
Mendengar apa yang diucapkan oleh Chen Feng seluruh kelompok jenius jenius dari kerajaan Xuan pun merasa setuju, Benar apa yang diucapkan oleh Chen Feng adalah suatu prisip yang harus ditanamkan di dalam hati mereka.
Kemudian setelah mereka siap menyantap makanan, Chen Feng pun mohon undur diri untuk beristirahat. Dan selanjutnya mereka semua pun pergi untuk masuk kedalam ruang peristirahatan mereka masing masing.
Tidak terasa hari sudah berganti, dan keesokan harinya mereka semua pun kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke kota Chang'An. Lalu di tengah perjalanan, pangeran Lin tampak mendekati Chen Feng.
"Pangeran Lin! Ada apa pangeran mendekati saya?" tanya Chen Feng merasa heran.
"Begini Pengawal Chen, sebentar lagi kita akan melewati daerah rawa hitam." jawab pangeran Lin.
"Rawa Hitam! Lantas kenapa jika kita melewati rawa hitam?" tanya Chen Feng mengerutkan keningnya.
"Begini Pengawal Chen, di rawa hitam ini adalah sarang dari seluruh penjahat yang ada di seluruh benua barat ini. Banyak master master jahat yang tinggal di daerah ini." jelas pangeran Lin menyiratkan rasa takut di wajahnya.
"Oh ternyata begitu. Tenanglah pangeran jika mereka tidak mengganggu perjalanan kita maka kita tidak perlu menghiraukan mereka. Akan tetapi jika mereka bertindak mengganggu perjalanan kita maka bunuh dan jangan beri ampun." jawab Chen Feng mengerti sambil mentransmisikan suaranya kepada seluruh anggota kelompoknya untuk segera menyebar dan mengantisipasi pergerakan dari orang orang yang akan mengacaukan perjalanan mereka.
Mendengar suara transmisi itu lalu seluruh anggota kelompok Chen Feng pun langsung bergerak setelah mendapatkan perintah dari tuannya. Sementara itu Chen Feng dan seluruh jenius-jenius muda dari kerajaan Xuan terus melanjutkan perjalanan mereka sambil memandang ke sekeliling mereka.
Dan ketika dalam perjalanan, gantian tuan putri Xiao Xuan yang mendekati Chen Feng.
"Tuan Chen!" tegur tuan putri Xiao Xuan kepada Chen Feng.
"Oh anda tuan putri, ada kepentingan apa Tuan Putri hingga harus menghampiri diriku ini?" tanya Chrn Feng menelisik heran.
"Tidak, aku tidak memiliki kepentingan apapun, aku hanya ingin menemani dirimu dalam perjalanan ini tuan."
"Terima kasih atas kepedulian tuan putri, aku merasa terharu mendengarnya." jawab Chen Feng merendah.
__ADS_1
"Bagaimana tuan Chen? Apakah untuk saat ini mereka belum bergerak? " tanya tuan putri Xiao Xuan.
"Kelihatannya belum ada tanda-tanda untuk pergerakan mereka, akan tetapi para saudara-saudaraku yang lain akan mengantisipasi segala tindakan yang akan mereka lakukan, jadi untuk itu tuan putri tidak perlu merasa khawatir." jawab Chen Feng menjelaskan.
Hingga tak lama kemudian, sebuah pergerakan telah muncul dan dapat dirasakan oleh seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan itu.
"Kalian semua tenanglah, jangan khawatir mereka tidak akan dapat melukai kalian sedikitpun, selama aku masih hidup." ucap Chen Feng dengan nada meyakinkan.
Lalu terdengar suara tawa yang begitu keras menggema di tempat tersebut.
"Hahaha hahaha....Sungguh tinggi nada bicaramu bocah! Hanya memiliki kultivasi yang rendah sudah berbicara sangat tinggi seperti itu." teriak suara di dalam ruang kekosongan yang ada di tempat itu.
Sambil mendengus dingin, Chen Feng pun berkata lantang.
"Terlalu banyak penjahat sepertimu yang telah aku bunuh, jika kau tidak percaya muncullah dan seranglah aku, maka kau akan tahu kebenarannya siapa yang paling kuat di antara kita." tantang Chen Feng kepada suara itu.
"Dasar kurang ajar! Kau bocah sialan, cari mati." teriak suara itu dan langsung terasa sebuah getaran yang menuju ke arah Chen Feng, namun hanya berjarak beberapa langkah dari Chen Feng suara itu lalu menjerit kesakitan.
Lalu tiba-tiba muncul dua sosok yang keluar dari dalam ruang kekosongan yang telah mati akibat terkena serangan Chen Feng, Dan kemudian ruang kekosongan itu kembali tertutup.
"Ini adalah peringatan bagi kalian semua kultivator yang berada di rawa hitam, jika kalian berani bertindak untuk mengacaukan perjalanan kami! Maka kematian lah yang akan menemui kalian." ancam Chen Feng sambil mengambil cincin ruang penyimpanan dari kedua sosok yang telah mati itu.
Banyak kultivator yang tinggal di dalam rawa hitam menjadi berang akibat perbuatan dari Chen Feng yang telah membunuh rekan-rekannya itu, mereka merasa takut akan seorang kultivator yang sedang bersembunyi di ruang kekosongan.
Lalu seseorang pun hadir tepat di atas Chen Feng. Merasakan hawa kehadiran dari seorang kultivator Chen Feng menghentikan langkahnya dan seluruh jenius mudah dari kerajaan Xuan.
"Apakah Tuan hendak mengacaukan perjalanan kami?" tanya Chen Feng kepada sosok itu.
__ADS_1
"Bukan, aku ingin kau bertanggung jawab atas dua orang yang telah kau bunuh sebelumnya," jawab sosok yang berada di atas udara itu.
"Apa maksud Tuan! Kami yang diganggu dan kami hanya membela diri, lalu kami juga yang harus bertanggung jawab! Sungguh menggelikan. Sayang sekali aku tidak banyak waktu untuk meladeni perkataan Tuan jadi untuk mempersingkat waktu maka aku bertanya kepada Tuan dan seluruh penghuni dari rawa hitam ini. Apa maksud dan tujuan kalian menghadang kami semua. Cepat jawab pertanyaanku?" tanya Chen Feng.
Mendengar pertanyaan Chen Feng, sosok itu tetap tidak mau kalah, dan kembali berteriak marah kepada Chen Feng.
"Kau harus bertanggung jawab atas kematian dari rekan kami sebelumnya,."
"Jika seperti itu berarti kalian memang memiliki niat jahat kepada kami semua. Jadi jangan salahkan aku, kalau aku bertindak kasar kepada kalian!" teriak Chen Feng emosi.
"Hahaha hahaha....! Besar sekali omonganmu, bocah aku ingin melihat apakah kekuatanku cocok dengan mulut besarmu." tantang sosok yang berada di atas udara itu dan langsung ia pun melesat ke arah Chen Fengx namun dari balik ruang kekosongan muncul sebuah aura merah hitam yang hendak menghalangi sosok itu, namun dengan cekatan sosok itu berhasil menghindar dari serangan dari Balik dari ruang kekosongan itu.
"Sungguh trik yang sangat licik." ucap sosok itu namun perkataan dari sosok itu dibalas oleh orang yang muncul dari ruang kekosongan itu yang ternyata ia adalah Fan Mouji dan Dan Kiyoung.
Lalu mereka berdua pun berkata dengan keras.
"Untuk manusia hina seperti kalian, cara ini adalah cara yang tepat untuk dapat membunuh kalian satu persatu." ucap Fan Mouji yang langsung melesat ke arah sosok tersebut sambil menggunakan senjata spiritual miliknya dan langsung ia lesatkan ke arah sosok itu.
Namun lagi-lagi dengan cepat, sosok itu berhasil menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Fan Mouji. lalu Fan Kiyoung juga muncul tepat di belakang sosok itu dan langsung menggunakan teknik serangannya.
Dengan cepat sosok itu pun langsung membuat dinding pertahanan dari teknik spiritual milik mereka sambil berkata.
"Dengan level serangan seperti ini, kalian tidak pantas melawan kami." ejek sosok itu, namun tiba-tiba dari belakangnya dengan merobek ruang kekosongan 4 komandan iblis pun muncul tepat di belakang sosok itu dan langsung menghajarnya dengan kekuatan spiritual milik mereka yang membuat sosok itu terpental jauh ke arah Fan Kiyoung.
Melihat hal itu, Fan Kiyoung dengan serangan penghabisan ia pun langsung membunuh sosok itu hingga hilang menjadi ketiadaan.
Lalu lagi dan lagi Fan Mouji dan Fan Kiyoung serta keempat komandan iblis masuk kembali ke dalam ruang kekosongan. Dan Chen Feng pun kembali mengambil cincin penyimpanan ruang milik sosok itu.
__ADS_1
Setelah itu Iya kembali lagi berteriak dengan keras.
"Bagi kalian penghuni rawa hitam jika kalian tidak mengganggu kami maka akan aku pastikan kalian tidak akan kami lenyapkan, tapi jika kalian berani mengganggu perjalanan kami maka kematianlah yang akan menghampiri kalian." ancam Chen Feng sambil memerintahkan kepada seluruh jenius jenius muda dari kerajaan Xuan untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka ke kota Chang'An.