
"Kalian semua tenanglah. Aku jamin tidak akan terjadi sesuatu hal yang membahayakan diriku, jadi tetaplah kalian ditempat kalian dan jangan bergerak kemanapun." titah Chen Feng kepada ketiga anak dari yang mulia raja itu.
Hingga pada akhirnya cakar dari serigala roh salju itu pun mendarat tepat di atas kepala Chen Feng, namun bukannya hendak menyerang Chen Feng, akan tetapi binatang spiritual serigala roh salju itu malah membelai dengan halus kepala Chen Feng.
Merasakan belaian itu, Chen Feng pun tertawa keras sambil berkata.
"Anak yang baik, bagus sangat bagus. Saat ini kau akan kuberi nama Chen Lou yang itu berarti saat ini kau adalah anak dari tuan muda ini. Dan di masa depan kau akan memiliki kekuatan yang melebihi kekuatanmu di masa kejayaanmu." ucap Chen Feng kepada binatang spiritual itu.
Seluruh jenius jenius muda, serta pangeran Lan, pangeran Lin, dan Tuan Putri Xiao Xuan menjadi terkejut tidak percaya akan apa yang mereka lihat.
"Bagaimana mungkin ada seekor binatang buas yang dapat dijinakkan ketika ia sudah dewasa? Jika ingin menjinakkan binatang, bukankah seharusnya kita harus melakukannya di saat dia masih bayi, akan tetapi di saat ini pengawal Chen dapat menjinakkan binatang buas itu hanya dengan kata-kata manisnya, sungguh benar-benar sangat hebat pengawal Chen." ucap pangeran Lan.
"Iya, kau sangat hebat, sangat hebat pengawal Chen! "teriak seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan.
Kemudian sambil berjalan tertatih tatih Tuan Putri Xiao Xuan pun mendekat ke arah Chen Feng.
"Sebenarnya siapa kamu sebenarnya? Mengapa seluruh kekuatanmu itu adalah kekuatan yang telah lama hilang dari dunia bela diri ini? Bukankah kekuatanmu ini adalah kekuatan kuno yang legendaris, yaitu teknik pemikat yang telah lama hilang?" tanya Putri Xiao Xuan menatap penasaran.
Lalu pangeran Lan dan pangeran Lin yang berada di belakang mereka berdua pun menganggukkan kepalanya dan juga ikut berkata.
"Benar pengawal Chen. Sebenarnya siapakah Tuan ini?"
"Maafkan aku, aku tidak dapat mengatakan siapa aku kepada kalian. Dan itu juga demi kebaikan kalian serta kelangsungan hidup dari seluruh kota kerajaan Xuan. Yang perlu kalian tahu, aku ada di belakang kalian karena yang mulia raja telah baik kepadaku. Di dalam hidupku ini aku selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran, jadi jika ada seseorang yang baik kepadaku maka aku akan berkali kali lipat lebih baik kepadanya, dan apabila ada yang menjahatiku bahkan sampai meneteskan darah dari orang-orang yang aku sayangi, aku tidak segan segan untuk memusnahkannya hingga beratus-ratus kali. Dan kalian harus percaya apa yang aku ucapkan ini, karena ini adalah kebenaran. Kalian lebih baik tidak mengetahui siapa aku sebenarnya. Karena banyak orang di masa depan yang akan menjadi musuh dariku dan mereka bukanlah orang dari benua bawah seperti kalian ini." jelas Chen Feng dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Mendengar penjelasan yang dikatakan oleh Chen Feng, lalu Putri Xiao Xuan pun bergumam pelan.
"Apakah mereka berasal dari tiga keluarga utama yang ada di alam atas ini?" tebak Tuan Putri Xiao Xuan.
"Adik apa yang kamu katakan? Jangan berbicara seperti itu!" sangkal pangeran Lan.
"Tidak tidak apa-apa pangeran, apa yang dikatakan oleh Xuan Er itu adalah kebenaran, di masa depan orang-orang dari keluarga utama yang berada di alam atas ini pasti akan menjadi musuhku. Jadi aku tidak ingin ada seseorang yang terlibat di dalam konflik antara aku dan mereka." jawab Chen Feng sambil mengelus ngelus bulu dari serigala roh salju itu.
Hingga tak lama kemudian, pada akhirnya Chen Xiao Chen Mo, dan Chen Cen telah selesai menyerap seluruh aura jahat yang ada di sekitar hutan tempat mereka berada. Lalu mereka pun langsung melesat ke arah Chen Feng dan hinggap di kepala pundak kanan kirinya Chen Feng.
Chen Feng yang melihat Kedua saudara dan anaknya telah selesai menyerap aura kejahatan di tempat mereka berada membuat dirinya tersenyum sambil mengelus-ngelus kepala dari Chen Cen.
"Kalian telah selesai ya menyerap aura kejahatan yang ada di tempat ini" tanya Chen Feng kepada mereka bertiga.
Lalu Chen Feng pun menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk memblokir tekanan yang dihasilkan oleh aura spiritual yang dikeluarkan oleh Chen Xiao agar dapat melindungi para jenius jenius muda dari kerajaan Xuan.
"Kekuatan yang begitu mengerikan, bagaimana itu bisa dihasilkan oleh binatang spiritual. Aku rela demi apapun untuk menjadi pengikut dari pengawal Chen."
Banyak perbincangan terjadi diantara jenius jenius itu karena merasa terpesona melihat apa yang ada di hadapan mereka.
Begitu juga dengan kedua pangeran dari kerajaan Xuan itu, merasa kagum ketika melihat siapa saja yang berada di dekat Chen Feng menjadi memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
"Aku rela menjadi pengikut pengawal Chen." ucap Para jenius jenius muda itu.
__ADS_1
Sedangkan Chen Feng yang melihat kekuatan saudaranya itupun merasa bangga.
""Hebat! hebat, sungguh sangat hebat kekuatan milik kalian, kini sudah berkembang lagi rupanya ya." puji Chen Feng tersenyum.
Kemudian disaat Chen Cen hendak pamer akan kekuatan barunya, Chen Feng pun dengan manja memegang tubuh kecil mungil dari api hitam itu sambil berkata.
"Anak baik, kau tidak perlu menunjukkan kekuatanmu kepada ayah. Karena jika kau sampai menunjukkan kekuatanmu, maka seisi wilayah ini akan hancur dan ayahmu ini tidak akan mendapatkan apapun. " ucap Chen Feng dengan tersenyum kecil dan membuat ketiga anak dari yang mulia raja di belakangnya menjadi tertawa bahagia.
Chen Cen langsung cemberut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya itu dan kemudian ia memalingkan wajahnya, dan ia melihat ke arah serigala roh salju yang ada tepat di hadapannya.
"Ayah siapakah dia?" tanya Chen Cen sembari melompat ke atas kepala dari serigala roh salju itu.
"Ini adalah saudaramu Chen Cen, ayah telah mengangkatnya sebagai anak untuk menjadi teman bermainmu di masa depan nanti."
Dengan kegirangan, Chen Cen langsung melompat-lompat di atas kepala serigala roh salju dan kemudian berkata.
"Asik asik! Aku mempunyai adik, aku mempunyai adik!" teriak Chen Cen dengan girang.
Begitu juga dengan serigala roh salju itu, yang ikut menjadi senang dan akhirnya mereka berdua pun melompat-lompat di depan banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.
Setelah itu Chen Cen pun bertanya kembali kepada Chen Feng.
"Ayah! Siapakah nama saudaraku ini?" tanya Chen Cen penasaran.
__ADS_1
"Namanya adalah Chen Lou." jawab Chen Feng.