
"Tapi aku ingin melihat. Sampai kapan harta pusaka pagoda kematianmu itu sanggup menahan serangan dariku,"ucap sosok Guru dari leluhur Qian Mo yang bernama Qian Lou.
Lalu sosok tua itupun lanjut menyerang para iblis iblis dari klan ibis darah pusat itu, mereka yang melihat serangan dari sosok di depannya pun berusaha untuk menghindar, sedangkan Komandan Fan Ji Hoo tetap menggunakan harta pusaka pagoda kematian untuk menahan serangan yang di lancarkan oleh Kakek tua Qian Lou.
"Komandan! Sampai berapa lama pagoda kematian ini sanggup untuk menahan serangan dari Kakek tua itu?" tanya para bawahan Komandan Fan Ji Hoo kepada dirinya.
Mendengar pertanyaan dari para bawahnya yang seakan akan meragukan kekuatan dari harta pusaka pagoda kematian! Komandan Fan Ji Hoo pun ,merasa marah.
"Kalian pikir harta pusaka pagoda kematian ini adalah barang pusaka abal-abal! Asal kalian semua tahu, harta pusaka pagoda kematian ini adalah salah satu harta pusaka terkuat dari klan iblis darah kita. Bah Tertua agung sendirilah yang memberikan aku kesempatan untuk membawa harta pusaka pagoda kematian ini, karena beliau takut kita akan menghadapi orang-orang kuat yang mencoba menghalangi pencarian kita," ucap Komandan Fan Ji Hoo menjelaskan.
Sedangkan leluhur Qian Mo bersama Kakek tua Qian Lou juga merasa terpesona melihat kekuatan dari harta pusaka pagoda kematian itu.
"Memang benar kalau serangan dariku dapat ditahan tanpa menggores sedikitpun harta pusaka pagoda kematian itu, benar-benar harta pusaka yang mengerikan," ucap Kakek tua Qian Lou kepada leluhur Qian Mo.
"Kau benar Guru! Lalu bagaimana sekarang? Apakah aku harus membantu Guru?" tanya leluhur Qian Mo menatap Kakek tua itu.
"Apakah kau sudah merasa hebat! Ini bukanlah pertarungan yang bisa dilakukan oleh tingkat di ranah alam suci sepertimu. Bahkan untuk mendekat saja kau bisa terluka karenanya," jawab Kakek tua Qian Lou menatap leluhur Qian Mo tajam.
Dan disaat sosok Kakek tua Qian Lou dan para iblis iblis dari alam atas masih terus bertarung, tanpa disadari oleh mereka. kalau empat komandan iblis telah muncul tepat di belakang ibis iblis dari klan iblis darah pusat yang berasal dari alam atas sana. Lalu keempat komandan iblis pun merilis tekhnik gabungan dari kekuatan mereka berempat, yaitu teknik Tapak Api Iblis Asura, dengan cepat komandan iblis langsung melesatkan tapak api iblis Asura itu mengarah ke iblis iblis dari klan iblis darah pusat.
__ADS_1
Karena serangan itu dilakukan secara tiba-tiba, tentu saja para bawahan dari komandan Fan Ji Hoo langsung terkena telak oleh serangan gabungan 4 komandan iblis itu, Mereka yang telah terkena serangan pun langsung terjatuh ke tanah.
Namun karena tingkat kultivasi milik mereka berada di tingkat yang lebih tinggi dari keempat Komandan iblis. maka mereka para iblis iblis itu pun hanya terluka sedikit. Terlihat jejak jejak darah di sudut bibir mereka. Akibat serangan dari teknik Tapak api iblis Asura.
Tapi tak sampai di situ. Saat para bawahan dari Komandan Fan Ji Hoo itu masih belum sempat mempersiapkan diri. Fan Mouji dan Fan Kiyoung langsung merilis teknik milik mereka berdua, lalu melepaskan serangan itu ke arah para bawahan dari Komandan Fan Ji Hoo. Hingga detik kemudian.
Duar....Duarr....
Serangan telak kembali mengenai para bawahan dari Komandan Fan Ji Hoo itu sampai mereka terpental dan menabrak dinding batu. Kali ini mereka benar-benar terluka cukup parah, terlihat dari seluruh anggota tubuh mereka yang dipenuhi dengan jejak-jejak luka yang mengeluarkan banyak darah.
Belum selesai sampai disitu, para lebah penyerap Qi pun langsung datang dan mengerubuni tubuh para bawahan Komandan Fan Ji Hoo. Para lebah lebah itu menyerap kekuatan dari para bawahan Komandan Fan Ji Hoo dengan keadaan yang lagi lagi belum bersiap-siap untuk menerima serangan.
Hingga jeritan jeritan kesakitan keluar dari mulut mereka dengan sangat histeris. Komandan Fan Ji Hoo yang berada di atas udara merasa terkejut ketika melihat keempat anak buahnya telah diserang secara diam-diam dan juga secara brutal.
"Ini adalah aura kekuatan di ranah alam dewa tingkat kedua puncak," ucap sosok Kakek tua Qian Lou.
"Kalau saat ini aku bukanlah sebuah bentuk kesadaran dari spiritual milikku, tentu saja kau bukanlah apa-apa bagiku Fan Ji Hoo, dasar iblis jelek," caci sosok Kakek tua Qian Lou dengan wajah kesal. Sedangkan Komandan Fan Ji Hoo kembali hendak memperkuat kekuatan dari harta pusaka pagoda kematian itu untuk menyerang Kakek tua Qian Lou.
Hingga tanpa dia sadari, tiba-tiba saja Chen Feng sudah berada di belakang Komandan Fan Ji Hoo dan menendang telak kearah wajah dari komandan Fan Ji Hoo.
__ADS_1
Komandan Fan Ji Hoo yang benar-benar tidak mengetahui dan merasakan kehadiran dari Chen Feng yang ada di belakangnya pun langsung terpental jauh hingga jatuh ke atas tanah dan terbanting dengan sangat keras.
"Sialan! Siapa yang berani membokongku dari belakang?" tanya Komandan Fan Ji Ho mengusap terjangan yang mengenai wajahnya.
Sementara Chen Feng yang melirik ke arah harta pusaka pagoda kematian pun tiba-tiba merasakan debaran yang sangat keras mengguncang dadanya.
Seperti ada koneksi di antara dirinya dan harta pusaka pagoda kematian itu.
"Sebenarnya perasaan apa ini? Mengapa aku seperti terhubung dengan harta pusaka milik klan iblis darah itu!" gumam Chen Feng merasa heran
Lantas di dalam hati Chen Feng ada dorongan kuat yang menyuruhnya untuk mengambil harta pusaka pagoda kematian itu. Dan langsung saja Chen Feng melemparkan bendera-bendera formasinya dan membuat segel di tangannya.
"Segel sembilan naga petir!" teriak Chen Feng mengaktifkan formasi tingkat langitnya.
Melihat apa yang sedang dilakukan oleh Chen Feng pun, Komandan Fan Ji Hoo merasa sangat marah.
"Kurang ajar kau bocah! Apa yang kau lakukan? Apa kau pikir kau bisa mengambil harta pusaka milik klanku!" teriak Komandan Fan Ji Hoo sambil mengulurkan tangannya seperti memanggil agar harta pusaka pagoda kematian itu kembali ke genggaman tangannya.
Namun! Selang beberapa waktu dia pun merasa terkejut. Kenapa harta pusaka pagoda kematian tidak mendengarkan pemanggilan dari dalam hatinya, dan yang lebih mengherankan lagi, mengapa anak muda itu dapat menyerangnya tanpa diketahui awal kehadirannya. Benar benar tidak dapat diprediksi olehnya. Pikir Komandan Fan Ji Hoo di dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Fan Mouji, Fan Kiyoung, empat Komandan iblis dan para lebah lebah penyerap Qi, mereka semua berkumpul di dekat Chen Feng. setelah memastikan para bawahan dari Komandan Fan Ji Hoo telah mati.
"Tuan! Tuan fokus mendapatkan harta pusaka pagoda kematian itu, biar kami yang menahan iblis jelek itu," ucap Komandan Dixin kepada Chen Feng.