
"Bayangan gelap apa itu? Mengapa orang di tingkat leluhur beladiri di ranah martial Sovereign hanya dengan sekali serangan dapat terbunuh dengan mudah? Apakah benar perkataan yang diucapakan oleh Senior Song Bei?" tanya salah seorang itu.
"Memangnya kenapa kalau berita itu benar? Jika kau ingin menjadi kuat, maka ini adalah tantangan yang diperlukan. Kita hanya tinggal melawan bayangan gelap itu dengan bekerja sama, aku yakin pasti kita akan berhasil melewati bayangan gelap itu." jawab salah seorang temannya yang ada di sampingnya.
Hingga terjadi perbincangan antara orang-orang kuat dari keluarga menengah yang berasal dari domain atas tersebut, lalu ketika mereka semua akan memasuki daerah dari tanah Terlarang itu, seorang kakek tua yang berada di tingkat kultivasi selangkah menuju ke ranah alam suci muncul tepat di dekat mereka semua.
"Bagaimana dengan ucapanku sebelumnya?" tanya kakek tua You seng.
"Senior You Seng! Benar Senior apa yang senior ucapkan sebelumnya, itu memang kenyataannya senior karena rekan kami telah tewas terbunuh oleh sesuatu yang menjaga daerah di luar dari tanah terlarang penjara kuno para dewa ini. " ucap orang dari keluarga menengah yang berasal dari dominan atas itu.
"Lantas bagaimana dengan rencana kalian selanjutnya? Apakah kalian ini tetap akan memasuki tanah Terlarang penjara kuno para dewa itu? atau kembali ke klan kalian masing-masing?" tanya kakek tua Sing Bie.
"Apa kembali! Tentu saja tidak senior. Kami semua telah membuat keputusan untuk tetap masuk ke dalam tanah Terlarang penjara kuno para dewa itu, dengan segala resiko yang ada di dalamnya. bahkan jika itu harus merenggut nyawa kami sekalipun kami siap senior." jawab orang-orang dari keluarga menengah yang berasal dari domine atas tersebut.
"Bagus-bagus! Pilihan yang bagus, jika ingin menjadi kuat memang sikap itulah yang diperlukan. Tidak takut menghadapi kesulitan walaupun nyawa kalian sendiri yang menjadi taruhannya, aku dengan tulus mengatakan kalau aku menyukai sifat yang kalian miliki ini." puji kakek tua Yao Seng.
"Kalau begitu senior. Kami pamit terlebih dahulu." izin orang-orang dari keluarga menengah yang berasal dari domain atas itu yang langsung melesat masuk kedalam tanah terlarang penjara kuno para dewa.
Hingga tidak lama berselang, ketua klan iblis darah Fan Hai pun telah sampai dan berdiri tepat di perbatasan antara dunia luar dan gerbang luar tanah terlarang penjara kuno para dewa itu.
Lalu ketua klan iblis Fan Hai pun mengajak para bawahannya untuk segera masuk ke dalam tanah Terlarang penjara kuno para dewa tersebut. Namun ketika mereka hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam tanah terlarang itu, tiba-tiba terdengar suara jeritan yang memekakkan telinga.
Empat kakek tua dan ketua klan Fan Hai serta para bawahannya menjadi terkejut, hingga mundur beberapa langkah ketika mendengar suara raungan seperti binatang Darah.
"Suara apa itu? Apa mungkin binatang darah tingkat ke-7!" tebak orang-orang dari para kelompok klan iblis darah.
Sedangkan empat kakek tua yang masih menghilangkan rasa keterkejutannya itu, masih berpikir diantara pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak meyakini kalau suara jeritan raungan itu bukanlah binatang darat tingkat ke-7, karena mereka sudah pernah beberapa kali melawan binatang darat tingkat ke-7.
"Para saudara sekalian. Apakah kalian merasakannya?"
"Ya Saudaraku. Aku tidak yakin kalau ini adalah binatang darah tingkat ke 7, karena dari raungannya dan getaran fluktuasi energi spiritualnya, ini seperti binatang darah di atas tingkat ke-7."
Terjadi perbincangan di antara kakek tua kakek tua yang mencoba menembak di tingkat berapa raungan dari suara yang berada di dalam tanah Terlarang penjara kuno para dewa itu, sementara ketua klan Fan Hai dan para bawahnya sedikit mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh para senior-senior tersebut.
"Ketua! Apa benar suara jeritan raungan itu adalah binatang darah di atas dari tingkat ke-7?" tanya para bawaannya yang merasa penasaran.
"Dari fluktuasi energi yang aku rasakan, setidaknya betul yang dikatakan oleh para kakek tua itu. Di masa lampau dulu, aku bersama leluhur pernah sekali bertarung melawan binatang darat tingkat ke-7, walaupun kekuatan spiritual dari binatang darah tingkat ke-7 itu hebat, namun kekuatan spiritual yang ada di dalam tanah terlarang itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan binatang darah tingkat ke-7 yang pernah aku lawan itu." jawab Ketua Fan Hai menjelaskan.
"Lalu untuk sekarang ini? Apa yang harus kita lakukan ketua?" tanya para bawahannya kembali.
"Untuk apa bertanya seperti itu? Kau sudah tahu bukan jika di dalam tanah terlarang itu ada senjata di level dewa dan aku yakin akan hal itu. Belum lagi dengan harta-harta yang lainnya, sudah pasti itu semua berada di level Alam atas." jelas ketua klan iblis darah Fan Hai.
"Tapi ketua! Bagaimana cara kita untuk melewatinya Jika benar yang dikatakan oleh para kakek tua itu? Pasti di dalam reruntuhan kuno itu terdapat banyak binatang darah dengan kekuatan yang sangat-sangat mengerikan," ucap para bawahan dari ketua iblis darah Fan Hai.
__ADS_1
Mendapat pertanyaan dari para bawahannya, ketua klan iblis darah Fan Hai pun terdiam, dia berpikir di dalam hatinya.
"Pasti kesempatan untuk hidup melawan binatang-binatang darah itu sangatlah tipis kemenangannya. Tapi mana mungkin aku membiarkan harta harta pusaka itu tidak memiliki tuannya."ucap ketua klan iblis darah Fan Hai dengan pelan-pelan.
Lalu ketua klan iblis Fan Hai pun memerintahkan kepada para bawahannya untuk segera mengikutinya masuk kedalam tanah Terlarang penjara kuno para dewa tersebut.
"Ayo! Kalian semua Ikuti aku." ajak ketua Klan iblis darah sambil melesat masuk ke dalam tanah Terlarang itu.
Sementara para bawahannya saling memandang antara satu sama lain, timbul rasa takut di dalam hati mereka masing-masing, namun mereka tetap mengikuti ketua klan iblis Fan Hai memasuki tanah terlarang penjara kuno para dewa itu.
"Lihatlah klan utama iblis darah, yang isinya hanya para pengecut, karena terlalu terobsesi dengan harta pusaka, mereka pun rela masuk ke dalam tanah terlarang tersebut." ucap kakek-kakek tua yang melihat kepergian para klan iblis darah.
"Lalu bagaimana dengan kita saudara-saudaraku? Apakah kita juga akan masuk atau tetap berada di sini?"
"Hei saudaraku! Sudah hampir ribuan tahun lamanya tanah terlarang ini tidak bisa terbuka. Bahkan sudah beberapa kali kita mencoba untuk memecahkan pintu masuk ini, tetapi selalu saja gagal. Dan sekarang lihatlah Pintu itu, ketika benar-benar terbuka bagaimana bisa kita melewatkan kesempatan yang begitu langka ini. " ujar kakek tua Song Bie.
"Apakah saudara Song Bie menginginkan harta warisan yang ada di dalam tanah terlarang itu? Ingatlah usiamu saudaraku. Bukankah lebih bagus hidup dengan damai daripada memasuki tanah terlarang itu?" tanya kakek tua You seng.
"Hei! Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Aku tidak berkeinginan untuk mendapatkan harta warisan apapun. Aku hanya penasaran karena selama ratusan tahun kita selalu saja gagal dalam memasuki tanah terlarang ini, sekarang ada kesempatan di depan mata. Mengapa kita harus diam dan melihatnya saja? Bukankah lebih bagus jika kita masuk dan melihat ada apa saja di dalam tanah Terlarang Itu? Bukan tidak mungkin tempat yang dilindungi oleh para Dewa yang berada di alam atas sana tidak memiliki hal yang istimewa yang tersimpan di dalamnya. Aku ingin melihat itu seumur hidupku. Lalu walaupun kalian tidak ingin pergi,maka aku pasti akan pergi dan melihat langsung ada apa saja didalam tanah terlarang penjara kuno para dewa tersebut." ucap kakek tua Song Bei.
Setelah itu kakek tua Song Bei pun melangkahkan kakinya dengan perlahan lahan untuk memasuki tanah terlarang penjara kuno para dewa itu. Sedangkan ketiga temannya yang melihat kakek tua Song Bei berjalan akan memasuki tanah terlarang penjara kuno para dewa itu pun mulai berpikir di dalam hatinya.
"Benar yang dikatakan oleh saudara Song Bei. Selama ratusan tahun ini berapa kali kita semua mencoba memasuki tanah terlarang penjara kuno para dewa ini. Akan tetapi tidak sekalipun usaha yang kita gunakan dapat menembus dinding pertahanan yang dimiliki oleh tanah Terlarang penjara kuno para dewa ini. tapi lihatlah sekarang! Dinding penghalang yang berada di tanah terlarang ini telah sepenuhnya terbuka. Apakah kita semua harus melewatkan kesempatan yang telah ada untuk memasuki tanah Terlarang penjara kuno para dewa ini."
Lalu kakek tua You Seng pun memanggil kakek tua Song Bei
"Saudara Song Bei, tunggu aku." panggil kakek tua You Seng.
Lalu kakek tua Song Bei pun menghentikan langkahnya.
"Saudara Song Bei. Aku akan menemanimu untuk memasuki tanah terlarang itu." ucap kakek tua You Seng.
"Bagus! Sangat bagus saudara Mao You Seng, lalu bagaimana dengan kalian berdua? Apakah kalian masih terlalu banyak berpikir? Untuk apa terlalu mengkhawatirkan sesuatu. Apakah kalian tidak mendengar junior junior itu berkata jika kita ingin menjadi seorang kultivator, maka syaratnya adalah tidak perlu takut menghadapi kematian. Karena seorang kultivator memanglah orang yang dekat dengan kematian. Cobalah kalian pikir apa mungkin kita yang sudah tua begini kalah dengan para junior junior itu? Mereka saja memiliki keberanian untuk memasuki tanah terlarang yang ada di hadapan kita, lalu bagaimana mungkin seorang senior seperti kita tidak berani memasuki tanah terlarang itu?" tanya kakek tua Song Bei dengan nada sedikit mengejek.
Setelah menyelesaikan perkataannya, lalu kakek tua You Seng dan kakek tua Song Bei pun melesat masuk ke dalam tanah Terlarang penjara kuno para dewa tersebut. Sedangkan kedua saudaranya yang masih berada di depan pintu masuk tanah terlarang itu, akhirnya membulatkan tekad mereka untuk ikut juga memasuki tanah Terlarang penjara kuno para dewa.
Setelah itu, mereka berdua ikut masuk menyusul kedua saudaranya.
Sedangkan di tempat lain, di mana Ketua Fan Hai dan para bawahannya berada. Mereka melihat tempat yang begitu sangat menyeramkan yang mereka pijak saat ini. Banyak mayat-mayat dari orang-orang keluarga menengah yang berasal dari domain tengah sudah bergeletak tampak mengenaskan.
"Mereka mati dengan cara yang keji, mKetua! Lihat mayat-mayat itu, Bukankah mereka orang-orang dari keluarga menengah!" seru para bawahan Ketua klan iblis darah Fan Hai.
"Ya benar! Mereka memang orang-orang dari keluarga menengah itu, bagaimana mereka bisa mati seperti ini?" tanya Ketua klan Fan Hai merasa terkejut.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba saja di sekeliling mereka, mereka semua merasakan ada sesuatu yang aneh yang bergerak menuju ke arah mereka.
"Awas hati-hati! Ada sesuatu yang sedang mendekat ke arah kita, kelihatannya itu bukanlah hal yang bagus!" ucap para bawahan dari ketua klan iblis darah Fan Hai.
Dan benar saja, tak selang beberapa lama ada sebuah benda yang melaju keras menuju ke arah rombongan ketua iblis darah Fan Hai.
"Lihat apa itu?" teriak salah seorang dari bawahan ketua Fan Hai.
"Sudah jangan panik. Kita harus bergabung untuk melawannya." ucap ketua klan iblis darah Fan Hai memberikan instruksi kepada para bawahannya.
Kemudian mereka semua pun dengan cepat mengeluarkan kekuatan spiritual milik mereka semua untuk melawan kekuatan bayangan hitam yang mengincar kearah mereka.
Dan pada akhirnya pertarungan antara ketua iblis darah Fan Hai bersama bawahannya melawan sebuah kekuatan dari bayangan hitam itupun tidak dapat terhindarkan lagi. Pertarungan itu pecah dan rombongan ketua klan Fan Hai di iserang dengan cara yang membabi buta oleh kekuatan bayangan hitam yang mereka tidak tahu berasal dari mana.
Dan di saat yang bersamaan, ketika kedua kelompok itu bertarung. Rombongan dari kakek-kakek tua itu sampai di dekat mereka semua.
"Lihatlah orang-orang dari klan blis darah itu yang sedang bertarung. Sebenarnya melawan siapa mereka saat ini? Aku merasa kekuatan dari asap hitam itu sedikit aneh. Seperti ada aura dingin yang mencekam yang terkandung di setiap serangan yang ia lancarkan."
"Benar yang kau katakan saudaraku. Ternyata apa yang diceritakan oleh pendahulu pendahulu kita itu semua adalah kebenaran. Bahwasanya tanah terlarang ini memanglah tanah yang terkutuk yang tidak cocok bagi manusia yang ingin memasuki daerah Tanah terlarang ini." jawab kakek tua Mao Seng.
"Lantas apa yang sekarang akan kita lakukan? Apakah kita harus bergabung untuk bersenang-senang mencoba dan sedikit mengetahui kekuatan-kekuatan misterius yang ada di dalam tanah terlarang penjara kuno para dewa ini?" tanya kakek tua Song Bei.
"Ide yang lumayan bagus. Kenapa kita tidak langsung saja bergabung dalam pertarungan itu." ajak kakek tua Mou Seng yang langsung melesat ke arah tempat di mana pertarungan terjadi di antara ketua klan Fan Hai dan para kelompoknya melawan asap-asap hitam tersebut..
"Ketua! Ketua tolong aku Ketua, tolong!" teriak salah seorang bawahan dari ketua Fan Hai i yang terkena serangan dari bayangan asap hitam tersebut
Ketika seseorang itu dikerumuni oleh bayangan asap hitam, lalu tak lama kemudian, orang itu pun menjadi terbakar hangus hilang menjadi ketiadaan.
Dan di dekatnya para teman-temannya bahkan di tempat yang agak jauh di mana Ketua klan Fan Hai sedang berada, ketika melihat kejadian itu mereka semua menjadi merinding ketakutan.
"Sebenarnya apa ini? Apa sebenarnya yang sedang kita lawan? Bukankah itu sangat mengerikan? Bayangan Apa itu ketua? Ini semua sudah di luar jangkauan kekuatan kita. Apa tidak sebaiknya kita kembali keluar dari tanah ini." teriak histeris para bawaan dari ketua klan Iblis darah Fan Hai.
Di tengah ketakutan mereka, bayangan dari asap hitam itu tiba-tiba saja langsung meluncur ke arah bawahan dari ketua klan iblis darah Fan Hai i yang sedang tampak panik ketakutan. Ketua Fan Hai yang melihat hal itu berteriak kepada para bawahannya untuk segera menghindar.
"Kalian semua! Cepat menghindar dari tempat itu, perhatikan di sekeliling kalian dan cepat menghindar!" seru ketua klan Fan Hai kepada para bawahnya.
Namun sangat disayangkan, karena para bawahan dari ketua klan iblis darah Fan Hai sudah terlambat menyadari serangan tersebut, dan itu dikarenakan karena bayangan gelap dari asap hitam itu telah menyelubungi mereka seperti mereka seakan sedang dipenjara.
Dan kemudian bayangan asap hitam itu mengeluarkan sebuah api yang sangat ganas dan langsung membakar semua orang-orang dari klan iblis darah yang berada di dalam kurungannya.
Dalam sekejap, jeritan-jeritan rintihan kesakitan dan meminta pertolongan terdengar jelas di terlinga ketua klan iblis darah Fan Hai. Dia i yang melihat hal itu dengan kekuatan spiritual yang ia ledakan mencoba untuk membebaskan para bawahannya dari serangan bayangan gelap Asap hitam yang menyelubungi para bawahnya tersebut.
Namun percuma saja usaha yang di lakukan oleh ketua klan iblis darah Fan Hai yang gagal total.
__ADS_1
Serangannya tidak berefek kepada bayangan gelap Asap hitam itu, sehingga jeritan-jeritan dari bawahan ketua klan Fan Hai pun menghilang dengan arti mereka semua telah mati terbakar oleh api yang dihasilkan oleh bayangan gelap Asap hitam tersebut.