karena melihat kakekku seperti itu." ucap Qian Xue kepada Ling Ling.


"Beberarti kamu lebih mementingkan kakekmu daripada kami! Sekarang aku tanya kepadamu. Di dalam hidupmu, siapa yang lebih penting untukmu. Kami atau kakek dan gurumu Qian Xue! Aku ingin mendengar jawaban darimu." tanya Ling Ling sambil menatap kearah Chen Feng. Berharap agar berharap agar Chen Feng ikut buka suara tentang hal ini.


Sedangkan Chen Feng yang mendapatkan tatapan dari Ling Ling menjadi sedikit takut.


"Hadeh, hadeh! Wanitaku yang satu ini, walaupun kata-katanya tajam dan menyakitkan hati. Tapi aku akui dia benar. Namun Qian Xue jugalah tidak sala. Wajar saja kalau dia mengkhawatirkan kakeknya itu. Karena ia sedari kecil telah diasuh oleh kedua orang tua ini. Lalu bagaimana mungkin dia tidak khawatir akan kejadian yang menimpa orang tua itu, namun aku juga tidak ingin repot-repot untuk membantunya. Karena benar yang dikatakan Ling Ling jika itu sangat membuang-buang tenaga, namun aku tidak ingin membuat dua hati wanita yang kucintai menjadi sakit." gumam Chen Feng merasa bingung harus berkata apa.


Namun ketika dia melihat gerak-gerik dari Ling Ling yang akan pergi. Chen Feng pun mulai berbicara kepada Qian Xue.


"Qian Xue! Sebenarnya aku mengerti akan perasaanmu ini. Tapi yang dikatakan oleh Ling Ling adalah kebenaran dari sifatku. Jadi aku ingin kau menjawab pertanyaan dari Ling Ling, sebenarnya siapa yang lebih kau pilih. Kami? Atau kedua orang tua itu. Tidak jadi masalah ketika kau memilih mereka karena merekalah yang berjasa kepada hidupmu. Sedangkan kami hanyalah pendatang yang kebetulan menjalin ikatan bersamamu. Jadi mulai sekarang kau harus jujur kepada hatimu sendiri, Karena di masa depan akan lebih banyak masalah seperti ini yang akan muncul dan kita harus menjadi dewasa dalam menyikapinya," ucap Chen Feng kepada Qian Xue.


Namun setelah itu Chen Feng pun ikut menasehati Ling Ling. Dia memanggil Ling Ling agar mendekat dengan dirinya.

__ADS_1


"Dan untuk kamu Ling Ling. Kita ini adalah keluarga, walaupun kedua orang tua ini bukan keluarga kita. Namun mereka berdua ada ikatan dengan Qian Xue. Jadi sudah seharusnya kamu jangan bicara seperti itu kepada Qian Xue di depan orang lain. Masalah di dalam keluarga kita, cukup kita bertiga saja yang tahu. Tidak perlu orang luar tahu akan masalah kita juga, jadi aku ingin ke depannya kamu jangan terlalu keras kepada Qian Xue. Aku berkata seperti ini karena aku sangat mencintaimu dan Qian Xue. Aku tidak ingin hubungan di antara kita bertiga ada sesuatu yang tidak mengenakkan di dalam hati. Apakah kau mengerti akan ucapanku kepadamu Ling Ling?" tanya Chen Feng menatap wajah Ling Ling.


__ADS_2