
"Benar yang diucapkan oleh saudara Kim Bau Bau, bahwa kekuatan kegelapan yang waktu itu kita lawan memiliki sesuatu yang khas. Dimana kekuatan kegelapan itu memiliki kekuatan kilat petir yang sangat mengerikan. Berbeda dengan kekuatan dari api hitam yang di miliki oleh anak muda ini. Walaupun sama sama memiliki kekuatan kegelapan yang mengerikan tapi memang berbeda dengan kekuatan kegelapan yang kita lawan ribuan tahun yang lalu." ucap Kakek tua Mao Yuan.
"Tapi mengapa kekuatan kegelapan yang di miliki oleh api hitam misterius milik anak muda ini lebih mengerikan dari pada kekuatan kegelapan yang kita lawan ribuan tahun yang lalu?" tanya Kakek tua Long Ba Ti An.
"Memang benar yang kamu katakan Saudara Long Ba Ti An. Aku merasakan ada kekuatan kegelapan yang sangat dalam yang terkandung di dalam api hitam misterius milik anak muda itu." ucap Kakek tua Song Jian ikut menimpali.
"Hei kalian semua! Apa yang sedang kalian perdebatkan? Api hitam milik bocah ini memang sangat aneh, bahkan aku merasa kalau api hitam itu memang ada kaitannya dengan kekuatan kegelapan yang menyerang kita ribuan tahun yang lalu, akan tetapi sekarang ini itu tidak perlu dikhawatirkan karena karena aku lihat hubungan yang di miliki oleh bocah itu dan api hitam misterius miliknya sangat dalam. Mereka seperti memiliki ikatan yang tidak dapat aku katakan, bukankah begitu bocah! ucap Kakek tua Lee Gong Gi sambil menatap kearah Chen Feng.
Melihat Kakek tua Lee Gong Gi yang menebak dengan tepat hubungan antara Chen Feng dan api hitam misterius miliknya. Chen Feng pun tersenyum sambil berkata.
"Hebat, hebat! Senior Lee Gong Gi anda benar-benar hebat dalam menebak sesuatu. Ya memang benar aku dan api hitam misterius ini memiliki ikatan yang tidak sederhana. Dia telahku anggap sebagai anakku sendiri karena ketika aku menemukannya, api hitam misterius ini hanyalah sebuah nyala api yang sangat kecil. Bahkan jika kita meniupnya saja iya akan mati, akan tetapi dengan berjalannya waktu dan meningkatnya hubungan kami. Aku pun tidak mengetahui bahwa api hitam ini mulai menjadi besar sampai ke ukuran yang lumayan besar." ujar Chen Feng menjelaskan.
"Oh berarti api hitam milikmu itu memiliki kesadarannya sendiri!" seru Kakek tua Li gong Gi.
"Entahlah! Aku pun kadang berpikir sama seperti Senior. Tapi untuk pastinya aku tidak mengetahuinya, karena telah berulang kali aku mencoba untuk menelitinya dengan kekuatan jiwa yang aku miliki, akan tetapi aku tidak pernah bisa untuk mengetahuinya," ucap Chen Feng kepada kelima kakek tua itu.
Mendengar jawaban dari Chen Feng, akhirnya mereka semua terdiam. Dan selang beberapa waktu kemudian, Kakek tua Mau Yuan berkata.
"Kalau begitu, Aku akan mencoba melihat api hitam itu dengan kekuatan jiwa yang aku miliki."
Lalu Kakek tua Mau Yuan itu pun menyebarkan kekuatan jiwanya menuju kearah api misterius itu, namun tiba tiba saja kejadian aneh terjadi, api hitam milik Chen Feng yang berbentuk seperti kelopak bunga teratai, tampak berputar seakan membentengi dirinya ketika mendapati serangan dari pihak lawan.
"Hebat! Sungguh hebat. Tapi itu belum cukup." ucap Kakek tua Mau Yuan.
Yang mambahkan kekuatan jiwanya untuk masuk ke dalam api hitam misterius milik Chen Feng. lalu kejadian aneh kembali terjadi, terlihat api hitam milik Chen Feng bukan malah menahan serangan kekuatan jiwa yang dilancarkan oleh kakek tua Mau Yuan, tapi api hitam itu malah menyerap kekuatan jiwa yang dimiliki oleh Kakek tua Mau Yuan.
Semua orang yang melihat kejadian itu terkejut, namun tidak dengan Chen Feng.
"Hahaha..! Mencoba untuk masuk ke dalam api hitam milikku, tentu tidak mungkin." gumam Chen Feng tertawa di dalam hatinya, sambil berkata dengan api hitam melalui kekuatan batinnya, agar api hitam itu menyerap habis kekuatan dari Kakek tua Mau Yuan.
__ADS_1
Mendapat restu dari Chen Feng, api hitam misterius itu pun langsung berputar dengan cepat untuk menyerap kekuatan jiwa milik Kakek tua Mau Yuan. Menyadari api hitam misterius itu menyerap kekuatan miliknya, Kakek tua Mau Yuan berteriak kepada keempat temannya untuk segera menolongnya.
"Saudara-saudaraku! Api hitam misterius ini sungguh sangat aneh, cepat, cepat tolong aku!" teriak Kakek tua Mau Yuan meminta pertolongan kepada keempat saudaranya.
Melihat hal itu, keempat orang tua yang berada di atas peti kematian segera menolong Mau Yuan dengan cara menyebarkan kekuatan jiwa milik mereka yang berada di tingkat ranah alam roh Dewa. Namun bukannya tertekan, api hitam itu malah seperti kegirangan dan langsung menyemburkan api hitam miliknya yang meluncur dari kelopak bunga teratainya persis seperti hembusan larva yang keluar dari sebuah gunung merapi. Percikan percikan api hitam itu meluncur keras ke seluruh bangunan kuil pemakaman para dewa.
Lalu dengan sangat cepat api hitam misterius itu berputar untuk menyerap seluruh kekuatan jiwa yang ditunjukkan kearahnya, tampak sebuah awan hitam muncul di langit-langit di atas kuil pemakaman Dewa itu. Melihat kejadian itu kelima sosok kesadaran yang dimiliki oleh para kakek tua itu menjadi terkejut.
"Harta pusaka macam apa yang bisa mendapatkan kecemburuan langit seperti ini? Bahkan sampai memunculkan kesengsaraan Guntur.benar-benar tidak bisa diduga, sebenarnya siapa bocah itu?" gumam kelima Kakek tua itu sambil mencoba melepaskan kekuatan jiwanya yang terus-terusan dihisap oleh api hitam misterius itu.
Akhirnya awan-awan hitam mendung itu telah memunculkan riak riak dari kilatan Guntur.
"Kelihatannya kesengsaraan Guntur akan menimpa api hitam misterius." ucap Chen Feng sambil tersenyum.
Dan benar saja, tak lama kemudian akhirnya kesengsaraan Guntur pun terjadi, naga-naga Guntur bermunculan keluar dari awan hitam mendung itu.
"Lihat itu! Naga Guntur telah keluar. Tapi mengapa naga Guntur itu sampai ada 9? Bukankah itu adalah kesengsaraan 9 Naga Guntur yang legendaris itu. Tidak mungkin, tidak mungkin itu terjadi. Ini hanyalah alam bawah, bahkan di alam surga itu hanyalah sebuah dongeng. Sebenarnya siapa mereka ini? Tidak mungkin dengan status mereka yang berada di alam bawah dapat memiliki kecemburuan langit dengan 9 Naga Guntur yang legendaris. Ini benar-benar tidak dapat dipercaya, bocah! Cepat katakan kepada api hitammu untuk segera menghentikan tindakannya menyerap kekuatan jiwa milik kami!" teriak Kakek tua Lee Gong Gi kepada Chen Feng.
"Kalau api hitam ini terus terusan menyerap kesengsaraan 9 Naga Guntur yang legendaris, maka dia bisa saja terluka."
Setelah itu dengan kekuatan batin, Chen Feng pun berkata kepada api hitam misterius miliknya untuk segera menghentikan tindakannya dalam menyerap kekuatan-kekuatan jiwa milik kelima Kakek tua itu. Lalu tak lama api
"Akhirnya kita bisa bebas." ucap kelima Kakek tua itu dengan tampak sangat kelelahan.
Lalu sembilan Naga Guntur satu persatu langsung menyerang ke arah api hitam misterius. Serangan pertama, serangan kedua dan serangan ketiga dapat dimentahkan oleh api hitam misterius milik Chen Feng.Namun ketika menghadapi serangan dari naga Guntur keempat, tampak api hitam itu mulai kewalahan dan menghentikan putarannya. .
Chen Feng yang melihat hal itu langsung bergerak secepat kilat ke arah api hitam misterius yang sedang berada di udara.
"Tenanglah! Ayah di sini, dan Ayah akan melindungimu dari siapapun dan juga apapun yang akan mencoba menyakitimu." ucap Chen Feng sambil mengeluarkan cermin jiwa Dewa miliknya.
__ADS_1
Setelah itu Chen Feng langsung menyerang serangan naga Guntur ke-4 dan dengan mudah serangan cermin jiwa milik Chen Feng menghancurkan serangan dari naga Guntur keempat dan langsung saja naga Guntur itu menjadi sebuah energi Guntur yang murni, melihat hal itu Chen Feng pun berkata kepada api hitam misterius untuk segera menyerap esensi energi yang murni dari naga Guntur keempat itu.
Mendapat perintah dari ayahnya api hitam misterius itu seperti mengerti dan langsung berputar dengan gerakan cepat untuk menyerap esensi energi murni dari naga Guntur keempat itu, namun tak lama kemudian naga Guntur kelima mulai turun untuk menyerang api hitam yang sedang menyerap esensi murni dari naga Guntur keempat.
"Hah! Mencoba untuk mengganggu. Apakah kau tidak melihat ada aku di sini! " seru Chen Feng sambil mengeluarkan Pedang Iblis pembunuh Dewa milik Dewa Asura.
Dan langsung saja Chen Fengmelesat ke arah naga Guntur kelima dan melayangkan Pedang Iblis pembunuh Dewa ke arah naga Guntur kelima itu. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Chen Feng itu membuat kelima Kakek tua yang berada di bawahnya menjadi terkejut, karena dengan mudahnya Chen Feng dapat membantai kesengsaraan naga Guntur kelima.
"Bahkan hanya dengan sekali ayunan pedang saja, ini tidak mungkin. Mengapa kesengsaraan Guntur dari 9 laga Guntur yang legendaris dapat dengan mudah dihancurkan oleh anak yang masih berusia dua puluh tahun itu! Tidak mungkin, di dalam hidupku yang sudah ribuan tahun, aku saja ketika menghadapi kesengsaraan 5 Guntur, aku hampir saja mati ketika melawannya, tapi ini! Bagaimana mungkin dengan mudah dapat dihancurkan." ucap Kakek tua Le Gong Gi merasa terkejut.
"Apa yang sebenarnya terjadi saudara Lee Gong Gi? Apakah ini mungkin? Aku pernah melihatmu menghadapi kesengsaraan 7 naga Guntur Surgawi, kau bahkan Hampir mati jika kami tidak segera menolongmu. Tapi lihatlah anak muda itu, bagaimana caranya dia dapat dengan mudah menghancurkan naga Guntur itu? Ini sungguh di luar nalar." ujar Kakek tua Mau Yuan, Long Ba Ti An, Song Jian, dan Kim Bau Bau.
"Anak ini benar-benar tidak masuk akal! Waktu dulu aku menghadapi kesengsaraan naga Guntur yang kelima, bahkan aku hampir saja dibuat mati olehnya, tapi ini! Ini benar-benar tidak mungkin. Jika saja anak ini berada di alam surga, walaupun hanya dengan basis kultivasi di ranah alam Suci tingkat Puncak. Dia akan dengan mudah mengalahkan ranah alam Dewa tingkat 5, 6 dan 7. Benar-benar anak muda yang sangat-sangat hebat. Aku rasa di masa depan Pewaris Tahta Surgawi akan jatuh ke tangannya. Jika dia dapat mengalahkan semua kandidat kandidat hebat yang berada di alam langit dan di alam surga. " ucap Kakek tua Li Gong Gi sambil menatap ke arah Chen Feng yang sedang berdiri dengan gagah di atas udara, sambil memegang pedang Dewa iblis pembunuh Dewa Asura.
Sementara itu Chen Feng yang berdiri di atas udara segera memerintahkan api hitam misterius itu untuk menyerap esensi dari energi yang dimiliki naga Guntur kelima. Lalu setelah selesai memberikan perintah kepada api hitam misterius, Chen Feng dengan menghunuskan pedang Iblis pembunuh Dewa miliknya mengarah ke arah naga Guntur yang tersisa yang sedang berada di dalam awan hitam untuk segera keluar.
"Hei kalian naga Guntur Surgawi ke-6 ke-7 ke-8 dan ke-9, turunlah segera bersama-sama. Aku jamin dengan mudah aku dapat menghabisi kalian dengan satu serangan milikku!" seru Chen Feng dengan lantang untuk menantang kesengsaraan naga Guntur surgawi yang tersisa.
Mendapatkan ancaman dari seorang anak yang masih sangat muda, kesengsaraan naga Guntur Surgawi yang tersisa seperti mengerti dan langsung mengaung keras. Dan raungannya itu menimbulkan getaran serta aura yang sangat mengerikan.
Dan aura yang sangat mengerikan bahkan Aura kekuatannya sampai menembus langit-langit dari ruangan kuil pemakaman para dewa itu, hingga mencapai ke atas langit yang sesungguhnya. Getaran-getaran dari Aura yang dipancarkan oleh kekuatan kesengsaraan dari naga Guntur itu dapat dirasakan di seluruh daerah Tanah Terlarang penjara kuno para dewa itu.
Bahkan Ling Ling, Qian Xue dan para bawahannya dapat merasakan kekuatan kesengsaraan Guntur surgawi tersebut.
"Apa ini? Getaran energi siapa ini? Mengapa sangat kuat." ucap Komandan iblis sambil mengeluarkan kekuatan spiritual miliknya untuk menahan getaran getaran yang ditimbulkan oleh kesengsaraan Guntur surgawi itu.
"Lihat itu! Lihat di atas langit sana. Siapa yang sedang menerobos hingga bisa menyebabkan kesengsaraan Guntur surgawi?" tanya Pangeran Hua Ling, Fan Mouni dan juga Fan Kiyoung.
"Aku yakin, itu pasti kakak Chen Feng. Siapa lagi yang bisa mendapatkan kesengsaraan dari 9 Naga Guntur surgawi kalau bukan kakak Chen Feng." ucap lebah penyerap Qi yang kini telah berevolusi berubah menjadi manusia.
__ADS_1
Kemudian Ling Ling dan Qian Xue pun menatap ke arah di mana kesengsaraan naga guntur surgawi itu. Lalu mereka berdua pun melesat ke udara hendak mengarah ke arah kesengsaraan 9 naga Guntur tersebut.
Namun lagi-lagi mereka dihalangi oleh pembatas dari pertahanan yang dimiliki tanah terlarang penjara kuno para dewa itu.