Pewaris Tahta Surgawi

Pewaris Tahta Surgawi
Pertempuran Semakin Sengit


__ADS_3

Kemudian Chen Feng melepaskan kekuatan jiwanya untuk mencari keberadaan dari Fan Xing. Hingga tak lama Chen Feng pun tersenyum menyeringai.


"Di sana kau rupanya iblis sialan!" gumam Chen Feng ketika ia merasakan hawa keberadaan dari Dan Xing.


Setelah itu Chen Feng pun melesat secepat kilat menuju ke arah Fan Xing berada dengan mempersiapkan penyerangan menggunakan pedang kuno legendaris miliknya yang ada di tangannya.


Lalu ia pun langsung menebaskan pedangnya ke arah di mana Dan Xing berada.


Menerima serangan dari Chen Feng, Fan Xing lalu menangkisnya menggunakan senjata spiritual miliknya yang berupa pedang besar.


"Mau lari ke mana kau iblis?" tanya Chen Feng dengan suara keras.


Melihat kedatangan Chen Feng yang tengah menyerangnya, Fan Xing pun bergumam di dalam hati.


"Mengapa bisa anak ini mengetahui keberadaanku? Bukankah aku sudah bersembunyi dengan baik." gumam Fan Xing merasa heran.


"Mana kesombongan dirimu yang sebelumnya? Mengapa sekarang kau melarikan diri dari diriku?" tanya Chen Feng sambil terus mengalirkan energi spiritual miliknya ke pedang kuno legendaris miliknya, untuk memberikan tekanan kepada Fan Xing.


"Melarikan diri katamu! Cih, aku tidak ada niat untuk melarikan diri darimu." jawab Fan Xing tak Terima.


"Jika tidak melarikan diri, lalu apa namanya hah!" seru Chen Feng sambil mendengus dingin.


Lalu dengan cepat Chen Feng kembali merilis teknik pedang miliknya untuk menyerang Fan Xing, dan kemudia Fan Xing yang melihat hal itu pun juga ikut merilis kekuatan spiritual miliknya.


Hingga lagi dan Lagi, teknik dari kedua kultivator itu kembali beradu dengan sangat mengerikan, sampai menyebabkan getaran yang amat sangat besar yang menggoyahkan tempat tersebut.


Kemudian kedua kultivator itu pun kembali melesat untuk menyerang satu sama lain, pukulan demi pukulan, dan teknik demi tehnik sama sama mereka lancarkan demi mengalahkan lawannya masing-masing.


"Hidupmu tidak akan pernah nyaman karena kau telah mengganggu sesuatu yang seharusnya tidak kau ganggu bocah!" ancam Fan Xing dengan nada sombong.


"Apa kau bilang! Hidupku tidak akan tenang? Justru kalianlah yang akan merasakan hal seperti itu, karena kalian yang terlebih dahulu mengganggu ketenanganku. Apakah kalian pikir aku orang yang mudah kalian ganggu? Bahkan jika itu Dewa iblis darah sekalipun, maka kalian tetap tidak akan mampu menahan kemarahanku ini." ucap Chen Feng sambil mengeluarkan tekanan dari kekuatan spiritual miliknya.


"Sombong kau bocah! Kau pikir kau siapa sampai kau berani berbicara seperti itu tentang Dewa iblis darah kami hah?" teriak Fan Xing yang tidak terima,


Setelah itu dia pun langsung menyiapkan teknik serangannya kearah Chen Feng.


"Sekarang kau rasakanlah ini bocah! Teknik dari serangan spiritual milikku. Teknik Pedang Iblis ruang Kehampaan Serang!" teriak Fan Xing sambil melancarkan teknik dari serangan pedang miliknya ke arah Chen Feng berada.


Mengetahui hal itu Chen Feng pun juga merilis teknik dari kekuatan pedang miliknya.


"Teknik pedang suci serangan seribu pedang penghancur jiwa, Serang!" ucap Chen Feng sambil berteriak melancarkan serangannya ke arah teknik pedang dari serangan Fan Xing.


Dan Lagi Lagi, kedua teknik serangan di level tingkat Dewa itu pun kembali beradu, yang mengakibatkan suara ledakan yang amat sangat memakakkan telinga.


Booommm Bommmmm bommmm…..


Ledakan tabrakan dari kedua kekuatan spiritual itu, menyebabkan getaran yang dapat dirasakan oleh keseluruhan anggota kelompok dari Chen Feng.


Walaupun saat ini daerah tempat pertarungan Chen Feng dan Fan Xing telah di dinding oleh Chen Feng.


Dan tepat di tempat yang lain, Chen Cen juga dapat merasakan getaran tersebut.


"Ini! Ini aura milik ayahku. Kelihatannya Ayah sudah mulai serius menghadapi musuhnya itu." gumam Chen Cen pelan.


Hingga tak lama kemudian, Fan Mouji dan Fan Kiyoung pun telah selesai dalam memurnikan inti Suci milik Fan Long dan Fan Ming. Setelah itu mereka berdua langsung menatap kearah Chen Cen.


"Tuan muda! Aku merasakan kekuatan dari Tuan yang begitu besar." ucap Fan Mouji.


"Kau benar paman. Ini memang adalah Aura kekuatan milik ayahku, jika kedua paman-paman sekalian telah selesai memurnikan inti suci itu, maka marilah kita pergi ke tempat ayah berada." ajak Chen Cen kepada mereka berdua.


"Baik Tuan muda. Mari kita menuju ke tempat Tuan berada." setuju Fan Mouji dan Fan Kiyoung.


Kemudian mereka bertiga pun melesat pergi ke arah Chen Feng dan Fan Xing yang sedang bertarung.


Sedangkan di tempat yang lain, keempat komandan iblis juga telah selesai memurnikan inti Suci milik Fan Miao, lalu mereka juga dapat merasakan Aura kekuatan milik Chen Feng yang kelihatannya telah serius dalam bertarung melawan komandan utama iblis darah dari alam atas itu.


"Bagaimana saudara-saudara komandan iblis? Apakah kalian telah selesai dalam memurnikan inti suci itu? Jika sudah mari kita bergabung dengan yang lainnya. Aku rasa mereka telah merasakan kekuatan dari Tuan dan pastinya mereka akan menuju ke arah Tuan berada." ajak Pangeran Hua Ling kepada keempat komandan iblis.


"Benar, benar yang kau ucapkan Saudara Hua Ling. Mari kita pergi ke tempat Tuan berada." jawab keempat komandan iblis dari ras iblis Asura itu.


Hingga akhirnya mereka semua pun langsung melesat ke arah di mana Chen Feng sedang bertarung.


Sementara itu Ling Ling dan Qian Xue yang semakin khawatir akan keadaan dari suaminya itu, kembali berusaha untuk menghancurkan dinding penghalang yang menghalangi mereka untuk masuk ke dalam wilayah pertempuran antara Chen Feng dan Fan Xing.


Namun mereka berdua selalu gagal dalam menghancurkan dinding penghalang itu. Dan tentu saja apa yang dilakukan oleh Ling Ling serta Qian Xue, tidak luput dari penglihatan Fan Xing, dia pun tersenyum mengejek kearah Chen Feng.

__ADS_1


"Bocah! Coba lihatlah kedua wanita itu, sepertinya mereka berdua sangat khawatir akan keselamatan dirimu." ucap Fan Xing sedikit menyindir.


"Tidak perlu kau khawatirkan tentang itu, khawatirkan saja keadaanmu yang sekarang ini." jawab Chen Feng menatap tajam.


"Hahaha…! Mengkhawatirkan diriku sendiri? Apakah kau tidak salah bocah! Aku masih mempunyai cukup kekuatan spiritual untuk mengalahkanmu." jelas Fan Xing tersenyum lucu.


"Namun coba lihatlah dirimu sendiri, aku merasa kekuatan spiritualmu telah banyak berkurang." ucap Fan Xung kembali sambil tertawa girang.


"Dengan sisa kekuatan spiritualku yang sekarang ini, sangat cukup untuk membunuhmu."


Setelah itu Chen Feng pun melemparkan pedang kuno legendaris miliknya ke hadapannya, dan ia langsung merilis teknik kekuatan miliknya yang telah ia dapatkan dari gurunya.


"Teknik suci tinju langit menelan surga, Hancurkanlah dia !" teriak Chen Feng sambil melesatkan teknik miliknya ke arah Fan Xing.


Melihat hal itu, Fan Xing kembali terkejut, ketika melihat teknik milik Chen Feng.


"Mengapa bocah ini dapat memiliki terlalu banyak teknik kekuatan yang berada tingkatan alam langit? Bukankah seharusnya kultivator di alam bawah harusnya memiliki teknik kekuatan di tingkat bumi. Sejak kapan ada teknik tingkat langit di alam bawah ini?" gumam Fan Xing di dalam hatinya.


Kemudian dia pun juga merilis teknik kekuatan miliknya.


"Teknik darah seribu tengkorak setan darah, Serang!" ucap Fan Xing sambil berteriak mengeluarkan teknik kekuatan miliknya untuk menyerang teknik kekuatan milik Chen Feng.


Namun tanpa Fan Xing duga, ketika teknik kekuatan miliknya menghantam teknik kekuatan dari Chen Feng. Teknik kekuatan miliknya malah menjadi hancur lebur terhantam teknik Suci tinju langit penelan surga milik Chen Feng, yang kemudian teknik Suci tinju langit penelan surga milik Chen Feng itu pun terus melesat ingin menghantam kearah Fan Xing.


Lalu dengan secepat kilat Fan Xing dapat menghindari serangan yang dilancarkan oleh Chen Feng.


"Sepertinya aku pernah mengetahui teknik serangan ini. Apakah aku tidak salah? Ya aku ingat, ini benar benar adalah teknik dari keluarga Ji." gumam Fan Xing mulia berpikir.


Setelah itu dia pun menatap tajam kearah Chen Feng.


"Hei bocah! Di mana kau mendapatkan teknik pukulan ini? Dan apa hubunganmu dengan keluarga Ji dari alam atas? Cepat kau katakan kepadaku!" teriak Fan Xing bertanya kepada Chen Feng.


"Cih, dengan statusmu itu kau tidak berhak mengetahui dari siapa aku mendapatkan kekuatan milikku ini." jawab Chen Feng sambil melesat ke arah Fan Xing.


"Kurang ajar kau bocah!" teriak Fan Xing emosi.


Lalu ia pun juga melesat ke arah Chen Feng, hingga mereka berdua kembali melakukan pertarungan yang amat sangat sengit.


Sedangkan di luar dinding pertahanan yang dibuat oleh Chen Feng, anggota kelompoknya satu persatu telah hadir di belakang Ling Ling dan Qian Xue.


"Hormat kami Nyonya!" ucap seluruh anggota kelompok Chen Feng itu yang melihat Ling Ling dan Qian Xue.


Lalu, tak lama kemudian terdengar pertanyaan yang dilontarkan oleh salah satu dari mereka.


"Nyonya! Kenapa kedua Nyonya tidak membantu Tuan untuk mengalahkan iblis itu? tanya suara itu yang tak lain adalah pangeran Hua Ling.


" Benar ibu, kenapa Ibu tidak membantu ayah?" tanya Chen Cen ikut menimpali.


"Bagaimana Ibu hendak menolong ayahmu, jika Ayahmu itu telah memasang dinding penghalang agar kita semua tidak dapat masuk untuk membantunya."


Mendengar jawaban dari Ling Ling, seluruh dari anggota kelompok Chen Feng pun terkejut, tentang apa yang telah Tuan mereka lakukan.


"Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Tuan! Iblis itu adalah pemimpin dari seluruh anggota yang diutus oleh klan pusat iblis darah yang berasal dari alam atas, jadi sudah tentu dialah orang yang terkuat dari ke semua anggota yang telah kita lawan sebelumnya" ujar keempat komandan iblis dari ras iblis Asura.


Melihat kepanikan itu, Chen Cen pun langsung merubah bentuknya menjadi teratai raksasa yang berwarna hitam pekat, lalu ia melayang ke atas dinding formasi pertahanan yang dibuat oleh Chen Feng.


Setelah itu Chen Cen berusaha untuk melelehkan dinding pertahanan yang dibuat oleh ayahnya itu. Namun kemudian suara transmisi Chen Feng masuk ke dalam pikiran Chen Cen.


"Anakku hentikan! Apa yang hendak kamu lakukan? Ini adalah perintah dari ayahmu." ucap Chen Feng dengan singkat kepada Chen Cen.


Mendapat perintah dari ayahnya, Chen Cen pun kembali berubah menjadi bayi api hitam kecil dan melesat ke arah kelompok anggota Chen Cen.


"Chen Cen mengapa kau kembali lagi? Bukankah kau ingin menghancurkan dinding formasi itu?" tanya Ling Ling merasa heran.


"Maaf Ibu, maafkan aku. Tapi ini adalah perintah dari ayah, dan aku tidak mampu untuk melanggarnya."


"Tapi ini adalah perintah dari ibu Chen Cen, cepat hancurkan dinding formasi itu, Ibu khawatir dengan keadaan ayahmu!" sarkas Ling Ling tampak menggebu-gebu.


Lalu Lagi dan lagi, transmisi suara dari Chen Feng masuk ke dalam pikiran Ling Ling.


"Istriku! Bukankah kau telah berjanji kepadaku untuk selalu mendengarkan apa yang aku katakan? Jadi tolong demi diriku jangan kau masuk ke dalam pertempuranku, menurutlah Ling Ling." ucap Chen Feng kepada Ling Ling.


Setelah itu Chen Cen Cencen pun bertanya kepada Ling Ling.


"Bagaimana ini Ibu! Sebenarnya apa yang harus aku lakukan?"

__ADS_1


Dengan berdiam sejenak Ling Ling kemudian berkata.


"Tidak ada yang bisa kita lakukan, ini semua adalah perintah dari ayahmu Chen Cen." ucap Ling Ling sambil menggigit bibirnya.


Qian Xue yang melihat hal itu pun langsung berkata." Ya sudah, kita perhatikan saja dahulu pertarungan antara mereka berdua, jikalau Chen Feng menghadapi sesuatu yang berbahaya, kamu Chen Cen anakku dan kalian semua, segey cepat hancurkan dinding formasi ini, agar kita dapat segera menolong Tuan kalian semua."


Mendengar ucapan dari Nyonya itu, seluruh anggota dari kelompok Chen Feng pun berseru serentak.


"Siap Nyonya! Para bawahan mendengarkan instruksi dari keduanya."


Kembali ke dalam pertempuran antara Chen Feng dan juga Fan Xing.


Fan Xing yang mulai mengetahui bahwa kekuatan Chen Feng saat ini, telah habis banyak berkurang, dia pun langsung menyerang Chen Feng dengan habis-habisan dan secara brutal.


"Sekarang saatnya Bocah kau mati di tanganku." teriak Fan Xing sambil melesat ke arah Chen Feng dan mengganti senjata pusaka miliknya dengan senjata pusaka yang berbentuk kapak raksasa.


Setelah itu dia langsung menghujamkan kapak itu tepat ke arah atas kepala Chen Feng. Melihat hal itu, Chen Feng dengan refleknya yang bagus pun dapat menghindari serangan kapak tersebut.


Dan dia langsung melesat ke udara setelah menyadari hal itu, Fan Xing juga ikut melesat secepat kilat ke arah Chen Feng berada dan dia pun langsung kembali menyerang Chen Feng menggunakan kapak raksasanya miliknya.


Chen Feng yang agak terlambat menyadarinya serangan itupun terpaksa menahan serangan penuh dari kapak raksasa milik Fan Xing menggunakan pedang kuno legendaris yang masih ada di tangannya.


"Bagaimana bocah! Apakah kau masih cukup memiliki kekuatan spiritual untuk melawanku?" tanya Fan Xing sambil menambahkan energi spiritualnya miliknya ke dalam kapak raksasanya yang dia pegang untuk kembali menekan Chen Feng.


Hingga pada akhirnya Chen Feng pun yang memang telah menguras terlalu banyak energi kekuatan spiritual miliknya tidak dapat lagi menahan energi kekuatan yang telah Fan Xing gabungkan dengan kapak raksasanya itu, dan Chen Feng pun langsung terpental ke bawah menabrak dinding batu tepat di seluruh tubuhnya.


Booommmm…..booommmm…


Terdengar suara tubuh Chen Feng yang telah menabrak dinding batu tersebut, melihat hal itu Ling King, Qian Xue dan para kelompok Chen Feng pun menjadi khawatir, apalagi ketika melihat keadaan dari Chen Feng yang begitu tampak menyedihkan.


Chen Feng yang terjatuh ke dinding batu itu, menjadi sangat lusuh, banyak noda darah yang tampak terlihat oleh mata, tepat di sekujur tubuhnya yang penuh dengan luka, namun tak sampai di situ saja, seakan-akan ingin segera mengakhiri pertarungan tersebut, Fan Xing pun kembali merilis aura energi spiritual ke dalam kapaknya dan dia pun langsung melesatkan sebuah energi dari kapak raksasa itu untuk langsung menghujam keadaan di mana Chen Feng berada.


Dan lagi lagi…


Boommmmmm….boommmmm…


Energi dari kapak raksasa itu menghantam telak ke arah Chen Feng berada, hingga tanah yang ada di sekitar tempat Chen Feng berada pun, hancur luluh lantak dikarenakan terimbas dengan energi dari kapak raksasa yang dikeluarkan oleh Fan Xing


Sementara itu Chen Feng sudah terpental jauh ke atas udara, hingga akan menuju ke bawah kembali, namun sebelum jatuh ke bawah, Fan Xing dengan secepat kilat langsung menyerang Chen Feng secara bertubi-tubi.


Chen Feng yang tengah melayang di atas udara pun terkena serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh-oleh Fan Xing.


Sungguh, saat terkena serangan bertubi-tubi itu, Chen Feng pun merasakan tubuhnya seperti terkoyak-koyak, hingga Chen Feng akhirnya memuntahkan darah segar saat masih melayang di atas udara.


"Sekarang bocah! Terimalah akhir dari hidupmu!" ucap Fan Xing berteriak.


Lalu Fan Xing melayangkan tendangan yang telah dia gabungkan dengan energi darah miliknya, tepat ke wajah Chen Feng.


Sedangkan Chen Feng yang terkena tendangan telak itu pun, langsung membuat tubuh Chen Feng melaju kencang ke atas tanah, hingga menabrak tanah di bawah, dan sampai mengeluarkan suara yang terdengar seperti ledakan bomm.


Booommmm…..boommmmm..


Lagi dan Lagi, Chen Feng mendapatkan luka serius, lalu dia pun mencoba untuk bangkit kembali guna melawan Fan Xing.


Melihat apa yang dilakukan oleh Chen Feng, Fan Xing langsung tertawa hingga terpingkal pingkal.


"Hebat kau bocah! Sangat hebat, setelah mendapatkan seranganku yang begitu kuat, kau masih belum mati juga." ucap Fan Xing tersenyum mengejek.


Setelah itu Fan Xing pun kembali melesatkan serangan dari kapak raksasanya kearah Chen Feng yang berada tepat di bawahnya.


Melihat hal itu, Chen Feng dengan sisa-sisa energi kekuatannya dia pun membuat dinding pertahanan dari pedang kuno legendaris miliknya, dan dia pun membuat segel di tangannya untuk meresap kekuatan alam yang berada di dekatnya.


Dan semua yang dia lakukan saat ini, tanpa disadari oleh Fan Xing, sedangkan Fan Xing yang berada di atas udara terus-menerus mengeluarkan serangan-serangan kapak miliknya kearah dinding pertahanan yang dibuat oleh Chen Feng.


Melihat hal itu, Ling Ling langsung memerintahkan kepada para anggota kelompoknya dan juga Chen Cen si bayi api hitam kecil, untuk segera menghancurkan dinding pertahanan yang ada di hadapan mereka.


Dan itu semua Ling Ling lakukan, dikarenakan mereka semua telah melihat Chen Feng yang tampak sangat kewalahan menghadapi musuhnya, yang disebabkan oleh kekuatan milik Chen Feng sudah habis banyak berkurang.


Karena seperti yang kita ketahui sebelumnya, jika beberapa bab di belakang, Chen Feng telah banyak menggunakan kekuatan spiritual miliknya untuk membantu para anggota kelompoknya dalam menghadapi kesengsaraan Guntur 9 Naga surgawi, dan itu semua yang menyebabkan Chen Feng terlalu banyak memakan kekuatan jiwa dan kekuatan spiritual miliknya.


Jadi sangat pantas saja jika saat ini Chen Feng tidak dapat bertarung secara maksimal, dikarenakan kekuatan spiritual dan kekuatan jiwa miliknya belum kembali secara normal.


Dan kembali ke arena pertempuran, saat inj Fan Xing yang terus-terusan menghujani Chen Feng menggunakan kekuatan dari kapak raksasa miliknya pun lalu menghentikan serangannya tersebut.


Dan dia kemudian berkata kepada Chen Feng.

__ADS_1


"Bagaimana bocah! Apakah kau sudah mati? kalau belum kemarilah bertarung kembali bersamaku!" teriak Fan Xing dengan sangat sombong.


Lalu Chen Feng dengan menggunakan sisa-sisa kekuatannya, dia pun melesat ke atas udara dan dia kemudian muncul keluar dari kabut debu yang diakibatkan oleh serangan bertubi-tubi dari kapak raksasa milik Fan Xing.


__ADS_2